KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 12


__ADS_3

Embun pagi tersapu bersih dengan hangatnya sinar mentari yang datang perlahan untuk menyambut pagi yang cerah,paparan sinarnya masuk dicelah celah horden berwarna kuning keemasan,Gadis cantik perlahan membuka mata dari tidurnya yang lelap tadi malam.


"Aduh,sakit kali kepalaku ini". Keluh Desy yang memaksa duduk dengan memijat kepalanya. Desy mengusap mata dan melihat seisi kamar mewah berkelas president sweet itu.


"Johan mana?, tadi malam aku sama Johan kok ngilang?" Tanya Desy sendiri sambil beranjak dari ranjang mencari keberadaan pemuda yang iya maksud.


"Kok enggak ada?,bah macem mana, jadi tadi malam cowok mana yang bawa aku kesini?" Desy bingung dan teringat pemuda mana yang iya kerjai tadi malam,walau mabuk berat dia tau tadi malam bersama seorang pemuda.


"ckckc"


Desy mengecap mulutnya dan mengingat kejadian tadi malam,tetapi wajah pemuda terlihat samar didalam pikirannya itu.


"Ah mampos situ,ngapai pula aku pening mikirin yang enggak aku tau" Ucap lagi dengan nada masa bodoh,lalu Desy berjalan kekamar mandi mengambil sikat gigi dan menaruh pasta putih diatasnya,karena Desy merasa risih dari dalam mulutnya,apalagi tadi malam dia minum.


Tok tok tok


"Host keeping sepada"


Terdengar dari luar pintu kamar suara seorang pemuda mengantarkan sarapan pagi,hotel ini menyediakan sarapan pagi bagi pengunjung hotel,Desy yang masih menyikat gigi langsung berjalan cepat membuka pintu kamar.


"Sarapan pagi mbak,boleh saya masuk?"Tanya pemuda itu dengan tahi lalat kecil dihidung dia adalah Dana.


"Taruh aja dimeja bang,aku,lagi sikat gigi"Jawab Desy sambil memegang sikat gigi ditangan kanannya,mulut desy juga penuh dengan pasta gigi.


Dana menaruh nasi goreng dan minuman diatas meja nakas,sementara Desy berdiri didepan pintu kamar. Desy melihat seorang pemuda bermuka seperti oppa korea sibuk membersihkan lantai dilorong kamar hotel dia adalah Mario.


"Sudah ya mbak".Kata Dana berjalan kearah pintu kamar,omongan Dana tidak digubris sama sekali oleh Desy,karena gadis itu sibuk melihat Mario.


Kepala Mario menoleh kearah depan melihat Desy berdiri dari pintu kamar,hati Mario berdebar dan tersirat ketakutan lalu iya berbalik badan dan ingat kejadian tadi malam.Antara malu atau takut bertemu lagi dengan gadis yang menciumnya tanpa izin itu.

__ADS_1


"Ngapai sih dia lihat kesini,duh mati aku kalau dia ingat aku" Gumam Mario berjalan pergi dari lorong kamar itu.


"Mbak,mbak".Panggil Dana kepada Desy yang mematung menguasai pintu kamar,Dana tidak bisa keluar dari kamar itu karena ada tubuh Desy menghalangi jalannya.


"Apa ! " Sahut Desy dengan nada tegas dan bermuka datar,terlihat kalau wanita itu bersifat galak,Dana jadi serba salah.


"Saya mau lewat" Tukas Dana tersenyum lebar memandang wajah cantik gadis yang mempunyai bibir berbelah bawah alias bibir pecah gambir.


"Bilanglah kalau kau mau lewat,cuma bilang aja payah kali kau cakap" Balas Desy dengan bicara gaya suku batak.


"Ini cewek jutek banget,ih seram" Ucap Dana didalam hati,lalu Dana berjalan keluar dari kamar Desy setelah gadis itu bergeser keluar area kamar.


Kini gadis itu masuk kedalam kamar melanjutkan sikat giginya yang sempat tertunda, Tidak berapa lama Desy meletakkan sikat gigi didalam kamar mandi setelah selesai memakainya.


Lalu gadis itu berjalan mengambil air putih yang dibawa Dana tadi,Wajah gadis itu berubah karena air putih yang iya minum tidak cocok dengan seleranya.


"Eh tahe,kek mananya hotel ini,ngasih air putih kurang hangat,payah bah" Kata Desy menggerutu kesal,lalu dia membuka pintu kamar.


"Woi...Yang budeknya kau?" Kata Desy lalu berjalan mendekati Mario,jantung Mario mau copot rasanya,ingin lari tapi tidak bisa karena iya karyawam hotel.


"Eh..,kau dari tadi kupanggil,apa enggak dengar kau kupanggil hah ?" Ucap Desy yang kini sudah dihadapan Mario.Pemuda itu diam dengan menundukkan wajah takut kalau Desy melihat wajahnya dengan jelas.


"Maaf mbak saya tidak dengar,ada yang bisa saya bantu?" Tanya Mario lagi dengan menundukkan kepala,tangan Mario juga memegang alat pembersih lantai.


"Hei kalau ngomong tengok mataku, yang enggak adanya sopanmu?,kau pikir aku makan orang hah,kok takut pula kau ngomong sama aku" Kata Desy dengan suara yang keras.


"Maaf mbak" Sahut Mario dengan suara bergetar dan secara perlahan melihat wajah Desy tetapi sekilas,lalu Mario menundukkan wajah lagi.


"Eh Aku macam kenal samamu,tapi dimana ya" Kata Desy berfikir dan mengingat raut wajah Mario.Sementara Mario mati ketakutan kalau gadis itu megingat kejadian tadi malam.

__ADS_1


Seharusnya Mario yang akan marah Karena Desy sudah mencium bibirnya tiba tiba,tapi kenapa iya yang takut?,sungguh lemahnya Mario ini.


"Duh kalau dia ingat bakal berabe aku dihotel ini,bisa bisa aku dipecat tante Sarah,malah galak banget lagi,mending aku kabur aja"Mario membatin sambil mematung didepan gadis ini.


"Mbak bentar ya saya kebelet" Ucapnya dengan mencari alasan supaya Mario bisa melarikan diri.


Desy diam dan mematung terlihat kalau dia sedang berfikir,kesempatan Mario melarikan diri tanpa menunggu jawaban Desy,kini Mario melangkah kearah lift.Hati Mario tenang tidak ada suara Desy dan tampaknya iya selamat.


"Aku baru ingat kau siapa !" Tukas Desy berjalan kearah Mario yang lagi pencet tombol lift,Seketika Mario terdiam dan mematung didepan lift,hatinya dipenuh kecemasan dan wajah Mario sudah terpelongo mengetat tegang.


"Kau kan yang didalam lift tadi malam?,eh ayo balikan badanmu" Kata Desy lagi sambil memaksa tubuh Mario berbalik berhadapan dengan Desy.


"Iya mbak". Mario terpaksa mengaku karena tidak ada jalan lain,yang ada dipikiran Mario sekarang menyiapkan diri dimarahi atau dimaki Desy,Pemuda itu sudah pasrah dan menerima konsekuensinya.


Tanpa bicara Desy menarik paksa jemari Mario berjalan kearah kamarnya,terpaksa iya menurut dan berjalan,lalu tangan Desy membuka pintu dan masuk kedalam kamar hotel barengan dengan Mario.


Dia menarik tangan dan pegang bahu Mario dengan memaksa duduk diatas ranjang,perlakuannya membuat Mario bingung bercampur cemas.Lalu Mario melihat Desy menarik kursi menaruh dihadapan Mario dan setelah itu iya duduk.


Gadis ini duduk diatas kursi seperti preman,mengangkat kaki kanan diatas kursi dan menjulurkan lengan diatas lututnya,sementara kaki kiri berada dibawah.


"Kenapa kau diam hah?,Aku tadi malam mabuk kali jadi lupa" Tanya Desy dengan wajah ketat dan berfikir.


"Tad-tadi malam saya antar mbak dikamar ini,mbak udah mabuk berat" Balasnya dengan perasaan gugup dan memberanikan diri memandang Desy.


"Jangan kau panggil aku mbak,sejak kapan mama kau melahirkan aku,umurku masih dua puluh lima tahun, panggil aja aku Desy" Sahut Desy dengan wajah tanpa expresi.


Ucapan Desy begitu pedas dan menusuk hati Mario,tetapi iya seorang pria yang tidak gampang sakit hati dan Mario anggap ucapan Desy seperti angin lalu terbang begitu saja diudara.


Mario jadi tau nama gadis itu Desy,kini Mario mendongakkan muka dengan berani dan melihat wajah cantik Desy dengan jelas,apalagi jarak mereka tidak terlalu jauh berhadapan.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2