KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 39


__ADS_3

Maryam mulai berselisih dengan Rena diruang tamu rumah,sedangkan Mawar mulai menangis tertunduk sembari menyesali penjebakan yang iya lakukan kepada Mario,lain dengan Mario yang berdiri menopang tubuh ditembok sembari menundukkan kepala berdiri mematung saja.


Mario tidak perduli pertengkaran Maryam dengan Rena karena yang ada didalam pikirannya adalah Desy,Mario berfikir gimana caranya supaya Desy percaya tentang apa yang iya lihat barusan dan menyelamatkan cinta pertamanya itu.


"Kau bilang adikkmu ini tidak menodai anakku hah !?,jelas jelas kita berdua memergoki mereka didalam kamar !" Bentak Maryam dengan wajah merah padam saat berdiri dihadapan Rena.


"Gampang sekali kau bilang anakku yang menggoda adikmu itu !" Tandas Maryam lagi tidak puas saat melihat Rena dengan wajah santai sembari melipat tangan.


"Hei,Aku percaya dengan adikku,apa kalian tau adikku dulu gimana hah?,adikku tidak bernafsu melihat wanita karena dulu mantan War-----" Kata kata Rena terpotong saat melihat kepala Mario menggeleng kearah mata Rena.


Rena tau kode Mario bahwa Rena tidak boleh melanjutkan bicaranya,apalagi menyinggung kisah pahit Mario dulu,ini privasi Mario tidak ada yang tau terkecuali Rena,jadi Rena tidak berhak membongkar Aib lama Mario.


"Kau mau bilang apa lagi hah !,kenapa kau jadi diam bicara,sudah jelas jelas kau masih menyangkalnya !" Ketus Maryam dengan wajah sangarnya.


"Jadi mau kau sekarang apa wanita tua?!" Tanya Rena dengan geram sekali.


"Aku mau meminta pertanggung jawaban kalian,adikkmu ini harus menikahi anakku,mumpung warga tidak ada yang kesini jadi mereka tidak tau apa yang terjadi, sekarang kau paham permintaanku hah?" Sahut Maryam dengan mata terbelalak.


"Aku tidak setuju!,Adikku tidak bersalah !!" Bentak Rena.


"Dasar pelakor enggak tau diri, aku baik baik meminta kau malah buat Aku kesal hah !" Emosi Maryam memuncak dan hendak menarik Rambut Rena.


Rena juga tidak tinggal diam dia melawan dengan sekuat tenaga menarik lengan Maryam supaya lepas dari pucuk kepala Rena,Rena menggigit telinga Maryam hingga terpekik kesakitan.


"Ibu hentikan ini !" Tandas Mawar berusaha menarik lengan Maryam dan melerai pertengkaran mereka.Entah sejak kapan Mawar memakai gaunnya kembali mungkin saat Mario mengejar Desy sampai keruang tamu.


"Mbak tolong, tolong kalian diam!!, jangan menambah penderitaanku lagi !!" Bentak Mario menarik kasar tubuh Rena kearah sofa, seketika Rena terduduk sembari mendengus kesal.


Pertengkaran mereka terdengar oleh tetangga,kini dua orang tetangga datang dan membuka pintu pagar rumah Rena,seketika empat orang yang didalam ruang tamu menjadi diam membisu.


"Rena,Rena"

__ADS_1


Suara wanita setengah baya berbadan gemuk panggil saja dia Yuli yang sudah berdiri didepan pintu utama rumah.


Tok tok tok


Satu lagi wanita setengah baya berbadan sedang dan berambut keriting mengetuk pintu rumah sebut saja dia Wati. Mereka berdua menunggu orang membukakan pintu.


Dengan kelabakan Rena membuka pintu rumah untuk menemui tetangga yang mulai perduli dan merasa terganggu dengan suara suara keributan dirumahnya tersebut.


"Ya mbak Yul, ada apa?" Tanya Rena dengan suara datar dan memasang muka biasa saja seperti tidak ada yang terjadi dirumahnya.


"Tadi saya dengar suara ribut ribut,terus ada yang menjerit,ada masalah ya?" Tanya Yuli sembari mengintip celah pintu karena Rena tidak membuka pintu rumah lebar lebar.


"Eng-enggak,kami hanya menonton mbak,tidak ada yang ribut, suara teriakan apa ya?,saya tidak dengar mbak,mungkin mbak berdua salah dengar kali" Jawab Rena dengan wajah datar dan mengkerutkan dahi pura pura kebingungan dihadapan dua wanita ini.


Kedua wanita ini saling pandang seperti tidak puas dengan jawaban Rena,Telinga kedua wanita ini masih baik baik saja mendengar suara,kenapa dibilang Rena tidak ada suara !,sungguh kedua wanita setengah baya ini jadi penasaran.


"Maaf mbak saya lagi enggak enak badan,ini sudah malam saya mau istirahat" Tukas Rena sembari menutup pintu rumahnya. Apalagi koyo masih tertempel dikening Rena jadi dia mencari alasan supaya kedua wanita ini percaya.


"Jelas jelas kita dengar suara jeritan sama pertengkaran dirumahnya,dibilang enggak ada aneh ya Bu" Kata Yuli dengan suara pelan dikuping Wati.


"Perempuan ini selalu saja membuat kita resah,tempo hari dilabrak istri orang,sekarang menyimpan rahasia didalam rumah,apa kita adukan saja pada pak RT biar tau rasa dia" Sambung Wati dengan mulut panjang seperti suka menceritakan orang.


"Enggak usah dulu bu,enggak ada bukti, sudah biarkan saja lagian suara itu enggak terdengar lagi,ayo kita pulang saja" Sahut Yuli berjalan hendak kembali masuk kedalam rumahnya yang bersebelahan dengan rumah Maryam. Sedangkan Wati juga berjalan masuk kedalam rumah yang terletak bersebelahan Rumah Rena.


"Mereka sudah pergi" Kata Maryam saat mengintip dari gorden jendela rumah.


"Sudah kamu lihatkan mata tetangga,apa kau masih berkeras hati untuk tidak setuju dengan hal ini ?" Kata Maryam lagi yang sudah terduduk diatas sofa disebelah Mawar.


"Aku tetap tidak setuju !" Keras Rena yang berdiri dipintu.


"Baiklah kalau kau tidak setuju sekarang aku akan kerumah Pak RT untuk mengadu,apalagi sudah ada saksi si Yuli sama si Wati" Kata Maryam dengan kesal dan berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Maryam menarik lengan Mawar karena ingin pergi dari rumah Rena,Rena menggeser tubuh dari pintu supaya Maryam dan Mawar membuka pintu rumah dan cepat pergi dari Rumah.


"Tunggu !,saya akan lakukan kemauan anda untuk menikahi Mawar !" Kata Mario karena takut Maryam mengadu pada pak RT.


"Mario !, hentikan ocehanmu itu, kamu tidak bersalah,kita akan kekantor polisi dan mengusut ini !" Tandas Rena kembali emosi.


"Silahkan saja kau lapor,karena tidak ada bukti anakku menggoda adikkmu itu,tetangga akan menilai luarnya saja karena anakku sempat berteriak !" Sambung Maryam dengan bicara lantang.


"Sudahlah mbak Mario sudah pusing,biarkan saja mbak,turuti kemauan Ibu Mawar" Sahut Mario dengan suara gemetar.


"Baiklah bu,kapan saya akan menikahi Mawar?" Tanya Mario menatap Maryam yang tersenyum puas atas ucapan Mario tersebut.


"Lusa kau harus menikahi anakku,lebih cepat lebih baik" Sambung Maryam dengan tersenyum licik,sedangkan Rena diam membisu sembari mengepal tangan karena menahan emosinya lagi.


"Kalau itu yang ibu mau,baiklah saya tidak akan menyangkal lagi" Kata Mario dengan wajah sedih.


"Hemm"


Maryam pergi dan membawa Mawar keluar dari rumah Rena,kedua ibu dan Anak ini berjalan melihat kanan dan kiri takut ada yang melihat mereka keluar dari rumah Rena.


"Bukk"


Rena dengan penuh emosi menutup dan mengunci pintu rumah dengan kasar,sedangkan Mario dengan wajah frustasi terduduk diatas lantai. Mario berdiri kembali dengan hati yang tersayat saat melihat wajah Rena yang merah padam.


"Mbak jangan marah !" Kata Mario berdiri dihadapan Rena.


"Plaaak"


Tangan kanan Rena menampar pipi kiri Mario karena tidak dapat menahan amarah dengan kebodohan Mario,tidak seharusnya Mario menyetujui pernikahan bodoh tersebut.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2