KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 86


__ADS_3

Gadis ini melamun sembari tangannya memegang bibirnya sendiri,terkadang iya senyum sendiri mengingat ciuman Mario semalam,Sella sampai lupa dengan kerjanya iya termangu duduk didekat dapur kafe.


"Ciuman pertamaku diambil Pak Mario,aku enggak nyesal" Gumam Sella sendiri dengan hati berbunga bunga.


"Woi Sella.." Suara Milla dari belakang tubuh Sella dengan tangan memegang salah satu bahu Sella.


"Astaga Milla terus aja kamu buat aku terkejut,lama lama sakit jantung aku tau" Sambung Sella dengan tangan memukul paha Milla yang sudah duduk disampingnya,iya terkejut sekali.


"Habisnya kamu ngelamun kek lagi kasmaran gitu,hayo apa kau dapat pacar?,cerita dong" Balas Milla dengan meledek Sella.


"Gimana mau cerita Mill,secara aja yang buat aku begini orang yang kamu suka,kamu kagumi" Batin Sella.


"Kok kamu diem?" Tanya Milla yang tidak sabar menunggu cerita Sella.


"Aku menang chip empat puluh B,bukan karena cowok kamu ini soudzon aja" Jawab Sella berbohong.


"Sedekah dong pelit amat,menang enggak bagi bagi,huh" Balas Milla mengambil handphonenya untuk membuka game higgs domino.Karena mereka berdua pemain game scatter yang digemari banyak orang.


"Nanti aja aku sedekahi,sekarang kita kerja dulu" Kata Sella langsung berdiri dari duduk.


"Beneran ya Sell,awas kalau kamu enggak sedekahi aku" Balas Milla berdiri dari duduk.


Sella dan Milla melanjutkan lagi pekerjaannya,saat gadis ini lewat ruangan Mario iya jadi tersipu malu,gadis ini langsung pergi mengambil buku dan pena untuk melayani pengunjung yang baru datang.


Disisi lain Mario sibuk didalam ruangannya,dia amat fokus memeriksa data pemasukan dan pengeluaran kafe.Kedua tangan Mario fokus mengetik keyboard komputer.


"Tok tok tok"


Seperti biasa daun pintu ruangan Mario diketuk orang. "Masuk aja" Kata Mario yang masih sibuk dengan pekerjaannya,sebuah tangan menekan knop pintu dan membuka pintu.


"Pak ada cewek yang nyariin tuh,cewek yang kemarin" Marni sudah berdiri didepan pintu ruangan Mario.


"Tunggu sebentar,entar lagi saya kesana" Jawab Mario dengan cepat menyelesaikan pekerjaannya. Mario melirik Marni sudah keluar dari ruangannya tersebut.


"Pasti Melati,ngajak makan siang" Gumam Mario yang sudah berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Kaki Mario melangkah keluar ruangan dan melihat Melati berdiri didepan kasir,karena meja kasir berdekatan dengan pintu masuk kafe,Melati tersenyum kecil saat Mario menghampirinya.


"Udah lama Mel?" Tanya Mario yang sudah dihadapan Melati.


"Baru aja,kita makan diluar aja yuk" Ajak Melati yang tidak begitu nyaman makan dikafe milik Rena,karena pengunjung rame.


"Ya sudah" Jawab Singkat Mario dengan mata melirik Sella yang memperhatikan gerak gerik Melati.


"Ya sudah,ayo jalan" Kata Mario lagi dengan kaki melangkah keluar kafe,lalu Melati tangannya menggelayut dibaju lengan Mario sewaktu berjalan.


Mata Sella melihat itu dengan perasaan cemburu bercampur sedih,dengan perasaan kecewa iya berjalan cepat kearah dapur karena lelaki pujaannya jalan sama cewek lain. "Buuk" Sella meletakkan nampan dengan kasar saat didapur kafe.


"Pak Mario dekat banget sama tuh cewek,pasti mereka pacaran,lalu aku?,aku apanya Pak Mario" Batin Sella dengan kesal dan menggerutu dihati.


"Sell kerja kamu,dari tadi aku perhati'in kamu melamun terus,nih cuci gelas ini banyak pengunjung datang,cepetan" Titah Marni yang membawa gelas gelas kotor dari meja kafe.


"Iya iya bawel banget" Balas Sella langsung mengambil gelas kotor dan mencucinya.


"Cewek itu terus datang jalan sama Pak Mario,pasti itu pacar Pak Mario,Sebel sebel".Batin Sella bersungut menggurutu didalam hati.


Sementara Mario dan Melati sudah didalam mobil,mereka berdua bercerita dengan canda'an serta gurauan,tangan Mario membelokan setir mobil dan menepikan mobil menuju tempat kencan kemarin,mereka berdua memutuskan ketempat itu lagi.


Kini Mario dan Melati turun dari dalam mobil dan memilih joglo paling akhir,supaya kencan mereka tidak ada yang melihat atau mengganggu.Lalu tangan Mario memanggil pelayan untuk memesan makanan dan minuman yang disediakan tempat tersebut.


"Aku lebih suka disini,sepi,nyaman" Kata Melati yang sudah duduk disamping Mario.


"Iya sih,oh iya kapan kamu pulang kejakarta?"Tanya Mario


"Seminggu lagi aku pulang,padahal aku mau disini terus sama kamu,tapi tuntutan kuliahkku mau gimana lagi" kata Melati dengan suara berat.


"Aku enggak mau pisah sama kamu" Kata Melati lagi dengan menyandarkan kepala dikedua paha Mario.


"Melati kamu berapa kali pacaran?" Tanya Mario dengan tangan mengusap lembut rambut Melati.


"Baru dua kali tapi udah putus,sekarang aku sama kamu jadi tiga kali" Kata Melati dengan polos.

__ADS_1


"Apa kamu anggap ini pacaran?,aku enggak pernah nembak kamu lho" Kata Mario dengan berterus terang,mendengar itu Melati langsung kesal dan kembali duduk.


"Maksud kamu apa?,kenapa kamu bicara gitu,apa selama ini kamu enggak anggap aku pacar?" Kata Melati dengan wajah kesal kepada Mario.


"Lah ngambek,marah,patah hati,bunuh diri" Kata Mario bermaksud menggoda Melati.


"Siapa yang enggak kesal,bicara kamu itu kek enggak suka sama aku" Balas Melati dengan mengerucutkan bibir.


"Siapa bilang aku enggak suka sama kamu,kamu itu cantik Mel" Jawab Mario langsung mencubit salah satu pipi Melati.


"ih kamu apa'an sih" Kata Melati tersenyum malu,karena dipuji Mario,karena baru ini Mario menggombal Melati.


Mata Mario melihat Melati tersenyum dengan lesung pipi satu disebelah kiri pipinya,tangan Mario mengelus pipi tersebut,lalu mencium bibir Melati dengan sekilas.


"Udah enggak usah ngambek,aku suka kok sama kamu" Kata Mario sembari memeluk Melati dengan erat sewaktu posisi mereka masih duduk bersila diatas lantai joglo,padahal itu hanya ucapan palsu yang dikatakan Mario.


"Aku sangat mencintai kamu Mario,jangan tinggalin aku ya" Jawab Melati dengan tersenyum bahagia,karena mendengar ucapan Mario barusan. Mendengar kata jangan tinggalin aku Dari Melati,pemuda ini jadi teringat kata itu yang pernah diucapkan Desy,kata itu membuat Mario jijik didalam hatinya.


"Melati,Melati kamu pikir aku serius suka sama kamu,kamu hanya bahan percobaan aku saja,palingan kamu suka sama wajahku aja" Batin Mario dengan wajah badboynya.


Setelah melepas pelukan Mario langsung mencium bibir Melati,tangan Melati langsung memegang tengkuk Mario dan membalas ciuman tersebut, "Cup" Mario melepaskan ciuman dan menciumi lagi jenjang leher Melati.


"Ehem ehem" Suara orang mendehem dengan malu melihat kemesraan Mario dan Melati,dia adalah pelayan yang sudah datang membawa pesanan mereka. Melati dan Mario terkejut langsung duduk menjaga jarak.


"Hah ganggu aja pelayan ini,padahal aku mau naikkan senjata ini lagi" Batin Mario menggerutu didalam hati.


"Ini pesanannya" Kata Suara pelayan wanita itu langsung pergi dengan tersipu malu.


"Kamu ya masa enggak tau ada orang datang" Kata Melati dengan kikuk.


"Mana aku tau joglo ini tertutup setengah,biarin aja lagian ini memang tempat kencan,pasti pelayan itu udah biasa lihat orang pacaran,sudah kita makan dulu" Kata Mario.


"Ya udah" Kata Melati lalu tangannya mengambil sepiring nasi karena memang cacing diperutnya berbunyi kecil didalam perutnya.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2