
Mario kini berjalan setelah pamit dari Aminah dan Anna dia tidak ingin berlama dirumah itu,hatinya semakin sedih mendengar ocehan Anna yang sangat benci kepada Tono.Mario bernafas kasar berkali kali sembari berjalan menuju Rumah Desy.
"Bang Mario !" Panggil suara seorang gadis dari belakang dan membuat langkah Mario berhenti,seorang gadis berlarian mengejar Mario sampai kejalanan raya tidak begitu jauh dari rumah Tono.
"Elisa !" Kata Mario saat berbalik tubuh melihat Elisa yang sudah dihadapan Mario dengan nafas tersengal sehabis berlarian mengejarnya.
"Bang Mario sombong betul,Elisa sampe enggak kenal abang berpakaian seperti ini,abang ganteng pakai pakaian ini Elisa jadi naksir Hehehe" Tukas Elisa dengan senyuman manis.
"Kenapa kau berlarian Dek,nanti terjatuh lho,oh iya kau ada perlu apa?" Tanya Mario sembari tersenyum dihadapan Elisa.
"Ibu memberikan ini,kata Ibu terima kasih sudah mau memperhatikan Bang Tono,walau bang Tono mencari uang dengan cara yang salah tapi Elisa bangga punya abang seperti dia,karena dia Elisa bisa tamat sekolah" Tukas Elisa dengan suara bergetar dengan mata berkaca kaca.
"Jangan putus asa dek,sekolah yang benar ya,abang doakan abang kamu cepat sembuh" Jawab Mario sembari mengacak rambut Elisa.
"Ini dari Ibu terimalah bang,walau enggak seberapa tapi Ibu membuat ini ikhlas Hehe,jadi abang mau kemana?" Kata Elisa sembari memberikan kantungan berisi makanan.
"Mau kerumah calon istri abang,oh iya kamu tau alamat ini?" Jawab dan tanya Mario sembari memberikan secarik kertas kepada Elisa,Mario mendapatkan alamat rumah itu dari Yuda.
"Inikan ditengah kota bang,lagian alamat ini rumah dinas yang besar bang,apa pacar abang kerja dirumah ini?" Jawab Elisa dengan mengkerutkan dahi.
"Ini rumah pacar abang bukan alamat kerjanya Elisa" Jawabku dengan heran sembari mengambil kantungan plastik yang dipegang jemari Elisa sedari tadi.
"Ini rumah dinas gubernur bang,susah masuk kerumah itu,ada ada aja abang, ya sudah Elisa pulang dulu ya bang" Jawab Elisa langsung bergegas pergi.
__ADS_1
"Rumah Dinas Gubernur?" Gumamku dengan terkejut karena Yuda memberikan alamat ini tidak bilang kalau rumah itu rumah seorang Gubernur.
"Apa Desy anak Gubernur?" Gumamku dengan betanya tanya sembari berfikir karena Desy tidak pernah bercerita tentang orang tua maupun keluarganya.
Mario berdiri didepan jalan sembari menunggu taxy online yang iya pesan barusan,Pemuda ini tidak perduli kekasih pujaannya anak siapa karena yang ada didalam hatinya hanya bertemu dengan Desy saat ini.
Sebuah mobil hitam melintas dihadapan Mario dan mata pemuda ini melihat nomor plat mobil taxy online,sudah dipastikan nomor plat itu taxy online yang iya pesan lalu jemari Mario membuka pintu mobil dan masuk mengambil duduk dibangku tumpangan belakang.
Ada beberapa menit mobil itu sudah berhenti didepan rumah yang besar dan megah berdiri tegak dengan mewah,didepan rumah tersebut tertulis rumah dinas Gubernur lengkap dengan nama propinsinya,kaki Mario bergetar mendekati gerbang rumah tersebut setelah keluar dari taxy online. Mata Mario melihat sekeliling pagar rumah dan didalamnya ada sejumlah penjagaan ketat.
"Pak apa ada Desy?" Tanya Mario memberanikan diri dengan tubuh dibalik pagar melihat sebuah pos jaga. Pria dengan pakaian seragam menatap elang pada Mario dari kaki hingga atas kepala.
"Disini tidak ada yang namanya Desy,kamu salah alamat,wajahmu asing tidak sembarang orang masuk kedalam rumah ini" Ketus Pria yang lagi berdiri sigap dipos jaga tersebut.
"Sana pergi...., kau tidak bisa masuk disini,ini rumah orang penting dan orang asing dilarang masuk !" Petugas itu mengusir keras Mario.
Mario tidak ingin meninggalkan rumah itu sebelum bertatap muka dengan Desy,Pemuda ini tetap saja berdiri disamping pos jaga rumah tersebut,lalu mata Mario melihat sebuah Mobil mewah keluar dari gerbang rumah tersebut,Petugas tadi langsung cepat membuka gerbang rumah supaya mobil tersebut keluar.
Mario melihat seorang pemuda dengan memakai baju seragam polisi militer dia pasti Ikhsan saudara Desy,Mata Ikhsan juga melihat Mario dengan sinis dan menginjak pedal rem seketika mobil berhenti ditengah pagar rumah,lalu Ikhsan membuka kaca mobil setengah.
"Pak siapa dia?,kenapa dia berdiri dipojokan itu?" Tanya Ikhsan dengan penjaga yang mengusir Mario tadi.
"Dia cari Nona Desy,sudah saya usir tapi tidak mau" Jawab petugas itu dengan melirik Mario yang berdiri mematung sembari membawa bungkusan makanan dan dengan tas ransel yang iya cincing sedari tadi.
__ADS_1
"Pasti itu yang namanya Mario" Batin Ikhsan langsung membuka pintu mobil dan berjalan kearah Mario.
"Buuuk,Bukk" Tanpa kata Ikhsan langsung meninju perut Mario dua kali membuat Pemuda ini berdiri terbungkuk menahan sakit diulu hatinya,Mario tidak mengerti apa maksud Pria ini memukulnya secara tiba tiba padahal iya tidak buat kesalahan,lalu petugas tadi berlarian kearah pintu rumah besar itu karena melihat Ikhsan memukul seorang pemuda begitu saja.
"Kau pasti namanya Mariokan?,jahui adikku jangan datang lagi,pergi sana !!!,ini masih kecil yang aku lakukan !!" Ketus Ikhsan dengan wajah ketat memandang Mario sinis sekali.
Mario jadi terkejut dan sudah tau kalau Pria berbadan besar ini adalah saudara Desy,dengan berani Mario berdiri tegak lagi sembari menatap nanar Ikhsan padahal tubuh Ikhsan lebih besar lagi dari Mario.
"Apa kau budek hah !,atau mau aku pukul lagi?, pergi sana !!,jangan kesini lagi !!" Bentak Ikhsan dengan wajah merah padam.
"Aku tidak mau pergi sebelum bertemu dengan Desy" Kata Mario dengan nada tegas dan berani menatap kedua mata Ikhsan yang seperti elang.
"Kau ....!" Ikhsan menarik kerah baju Mario dan ingin melayangkan kepalan tinju lagi kewajah Mario,tetapi itu tidak iya lakukan karena Ikhsan sadar ini didepan umum,takut media atau orang menonton mereka,apa jadinya kalau Ikhsan membuat malu keluarganya?.
"Pak Ikhsan jangan bertengkar disini,lagian pemuda ini disuruh masuk kedalam" Kata petugas yang sehabis berlari dari pintu rumah sampai kegerbang pagar rumah.
"Siapa yang menyuruh Cunguk ini masuk?" Tanya Ikhsan dengan heran.
"Bapak Parlin" Jawab petugas itu sembari menatap sinis Mario, Ikhsan tidak bisa bicara karena orang tuanya yang mengizinkan Pemuda ini masuk kedalam rumah.Lalu Ikhsan dengan wajah yang masih emosi masuk kedalam mobil menekan pedal gas membuat mobil berjalan mundur kedalam.
"Hei kau anak muda ngapai berdiri disitu,ayo masuk !" Kata tegas petugas itu sembari menutup gerbang kembali.
Dengan langkah sedikit takut Mario menapakkan kaki masuk kedalam rumah besar itu,lalu mata Mario melihat Ikhsan turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah itu dengan wajah ketat.
__ADS_1
Bersambung*