KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 75


__ADS_3

Mario masih berposisi mencium bibir Kartika dan memeluk pinggul ramping Wanita ini,Disisi lain Kartika yang terkejut tidak mau tinggal diam iya mengambil kesempatan untuk memeluk tubuh kekar Mario,akhirnya lamunan Kartika tadi kesampaian juga merasakan pelukan Mario dan bibirnya, Perlakuan Mario kepada Kartika hanya untuk membuat Sarah menjahuinya.


"Gila Kartika ambil kesempatan balas ciuman aku" Batin Mario yang merasakan mulutnya diterobos masuk oleh lidah kecil kartika.


"Brengsekk...." Lirih Sarah dan pergi meninggalkan tempat tersebut.


"cup" Mario melepaskan ciuman dan melihat wajah Kartika yang cantik masih memejamkan mata,perlahan wanita ini membuka matanya dengan mengatur nafas yang tersengal sehabis merasakan ciuman Mario


"Dia sudah pergi" Lirih Mario melepaskan pelukan dan menjauh sedikit dari Kartika.


"Maaf mbak,aku....." Mario tidak bicara lagi karena telunjuk Kartika menempel dibibir sexynya.


"Ssstt..jangan bicara lagi" Suara lembut Kartika sembari mengelus rahang tegas Mario.


"Aku ketoilet dulu" Kata Mario Sembari pergi meninggalkan Kartika menuju toilet,sedangkan Kartika masih berdiri mematung sembari memegangi bibirnya dan mengingat ciuman lembut tadi dengan Mario,wanita ini berusaha mengatur jantungnya yang sedari tadi berdegup kencang sekali.


Disana didalam kamar mandi Mario mencuci wajahnya dengan perasaan sesal,Mario menarik nafas dalam dalam dan memikirkan perbuatannya tadi kepada Kartika.


"Apa yang aku lakukan?,astaga..." Tukas Mario sembari mengacak rambutnya didalam toilet diskotik.


"Ini semua karena Sarah gila itu,ah sudahlah biarkan saja yang penting Sarah menjahuiku" Tukas Mario lagi sembari keluar dari pintu kamar mandi.


Disisi Lain Sarah terduduk dengan perasaan geram dan marah,dengan satu nafas minuman beralkohol itu iya tenggak dengan wajah yang amat frustasi sembari mendengarkan musik jungle duth didalam tempat itu.


"Siapa wanita itu?,berani beraninya iya mendekati mangsaku,sialan..!" Geram Sarah sembari melemparkan gelas keatas lantai.


"Praak" Tidak ada yang perduli gelas diatas lantai pecah,karena orang orang didalamnya sudah teler dan menikmati musik tersebut,apalagi suara pecahan gelas jatuh mengalahkan musik disco yang nyaring sekali.


Disisi lain Mario tidak berani melintas dari meja Sarah,Pemuda ini tau Sarah masih ada didalam tempat ini,Kini Mario bersembunyi dibalik ledspecker walau kupingnya terasa mau pecah mendengarkan suara musik yang begitu jelas didengarnya.


Melintas seorang wanita malam yang sudah sedikit mabuk,wanita ini menoleh kearah kanan dan melihat Mario yang berdiri matung tanpa expresi.

__ADS_1


"Kamu waitres baru itukan?,wah kebetulan aku sudah lama ingin mengenalmu" Kata wanita malam berwajah cantik nan imut.


"Iya kamu kok tau?" Tanya Mario sembari menjaga jarak dengan wanita yang baru iya kenal.


"Taulah,siapa yang tidak mengenalmu ditempat ini,semua wanita malam sibuk menceritakan dirimu" Sambung Wanita itu mendekati Mario dan berdiri didepannya dekat sekali.


"Kalau kamu mau pesan minuman bilang saja,aku akan ambilkan" Kata Mario menggeserkan sedikit tubuhnya karena Risih dengan kehadiran wanita ini.


"Namaku Maya,bolehkah aku mengenalmu lebih dekat?" Kata Maya yang berambut panjang sedada.


"Boleh saja" Jawab Mario singkat dengan nada datar.


"Wah terima kasih,betul kata temanku kamu memang tampan melihat sedekat ini".Wanita ini langsung mendekati Mario,iya tidak mau menghilangkan kesempatan malah membusungkan dada besar miliknya kearah bidang dada Mario,mata Mario melirik dua bukit kembar milik Maya yang terasa sesak keluar sedikit mungkin karena Bra yang terlalu ketat,walau suasana remang didalam tetapi Mario tau kalau dada itu berukuran besar sekali.


"Besarkan?" Tanya Maya saat tau Mario melirik dua bukit kembar miliknya.


"Apa kau suka yang besar besar,punyaku ukuran 38C,kau mau pegang" Kata Maya sembari menarik tangan kanan Mario dan meletakkan tangan itu untuk memegang salah satu bukit kembar milik Maya yang terlihat kenyal itu.


"Ada saja yang bertingkah agresif,ckckc" Gumam Mario berdecak kesal dan masuk kedalam toilet Pria. Saat ini bagi Mario hanya toiletlah tempat aman dari kejaran kaum wanita.


"Mario kamu ngapai disini,enak kamu ya makan gaji buta,jadi aku yang disuruh suruh Jeki" Kata pemuda berwajah manis dia Heru salah satu waitres ditempat ini.


"Pusing ada wanita gila itu dimeja satu,mengejarku terus" Jawab Mario sembari mendengus kesal.


"Ow tante itu,wah enak juga ya jadi orang tampan semua pengunjung mengejarmu,sejak ada kau diskotik ini ramai pengunjung wanita ahahahaa" Heru tertawa renyah sembari memukul kecil bahu Mario.


"Apa yang enak,baru saja aku ketemu cewek gila,masa dia tarik tanganku untuk memegang dadanya yang besar itu,emang aku murahan" Sambung Mario menarik nafas panjang berkali kali.


"Bodoh kamu,kenapa kamu enggak pegang aja,kan mayan buat pegang pegangan mumpung gratis,kalau jadi aku pasti aku cengkram mangkokan besar itu,kitakan cowok men kesempatan cuma sekali" Tukas Heru dengan antusias.


"Hah gila kamu,ngaco aja" Balas Mario sembari keluar dari dalam pintu toilet.

__ADS_1


"Huh bodoh wajah tampan kek gitu enggak dipergunakan" Batin Heru langsung pergi menyusul Mario.


Waktu terus berlalu dan berputar menunjukkan angka empat dini hari,para pelanggan yang sudah mabuk dan lemas keluar dari pintu keluar diskotik,ada juga pelanggan yang berdecak kesal karena masih ingin mendengarkan musik,tetapi apa mau dikata sudah menjadi ketentuan pihak diskotik menutup tempat itu.


Mata Sarah melihat Kartika dan Melsa keluar dari ruangan VIP,lalu Sarah mengikuti kedua wanita itu sampai keparkiran dengan perasaan amarah.


"Itukan Melsa teman arisanku,wanita yang bersamanya itu yang mencium Mario,aku akan buat perhitungan" Gumam Sarah sembari berjalan mendekati Melsa.


"Mel aku ketoilet bentar,kebelet nih,kalau kamu mau pulang duluan aja." Kata Kartika.


"Ya Sudah Tik,kalau gitu aku duluan" Jawab Melsa.


Kartika pergi meninggalkan Melsa yang berdiri diparkiran tersebut,lalu Sarah mendekati Melsa dan memegang bahunya.


"Mel,siapa wanita yang bersama kamu itu?" Tanya Sarah dengan wajah masam.


"Ow dia sahabatku,kenapa kamu ada masalah dengannya?,wajah kamu itu terlihat kesal Sarah" Jawab Melsa dengan heran.


"Aku akan buat perhitungan sama teman kamu itu Melsa,kemana dia biar aku tampar bibirnya itu" Ketus Sarah.


"Hahahaah....hahaahha" Melsa tiba tiba tertawa menggelegar membuat Sarah bingung bercampur kesal.


"Kenapa kau tertawa hah?,kau mengejekku Melsa,jangan sampai aku ramas juga mulutmu itu Melsa" Ketus Sarah dengan membelalakan mata untuk Melsa.


"Aku bukan mengejek kamu Sarah,aku tertawa saja kau mau menantang seorang Kartika William istri almarhum michael william raja bisnis selaku mafia dikota ini,apa kau tidak pernah baca surat kabar Sarah? nama mereka tersohor dikota ini,kau salah orang Sarah" Balas Melsa sembari menatap sinis Sarah.


"Kartika William?" Gumam Sarah sembari berfikir.


"Kau lihat lima mobil didepan kamu itu,didalamnya ada banyak bodyguart untuk mengawasi Kartika kalau dirinya merasa terancam,apa kau mau dibuat babak belur hah !!" Kata Melsa sembari melirik lima mobil sedan hitam yang ada didepan mereka berdua.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2