
Melati begitu sabar menunggu Mario menyelesaikan pekerjaannya,setelah selesai mereka berdua memakai mobil melati karena Mario masih mengumpulkan uangnya untuk membeli roda empat tersebut,itu impian kecil Mario.
Mata para pelayan menatap sinis saat Melati membawa Mario pergi dari kafe tersebut,sedangkan Melsa yang komplin tadi sudah lama pamit duluan pulang.Kini Mario sudah duduk dibangku setir bersama Melati.
"Mau minta ditemani kemana?" Tukas Mario datar sembari melajukan mobil.
"Aku mau main kepantai,katanya pantai disini indah,Jerry enggak bisa temani aku" Balas Melati
"Ow ada sih pantai dekat disini,ya sudah kita meluncur kesana" Kata Mario sembari menambah kecepatan mobil.
"Ini masih jam empat sore aku mau lihat sunset disana,apa kamu suka melihat matahari terbenam Mario?"
"Enggak begitu suka" Jawab singkat Mario sembari melirik Melati.
"Mario aku tidak percaya kamu belum punya pacar,masa cowok seganteng kamu belum punya pacar" celetuk Melati.
"Jadi kalau udah kenapa?,dari semalam maksa banget ingin tau aku punya pacar apa belum" Mario sembari tersenyum kecil.
"Duh jangan senyum gitu dong,jantungku mau copot kalau kamu tersenyum" Batin Melati salah tingkah sendiri.
"Kok enggak jawab?" Tanya Mario sembari memegang jemari Melati dengan tiba tiba.
Mario meggenggam jemari Melati tanpa bicara sekatapun sembari tangan kanannya fokus memegang setir,Melati jadi bawa perasaan karena sikap Mario itu memberi harapan seperti suka kepada Melati.
Sesaat kemudian mobil terparkir tidak begitu jauh didepan pantai,Melati langsung turun dan berlarian kearah pantai,Mario menyusul Melati yang seperti anak kecil berlarian menelusuri bibir pantai,hembusan angin kencang membuat dress melati naik turun.
"Mario disini indah banget" Tukas Melati sembari memejamkan mata merasakan hembusan angin dan mendengar deburan ombak silih berganti.
"Ya disini memang indah" Balas Mario jalan berdua dengan Melati.
Gadis ini berjalan cepat tanpa melihat batu yang ada didepannya, "Mel awas" kata Mario dengan spontan menangkap tubuh gadis ini yang ingin jatuh,Melati terkejut mematung saat dipelukan Mario.
"Ah Maaf aku ceroboh" Kata Melati sembari berdiri dan melepas pelukan tangan kuat Mario.
__ADS_1
"Jalan pake mata jadi enggak jatuh,gimana sih" Balas Mario dengan wajah datar.
"Iya Maaf" Balas Melati sembari menunddukkan kepala,membuat Mario merasa bersalah.
"Jangan nunduk gitu,aku bukan memarahimu"Kata Mario sembari memegang dagu melati dan mendongakan wajah cantik milik Melati.
Melati menatap kedua bola mata cokelat milik Mario dengan penuh arti,sedangkan Mario melihat kedua bola mata Melati dengan sayu,lalu melati mendongakkan lagi wajahnya kedepan wajah Mario berjarak satu inci.Mario mengerti gadis ini ingin menyerahkan bibirnya.
Tanpa kata Mario langsung mencium bibir mungil Melati dengan penuh kelembutan,sehingga gadis ini melayang dengan darah berdesir panas,tangan Melati tidak bisa diam memegang tengkuk Mario seakan menyuruh Mario memperdalam lagi ciumannya.
Mario langsung memeluk posessif pinggul ramping milik Melati yang masih berposisi ciuman,dengan penuh pengalaman lidah Mario menari lincah didalam mulut Melati membuat nafas gadis ini tersengal. Gadis ini terlena dengan ciuman panas Mario setelah itu Mario melepaskan ciuman sehingga berbunyi "Cup"
"Mario !" Mata sayu Melati menatap wajah Mario dengan pipi merah merona,iya tidak menghiraukan bibirnya yang terasa kebas dan benjol karena dicium lama oleh Pemuda yang membuatnya jatuh cinta tersebut.
"Kenapa?,kamu sukakan aku cium?" Tanya Mario sembari menyelipkan rambut kecil ketelinga Melati.
"Suka banget,aku sayang kamu Mario" Tukas Melati begitu girang sembari memeluk posessif tubuh kekar Mario.
"Sayangnya aku enggak" Batin Mario tersenyum licik merasa menang mendapatkan cinta Melati yang ternyata bertepuk sebelah tangan.
Mario menurut dan masuk kedalam mobil bersamaan dengan Melati,gadis ini jadi kasmaran karena sudah menaklukan seorang Mario,mengira ciuman Mario tadi bukti jadian kalau mereka sudah berpacaran,padahal Mario tidak sepemikiran dengan Melati.
"Mario ah aku mau lagi?" Kata Melati dengan manja saat didalam mobil,iya ingin mengulang ciuman tadi,serasa melayang jika dicium Mario.
"Hmmm" Mario hanya mendehem sembari menarik tengkuk Melati dan mencium ulang bibir Melati yang rasa vanila tersebut,nafas Melati semakin tersengal saat lidah Mario begitu lincah bermain disetiap inci mulutnya.
"Cup" Mario melepaskan lagi ciumannya membuat mata Melati yang terpejam membuka secara perlahan,gadis ini suka dicium Mario.
"Ini sudah sore keburu malam" Kata Mario sembari menghidupkan kunci kontak mobil dan melajukan mobil.
Sepanjang perjalanan mereka tidak bicara sepatah katapun,Melati begitu kikuk dan masih tidak percaya kalau iya sudah dicium Mario,rasanya sepeti mimpi saja bagi Melati.
"Kamu udah kerja?" Tanya Mario membuka suara memecahkan keheningan didalam mobil tersebut.
__ADS_1
"Ah aku enggak kerja" Jawab Melati salah tingkah dan tersipu malu.
"Kalau enggak kerja,jadi kamu nganggur?" Tanya Mario dengan wajah heran.
"Aku enggak nganggur tapi masih kuliah,aku ambil jurusan kedokteran,umurku masih dua puluh empat tahun" Kata Melati menjelaskan dengan lengkap.
"Ow ternyata mahasiswi toh,aku kira kamu seumuran dengan Jerry dan aku" Mario terkejut sekali tidak menyangka Melati ternyata mahasiswi kedokteran.
"Aku suka berteman sama yang lebih tua,kalau seumuran enggak asyik" Balas Melati yang masih kasmaran dengan malu malu.
"Pengalaman baru nih sama calon dokter" Batin Mario sembari tersenyum licik.
"Kamu kok jadi diam?,enggak suka ya jalan sama anak kuliahan?" Tukas Melati sembari mengerucutkan bibir.
"Enggak...,biasa aja kok,lagian memang wajah kamu itu muda banget terlihat kok,jadi kenapa kamu kekota ini?,apa libur kampusnya?" Kata Mario sembari mengkerutkan alis tebalnya.
"Benar sekali aku liburan disini,tanteku mamanya Jerry yang suruh aku kekota ini,aku cuma sebulan disini" Tukas Melati dengan antusias.
"Ow gitu,ok kita udah sampai,aku turun dikafe aja" Kata Mario sembari menginjak pedal rem mobil.
Mobil telah berhenti tepat diparkiran kafe,wajah Melati jadi masam karena akan berpisah dengan Mario,saat Mario mau membuka pintu mobil tangannya ditahan Melati.
"Aku mau dicium kek tadi boleh enggak?" Minta Melati dengan tersenyum kecil.
"Ketagihan ya,kamu nakal masih ada hari esok,aku ada kerja penting,kamu ngertikan?" Jawab Mario dengan menaikkan alis tebalnya satu.
"Kalau malam gimana?,apa kamu mau ketemu aku malam nanti?" Balas Melati dengan wajah penuh harapan.
"Malam aku kerja,entar aku ambil Off deh enggak kerja malam,ok" Balas Mario.
"Janji ya jangan bo'ong kamu" Kata Melati dengan tersenyum manis.
"Ok" Jawab Mario singkat sembari membelai wajah cantik Melati,lalu Mario turun dari dalam mobil.
__ADS_1
Bersambung*