KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 27


__ADS_3

Malam mulai larut Rena dan Sarah bergumul diparkiran BAR tersebut,mereka berlomba lomba untuk menang seperti pertandingan smackdown dilayar kaca. Security tempat dugem tersebut melihat pergumulan mereka dan berlari untuk melerai kedua wanita yang dilanda emosi tersebut.


"Jangan bertengkar disini nyonya !" Tukas Security berbadan gagah dan menarik lengan Rena menjaga jarak dengan Sarah.


"Aku tidak akan pernah diam kalau kau menggangu kehidupan Aku dan Mario Sarah!" kesal Rena sembari merapikan rambutnya yang acak acakan karena ditarik Sarah.


"Lihat saja !" Jawab singkat Sarah seperti tidak ada rasa berdosa dan merapikan bajunya yang sempat kotor karena terbaring dilantai tadi akibat didorong Rena.


"Awas saja kau Sarah" Ancam Rena sembari berjalan meninggalkan Sarah yang sibuk merapikan lagi makeupnya didepan cermin kecil yang selalu iya bawa didalam Tas kecilnya.


"Kau pikir kau menang Rena,cih" Sungut Sarah dengan rasa geram dan berjalan meninggalkan area tersebut. Sedangkan Security geleng kepala dan pergi melanjutkan tugasnya kembali.


**********Skip


Kembali bersamaku Mario yang kini duduk termenung didalam kamar,sepi rasanya hati ini apalagi tidak ada orang sama sekali dirumah ini. Main handphone juga tidak bersemangat.


"Tlit tlit tlit"


Handphonenya berdering dengan cepat tengan Mario meraih Handphone diatas ranjang,Mario menjadi senang karena nama kontak tersebut orang yang selama ini iya tunggu kabarnya.


("Hallo tampan, kamu sudah makan?" ) Suara Desy saat vidio call bersama Mario dan seketika bibir Mario tersenyum lebar karena melihat wajah Desy dari layar tersebut.


"Kemana saja sih?, kamu tidak ada kabar !" Tanya Mario dengan nada kesal dan mengerucutkan bibir melihat vidio wajah Desy.


("Bawa murid murid turnamen bela diri,maaf ya enggak sempat ngabari,kecarian ya?") Suara nakal Desy didalam vidio tersebut.


Karena masih jam sembilan malam Desy berniat menjemput Mario untuk jalan,Mario mengiyakan dan siap siap bergegas mengganti pakaian untuk bertemu Desy malam ini.


"Pakai baju apa ya?" Mario bingung sendiri saat membuka lemari pakaian sehabis menaruh ponsel diatas ranjang karena baru selesai vidio call Desy.


Mario ambil baju kemeja ngepas badan berwarna hitam dan celana jeans panjang tidak lupa dengan jaket kulit kesayangnya,Iya melihat tubuhnya dihadapan cermin dan merapikan rambut gaya koreanya dengan menyisir sedikit dibalut secuil minyak rambut.


"Sret sret"


Tangan Mario menyemprotkan parfum kesemua tubuh supaya Desy nyaman didekatnya nanti,entah kenapa malam ini iya sangat bersemangat sekali untuk bertemu dengan Desy,mungkinkah karena dua hari tidak bertemu dengannya?,ah entahlah sepertinya ucapan Rena benar Mario sudah jatuh cinta kepada Desy.

__ADS_1


Lalu kaki Mario berjalan kearah daun pintu utama rumah setelah memeriksa pintu dapur dan jendela rumah siapa tau belum dikunci,kini Mario sudah memakai sepatu celup menambah kepercayaan dirinya,iya Tidak lupa pakai pelembab bibir supaya lebih segar karena ini masih kebiasaan Mario.


"Syukur enggak pakai celak,akukan sudah jadi laki laki seutuhnya" Gumam Mario tertawa sendiri saat tadi dengan latah hendak memakai celak alis,niat itu iya urungkan karena saat ini gaya Mario sudah murni lelaki sejati tidak ada berbau lelaki jadi jadian.


Sesaat kemudian Desy sudah berada digerbang rumah dengan gaya biasa memakai topi dan celana jogger serta dibalut kemeja kedodoran.Bibir Mario sumringah sangat bahagia melihat langsung wajah cantik Desy dari pagar rumah,ingin sekali Pemuda ini memeluk tubuh Desy dan meluapkan rindunya tetapi itu tidak iya lakukan karena takut terlihat agresif dimata Desy.


"Enggak lamakan?,ayo !" Tukas Desy saat Mario sudah berjalan mendekatinya setelah mengunci pintu rumah.


"Enggak,Ayo" Jawabnya dengan semangat empat lima sembari menutup pagar rumah.


"Ganteng kali kau malam ini Mario,Aku jadi baper tengok kau, wangi lagi Hehehe" Kata Desy yang sudah berjalan duaan dengan Mario kearah simpang gang rumah.


"Bisa aja kau Des" Mario jadi Malu dengan senyum yang tiada henti.


Kini mereka berdua masuk kedalam mobil kepunyaan Desy,terkadang rasa Malu ada dihati Mario karena Desy yang terus menyetir mobil, sedangkan iya hanya duduk dibangku tumpangan depan,Desy mungkin maklum karena memang Mario tidak bisa menyetir jangankan mobil sepeda motor saja iya tidak punya,Ah rasanya Mario tidak berguna dihadapan Desy.


Sesaat kemudian mobil Desy sudah terparkir diparkiran sebuah gedung besar yang dibilang apartemen. Desy keluar dari mobil disusul Mario yang sudah keluar lebih dulu.


"Kita keapartemenku, Ayo Mario " Kata Desy dengan menarik jemari Mario menuju kesebuah lift.


"Tring"


Pintu lift terbuka dan Desy menuntun Mario jalan kesebuah pintu rumah yang tidak begitu jauh dari lift tersebut.


"Kamu jangan masuk dulu tunggu" Kata Desy saat membuka pintu apartemennya. Buat Mario jadi kikuk didepan pintu.


"Eh tahe lupa aku bersihkan rumah ini" Gumam Desy sibuk merapikan ruang tamu yang acak acakkan.


Hati Mario tidak sabar menunggu diluar pintu lalu tangan Mario mendorong pintu apartemen Desy,kakinya melangkah masuk kedalam apartemen Desy,gadis ini tau Mario sudah didalam ruang tamu,gadis ini langsung melonjak terkejut dan meletakkan sapu begitu saja diatas lantai.


"Kan udah Aku bilang jangan masuk dulu" Kata Desy sembari melempar gulungan kertas kedalam tong sampah.


"Ini Rumah apa kandang ayam?" Balas Mario dengan spontan dan garuk kepala membuat Desy merasa Malu.


Lalu mata Mario melihat kertas gulungan berserakan dilantai begitu saja,belum lagi piring piring kotor terletak dibawah lantai dan bersemut tampak kalau itu sudah lama dibiarkan.

__ADS_1


"Ini rancangan gedung Aku sketsanya salah, maaf susah jadi arsitektur" Kata Desy sembari memungut semua kertas diatas lantai.


"Oh begitu" Balas Mario singkat dan mencolek meja tamu karena terlihat banyak debu,Pemuda ini orangnya super bersih kamarnya saja tidak ada debu yang menempel sedikitpun,berbeda dengan Desy.


"Tenang dek ada babang Mario,mana sapu rumah kamu?" Tanyanya Saat melihat Desy sibuk dengan kertasnya.


"Kau tamu dirumahku, kau duduk saja" Tukas Desy dengan kerut alis.


Mario diam saja malah kakinya berjalan mencari alat pembersih,Desy terpaksa membiarkan Mario membersihkan apartemenya yang seperti kapal pecah,Niat untuk berkencan diurungkan sebentar.


"Aaaaaaaaaaa"


Suara Mario menjerit sekuatnya saat melihat binatang yang iya benci, Desy langsung berlari dari ruang tamu kearah dapur.


"Ada apa?,kenapa kau menjerit?" Tanya Desy saat berdiri disamping Mario. Desy hanya melihat ember dan kain pel saja tidak ada apa apa.


"Tad-tadi ada kecoak dibawah kursi itu" balas Mario dengan gugup sembari menutup muka dengan kedua telapak tangan.


Pemuda ini sangat takut dan merasa jijik melihat binatang bersayap dengan warna cokelat itu. Desy mencari kecoak itu dibawah kursi dan memukulnya dengan sendal.


"Potong aja burungmu,sama ginian takut" Tukas Desy saat mencincing antena kecoak didepan wajah Mario.


"Jangan dekat,pliese" Mario menjadi takut dengan kepala menggeleng saat Melihat kecoak ada ditangan Desy.


"Ah aku kerjai aja dia masa sama kecoak aja takut" Batin Desy dengan ide jahilnya.


"Ihh ini kecoaknya Hahaha" Suara Desy sembari tangannya mendekatkan kecoak kearah wajah Mario,Pemuda itu langsung berlari ketakutan.


"Tolong buang Des !" Teriak Mario saat sudah terpojok karena tidak ada tempat lagi untuk melarikan diri.


"Astaga gini aja takut" Kata Desy dengan geleng kepala dan tangan Desy masih mencincing antena kecoak tersebut.


"Buuuk"


Desy tidak sengaja menginjak kulit pisang diatas lantai karena kamarnya juga belum dibersihkan,tubuh Desy kini jatuh diatas tubuh Mario secara tidak sengaja.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2