KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 46


__ADS_3

Sinaran cahaya mentari masuk dicelah jendela kamar Mario,Pemuda ini duduk dengan wajah yang lesu serta mata yang menghitam,wajah Mario seperti zombie karena kurang tidur dua malam ini.


Jarum jam menunjukkan angka delapan dan enam jam lagi Mario akan mengucapkan ijab qabul bersama Mawar,biasanya bagi calon pengantin akan bahagia menunggu hari menikah mereka,tetapi berbeda dengan Mario dengan hati yang terpaksa.


Mario berdiri dari duduknya karena sudah menyiapkan diri pasrah dengan keadaan,Pria ini mengambil handuknya lalu bergegas kekamar mandi.


Walau kurang tidur iya harus mandi karena dua hari ini dia tidak menyentuh air untuk membasuh tubuhnya,padahal orang yang kurang tidur tidak boleh mandi karena daya tahan tubuh tidak stabil.


***********Skip


Kembali bersama Desy yang juga tidak tidur tadi malam iya meninggalkan ketiga temannya begitu saja,tanpa pamit ditempat hiburan tersebut.


Desy tidak tahan karena bayangan Mario terus muncul jadi dia ingin sendiri dan mengunci pintu apartemennya,gadis ini juga mematikan ponsel miliknya.


Desy mengambil sebatang rokok dan menghidupkan pemantik untuk menyalakan api membakar sebatang rokok tersebut.


"Cewek tidak bagus merokok !" Titah Mario saat dulu bersama Desy terngiang ditelinga serta dipikiran Desy dan kata kata itu terus menghantui pikiran Desy.


"Ckckc hah" Desy kecap mulut serta mengambil nafas kasar berkali kali, lalu gadis ini mematikan rokok yang baru dua kali iya hiisap,entah kenapa Desy kali ini menurut.


"Mario aku akan datang !" Gumam Desy dengan kebangkitan hati untuk mengejar cintanya kembali.


Tampaknya gadis ini mulai sadar dan menghilangkan keras kepalanya,kekesalan juga mulai lenyap dihati Desy,ternyata harus butuh waktu untuk membuat sadar orang yang keras kepala.


Dengan semangat empat lima Desy bergegas masuk kedalam kamar mandi dan membasuh tubuhnya yang tadi malam banyak mengeluarkan peluh keringat saat ditempat hiburan.


************Skip


 


Sesaat kemudian jarum jam menunjukkan angka satu sore,sudah waktunya Mario memakai baju pengantin,Rena sudah didalam kamar Mario melihat Pemuda ini duduk pasrah didepan cermin.


"Mbak apa memang ini sudah jalannya?" Tanya Mario kembali karena hatinya belum bisa terima kenyataan.

__ADS_1


"Percayalah Mario,serahkan saja pada Allah berdoa saja" Jawab Rena juga pasrah sembari memakaikan peci dipucuk kepala Mario.


"Huftf" Mario menarik nafas dalam dalam dan memejamkan mata dia harus membuang perasaanya kepada Desy dan mulai menerima kenyataan.


"Tut tut tut"


Handphone Rena berbunyi lalu wanita ini mengambil handphone dari saku celananya, Mario tidak perduli suara handphone milik Rena karena itu privasi Rena.


"Desy" Gumam Rena saat melihat nama kontak saat handphonenya berdering.


"Sebentar ya Mario" Ucap Rena meminta izin untuk meninggalkan Mario sekelak didalam kamar,lalu Rena masuk kedalam kamarnya dan angkat telpon dari Desy.


("Mbak saya sudah lakukan seperti kemauan embak,jadi saya harus gimana mbak?") Suara Desy dari sebrang sana entah dimana.


"Tepat jam dua kamu harus nongol karena ijab qabul jam dua siang,kamu tidak boleh telat bawa lelaki itu" Titah Rena dengan senyuman dibibir.


("Baiklah mbak Desy akan kesana tepat jam dua") Suara Desy lagi dari handphone Rena.


"Tut tut tut"


Dengan wajah cerah Rena kembali masuk kedalam kamar Mario,Pemuda ini heran serta terpukul melihat senyuman dibibir Rena,Mario jadi menilai kalau Rena senang dia menikahi Mawar.


"Mbak jadi senang?,mbak suka ya lihat aku menderita?" Tanya Mario lirih dan merasa sesak.


"Jangan berfikiran buruk belum tentu aku tersenyum karena melihat kamu akan menikah,nanti jam dua kamu pasti akan tau sendiri,sudah siapkan saja diri kamu Mario yakin pada mbak semua akan baik baik saja" Jawab Rena dengan mengkerutkan alis.


Mario diam saja karena tidak puas dengan jawaban Rena,seperti ada yang ditutupi Rena,tapi apa?,ini membuat Mario jadi frustasi kembali,padahal dia sudah siap dan pasrah menjalani nasibnya.


Waktu memang tidak terasa tuan penghulu sudah datang didalam rumah Maryam,terlihat Rena membawa Mario masuk kedalam rumah Maryam.


Sedangkan Mawar gelisah kenapa tidak ada yang menentang pernikahannya,Mawar mondar mandir didalam kamarnya padahal iya sudah memakai baju pengantin.


"Mana Mawar?" Tanya Rena kepada Maryam saat duduk disamping Maryam.

__ADS_1


"Dikamar, tumben kau tanya anakku apa kau sudah ikhlas dengan pernikahan ini?,baguslah" Bisik Maryam dengan Rena membuat Rena memutar mata dengan rasa malas.


Tanpa berkata lagi Rena masuk kedalam kamar Mawar yang sudah cemas karena beberapa menit lagi dia akan menikah dengan Mario.


"Mbak gimana ini?, apa bisa mbak hentikan pernikahan gila ini?" Tanya Mawar dengan wajah kecemasan.


"Mbak juga tidak tau Mawar,kalau Desy terlambat mungkin kamu akan Sah menjadi istri adikku" Jawab Rena dengan wajah kecemasan karena Desy ditelpon tidak menjawab sama sekali.


"Ibu ini sudah jam dua,mana pengantin wanitanya,masih ada lagi yang akan saya nikahkan dikomplek sebelah" Kata tuan penghulu dengan mengkerutkan dahi.


"Sebentar pak saya akan panggilkan" Jawab Maryam dengan tersenyum,apalagi para tetangga juga sudah hadir semua.


Mario sudah pasrah dengan duduk lemas dihadapan tuan penghulu. Kini Maryam membuka pintu kamar Desy dan melihat Rena terdiam bersama Mawar duduk ditepi ranjang.


"Cepat tunggu apa lagi !" Titah Maryam berdiri didepan pintu kamar.


"Sebentar saya akan membawa Mawar" Jawab Rena dengan penuh kecemasan.


Maryam diam saja dan duduk kembali ditempat semula,sedangkan Mawar saling pandang dengan Rena hati mereka berdua penuh dengan kebimbangan.


"Mbak aku enggak mau menikah,kasihan bang Mario,mending sekarang Mawar lari saja" Ucap Mawar karena tidak tau lagi harus berbuat apa.


"Sudah kita kedepan saja dulu,Aku ada rencana lain,rencana A gagal masih ada Rencana cadangan untuk mengulur waktu" Ucap Rena dengan tidak kehabisan akal.


Mawar Dan Rena terpaksa keluar dari dalam kamar karena Desy tidak nongol juga,mata semua tamu kagum melihat kecantikan Mawar dengan pangling saat memakai baju pengantin.


Rena mendekat duduk dan berbisik kepada Mario, entah apa yang dibisikin Mario sehingga lelaki ini meminta izin kepada penghulu dengan alasan ingin buang air kecil.


Beberapa menit kemudian Mario masih saja didalam kamar mandi membuat para tamu dan penghulu resah,karena waktu mulai menunjukkan angka setengah tiga.


"Bu apa tidak jadi,kok pengantin pria lama sekali pipisnya?" Tanya tuan penghulu karena dia harus melaksanakan tugas lain.


Rena terdiam karena Desy juga tidak nampak batang hidungnya,dengan kesal Maryam berjalan kearah kamar mandi mengetuk pintu kamar mandi.

__ADS_1


"Mario cepat,jangan mengulur waktu apa kamu sengaja hah?" Kesal Maryam saat didepan pintu kamar mandi.


Bersambung*


__ADS_2