KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 83


__ADS_3

"Ahahhahaah" Jimmy tertawa renyah sembari tangannya memutar kunci kontak mobil,seketika mesin mobil mati dan berhenti disebuah kedai kopi terletak dipinggiran kota.


"Ayo kita sarapan dulu,kamu pasti belum sarapan" Ujar Jimmy yang sudah membuka pintu mobil.


"Ah aku tau abang mau tebar pesonakan disini" Balas Mario yang sudah berjalan dengan Jimmy masuk kedalam kedai kopi.


"Tebar pesona dengkulmu itu,disini rata rata pengunjungnya Pria".Sahut Jimmy yang sudah duduk ditengah meja kedai tersebut.


"Kirain eheeheh" Kata Mario dengan cengengesan dan mengambil duduk dihadapan Jimmy.


Tangan Jimmy memanggil seorang pelayan dan memesan dua gelas kopi dengan dua cemilan roti bakar,sedangkan Mario sibuk membalas pesan whatsup dari Melati.Lalu mereka berdua mengobrol soal urusan lelaki sampai pelayan datang menghidangkan pesanan mereka diatas meja.


"Bang benar kata abang sama Dokter itu" Kata Mario sangat antusias.


"Maksud kamu?" Balas Jimmy sembari menyeruput secangkir kopi.


"Senjataku ini sudah bisa tegang bang,mantap obatnya,aku juga udah laksanakan ucapan abang untuk konsenstrasi" Balas Mario.


"Burssshh" Jimmy menyembur kopi kewajah Mario karena terkejut dengan ucapan Mario.


"Muncratkan,puih..." Kata Mario dengan mengusap cipratan air kopi diwajah tampannya.


"Abang gimana sih minum,enggak pake etika" Kata Mario kesal dengan tangan mengusap terus wajahnya supaya bersih kembali.


"Puuk" Tangan Jimmy langsung reflek menjotos kepala Mario dengan wajah tercengang dan hati yang terkejut.


"Aduh kek gini kalau jalan sama abang sikit sikit main jotos" Kesal Mario sembari menggerutu.


"Terkejut aja aku dengan ucapan kamu itu,kek enggak ada malunya sama aku,pasti kau peraktekan sama Kartika iyakan?" Tukas Jimmy dengan membelalakan mata.


"Hah abangkan teman curhatku sekarang,jadi ngapai harus malu sih,bukan sama Kartika aja bang,sama Melati juga" Kata Mario dengan wajah bedboynya.


"Hahahaaha,jadi terus dah kamu sodok dua wanita itu?" Jimmy jadi tertarik dengan obrolan Mario,lalu iya tertawa renyah.


"Enggaklah bang masih mikir,ngilangi perjaka ini" Balas Mario.


"Mmmm,ada kemajuan" Balas Jimmy sambil angguk-anggukan kepalanya.


"Oh iya perjaka abang dulu sama siapa?" Tanya Mario tanpa rasa segan.

__ADS_1


"Sama wanita bule,cantik sekali sampai sekarang abang belum lupa sama tubuhnya yang bahenol" Jawab Jimmy dengan tersenyum.


"Lah kemana tuh bule wanita?,abang serahin gitu aja?" Tanya Mario dengan terkejut.


"Habis gimana lagi orang enak,terpaksa aku lepas perjaka sama Julia"


"Umur berapa abang lepas perjaka?"


"Tujuh belas tahun"


"Wah gila abang ya,umur segitu?" Mario terkejut dengan geleng kepala.


"Dia umur dua puluh lima,ya abang awalnya sih coba coba,rupanya uenak tenan ahahaha"Jimmy kelepasan bicara seperti tidak menyesal melakukan hal itu diusia dini,membuat Mario tidak bisa berkedip mata mendengarkan ocehan Jimmy.


"Mario kalau kau sudah merasa normal coba kamu nonton film blue,mana tau cari pengalaman baru eheheh" Kata Jimmy lagi yang sudah meracuni terus pikiran Mario dengan berbagai Hal kehidupan Sexx.


"Hah ngapai nonton itu bang,enggak suka" Kata Mario hembus nafas panjang.


"Bodoh kamu,itu melatih hasrat kamu" Sambung Jimmy dengan antusias.


"Tlit tlit tlit" Handphone Jimmy berdering dan melihat siapa yang menelpon,Jimmy langsung angkat telpon.


"Siapa Bang?" Tukas Mario bersuara pelan.


"Mbak kamu,sst biar abang urus" Kata Jimmy dengan tangan menutup speaker handphonenya.


"Oh iya ini mau pulang" Kata Jimmy dengan menutup telponnya.


"Ayo kamu antar abang sampai simpang rumah,mbak kamu bisa ngamuk" Kata Jimmy bergegas jalan ketempat kasir untuk membayar tagihan minum mereka.


Mario berjalan masuk kedalam mobil duduk dibangku setir,lalu Jimmy menyusul dan duduk dibangku tumpangan mobil.Mario menyalakan mesin mobil langsung tancap gas menuju simpang Villa mereka.


Beberapa menit kemudian Mario ambil parkir ketepi simpang mengantar Jimmy sampai kesitu saja,karena mereka berdua tidak mau Rena tau soal mobil yang dibawa Mario pulang.


"Bang kalau mbak bertanya bilang aja aku udah dikafe" Kata Mario melihat Jimmy membuka pintu mobil.


"Ah beres,kau macam enggak tau aja abang kamu ini,sekali bicara pasti mbak kamu nurut Hehehe" Balas Jimmy langsung turun dari mobil mewah tersebut.


Mario langsung melajukan mobil kearah Kafe,mata pemuda ini mencari cari tombol On musik,setelah dapat iya pencet dan berbunyilah musik dengan bass beton,Kepala Mario bergoyang menikmati musik dari dalam mobil.

__ADS_1


Mario membelokkan setir mobil diparkiran kafe,tangannya mencari dompet dan mengambil sebuah anting lalu memakainya ditelinga kiri,menambah keren wajah Mario yang sudah sangat tampan,iya tampil gagah dengan gaya badboynya.Sella melihat Mario tak berkedip saat pemuda ini berjalan masuk kedalam ruangannya.


"Woy" Suara Milla dari belakang tubuh Sella membuat gadis ini berhenti melamun.


"Astaga Milla kamu ngageti aja" Kata Sella dengan lamunan yang buyar.


"Habisnya kamu melamun gitu bawa pesanan,cepat kamu antar minuman itu,entar kena komplin lho baru tau rasa" Balas Milla dengan heran.


"Ya ya,sewot banget kamu" Kata Sella langsung pergi kearah meja pengunjung.


"Milla ganggu aja,mau cuci mata lihat Pak Mario enggak bisa,hah..nasib nasib jadi pelayan" Gerutu Sella didalam hati.


Disisi lain Mario tidak konsentrasi dengan pekerjaannya,iya melamun dihadapan komputer entah kenapa tangannya mencari aplikasi film blue.


"Hah nonton sebentar siapa tau senjata antikku ini naik lagi" Batin Mario mengutak atik aplikasi terlarang itu.


"Buju busyet besar banget tuh dada" Kata Mario dengan antusias saat menonton film kurang bahan tersebut.


"Wah" Tanpa tidak berkedip Mario menonton dengan rasa penasaran melihat film tersebut dengan berbagai gaya,tanpa ada suara dia menonton takut kedengaran karyawan lain,Mario merasakan senjatanya naik pesat hingga menegak perkasa membuat celananya begitu sesak. Naluri lelaki Mario bergejolak sehingga dia membuka resleting celananya.


Mario melihat senjatanya sendiri dan mengelusnya dengan penuh birahi,"Ssst" Mario meracau dengan penuh birahi dengan tangan yang sudah bergerak naik turun memegang senjata pamungkasnya,tidak puas iya mengambil body lotion didalam tas ranselnya,lalu menggunakan itu sebagai pelicin.


"Sss" Mario melenguh pelan karena gerakan tangannya semakin kencang karena pelicin itu,membuat geli dengan bercampur rasa nikmat saat Senjata pamungkas iya mainkan sendiri."Ahh" Mario mulai sampai puncaknya saat senjata itu ingin muncrat,tapi sayangnya aksi itu berhenti.


"Tok tok tok"


Pintu ruangan diketuk membuat Mario terkejut sekali langsung menghentikan aksinya yang masih ngegantung,Tangan Mario menyenggol botol body lotion sehingga jatuh kebawah lantai, karena saking terkejutnya saat ingin mematikan layar komputer yang masih memperlihatkan Film Blue tersebut.


"Ha berengsekk..ganggu aja" Batin Mario dengan tangan menutup resleting celananya kembali. "Siapa !" Kata Mario karena sudah kesal aksi mengelus adik kecilnya ngegantung gitu aja.


"Saya pak Sella"


" masuk saja" Kata Mario dengan berdiri tegak sembari membelakangi pintu ruangan,gadis ini langsung masuk kedalam ruangan Mario.


Mata Sella melihat punggung Mario dan berjalan kearah Mario.


"Gedebuk",Kaki Sella terpeleset karena lantai licin akibat lotion yang tumpah diatas lantai,gadis ini tidak tau ada lotion yang berceceran diatas lantai.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2