KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 65


__ADS_3

"Tok tok tok"


Dengan tangan gemetaran Mario mengetuk pintu rumah tersebut,padahal iya tidak tau disebelah kiri ada Bel yang tertempel ditembok rumah dan Mario tidak merasakan tubuhnya yang mulai dingin terkena air hujan.


Sementara didalam rumah Desy sudah duduk diatas kursi makan,sedangkan Norma sibuk menghidangkan nasi dan lauk pauk diatas piring suaminya,asisten rumah tangga juga sibuk menuang air minum satu persatu kedalam gelas.


"Tok tok tok"


Pemuda itu tidak menyerah mengetuk pintu sampai ada yang membukakan pintu untuknya.


"Siapa malam malam begini bertamu?,pasti itu Ikhsan Ma,atau anak kita Melani yang berkunjung" Kata Parlin yang sudah mulai mencicipi hidangan makan malam.


"Melani lagi sibuk Pa,mungkin Ikhsan, tapi Enggak biasanya dia ngetuk pintu Pa,Desy kamu bukakan pintu untuk abang kamu,mama masih sibuk urus meja makan ini" Titah Norma.


"Ah iya ma" Gadis ini berjalan keruang tamu hingga kedepan pintu rumah,lalu lengan gadis ini menekan kenop pintu kebawah dan membuka pintu rumah.


"Abang kenapa ketuk pintu,masuk aja ud---" Desy tidak melanjutkan lagi ucapannya karena yang iya pikir itu Ikhsan ternyata Mario. Desy menenggak salivanya dan tercengang melihat Mario yang sudah berdiri dengan raut wajah yang menyedihkan.


"Pergi sana !" Usir Desy dengan lengan menutup pintu tidak mengizinkan Mario masuk kedalam rumah,tetapi dengan spontan kedua lengan Mario mendorong dan menahan pintu supaya tidak tertutup.


"Desy aku ingin dengar sendiri keputusan kamu,tolong Desy jangan gantung aku begini"


"Aku tidak mau bertemu lagi dengan kamu Mario,tolong pergi dari sini Papa aku akan marah kalau tau kamu nekat datang lagi kerumah ini !!"


"Des sebentar aja aku mohon,apa kau tidak mencintaiku lagi !"


Mereka bicara sembari mendorong pintu mempertahankan ego mereka masing masing,suara mereka terdengar sampai keruang makan sehingga Parlin dan Norma berjalan kearah pintu rumah.


"Desy siapa itu?" Tanya Parlin yang sudah berdiri dibelakang Desy.


"Glek"

__ADS_1


Desy terus menenggak salivanya lagi karena melihat Parlin dan Norma berdiri dibelakangnya,lengan Desy berhenti untuk menahan pintu sehingga pintu terbuka lebar dan terlihatlah Mario yang berdiri dengan baju yang setengah basah.


"Kau lagi,ngapai lagi kau kesini hah !" Bentak Norma dengan mata yang terbelalak.


"Kenapa anak ini bisa masuk?,Marno tidak becus jaga didepan !" Tukas Parlin sembari mendengus kesal.


"Ma,Pa biar desy saja yang usir dia" Kata Desy dengan wajah tegas.


"Hah" Kedua orang tua Desy tercengang dan heran kenapa Desy berkata itu,padahal kemarin kemarin gadis ini sibuk mempertahankan egonya,kenapa sekarang berubah begitu cepat?.


"Biar Mama saja yang usir dia !"


"Sudah biarkan saja ma,Papa yakin anak kita udah berubah" Parlin tersenyum kecil karena tau anak gadisnya sudah mengalah atau menyerah dengan hubungannya itu.


"Mario kau mau apa lagi datang kesini?,sudah aku bilang aku perlu waktu" Ketus Desy sembari berdiri didepan pintu rumah,seakan memberi peringatan kepada Mario supaya tidak bisa masuk kedalam rumah.


"Aku mau kamu memberikan kepastian soal hubungan kita ini,tolong Des aku tidak tenang saat ini"


"Sudah aku bilang aku malu pacaran sama kamu Mario,kamu enggak ngerti juga sih,aku sudah kasih jawabannya tadi,sekarang kau pergi dari sini !!" Ketus Desy sembari membelalakan mata.


Mendengar itu Desy terdiam sekelak dan tidak berani menatap wajah Mario,sedangkan Pemuda itu dengan mata yang mengembun memandang wajah cantik Desy walau sekarang terlihat masam.


"Cintaku udah pudar waktu mengetahui siapa kau sebenarnya" Jawab Desy ketus.


" Aku tidak sudi punya calon suami Banci,sekarang aku jijik melihat wajahmu itu Mario,sekarang kau pergi dari sini !!!" Teriak Desy dengan hati terbalut Emosi.


"Jdeeeer" Gemuruh hati Mario bagai tersembar petir mendengar dari mulut Desy sendiri perkataan pedas itu,Ow Tuhan hati Mario kini bagaikan ditusuk tusuk belati tajam


tidak berdarah tapi sakit sekali !!!!,Seketika badannya terasa mengambang menahan kesakitan dihatinya !!!!.


"Hei anak muda apa kau tuli hah,anakku sudah mengusir kamu,pergi kau dari sini !!" Ketus Norma yang sedari tadi diam berdiri didepan pintu.

__ADS_1


"Ayo masuk biarkan saja dia,entar dia juga pergi dari sini" Tukas Parlin menarik Lengan Desy dan Norma.


"Buuk" Parlin menutup pintu rumah dengan kasar sekali,mereka semua meninggalkan Mario yang mematung tanpa bicara.


"Kamu harus pergi dari sini anak muda,Maaf ya saya takut dimarahi" Petugas itu sudah disamping Mario.


Mario hanya terdiam dan berjalan tertatih menuju gerbang rumah,Petugas langsung mengunci gerbang setelah Mario sudah berjalan keluar.


" Aku tidak sudi punya calon suami Banci,sekarang aku jijik melihat wajahmu itu Mario,sekarang kau pergi dari sini !!!"


Perkataan ini terulang lagi dan terngiang ngiang didalam otak Mario,suara Desy yang lantang berbicara itu tidak bisa dilupakan Mario.


Oh perkataan lima huruf itu dari mulut Desy terucap begitu saja membuat terluka hati Mario,sekian lama mereka bersama baru kali ini hinaan lima kata itu terucap dari bibir Desy tanpa penyesalan.Pada Akhirnya hubungan mereka terputus begitu saja.


"Dulu aku mencintai laki laki juga dikhianati,sekarang aku mencintai wanita malah dihina bagaikan binatang yang menjijikan,Kejaam kejaaaam !!!" Mario bicara sendiri sembari berteriak teriak dijalanan,iya tidak perduli air hujan membasahi semua tubuhnya.


"Kejaaaaamm kau Desy !!!" Teriak Mario lagi sembari terduduk diatas tanah.


Kebetulan jalanan sepi mungkin karena hujan masih melanda dikota itu,sehingga Mario yang seperti orang gila berteriak teriak sendiri dengan bebas tanpa ada yang mendengar,hanya beberapa mobil melintas ditempat itu yang tidak perduli dengan suara teriakan Mario.


"Buuuk"


"Aw sakit !" Mario meninju pohon yang tepat didepannya untuk melampiaskan kekesalannya,lalu Mario mengibas ngibaskan jemarinya karena terasa ngilu sekali.


"Lemah lemah kau Mario,meninju pohon ini saja tangan kamu sudah sakit,kamu tidak tahan menanggung ngilunyakan?,memang betul kata Desy kau masih seperti Banci !!" Ucap Mario sendiri mencerca dan memaki dirinya sendiri dengan pekikan tangis yang pilu. "Hiksss !!!"


Dia hapus air matanya lalu berjalan kembali dengan gamang hati,Mario mencoba kuat tetapi bayangan Desy selalu melintas dipikiraannya sehingga semangat itu hilang dipikiran Mario.


"Aku tidak mau lagi dikota ini,memang kota ini tidak cocok untukku" Batin Mario terasa sial memikirkan nasib hidupnya.


Mario merogoh handphone dari saku celana dan memesan taxy supaya kembali kehotel,kini iya berniat meninggalkan kota ini secepat mungkin,walau hatinya terluka iya harus pergi demi melupakan bayangan Wanita yang telah menghina dan mengusirnya tadi secara terang terangan.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian mobil sewa itu berhenti didepan Mario,tanpa menunggu lagi Pemuda ini masuk kedalam mobil dengan wajah kesedihan,iya menatap kosong jendela kaca Mobil melihat beberapa toko dan gedung gedung sewaktu mobil melaju dengan kecepatan sedang.


Bersambung*


__ADS_2