KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 64


__ADS_3

Ikhsan melihat wajah adiknya yang bersedih dan melihat mata yang sembab,gadis ini sudah duduk dibangku tumpangan depan mobil,Ikhsan melihat heran kenapa adiknya bisa bisa berwajah sembab seperti sehabis menangis.


"Kau kenapa?,apa dia menyakitimu?" Tanya Ikhsan yang duduk dibangku setir.


"Ayo jalan Bang,Desy mau pulang saja"


"Tadi kalian mesra gitu,kok sekarang jadi begini,akan aku hajar dia buat kamu sampe menangis kek gini" Ikhsan membuka pintu mobil tetapi lengannya langsung ditarik Desy.


"Enggak usah Bang,ini akan berakhir aku tidak mau lagi bertemu sama lelaki pembohong kek dia"


"Maksud kamu apa Des?,Abang enggak ngerti"


"Desy enggak terima,Mario enggak jujur dari kemarin,Desy kira surat yang diberikan Papa itu cuma rekayasa Papa aja,ternyata Mario membenarkan itu,Desy jadi malu Bang,selama ini Desy pacaran sama orang enggak normal !"


"Jadi setelah tau,apa rencana kamu sekarang?,tapi kamu mencintainya dek?"


"Cintaku udah luntur semenjak tau kebenaran itu tadi"


"Ah segampang itu kamu bilang,abang enggak ngerti jalan pikiranmu itu,terserah kamu aja Des"


Ikhsan memutar setir Mobil kearah gerbang hotel dan mobil melaju meninggalkan hotel tersebut,Pria ini jadi heran dengan ucapan Desy,apakah mereka akan putus?,atau menyudahi hubungan ini?,ah sungguh Ikhsan tidak berdaya bertanya seperti itu,dia tidak mau ikut campur terlalu dalam.


Waktu terus berputar, matahari mulai bersembunyi dibalik awan menandakan senja akan tiba,kini mobil Ikhsan sudah sampai dihalaman rumah Mereka,Desy membuka pintu mobil dan berlari masuk kedalam kamar lalu melompat keatas ranjang dengan tangisan kekecewaan.


Ikhsan membuka pintu kamar Desy dan melihat adiknya yang telungkup sembari terisak,Pria ini tidak mau mengganggunya langsung menutup pintu kamar Desy dan berjalan keluar rumah.


"Ikhsan kenapa adikmu bersedih gitu?,apa yang terjadi nak" Tanya Norma yang ternyata sedari tadi memperhatikan gerak gerik kedua anaknya.


"Entahlah ma,Ikhsan juga enggak tau mungkin karena Mar---"


"Jangan kau sebut nama Pemuda itu,aku tidak sudi mendengar nama dia disini" Potong Norma dengan penuh kekesalan.


"Ya sudah ma kalau gitu Ikhsan balik kerumah dulu" Ikhsan sembari Mencium punggung jemari Norma.


"Jangan lupa camilan itu dibawa nak,cucuku suka dengan keripik itu" Titah Norma sembari membelai rambut Ikhsan saat mencium punggung tangannya.

__ADS_1


"Iya Ma" Pria ini langsung berjalan kearah dapur dan mengambil kantungan diatas meja makan lalu iya bergegas untuk pulang,Karena istri dan anaknya pasti sudah menunggu kedatangan dia.


Norma melihat mobil Ikhsan sudah berlalu dari rumahnya,diselingi mobil mewah Parlin yang baru aja nongol dari luar sana sehabis bekerja.Norma langsung cepat berjalan kearah balkon teras menyambut kedatangan sang Suami.


"Ikhsan baru pulang ya?,Desy mana ma?" Parlin berdiri dihadapan Norma.


"Baru aja anak laki Papa pulang,Kalau Desy ada dikamarnya Pa" Jawab Norma yang tangannya sudah mengambil koper setelah menyalam jemari suaminya sebagai tanda hormat kepada suami.


"Apa dia enggak bertanya lagi soal anak itu?,apa dia sudah menyerah ma?" Tanya Parlin yang sudah berjalan masuk kedalam rumah.


"Sudah enggak usah kita bahas lagi Pa,berjalan seiringnya waktu pasti anak kita lupa sama Pemuda banci itu" Balas Norma yang merasa muak kalau membahas soal itu.


"Geluduk duk duk" Tiba tiba suara gemuruh petir bersahut sahutan dilangit yang sudah menghitam,angin berhembus kencang disertai rintikan air yang sudah jatuh membasahi bumi.Norma sibuk menutup jendela serta pintu karena anginnya sangat begitu kencang.


"Tiba tiba hujan,padahal tadi sore cerah cerah aja" Bergumam Norma yang sudah menutup pintu depan.


Norma menapakkan kaki kearah kamar Desy untuk melihat anak gadisnya itu,lengan Norma menekan knop pintu dan melangkah masuk kedalam kamar.


"Masih tidur jam segini padahal udah maghrib" Gumam Norma sembari duduk ditepi ranjang.


"Iya Bu" Lirih Desy sembari tidak berani melihat mata Norma karena tidak mau memperlihatkan matanya yang sembab,Desy masih terbaring diatas ranjang.


"Jangan lama ya,sehabis maghrib Papa sama Mama nunggu kamu diruang makan" Norma langsung bergegas pergi tanpa menunggu jawaban Desy.


Lalu gadis ini terduduk diatas kasur dan mengusap air matanya,kakinya sudah turun dari atas ranjang dan mengambil handuk untuk bergegas masuk kedalam kamar mandi.


***********Skip


Disana sebuah tubuh lemah dan layu lagi duduk bersandar ditembok kamar,wajahnya sangat frustasi sehabis bertengkar dengan kekasihnya,dialah Mario yang meratapi terus nasibnya yang tidak baik ini.


"Ini tidak bisa dibiarkan,aku harus menemui Desy,aku enggak mau hubunganku gantung gitu aja,Desy harus beri keputusan" Ucap Mario sendiri sembari memakai jaket kulit kesayangannya.


Hujan semakin deras tetapi Mario tidak perduli kini iya terus berjalan menelurusi lorong hotel hingga keloby hotel.Pemuda ini melihat kearah jalanan karena sudah memesan taxy online.


Lima menit telah berlalu kini taxy online sudah berhenti didepan loby hotel yang berdekatan dengan pintu keluar,Mario dengan cepat masuk kedalam mobil karena takut terkena hujan.

__ADS_1


"Kita jalan pelan saja ya nak,soal hujannya lebat betul jalanan licin" Tukas Supir melihat Mario dari kaca spion.


"Enggak apa pak,kita pelan pelan saja" Jawab Mario sembari tersenyum tipis dan melihat wajah supir yang menua sekitar umur empat puluhan lebih.


Mobil terus melaju ketengah kota dengan hujan yang mulai mereda,tersisa rintikan kecil gerimis membuat malam ini semakin dingin saja dengan tiupan angin spoi spoi, lalu seperempat jam kemudian Mobil berhenti ditempat tujuan.


"Pak ini ongkosnya" Lengan Mario memberi uang kepada supir taxy dan supir Taxy menerima imbalan tersebut.


"Pemuda itu ngapai kerumah Gubernur malam malam begini,Ah mungkin dia kerabat Pak Gubernur" Gumam Supir taxy yang matanya melihat Mario sudah berjalan kearah pagar rumah besar itu.


Mario sudah menappakan kaki digerbang besar rumah tersebut yang sudah terkunci rapat,Mata petugas melihat kedatangan Mario dan langsung membawa payung mendekati pintu gerbang rumah.


"Anak muda untuk apa malam malam begini kau datang lagi?,lihat rambut sampai basah gitu" Ujar petugas itu dengan ramah tidak seperti tadi siang ketus saat berbicara.


"Ah saya mau bertemu dengan Desy Pak,apa boleh?" Jawab Mario yang tidak menghiraukan gerimis kecil membasahi rambut hitamnya itu.


"Ini sudah malam,enggak boleh terima tamu lagi entar saya kena marah"


"Sebentar saja Pak,Mario mohon pak,Mario enggak tenang"


"Nyonya rumah melarang kamu kesini lagi,tapi ya sudahlah sebentar aja ya"


Petugas itu jadi kasihan lihat Mario karena iya tidak tega melihat tubuh Mario setengah basah,petugas itu melihat lagi tubuh Mario yang bergetar mungkin dia sudah kedinginan,Lalu tangannya membuka kunci gerbang sehingga Mario berjalan masuk kedalam.


"Saya tidak perlu antar kamu lagikan,kamu sudah pernah kesini"


"Saya sudah tau Pak,makasih ya Pak"


"Tapi ingat sebentar aja"


"Aman Pak"


Mario langsung berjalan kearah balkon teras dengan jantung yang mulai memompa kencang,disisi lain hatinya sebenarnya takut untuk menginjakkan kaki dirumah itu lagi, tetapi karena rasa frustasi yang iya alami terpaksa iya datang lagi dan menerima konsekuensinya untuk dicerca atau diusir kembali oleh kedua orang tua Desy.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2