KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 87


__ADS_3

Malam ini malam minggu Mario sudah siap dengan baju kerjanya menuju diskotik,karena malam ini pasti pengunjung ramai ditempat itu,dengan langkah buru buru Mario pergi menaiki taxy online karena Jimmy tidak bisa mengantarkan Mario malam ini.


Sesampai didiskotik Mario menapakkan kaki masuk kedalam diskotik dan berjalan kearah bartender,terlihat Jeki sudah sibuk meracik minuman didalam Bar tersebut.


"Ditunggui tante kamu tuh diruangan VIP,dia enggak mau dilayani waitres lain selain kamu Mario" Kata Jeki.


"Bang Jeki jangan bilang tanteku,seakan aku ini laki laki bayaran" Sungut Mario.


"Alah ini dunia malam Mario,kata kata itu udah maklum,udah sana layani wanita itu kalau bisa pesan minuman mahal supaya bonnya banyak" Kata Jeki dengan nyinyiran.


"Ya ya,huh" Mario langsung pergi berjalan masuk kedalam ruangan VIP,setelah masuk mata Mario melihat Kartika duduk melipat kaki dengan elegan sembari tangannya bermain handphone.


"Kartika kamu pesan apa?" Tanya Mario yang sudah duduk disamping Kartika,semenjak mereka akrab Mario hanya memanggil nama saja.


"Aku sendirian datang,Melsa lagi sama berondongnya,apa kamu enggak keberatan temani aku minum disini,masa aku sendirian disini" Balas Kartika dengan tangan mengelus rahang tegas Mario.


"Ya sudah entar aku temani kamu minum,sekarang kamu mau pesan apa?" Tanya Mario dengan melontarkan senyuman manis.


"Aku mau minuman paling mahal disini,kamu taukan minuman kesukaan aku?" Balas Kartika.


"Ok,sebentar lagi aku datang" Sahut Mario langsung beranjak duduk keluar dari ruangan.


Kaki Mario menapak kearah bartender untuk memesan minuman keinginan Kartika,terlihat Jeki dengan mulut sumringah karena pesanan Mario sangat mahal harganya membuat bartender kecil ini puas meracik minuman beralkohol tersebut.


"Mario.." Panggilan suara wanita dari pintu masuk bartender,Mario tidak mendengar itu karena suara musik mengalahkan panggilan wanita itu.


"Mario.." Suara itu kini terdengar saat bahu Mario dipegang tangan lentik milik seorang gadis.


"Hei Mel,ngapai kamu kesini?" Tanya Mario dengan terkejut melihat Melati datang kediskotik tersebut.


"Kok kamu kaget gitu?,aku datang sama Jerry dan Oline,tuh mereka udah duduk ngambil meja,lagian aku penasaran tempat kerja kamu" Balas Melati dengan senyum lesung pipinya.


"Sialan nih Jerry bawa Melati kesini,bisa gawat kalau Melati ngelihat Kartika" Batin Mario merasa tidak nyaman.


"Kamu kok diam,ya sudah aku tunggu dimeja sana ya,Jerry mau pesan juga minuman" Kata Melati langsung pergi berjalan kearah meja dimana Jerry dan oline duduk.


"Siapa tuh Mario?,bening benar" Goda Jeki yang memperhatikan Mario dengan Melati.

__ADS_1


"Teman bang"


"Teman apa teman,kek akrab gitu sama kamu" Ledek Jeki sembari meracik minuman.


"Kepo abang,sini minumannya" Kata Mario dengan tangan mengambil nampan berisi minuman untuk Kartika.


"Jer bentar ya aku antar minuman ini" Kata Mario saat melintasi meja Jerry dan Oline serta Melati.


"Cepat ya kami enggak mau nunggu lama" Balas Jerry.


Mario pergi saja tanpa melihat kekasihnya Melati,membuat gadis ini mengerucutkan bibir karena merasa diacuhkan Mario,sementara Mario masuk kedalam ruangan VIP.


"Aku kerja sebentar ya,ada teman datang,kamu enggak apakan aku tinggal sendirian?" Ujar Mario dengan tangan menghidangkan minuman keatas meja.


"Jangan lama ya sayang,aku enggak bisa minum kalau enggak ditemani" Kata Kartika.


"Iya tenang aja setengah jam lagi aku datang" Balas Mario dengan tangan mengelus pipi lembut Kartika.


"Mampos aku,gimana ini Melati disana, Kartika disini,kalau tau Melati aku dekat sama Kartika bisa berabe nih,mending aku cari cara supaya Melati cepat pulang" Batin Mario saat keluar dari ruangan Kartika.


"Wajah kamu kenapa angka sebelas gitu,senyum dong" Kata Mario.


"Dia lama nunggui kamu,kamu sih cuekin dia" Sambung Jerry.


"Eng-enggak kok,Jerry jangan berlebihan,awas kamu ya" Balas Melati membelalakan mata kepada Jerry.


"Ya sudah kalian mau pesan apa?" Kata Mario memperhatikan tatapan penuh arti Oline.


"Pacar Jerry ini ganjen juga,udah ada Jerry disamping masih aja ngelihati Mario kek gitu" Sungut dihati Melati memperhatikan juga lirikan mata oline.


"Mario pake tanya kamu,percuma kerja disini pasti kamu yang lebih tau minuman enak yang buat kita mabuk" Balas Jerry.


"Sayang kamu mau minum apa?" Tanya Jerry dengan Oline.


"Aku ngikut aja kalian,terserah" Kata Oline dengan kikuk.


"Ya udah aku ambilkan minuman buat kalian yang spesial,sebentar ya Mel" Kata Mario beranjak dari duduk dan pergi.

__ADS_1


"Mel kamu suka banget ya sama Mario?,kalian udah jadian ya?,akhir akhir ini aku lihat kamu kasmaran gitu" Kata Jerry saat Mario sudah pergi.


"Yoi,kamu udah jadian" Jawab Melati berterus terang supaya Oline tau kalau Mario udah jadian dengannya.


"Mampos lo Oline,enak aja curi curi pandang cowok gue" Batin Melati kesal dihati.


"Sialan aku ketinggalan kapal,Melati udah lebih dulu miliki Mario,Jerry kurang menarik aduh Oline lambat benar kamu dekati Mario" Batin Oline berkecamuk kesal.


Obrolan mereka berhenti saat Mario datang membawa pesanan minuman,lalu Mario menghidangkan minuman tersebut diatas meja,tanpa bicara Jerry langsung menuang minuman kedalam gelas.


"Mel,kamukan jarang minum kalau bisa minuman ringan aja,kamu mabuk resek Mel" Kata Jerry dengan mengkerutkan dahi.


"Iya Mel,biar aku ambil minuman ringan buat kamu" Sambung Mario.


"Masa sih mabuk minum beginian,aku aja enggak mabuk" Balas Oline bermaksud menantang Melati minum.


"Kamukan udah biasa sayang minuman keras gini,aku tau nih kamu nantangi melatikan untuk minum" Sambung Jerry.


"Sudah sudah,aku mau minum juga,tenang aja aku enggak mabuk kok" Kata Melati dengan tangan menuang gelas.


Melati merasa tertantang dengan ucapan Oline kini iya harus minum,setenggak demi setenggak minuman itu,apalagi saat melihat Mario yang juga ikut minum dimeja mereka,sebagai waitres kesayangan Jeki membiarkan Mario minum dijam kerjanya.


Sesaat kemudian wajah Melati berubah jadi merah iya sudah mabuk setengah dewi,Melati mulai resek serta mengoceh terus membuat Mario enggak nyaman duduk disampingnya.


"Mario aku sayang banget sama kamu" Cicit Melati menyandarkan kepala dibahu Melati.


"Hah mabuk nih cewek,gimana mau keruangan Kartika" Batin Mario kesal.


"Men kami joged dulu ya,udah mau pening kepala,ayo sayang" Kata Jerry dengan tangan menarik jemari Oline untuk berdisko.


"Hah bisa marah nih Kartika" Batin Mario kesal.


"Mel aku kerja dulu ya,kamu ngertikan aku masih jam kerja disini" Kata Mario dengan tangan meletakkan kepala Melati menyandar didaun sofa,karena sedari tadi kepala Melati bersandar dibahu kekar Mario.


"Enggak mau enggak mau,sayang aku mau kamu disini terus" Balas Melati malah merangkul tubuh Mario dengan posessif.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2