
Mawar terus mengejar Rena yang berusaha menghindarinya,sampai mereka berdua begitu jauh berjalan dari persimpangan rumah, "Mbak tolong" Ucap Mawar sembari memegang lengan kiri Rena.
"Jangan kau pegang tanganku dengan tangan kotormu itu !" Ketus Rena karena tidak ingin bertatap wajah dengan Mawar.
"Apakah kau belum puas menyiksa batin adikku itu?,apa yang mau kau bicarakan kepadaku,Aku tidak mau kalau membicarakan hari pernikahan bodoh kalian" Tukas Rena lagi sembari membuang muka tanpa melihat Wajah Mawar.
"Mbak jangan marah tolong dengarkan aku dulu,ayo mbak kita ketempat sepi,aku mau bicara empat mata" Jawab Mawar sembari melihat sekeliling takut Maryam tau karena dia sudah lama pergi dari rumah.
"Aku tidak mau,apalagi melihat wajahmu itu,aku benci !" Ketus Rena sembari melipat tangan.
"Kali ini dengarkan aku mbak,ayolah" Rayu Mawar siapa tau Rena mau dan berubah pikiran.Karena Mawar tau karakter Rena yang keras kepala.
Bujukan Mawar membuahkan hasil karena Rena mau diajak berjalan ketempat sepi,Rena terpaksa mengiyakan dan menuruti kemauan Mawar,lagian wanita ini juga penasaran apa yang ingin dikatakan gadis ini.
"Katakan sekarang aku tidak ingin buang waktu" Tukas Rena saat sudah duduk berdua ditempat sepi jarang orang melintas.
Dengan berat hati Mawar menceritakan semuanya dengan benar dan jujur,dari dia hamil sampai Andy tidak bertanggung jawab serta menjebak Mario yang tidak tau apa apa itu semua rencana Maryam. Rena menjadi gelagapan emosi karena mengetahui rencana Maryam.
"Ow jadi begitu ceritanya?,aku akan menggiring Maryam kekantor polisi !" Kesal Rena berdiri dari duduk.
"Jangan mbak,tolong jangan lapor polisi,didunia ini Mawar cuma mempunyai Ibu,walau dia kasar pada Mawar tetapi dia tetap Ibu Mawar !" Kata Mawar sembari bersimpuh dikaki Rena.
Bagaiman juga dia tetap Ibu Mawar, sebagai anak yang tidak berguna dihati kecilnya masih ada rasa sayang kepada orang yang telah membesarkannya itu.
"Tidak bisa Mawar,ini sudah penjebakan harusnya dihukum saja,aku tidak mau mengikuti kamuan kamu" Tandas Rena dengan melihat Mawar yang masih dibawah kakinya dengan terjongkok.
"Tolong mbak Mawar nanti sendiri tidak ada tempat berlindung,gimana Mawar membesarkan anak ini Hiks..." Mawar menangis seunggukan dengan tertunduk,dia sangat menyesal mematuhi rencana Ibunya.
Hati Rena mulai tergerak tidak tega mendengar perkataan Mawar barusan,walau Rena tidak mempunyai anak tetapi dia sudah mulai Iba dan membuka hati untuk memaafkan Mawar.
__ADS_1
"Berdiri aku bukan Tuhan tidak pantas kau bersujud dikakiku" Tukas Rena sembari menarik lengan Mawar untuk berdiri.
"Aku begini bukan berarti memaafkan kamu" Tukas Rena dengan mengkerutkan alis.
"Mbak jangan bilang dulu pada Ibu,Mawar takut disiksa Ibu lagi" Tukas Mawar yang sudah berdiri didepan Rena.
"Sekarang kau harus pulang,masalah ini biar aku yang mengatasi,ini sudah menjadi tanggung jawabku sekarang,kau duduk manis saja pikirkan janin yang ada diperutmu itu" Ucap Rena dengan wajah datar.
"Saya percaya sama mbak,saya juga tidak ingin menikah dengan bang Mario,karena dia tidak mencintai Mawar" Sahut Mawar dengan rasa bersalah.
"Sekarang kau harus pulang,mumpung hatiku lagi baik,jangan sampai aku berubah pikiran" Titah Rena lagi dengan kekesalan.
Mawar menuruti perintah Rena kini gadis ini berjalan sesekali melihat Rena dari belakang sedang berdiri mematung dipinggir jalan.Lalu gadis ini berjalan cepat kearah rumahnya.
Rena tidak menyangka Maryam punya hati dan otak sejahat itu,demi nama baiknya dia mengorbankan anaknya sendiri,dan demi uang dia melepaskan Pemuda yang telah menghamili anaknya itu.
Rena berjalan pulang memikirkan cara gimana masalah ini terpecahkan,Wanita ini ingin sekali mencakar wajah Maryam tetapi karena melihat wajah Mawar yang menangis dan berbadan dua dia terpaksa menahan gejolak amarah dihatinya.
Suara klakson mobil dibelakang tubuh Rena,kepala Rena berbalik seketika wanita ini ingin melonjak kegirangan karena suara kelakson tersebut dari mobil Jimmy.
"Apa kabar sayangku?" Suara bariton Jimmy menyapa Rena didalam mobil setelah Pria ini membuka kaca mobil.
"Baik " Hanya jawaban singkat Rena kepada Jimmy saat melihat wajah tegasnya,Rena sangat puas bisa melihat Jimmy lagi,tetapi Rena tidak berani mendekati Jimmy karena mengingat hubungan terlarang mereka,apalagi Istri Jimmy sudah tau.
Apa jadinya kalau Rena dekat lagi dengan Jimmy pasti istrinya Sera akan melabrak Rena dan mempermalukan wanita ini lagi.
"Kamu mau kemana?,kenapa diam gitu masuklah" Titah Jimmy hendak membuka pintu mobil untuk Rena.
"Maaf Aku tidak bisa nanti istri kamu..." Rena tidak berani lagi bicara karena melihat wajah Jimmy yang berubah sedih.
__ADS_1
"Masuklah kita cerita didalam mobil,tidak ada yang tau,pliese Rena Aku rindu kamu" Jawab Jimmy sembari melihat sekeliling jalanan tidak ada yang iya kenal.
Rena jadi mengurungkan niatnya untuk menolak Jimmy,bibir bisa berkata tetapi naluri tidak bisa menolak,akhirnya wanita ini sudah duduk dibangku tumpangan mobil depan dan dengan cepat lengan Jimmy menutup pintu mobil mewahnya.
"Kenapa Mario tidak masuk kerja?,Aku dengar dia sakit,sakit apa?" Tanya Jimmy sembari fokus menyetir,Jimmy hanya berkeliling kota supaya bisa mengobrol dengan Rena. Karena mereka berdua tidak ada tempat tujuan.
Dalam hati Rena sangat bahagia mendengar lagi suara khas Jimmy yang ngebas,bisa menatap wajah tampannya,ingin sekali Rena memeluk Jimmy tapi itu tidak iya lakukan.
"Ada masalah sedikit, iya Mario lagi enggak enak badan, apa kamu sehat?" Tanya balik Rena setelah menjawab pertanyaan Jimmy.
"Sehat sayangku" Jawab Jimmy dengan suara lembut langsung mengusap pucuk kepala Rena dan melontarkan senyum untuk Rena.
Hal ini yang tidak bisa dilupakan Rena perlakuan romantis dan serta kelembutan kecil yang dilakukan Jimmy dapat meluluhkan hati Rena yang keras,Rena tidak mendapat itu dari mantan suaminya dulu yang telah meninggalkan dia demi wanita lain.
"Oh iya aku lupa,ada kejadian dihotel tempo hari,apa Mario tidak cerita kepadamu sayang?" Ucap Jimmy mengingat insiden kehilangan kemarin.
Rena tidak mengerti apa maksud perkataan Jimmy,Wanita ini menggeleng kepala sembari berfikir,dengan mudah Jimmy langsung menceritakan kejadian itu karena tidak tau Rena juga masih ada masalah tentang Mario.
"Enggak salah lagi adikku difitnah janda gila itu !" Ucap Rena spontan dengan emosi yang mulai meledak.Rena kesal setelah mendengar cerita insiden kehilangan jam tangan dengan cerita Jimmy barusan.
"Apa !,Sarah !?" Heran Jimmy sembari menginjak pedal rem karena terkejut mendengar nama Sarah.
"Ya Sarah saudara istri kamu Jimmy,dia pasti merencanakan itu karena dia ingin menggoda adikku,kemarin aku melabraknya dia tidak terima dan membocorkan hubungan kita kepada istri kamu Jimmy" Jawab Rena karena tidak ingin menyimpan ini lebih lama.
"Sarah sudah keterlaluan ! kenapa kamu tidak bilang dari sebelumnya sayang?" Tanya Jimmy dengan mata sayu.
"Gimana mau bilang kita putus kontak,kamu memblokir nomor whatsup aku" Jawab Rena dengan wajah bersedih.
"Itu Sera istriku yang memblokir nomor kamu sayang" Kata Jimmy langsung merangkul tubuh Rena.
__ADS_1
Jimmy menggertakkan gigi dengan geram karena tau perbuatan Sarah apalagi Sarah yang mengadu hubungannya dengan Rena,Pria ini ingin mencari cara supaya Sarah jera karena Jimmy tidak mau gegabah karena Sarah bersaudara dengan istrinya.
Bersambung*