
Mario terpelongo melihat gedung didalamnya karena iya hanya tahu taman bunga dan terminal saat mangkal dulu,Mario dan Rena kini duduk disofa loby hotel,pria yang bernama Jimmy itu sudah masuk keruang reception berbicara dengan manajer hotel yang mempunyai nama Sarah.Kini wanita yang bertubuh gitar sepanyol dan bermuka cantik itu sudah jalan menuju loby bersama Jimmy.
"Sarah ini calon karyawan baru yang aku bilang tadi". Kata Jimmy sembari tersenyum.
Mario berdiri dari duduk dan menyalam jemari lembut kepunyaan Sarah,wanita yang mempunyai hidung mancung selaras dan berwajah oval itu memandang Mario dengan kesan yang penuh arti.
"Mario kamu boleh ikut dengan Sarah,Sarah akan interviuw kamu" Titah Jimmy yang sudah duduk disamping Rena.
"Ayo keruangan saya".Ucap sarah lalu berjalan melewati ruang reception.
"Mbak".Panggil Mario kepada Rena karena iya tidak pernah bekerja dihotel berbintang seperti ini.
Rena hanya mengangguk dan memberi isyarat kepada Mario seakan ingin mengikuti kemauan Jinmy dan Sarah,Mario mengerti maksud Rena lalu mengikuti wanita yang bernama Sarah tanpa bicara lagi.
Saat melewati setiap ruangan didalam hotel mata para karyawan meliha Mario dan melontarkan senyuman,Mario membalas dengan senyuman penuh keramahan.
"Ayo masuk ngapai kamu matung didepan pintu" Titah Sarah yang sudah sampai didepan ruang kerjanya.
"Kamu duduk disofa ini saja saya mau ambil berkas" Titah sarah lagi sembari mengelus lembut sekilas bahu Mario,membuat naik bulu romanya karena sentuhan jemari Sarah barusan.
Wanita cantik itu sekitar umur tiga puluhan,dia kini telah duduk didepan Mario,mata pemuda itu melihat seisi ruangan Sarah ada meja kerja diatasnya terletak komputer dan berkas berkas yang menumpuk.Lalu ada sofa berwarna cokelat yang kini Mario duduk diatasnya.
"Nama Asli kamu siapa?".Tanya Sarah dengan penuh tatapan yang menggoda.
"Mar-Mario Baskara bu" jawabnya dengan gemetar, apalagi cara melihat Sarah kepada Mario seperti ingin memakan dirinya saja.
"Duh kamu kok tegang gitu Mario".Ucap Sarah dengan suara manja dan menggoda.
Mario sebenarnya tidak takut diinterviuw tapi melihat cara Sarah rasanya geli sendiri dan aneh,wanita itu malah berdiri dan mengambil tempat duduk disamping Mario barusan.
"Kamu jangan panggil saya ibu dong,panggil saja saya tante atau mbak" Kata sarah lagi dengan suaranya yang merdu.
"Baik Tan".Sahut Mario dengan wajah tersenyum,lalu tangan lembut Sarah mengambil secarik kertas diatas meja tamu.
"Jimmy bilang kamu tidak ada tamatan,saya bingung mau naruh kamu diposisi mana"Ucap Sarah dengan mengigit bibir bawah.
__ADS_1
"Kerja apa saja saya mau bu,asal halal"Jawab Mario memberanikan diri walau sedikit risih,ingin rasanya Mario cepat cepat keluar dari ruangan Sarah,tetapi mau gimana lagi memang ini yang harus iya jalani.
"Kamu mau kerja yang lain?".Tukas Sarah dengan nada manja dan melihat Mario lagi dengan tatapan liarnya.
"Maksud anda tan?".Tanya Mario tidak mengerti apa mau wanita berambut pirang tersebut.
"Maksud saya kamu kerja dirumah,dikamar saya,kamu pijatin saya,lulurin kulit saya dan..."
Sarah berterus terang sekali dan merapatkan duduknya kepada Mario.Mario langsung menyeret bokong sedikit supaya berjarak dengan himpitan bokong Sarah.
"Saya tidak mengerti maksud tante,lagian kalau saya mijitin tante suaminya apa enggak marah".Jawab Mario dengan polos,sebenarnya didalam hatinya Mario tau apa maksud wanita ini,Mario juga bukan pria yang polos polos banget.
"Wajah kamu pucat sekali ahahah".Sarah tiba tiba terbahak dan mendorong kecil bahu Mario,lalu Pemuda itu membalas dengan bibir cengengesan saja.
"Aku hanya menggoda kamu Mario,habisnya kamu dari tadi gugup gitu sih,aku tidak punya suami,aku udah janda Mario".Ucap Sarah lagi yang tertawa puas,seakan dia menang dari sebuah perlombaan karena sukses mengerjai Mario.
"Saya memang begini tan,maklum enggak pernah kerja sama orang" Sahutnya lagi melontarkan senyuman untuk Sarah.
"Ya sudah besok kamu jam tujuh sudah masuk,kamu jadi office boy,sebenarnya kamu harus punya ijazah walau dibagian bersih bersih tapi karena tuan Jimmy yang meminta saya menurutinya,kamu sudah paham?"Sahut Janda yang beranak satu itu.
Sarah kini berdiri dari duduk membuat Mario bernafas lega,wanita itu mengambil lagi tempat duduk yang pertama.
"Ok semua udah,kamu boleh pulang Mario"Ucap Sarah,lalu Mario berdiri dari duduk dan berjalan kepintu ruangan ini.
"Oh iya Mario".Suara sarah yang sexy membuat Mario membalikan badan dengan rasa heran,Mario takut kalau wanita itu menggoda dirinya lagi.
"Baju kerja kamu dibawah ya,bisa kamu ambil sekarang?" Titah Sarah,Mario hanya anggukan kepala dengan cepat iya keluar dari ruangan Sarah.
Saat kaki Mario melewati lorong dari kantor Sarah ada dua pria memakai baju batik cokelat,mungkin mereka karyawan hotel.
"Calon karyawan baru ya?"Tanya salah satu pria yang berbadan langsing dan bermuka manis disertai tahi lalat kecil yang menempel dihidung mancungnya.
"Iya bang,abang karyawan sini ya" Tanya Mario balik saat berdiri dihadapan mereka berdua.
"Iya saya karyawan sini,oh iya kenalkan nama saya Dana" pria ini mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Saya Mario,kalau itu siapa namanya?"Mario sangat penasaran melihat cowok berwajah tampan membuat hatinya bergetar,tetapi iya harus coba menepis rasa kelainan suka ini.
"Saya Deddy juga karyawan disini" Balas pemuda yang berwajah tampan tersebut.
"Duh karyawan disini ganteng ganteng,Ya Allah tolong aku jauhkan perasaan aneh ini,aku ingin hidup normal Ya Allah jangan kau berikan aku godaan lagi".Mario membatin berharap perasaan gilanya hilang.
"Kalau gitu saya permisi ya Deddy,Dana"
Kata Mario dengan kaki berjalan pergi karena tak sanggup dengan senyuman dua pemuda tersebut.
"Eh lihat jalannya Mario,kok lenggok gitu,dia cowokkan?" Kata Dana saat memperhatikan langkah jalan Mario.
"Kayak banci man,Hahahaha".Sambung Deddy langsung terbahak dan geleng kepala.
Kini Mario sudah sampai diloby hotel Rena dan Jimmy sepertinya sudah bosan menunggu dirinya,terlihat dari wajah mereka berdua yang langsung berdiri dari duduk saat Mario datang.
"Mario kamu naik taxy online saja ya, sudah mbak panggil" Ucap Rena dengan wajah datarnya.
"Emangnya mbak mau kemana?"Tanya Mario dengan nada heran penuh penasaran,mata Mario melihat tangan Jimmy merangkul pinggul cantik Rena.
"Cepetan taxy kamu didepan tuh"Sahut Rena seperti menyuruh Mario cepat pergi dari hotel tersebut.
Mario menuruti kemauan Rena dan Mario mengerti sepupunya itu pasti ada main gila dengan lelaki yang bernama Jimmy.Kini Mario sudah didalam taxy menuju pulang kerumah.
Kembali bersama sepupu Mario yaitu Rena,kini janda yang tidak mempunyai anak itu sudah berada didalam kamar hotel,terlihat juga lelaki manis sedang memeluk Rena diatas ranjang penuh dengan gairah, lelaki itu adalah Jimmy.
"Dari tadi aku nafsu banget lihat kamu,tapi ada Mario terpaksa aku tahan" Tukas Jimmy yang menanggalkan satu persatu pakaian Rena.
"Aku juga udah enggak sabar" jawab Rena sambil membuka satu persatu kancing kemeja Jimmy.
Kini mereka bagaikan bayi yang baru lahir tanpa sehelaipun,Jimmy langsung menerkam dan melahap dua bukit cantik kepunyaan Rena dengan ganas sehingga Rena menggelinjang keenakan.
Eugh
Rena melenguh karena perbuatan Jimmy yang sangat lihai memainkan gunung kembar serta gundukan tebal kepunyaan Rena, nafas mereka berdua juga tersengal untuk menggapai hasrat masing masing.
__ADS_1
bersambung*
Yee..yang udah teraveling.