KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 92


__ADS_3

Matahari mulai bersembunyi dibalik awan yang mulai berganti warna,sinar orangenya menandakan hari akan petang,tat kala Kafe bernama Kafe ReJim akan tutup dan jarum jam menunjukkan angka enam sore,Mario yang sedari tadi tidak fokus bekerja karena melihat pesan whatsup dari Melati centang satu.


"Dari tadi pagi centang satu melulu,Melati kenapa ya?,ah bodoh ah,kok aku mikirin dia terus sih,palingan entar lagi aktif" Gumam Mario.


Mario langsung berdiri dari duduk dan bergegas akan pulang,terlihat Sella dengan tangan membawa sapu berjalan kearah ruangan kerja Mario.


"Pak saya mau membersihkan ruangan ini" Kata Sella dengan malu malu saat melihat Mario membuka pintu ruangan.


"Udahan malunya,kitakan cuma berdua disini" Balas Mario yang melihat Sella berdiri tersipu malu dihadapannya.


"Duh Sella bego banget sih kamu,asal ketemuan pasti malu" Batin Sella kesal sama diri sendiri.


"Mmm,Pak Mario mau pulang?" Kata Sella memberanikan diri memandang wajah Mario dan melihat kedua bola Mata milik Mario.


"Sebenarnya sih mau pulang,tapi ngelihat kamu sendirian disini enggak tega juga" Balas Mario berjalan selangkah mendekati Sella,Mario sengaja berdiri dekat dihadapan Sella.


"Kalau kita lagi berdua gini jangan panggil aku bapak dong,aku enggak tua tua amat" Kata Mario lagi dengan tangan memegang dagu Sella dan mendongakkan wajah Sella yang tertunduk malu.


"Jadi Sella harus manggil apa?" Kata Sella dengan canggung saat dagunya masih dipegang Mario.


"Panggil nama aja" Balas Mario dengan tangan mengelus salah satu pipi Sella.


"Mar-Mario" Cicit Sella dengan canggung karena wajah Mario begitu dekat berjarak satu inci,Sella juga merasakkan nafas Mario.


"Nah gitu dong" Sahut Mario dengan mencium bibir Sella membuat gadis ini melayang.


Sella sedikit kesusahaan saat membalas ciuman bibir Mario dengan posisi berdiri,karena gadis ini lebih pendek dari Mario,Mario mengerti langsung angkat tubuh Sella dan menekan tubuh Sella mentok ditembok,Supaya Sella lebih bebas mencium Mario.posisi Sella seperti binatang Koala yang bertengger ditubuh Mario saat menikmati ciuman tersebut.


"Kau suka ciumanku?" Tanya Mario dengan posisi masih sama.Gadis itu anggukan kepala karena bibirnya tak sanggup bicara,selama ini Sella bermimpi bisa dua'an sama Mario cita citanya kesampaian juga akhirnya.


"Kau ingin yang lebih?" Tanya Mario ulang membuat Sella berfikir.


"Mak-maksud bapak,eh Mario" Kata Sella canggung dan tersipu malu.

__ADS_1


"Ah enggak jadi" Kata Mario langsung menurunkan tubuh Sella keatas lantai.


"Aduh Sella jangan bodoh kamu,pura pura bego,tinggal jawab iya ingin yang lebih aja susah" Batin Sella berkecamuk.


"Jadi bengong,aku enggak bawa mobil jadi maaf ya aku enggak bisa antar kamu" Kata Mario dengan tangan menyelipkan sisa rambut Sella ketelinga.


"Enggak apa,Sella bisa pulang sendiri kok" Kata Sella dengan canggung.


"Ya sudah aku tunggu apa gimana nih?" Balas Mario dengan senyuman manis membuat Sella meleleh.


Ring Ring Ring


Handphone Mario berdering lalu tangannya mengambil handphone dari dalam saku celana, "Kartika,aku pikir Melati" Gumam Mario saat melihat handphonenya.


"Sebentar ya,aku terima telpon dulu" Kata Mario langsung pergi berjalan menjaga jarak dari Sella.


"Pasti cewek itu yang nelpon,ih..,aku harus buat Pak Mario melupakan cewek itu" Batin Sella kesal dan cemburu.


"Maaf ya Sell,keknya aku enggak bisa lama,ada perlu penting,kamu enggak apakan aku tinggal disini?" Kata Mario.


"Tuhkan pasti dia mau ketemuan sama cewek itu" Batin Sella sangat kesal dihati.


"Ya udah ya kalau gitu aku duluan" Kata Mario tidak mau mengulur waktu karena Kartika akan menjemputnya sebentar lagi.


Saat Mario ingin pergi tangan Sella menarik baju Mario,langkah Pemuda ini berhenti dan membalikkan tubuh melihat wajah Sella memancarkan kesedihan.


"Mario jangan pergi dulu" Kata Sella langsung mencium bibir Mario dengan agresif.


Sella mencium bibir Mario membuat Pemuda ini heran,lalu lidah Sella dengan berani menerobos masuk kedalam mulut Mario dan Mario membalas mengkaitkan lidah gadis ini,sehingga nafas mereka memburu.


Mereka masih berciuman lalu kaki Mario menggiring Sella masuk kedalam ruangan kerja Mario tanpa melepaskan ciuman panas itu,Sella mengikuti kemauan Mario.Didalam ada sebuah meja setinggi perut tanpa sadar kepala Sella sudah bersandar diatas meja,sedangkan Mario berdiri terbungkuk menikmati ciuman panas tersebut.


Cup

__ADS_1


cup


Mario dengan berani mengecup setiap inci jenjang leher Sella,membuat gadis ini memekik geli dan kedua tangannya memegangi kepala Mario,bukan itu saja tangan nakal Mario membuka kancing kemeja Sella satu persatu.Mata Mario melihat bukit kembar Sella dengan berukuran sedang.


"Ah mario" Cicit Sella saat mulut Mario sudah berani mengisap salah satu pucuk gunung kembar milik Sella.Sementara tangan Sella menarik rambut Mario dan menekan kepala Mario.Senjata Mario langsung tegak berdiri dan terasa sesak didalam celana miliknya.


Lalu Mario tersadar kalau Kartika akan menjemputnya,dengan cepat Mario menyetop perbuatannya kepada Sella,Mario berdiri dan melihat Sella yang terbaring separuh dimeja tersebut dengan wajah merah merona.Padahal Sella sudah dilanda Birahi yang memuncak tetapi iya tahan demi imagenya itu.


"Maaf Sell,aku tidak bisa lanjutin ini" Kata Mario dengan tangan menutup satu persatu kancing kemeja Sella.


"Enggak apa" Kata Sella langsung berdiri tegak dihadapan Mario.


"Besok kita ketemu lagi,hati hati ya kalau pulang" Kata Mario dengan tangan mengacak rambut Sella.


"Kamu juga hati hati ya dijalan" Balas Sella berani mengelus bidang dada kekar milik Mario.


"Aku enggak bisa nahan dia disini takut kesorean" Batin Sella dengan hati berbunga bunga.


Kini kedua kaki Mario sudah melangkah keluar area kafe,Mario juga menitip kunci kafe kepada Sella,sementara gadis ini berdiri mematung memikirkan kejadian yang panas tadi.


"Duh kan jadi becek,Sella sudah gila kamu,bisa bisanya kamu menikmati tadi,Pak Mario pakai pelet apa sih buat aku meleleh" Ucap Sella dengan menepuk jidatnya.


*************Skip


Kembali bersama Mario yang sudah berjalan keluar dari area kafe,tepat dipinggir jalan iya menunggu jemputan Kartika.Tak lupa Mario melihat ponsel memeriksa lagi apakah nomor Melati sudah aktif.


"Masih centang satu rupanya,Melati pasti pake ngilang karena udah ngerasain punyaku,hah syukur aku tidak mencintai dia,bodoh amat" Kata Mario sendiri dengan kesal menaruh handphonenya kembali kedalam saku celananya.


Sebuah mobil sedan hitam berhenti tepat didepan Mario,karena Mario sudah tau itu jemputan dari Kartika tangannya langsung membuka pintu mobil dan masuk kedalam mobil tersebut.Ternyata Mario dijemput Baron iya mempunyai kumis tebal terlihat seram,Baron juga jarang tersenyum.


"Punya kamu segede apa sih?,sampai nyonya tergila gila gitu" Tiba tiba Baron nyeplos bertanya kepada Mario,padahal sedari tadi mereka berdua diam membisu didalam mobil.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2