KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 89


__ADS_3

"Kartika kamu enggak marahkan?" Tanya Mario dengan wajah bersalah. Mario melihat Kartika yang masih duduk santai didalam ruangan tersebut.


"Melati cantik juga ya,pasti kamu sangat mencintainya" Balas Kartika dengan senyuman kecut.


"Kok kamu bicara gitu?,kamu marah ya?" Tanya Mario berjalan lalu duduk disamping Kartika.


"Hah entahlah,aku tidak melarang kamu pacaran Mario,tapi jangan didepanku lain kali,aku cemburu tau" Kata Kartika dengan manja dan mengelus rahang Mario.


"Aku tidak paham hubungan kita sekarang Kartika,aku juga tidak tau kenapa aku bisa sedekat ini denganmu" Balas Mario.


"Sssst" telunjuk Kartika menempel dibibir sexy Mario,seakan memberi kode supaya Mario tidak boleh berbicara seperti itu,Mario langsung diam membisu dan menatap wajah Kartika yang cantik tersebut.


"Aku sudah tertarik denganmu Mario,aku ingin buat komitmen kita" Tukas Kartika dengan senyuman penuh arti.


"Komitmen bagaimana?" Kata Mario dengan heran dan penasaran.


"Aku mau kau jadi kekasihku,menemani aku kalau sepi,kupastikan apapun yang kau minta aku akan turuti Mario sayang" Balas Kartika dengan wajah serius.


"Aku tidak mau terikat yang namanya pacaran Kartika" Sahut Mario dengan mengkerutkan dahi.


"Tidak mau terikat kenapa kau pacaran dengan Melati?" Kata Kartika dengan penuh kekecewa'an.


"Melati bukan pacarku,dia teman dekatku saja". Sangkal Mario dengan kepalsuan.


"Jadi kau tidak mau jadi kekasihku?,aku akan memberikan segalanya buat kamu Mario" Kata Kartika.


"Kalau kau mau jadi kekasihku ada syaratnya" Balas Mario dengan melontarkan senyuman.


"Apa syaratnya?" Tanya Kartika dengan wajah seriusnya.


"Biarkan aku bebas dengan siapapun,kau tidak bisa melarangku jalan dengan orang lain,itu syaratnya" Balas Mario.


"Oh hanya itu saja?,ok ok aku akan membebaskan kamu kalau hanya itu pintamu Mario" Kata Kartika sembari memeluk tubuh Mario saat berposisi duduk.


"Syarat yang simpel buat kamu,tapi buatku berat sayang,aku tidak akan melepaskanmu Mario,siapapun yang berani memilikimu aku akan menyingkirkan wanita itu,kumbang yang sudah aku jerat tidak akan aku lepaskan begitu saja" Batin Kartika dengan tersenyum licik saat memeluk Mario.


"Kita lanjut minum nih?" Tanya Mario setelah melepaskan pelukan kepada Kartika.

__ADS_1


"Suasananya sudah tak enak,sebentar lagi jam empat,aku harus pulang besok ada meeting bersama klien" Jawab Kartika.


"Jadi kamu mau pulang sekarang?".Tanya Mario.


"Besok kita ketemu lagi ya sayang".Kata Kartika dengan mencium bibir Mario sekilas.


"Baiklah aku tidak usah diantar ya,ada Heru yang mengantarkan aku,kamu hati hati ya" Kata Mario beranjak dari duduknya.


Kartika anggukan kepala lalu bergegas pergi keluar ruangan diskotik,Mario mengantar Kartika kedepan basemen diskotik,tanpa bicara lagi wanita itu sudah masuk kedalam mobil mewahnya dan berlalu pergi.


"Ah bodoh,kenapa aku mau tadi,padahal aku ingin menolak jadi kekasih Kartika,mulut mulut" Mario berdecak kesal karena menerima dirinya menjadi kekasih Kartika.


Mario melihat arlojinya menunjukkan pukul empat pagi sudah waktunya iya pulang,kini pemuda tersebut sudah masuk kedalam ruangan Bartender siap siap untuk pulang.


"Heru aku numpang ya" Kata Mario saat melihat Heru yang sudah bersiap pulang.


"Ayo cepat kita pulang" Balas Heru langsung berjalan keluar diskotik.


Mario tidak menunggu lagi langsung naik keatas sepeda motor Heru dan motor langsung melaju kearah jalanan raya menuju rumah mereka karena searah.


"Gluduk gluduk" tiba tiba suara gemuruh datang bertanda akan turunnya hujan,Heru langsung tancap gas kearah gang rumah takut terkena hujan karena mereka berdua tidak mempunyai mantel.


"Ok Man,Daaa..." Balas Heru langsung meninggalkan halaman Villa Mario.


Mario berjalan cepat masuk kedalam rumah dan membuka pintu rumahnya,saat didalam rumah Mario heran kenapa lampu rumah mati semua seperti tidak berpenghuni.


"Ah pasti mbak Rena pergi sama bang Jimmy keluar kota,sendirian lagi dirumah" Gumam Mario dengan tangan menarik saklar supaya lampu ruang tengah hidup.


Tok tok tok


Pintu rumah diketuk orang Mario berfikir pasti Rena yang pulang,tapi kalau Rena kenapa harus mengetuk pintu?,Renakan punya kunci cadangan itu yang dipikirkan Mario saat ini.


Pemuda ini langsung membuka pintu siapa subuh subuh datang bertamu.


"Melati !" Mario terkejut saat membuka pintu melihat Melati berdiri didekat pintu dengan senyuman.


"Kenapa kaget? enggak boleh aku bertamu kerumah kamu?" Kata Melati dengan rambut sedikit basah.

__ADS_1


"Dari mana kamu tau rumahku?,mana Jerry kok kamu sendiri,apa orang tua Jerry enggak marah kamu keluar jam segini?" Heran Mario dengan penuh kecemasan.


"Tante Sama Om keluar kota mereka jenguk nenek lagi sakit,Jerrynya lagi dua'an sama Oline dikamar,lagian kepalaku masih pusing karena minum tadi,kamu bohong katanya mau datang." Sungut Melati dengan mengerucutkan bibir.


"Tadi aku mau kerumah Jerry tapi hujan,Jadi kamu kok tau alamat rumahku?" Tanya Mario tanpa mempersilahkan Melati masuk kedalam rumah.


"Taulah dari Jerry,apa aku boleh masuk?,dingin banget aku kena hujan tau,supir taxynya bego turuni aku digang sana,aku enggak bawa mobil Jerry" Nyinyir Melati.


"Sialan Jerry bisa bisanya dia kasih tau alamat rumahku,hah nekat benar nih cewek subuh subuh bertamu" Batin Mario dengan bersungut kepada Jerry.


"Ya sudah masuk,berhenti hujan aku suruh Jerry jemput kamu ya" Kata Mario.


Mario mengambil handuk kecil dan menyerahkan kepada Melati,karena rambut Melati basah sedikit,lalu tangan Mario menutup pintu Villa karena angin berhembus kencang disertai hujan yang mulai lebat.


"Kamu enggak marahkan?,maaf ya tadi aku resek banget,ini aja kepalaku masih oyong kena hujan,aku masih sedikit mabuk" Kata Melati yang sudah duduk dengan tangan menyeka rambut basahnya.


"Sudahlah enggak usah dibahas lagi,apa kamu ingat kejadian tadi?,kamu resek banget kalau mabuk,ampun jagain kamu" Jawab Mario dengan duduk disebelah Melati.


"Maaf ya,aku enggak ingat apa yang aku lakukan tadi,tapi badan aku sakit semua" Jawab Melati langsung menyandarkan kepala dibahu kekar Mario.


"Syukur dia enggak ingat sama Kartika,selamat selamat" Batin Mario bernafas lega.


"Oh kamu mau minum teh biar hangat?" Tawar Mario.


"Boleh,aku bantu ya,tapi enggak apakan aku main jam segini,soal aku mau beri tau kalau hari ini hari..." Melati tidak sanggup bicara lagi karena hatinya sesak mengatakan itu.


"Kenapa?,kok kamu sedih gitu?" Kata Mario heran yang masih berposisi duduk.


"Katanya mau buat teh,ayo dong aku bantuin" Kata Melati langsung berdiri dari duduk.


"Aneh kamu ya,bicara enggak jelas" Balas Mario lalu berjalan kearah dapur dan disusul Melati juga.


"Aku saja yang buatkan teh untuk kita,kamu duduk saja" Kata Melati langsung mengambil teko dan menghidupkan kompor gas.


"Gulanya disitu dilemari" Kata Mario saat melihat Melati sibuk mencari sesuatu.


"Iya" Jawab Singkat Melati langsung mengambil gula didalam lemari kecil.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2