
Jarum jam menunjukan pukul tujuh malam, Mario buru buru mandi setelah pulang dari kerjaan,malam ini iya ada janji bersama Sarah untuk pesta dirumah temannya.Mario raih handuk yang tergantung dibalik pintu kamar, Dengan langkah terburu buru iya masuk kedalam kamar mandi.
"Mario kamu mandi buka saja kran airnya,jangan biarkan kosong Tong mandi kita !"Jerit kecil Rena yang sudah siap dengan pakaian Sexy karena akan bekerja.
"Iya mbak"Jawab Mario dari dalam kamar mandi,Rena sangat cerewet selalu mengatur Mario,tetapi karena iya menumpang dengannya,Mario harus tau diri dan mengikuti aturan dirumah Rena.
Mario mencium wangi rambutnya yang basah karena baru memakai shampo,setelah bersih iya keluar dari kamar mandi dan melihat Rena duduk dimeja makan lagi menikmati makan malam.
"Apa apa'an kamu itu !" Rena tiba tiba marah dengan mulut penuh makanan,Rena melihat Mario dengan wajah sangar saat iya keluar dari dalam kamar mandi.Mario jadi bingung serta heran karena tidak membuat kesalahan sama sekali.
"Kau pria apa wanita hah ?!,Mario Mario katanya mau berubah !" Rena menggelengkan kepala melihat Mario dari atas bawah.
"Hanya perempuan yang pakai handuk sebatas dada,nah kamu laki laki toh,cepat turunkan handukmu kepinggul !" Titah Rena kesal dan melototi Mario.
"Hah"
Mario baru sadar langsung menurunkan handuk putih dipinggul langsingnya dengan rasa malu.Mario langsung masuk kedalam kamar dengan tergesa gesa,karena memang iya dulu terbiasa melingkarkan handuk menutupi dada.
"Kapan sih dia berubah total, fiuh..." Rena dengus nafas kesal dan melanjutkan makan yang sempat terhenti.
Mario berganti pakaian rapi memilih kemeja kotak biru dan celana jeans panjang,jujur saja baru pertama kali ini ada wanita yang mengajaknya kepesta,iya bingung harus memakai apa dan tidak tau bergaya pria keren,mending alla kadarnya bergaya yang penting janjinya pada Sarah terpenuhi,itu yang ada didalam pikiran Mario.
Setelah selesai memakai pakaian,tangan Mario meraih jaket kulit warna cokelat yang tergantung dipintu kamar,Dirinya jadi tenang saat menghirup aroma parfum wangi tajam pilihan Rena,karena segala perlengkapan Mario sudah dibutuhi oleh Rena.
"Mau kemana kamu,rapi banget?" Tanya Rena yang melihat Mario keluar dari kamar dan menarik kursi makan.
"Janji sama tante Sarah mbak".Jawab Mario dengan tangan mengambil piring ingin menuang nasi keatas piring.
"Apa !!" Rena terkejut dan meletakkan gelas dengan kasar menimbulkan bunyi hantaman diatas meja,Mario jadi terkejut mendengar itu apalagi suara Rena yang meninggi.
__ADS_1
"Kau tidak boleh pergi !" Titah Rena lagi dengan wajah ketat seakan memberi kode memaksa Mario menuruti perkataannya.
"Kenapa mbak?,dia mau mengajak Mario kepesta temannya" Balas Mario dengan kerut alis dan menunda makan.
"Teman yang mana?, pesta siapa?,janda gatel itu memang harus diberi pelajaran!" Sahut Rena dengan wajah sangar dan dipenuhi amarah,Mario terdiam sambil berfikir ingin membantah perkataan Rena.
"Udah kadung janji mbak" Balas Mario memberanikan diri sambil berfikir Rena sudah gila,mengapa melarang iya pergi.
"Janda gatel itu tidak ada teman Mario,dia ingin memangsamu,dia sudah banyak meniduri pemuda perjaka,kamu jangan mau dimanfaati wanita itu Mario,aku kenal betul siapa dia, pokoknya aku tidak mengizinkan kamu pergi dengannya titik !" Ketus Rena dan berdiri dari duduknya.
"Ingat kau jangan pergi !" Titah Rena dengan melangkah berjalan kearah kamarnya.
Rena masuk kedalam kamar dan meninggalkan Mario yang masih dimeja makan,Pemuda itu terdiam sejenak dan berfikir untuk mengikuti aturan Rena,karena iya yakin sepupunya itu berkata jujur.Tidak mungkin sepupunya berbohong.
Sementara didalam kamar Rena dengan kesal mengotak atik handphone miliknya sambil duduk diatas ranjang.
Mario setelah makan merapikan piring diatas meja makan dan setelah itu iya masuk kedalam kamar mengganti pakaian dengan pakaian tidur,Mario melihat jarum jam menunjukan angka setengah delapan,Hati Mario resah gimana mau beri kabar kepada Sarah kalau iya tidak jadi ikut.Susah kalau tidak punya handphone.
"Pasti tante Sarah sudah menungguku didepan" Gumam Mario kebingungan tidak mau Sarah marah,karena dia manejer hotel takut Mario kena pecat.
Mario memberanikan diri menemui Sarah dan memberi tau kalau iya tidak bisa ikut,kini Mario didepan kamar Rena untuk meminta izin.
Tok tok tok
Rena langsung membuka pintu dengan tatapan dingin,dia sedikit bernafas lega karena melihat Mario sudah berganti pakaian.
"Mbak boleh Mario izin kedepan,pasti tante Sarah menunggu,Mario mau bilang tidak jadi ikut,Mario enggak enak nanti dia pecat Mario mbak". Lirihnya berdiri didepan Rena.
"Jimmy yang mempunyai tempat itu,Sarah tidak berhak memecat kamu hanya masalah pribadi,kamu jangan bodoh Mario pake otak kamu,ih kesal aku lihat kamu,enggak usah kebaikan sama orang,orang belum tentu baik sama kamu, ingat itu Mario !!" Balas Sarah dengan ketus dan berjalan menuju pintu utama rumah setelah memakai sendal jepit.
__ADS_1
"Mbak mau kemana?" Tanya Mario heran karena belum siap bicara.
"Mau temui janda gatel itu,dia sekarang urusanku,kamu tenang saja didalam rumah,kunci rumah ini !" Jawab Rena dengan wajah berang sekali.
"Bruuk"
Rena menutup pintu rumah dengan kasar sehingga Mario terkejut,Mario hempaskan bokongnya diatas sofa dengan hembus nafas kasar,lalu iya tangannya mengacak rambut dengan hati yang bimbang.
Disisi lain kedua kaki Rena yang berjalan cepat menuju jalanan,wanita itu langsung melihat mobil hitam yang terparkir didepan gang rumah,Rena langsung mempercepat jalan karena iya mengenali mobil tersebut.
"Tok tok tok "
Rena mengetuk kaca mobil kepunyaan Sarah,langsung Sarah membuka kaca mobil dan heran melihat wajah Rena yang masam.Sarah membuka daun pintu keluar dari dalam mobil lalu berhadapan dengan Rena.
"Kau mau ajak kemana adik sepupuku hah?,Sarah aku tau niat kamu,apa enggak ada mangsa lain hah !,aku tidak mau kau merusak adik sepupuku itu,ingat Sarah aku tau belang kamu dan siapa kamu sebenarnya !!" Nada ketus dengan suara meninggi melontarkan muka penuh amarah.
Sarah terdiam sejenak dan emosinya jadi naik setelah mendengar ucapan pedas dari Rena,Ingin sekali Sarah mencakar wajah Rena dengan apa yang iya katakan barusan.
"Berkaca kamu kalau bicara padaku !, kita berdua sama saja Rena !,kamu lebih parah menjual diri sama semua hidung belang, jadi tidak usah bilang kalau aku merusak anak orang !" Ketus Sarah dengan lipat tangan dengan bibir mencibir.
"Apa !,kamu mau cari masalah denganku hah!,Jangan sampai aku melaporkan ini kepada Jimmy,ingat sarah dimana kedudukanmu itu,aku peringatkan padamu jangan ganggu adik sepupuku itu !!" Balas Rena dengan wajah dipenuhi amarah.
Sarah terdiam mendengar nama Jimmy karena lelaki itu adalah bosnya dihotel,Karena Sarah tidak membalas lagi ucapan Rena,Wanita itu langsung pergi meninggalkan Sarah yang berdiri mematung dijalan tersebut.
"Awas kamu Rena,aku tidak akan diam dengan penghinaan ini,dasar pelacurr kelas kakap,lihat saja jimmy punya istri,istrinya itu adalah adik kandungku,aku akan hancurkan hubungan kalian !" Ucap Sarah Sendiri dengan Amarah besar.
Sarah dengan kesal masuk kedalam mobil dan menutup pintu mobil dengan kasar,lalu memutar kunci mobil dan melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
Bersambung*
__ADS_1