KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 35


__ADS_3

Semua karyawan ngumpul dikantor Sarah kecuali receptionis dan scurity tidak berkumpul,sedangkan Mario sudah berdiri berjejer disamping teman lainnya.


Kini Sarah dan Jimmy berdiri melihat wajah mereka satu persatu,sebenarnya mereka semua sudah tau untuk apa dipanggil keruangan itu,sedangkan tamu yang kehilangan tadi tidak nampak batang hidungnya.


"saya mau tanya apa ada diantara kalian yang menemukan jam tangan?" Kata Jimmy dengan wajah serius berdiri dihadapan karyawan semua,seperti berpidato pada saat upacara bendera.


"Tidak ada pak"


"Ya kami tidak tau pak"


Sebagian karyawan ribut ribut ada yang berbisik dan ada pula yang bergosip saling bertanya masing masing.


"Tolong kecilkan suara kalian !, buat malu saja sudah berapa puluh tahun hotel ini berdiri baru ini kehilangan barang pelanggan, apa kalian tau orang yang kehilangan itu?, dia pejabat bisa saja menuntut hotel ini hah !!,apa kalian mau dipenjarakan hah !!,Kalian tau pemilik jam tangan itu siapa?,dia orang pentiny dikota ini !!" Kata Jimmy ngedumel Karena emosi.


Jimmy takut nama hotelnya jadi tercoreng dan dicap sebagai hotel tidak bertanggung jawab,pelanggan hotel tersebut rata rata adalah pejabat jadi itu yang ditakutkan Jimmy. Kini Pria itu terduduk lemas karena tidak bisa menemukan orang yang mengambil jam tangan tersebut.


"Pak ada Cctv bisa kita lihat pelakunya" Ucap Dana memberanikan diri.


"Bodoh,Cctv tidak ada dikamar tamu itu privasi tamu,yang ada diruang reception!" Sambung Deddy dengan kerut alis.


Perkataan Dana Dan Deddy malah semakin membuat Jimmy pusing,Sedangkan Mario hanya diam saja tertunduk tidak berani bicara karena iya yang membersihkan kamar tersebut.


"Saya sudah mengganti kerugian tamu itu dia tidak mau lagi menuntut kita,tapi saya geram kenapa bisa hilang begitu saja !" Kata Jimmy sembari memijat dahinya.


Memang benar Jimmy sudah mengganti kerugian tamu tersebut karena takut pejabat itu menuntut atau mengoceh diluar sana,terpaksa pemilik hotel ini mengambil tindakan,tetapi Jimmy belum puas kalau dibiarkan akan menjadi kebiasaan.


"Pak gimana kalau kita periksa satu persatu barang milik karyawan biar adil,kami juga tidak mau dituduh pencuri,karena kami bekerja disini sudah lama" Usul Jaka mengeluarkan suara.


"Iya pak benar itu"

__ADS_1


"Saya tidak takut diperiksa,kita lakukan saja pemeriksaan"


Ucap satu persatu karyawan hotel tersebut, Jimmy tidak mau mengulur waktu apalagi karyawan jadi tidak bekerja karena insiden kehilangan ini.


Jimmy memanggil dua orang scurity hotel untuk memeriksa locker karyawan dibelakang hotel. Seluruh karyawan tidak boleh masuk kedalam ruangan ganti dimana para karyawan berkumpul makan siang dan menyimpan barang mereka diruangan karyawan tersebut.


Jimmy dan dua security saja yang memeriksa ruangan itu dan Sarah juga ikut andil didalamnya. Sarah dengan satu security berbadan gemuk periksa locker sebelah kiri, sedangkan Jimmy dengan satu scurity berkumis tebal juga periksa locker sebelah kanan. Karena letak locker berjarak saling berhadapan diruangan sepetak tersebut.


Satu jam telah berlalu memeriksa seluruh barang barang karyawan tetapi tidak menemukan jam tangan yang dimaksud. Kini Jimmy keluar dari ruangan itu dengan kerut dahi sembari berfikir.


"Kalian boleh lanjut bekerja" Tukas Jimmy sembari melirik diriku yang sedari tadi diam membisu.


"Benarkan kita bersih"


"Ya mungkin tamu itu salah letak"


Ucap Karyawan berbisik satu sama lain dengan nafas lega karena insiden ini berakhir sudah, Kini Jimmy dengan Sarah akan kembali keruangan masing masing.


Jaka menuruti kemauan Sarah dan mengikuti wanita itu menuju ruangan manejer. Dana menyenggol lengan Deddy seperti memberi kode heran.


"Pasti mereka mau mesum lagi?" Tukas Dana dengan bibir mencibir miring.


"Sst kecilkan suara kamu nanti ada yang dengar,apa mau kau dipecat hah !" Sambung Deddy dengan suara halus dihadapan Mario dan Dana.


"Alah ngapain ngomong sembunyi sembunyi, semua karyawan pada tau hubungan gelap mereka,tapi karena takut saja kita bawahan jadi pada diam" Sambung Dana dengan mengerutkan dahi.


"Ah bukan urusan kita,Ayo lanjut kerja" Sahut Deddy lagi tidak ingin membahas Jaka dan Sarah.


Deddy dan Dana melanjutkan pekerjaan kembali, sedangkan Mario izin kekamar mandi karena sedari berkumpul tadi Mario menahan rasa buang air kecil,apa jadinya kalau iya izin kekamar mandi sewaktu perkumpulan tadi pasti orang orang beranggapan buruk.

__ADS_1


Sewaktu Mario keluar dari kamar mandi seorang security berkumis tebal datang menghampirinya.


"Kamu Mario ya?" Tanya Security tersebut kepadanya.


"Ya pak saya Mario" Sambungnya sembari membaca badname security tersebut bernama Mamad,Mario heran kenapa tiba tiba Pria berkumis tebal ini mencarinya.


"Kamu dipanggil keruangan pak Jimmy sekarang,biar saya yang antar" Tukas Pria tersebut sembari menggiring Mario menuju ruangan Jimmy.


Mario hanya diam dan menuruti saja kemuan Mamad ini,apalagi Mario sudah mengenal Jimmy dari Rena, tetapi untuk apa dia memanggil Mario?,apa ingin bertanya tentang Rena?,pertanyaan demi pertanyaan terukir dihati Mario.


Lalu mereka berdua berjalan kearah kantor Jimmy yang terletak jauh dari ruangan Sarah,Security melihat sekeliling saat ingin masuk kedalam kantor Jimmy, seakan akan ini pertemuan Rahasia antara Mario dan Jimmy.


************Skip


Kembali bersama Sarah dan Jaka yang sudah berduaan didalam ruangannya tersebut,Sarah sudah berdiri dihadapan Jaka dengan penuh kekesalan,Pemuda itu tertunduk karena Sarah menatapnya dengan sangar.


"Sayang Aku tidak berbohong,jam tangan itu aku letakkan didalam tas ransel Mario" Tukas Jaka dengan berkata jujur dan takut kalau Sarah Marah.


"Jangan bohong kamu?, apa kurang jatah tadi malam yang aku kasih kekamu hah !?,kerjakan begitu saja tidak becus,gagal semua rencana kita untuk mempermalukan pemuda itu !!" Ketus Sarah dengan jengkel sekali.


"Sumpah Aku sudah meletakkan jam itu sesuai permintaan kamu?" Tukas Jaka lagi untuk membela dirinya.


"Kalau benar kau lakukan kenapa security tidak menemukan jam tangan itu hah !!,kamu tidak berguna Jaka ! " Sambung Sarah dengan wajah merah padam.


"Kenapa kau ingin menjebak pemuda gemulai itu,apa kau suka padanya!,Kalau kau suka padanya Aku akan membunuh kalian berdua !,Sadarlah Aku mencintaimu" Tandas Jaka dengan emosi yang memuncak,pemuda ini sangat mencintai Sarah karena perjaka pemuda ini Sarah yang mengambilnya.


"Ow kau sudah pintar bicara ya,ingat batasanmu Jaka,kau kubayar kita tidak terikat,jangan mengancamku seolah olah kau suamiku !!" Sambung Sarah dengan tatapan membunuh.


Jaka jadi terdiam dan mengepal tangan menahan emosinya, sebagai kekasih gelap dia tidak berdaya untuk mengatur Sarah,ternyata insiden kehilangan ini rencana Sarah dan Jaka untuk mempermalukan Mario tetapi rencana mereka gagal total.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2