KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 80


__ADS_3

Sekitar jam satu dini hari Mario sedikit mabuk karena minum dengan Heru sewaktu istirahat bekerja,Heru teman satu kerja Mario sedang berulang tahun,terpaksa iya juga ikut minum,lalu Mario meminta izin pulang lebih dulu karena tidak fokus bekerja dalam keadaan mabuk. Karena iya waitres kesayangan bartender Jeki orang kepercayaan manejer dikostik tersebut mengizinkan Mario izin pulang lebih dulu.


Kini kaki Mario sudah menapak keluar diskotik dan menunggu taxy online yang iya pesan sebelumnya.Saat menunggu didepan jalan sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat dihadapan Mario.


"Anda Mario?" Tanya pria kekar itu berdiri dihadapan Mario.


"Ya aku Mario,kamu siapa?" Kata Mario yang sedikit mabuk sembari hembus nafas kasar.


"Saya disuruh nyonya menjemput anda tuan,ayo masuk kedalam mobil" Jawab Pria tersebut dengan kumis tebalnya.


"Nyonya?,maksudnya?" Mario bingung dan tidak mengerti maksud Pria ini yang berpakaian rapi memakai jas seperti orang penting.


"Nyonya Kartika sudah menunggu anda" Jawab lagi Pria tersebut.


"Saya mau pulang ini sudah mau pagi,sampaikan pada mbak Kartika" Jawab Mario.


"Hah anda tidak bisa menolak nyonya Tuan" Kata Pria itu tidak ingin membuang waktu.


"Hei apa yang kau lakukan?" Kata Mario dengan terkejut saat tubuh besar Mario diangkat seperti karung beras oleh Pria tersebut.


Pria itu sangat kuat bisa angkat tubuh besar Mario masuk kedalam mobil dengan paksa.Mario ingin keluar tetapi Pria itu langsung menutup pintu mobil dan menguncinya.


"Aku mau keluar,kau memaksaku Pak" Kata Mario sembari kebingungan.


"Ikuti saja kemauan saya Tuan,apa anda mau mati !" Pria itu menodongkan pistolnya tepat diwajah Mario.


"Glek"


Mario menenggak salivanya berkali kali,karena baru ini iya ditodong pistol oleh seseorang,Mario terpaksa menurut dan duduk manis lalu pasrah,padahal iya tengah mabuk jadi tersadar melihat pistol tersebut.


"Siapa Kartika ini,Pria ini sangat kasar" Batin Mario yang duduk pasrah dibelakang bangku tumpangan mobil.


Mobil sedan hitam itu menelusuri tengah kota dan berhenti disebuah rumah besar,rumah istana kepunyaan Kartika,mata Mario melihat pintu gerbang tinggi dengan dua orang bodyguart menjaganya.


"Anda boleh turun tuan" Titah Pria yang membawa paksa Mario.


Mario keluar dari dalam mobil dan melihat pintu rumah yang begitu mewah,Mario berdecak kagum tetapi iya tutupi,lalu tangan Pria ini mengcengkram lengan Mario untuk masuk kedalam rumah.


Kaki Mario menapak didalam rumah mewah dan luas itu,ruang tamunya lebih luas tiga kali lipat dari Villa Mario,Pemuda ini melihat sekeliling rumah dan melihat foto orang asing seperti orang inggris terpampang ditengah ruangan.

__ADS_1


"Nyonya ini pemudanya" Kata Pria itu saat Kartika menuruni anak tangga satu persatu.


Kartika melihat wajah Mario yang sudah ketakutan,lalu matanya lagi melihat lengan Mario dicengkram kuat oleh bodyguart Kartika itu,wanita ini berjalan cepat dengan wajah kesal.


"Plak "


Kartika menampar keras pipi Pria kekar itu karena melihat wajah Mario yang ketakutan,Mario terkejut karena seorang wanita menampar Pria besar dan berpistol itu dengan rasa berani.


"Baron kenapa wajah tamuku ketakutan begini,pasti kau memaksanyakan hah !" kesal Kartika dengan wajah merah padam.


"Maaf nyonya tadi dia enggak mau" Jawab Bodyguart tersebut yang ternyata bernama Baron.


"Bodyguart tak berguna,kau boleh keluar" Titah Kartika dengan wajah ketat.


"Huh" Sungut Baron langsung pergi meninggalkan Kartika dan Mario didalam ruang tamu rumah.


"Mario maafkan pengawal aku ya,kamu enggak marahkan?" Suara Kartika menjadi lembut padahal tadi sempat meninggi.


"Eng-Enggak mbak" Kata Mario dengan canggung dan masih berwajah tegang.


"Ayo duduk,santai saja anggap saja rumah sendiri" Titah Kartika menarik pergelangan Mario untuk duduk diatas kursi mewah tersebut.


"Maaf Mario aku memanggil kamu untuk menemani minum,apa kamu mau?" Kata Kartika dengan gaya duduk elegan.


"Apa mbak berulang tahun sama kek Heru temanku,aku baru juga minum mbak,tapi mabuknya hilang" Kata Mario sedikit memijat dahinya.


"Enggak aku bosan saja mampir kediskotik,disini lebih nyaman Mario"


"Ya sudah mbak,ini masih jam satu,aku akan temani mbak minum"


"Nurut saja deh,entar Pria tadi nodong pistol lagi,hi serem" Batin Mario sedikit bergidik ngeri.


Jemari lentik Kartika memencet bel dari meja nakas,seketika beberapa pelayan datang menghidangkan makanan kecil serta minuman barlkohol diatas meja tamu yang mewah tersebut.


"Bi Anna ini Pemuda yang saya bilang,Mario ini Bi Anna pekerja sini" Kata Kartika melontarkan senyum.


"Tuan salam kenal,saya Bi Anna sudah dua puluh tahun bekerja disini" Kata Bi Anna sembari menuang minuman keras kedalam gelas.


"Saya Mario bi"

__ADS_1


"Nyonya dia sangat tampan" Bisik Bi Anna ditelinga Kartika.


"Ih Bibi sudah tua masih tau aja nilai orang" Kata Kartika sembari tersenyum.


"Hehee ya sudah,Tuan Mario silahkan minum,nyonya sangat baik jangan tegang gitu" Kata Bi Anna sembari tersenyum dan bergegas pergi.


"Dia pelayan kesayanganku,tidak apa dia memang bicara sesukanya disini,ayo Mario angkat gelas kamu" Kata Kartika sembari angkat gelas.


"Cheers"


Gelas mereka berdua beradu lalu Mario menenggak minuman tersebut,disusul Kartika yang juga menenggak minuman itu.


"Tumben kamu cepat pulang dari kerjaan?,aku kira Baron akan menjemput kamu jam empat nanti"


"Iya tadi sudah minta izin mbak,tapi kenapa Pria bernama Baron itu tau aku pulang cepat mbak?"


"Dia pengawal setiaku,dia dari jam dua belas menunggu kamu dari diskotik"


"Ow begitu,itu ada poto besar poto siapa?"


Kartika melirik poto besar dengan raut wajah kesedihan,lalu wanita ini hembus nafas panjang berkali kali.Mario terdiam sekelak sembari menenggak lagi minumannya.


"Dia almarhum suamiku,Michael William berkebangsaan inggris" Lirih Kartika dengan memancarkan wajah sedih.


"Kartika cantik pantas bule seganteng itu mau menikahinya" Batin Mario dengan terkagum.


"Tampan ya mbak suami mbak,kok bisa meninggal?"


"Kecelakaan,dia meninggal karena kecelakaan,sudah kamu jangan tanya lagi buat aku sedih" Kata Kartika sembari menenggak minumannya.


"Maaf kalau pertanyaanku buat mbak sedih" Lirih Mario dengan wajah menyesal.


"Iya enggak apa Mario,ayo tambah lagi" Kata Kartika dengan tangan menuang minuman lagi kedalam gelas kosong milik Mario.


"Sepertinya Kartika tinggal sendiri,kasihan juga wanita ini tinggal dirumah sebesar ini tanpa ada saudara,aku masih beruntung punya sepupu seperti mbak Rena" Batin Mario.


"Kok kamu bengong,pasti kamu bosan,tunggu ya aku akan menghidupkan musik" Kata Kartika berdiri dari duduk.


"Kamu suka musik apa Mario,apa kamu pernah berdansa?" Tanya Kartika yang sudah berdiri disudut rumah mendekati speaker mewah dan berkualitas tinggi serta canggih itu.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2