KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 17


__ADS_3

Matahari menjulang tinggi memancarkan sinar yang membuat kulit terasa terbakar dan menandakan jarum jam sudah menunjukkan angka dua belas siang,Mario buru buru keluar dari depan hotel untuk memenuhi janji dengan Desy hendak makan siang.


Seorang gadis dari jendela mobil mewah berwarna hitam melambai tangan,dia Desy yang sudah menunggu Mario sedari tadi.


Kaki Mario terus melangkah menuju parkiran hotel lalu tangannya membuka daun pintu mobil dan duduk dibangku tumpangan depan.


"Lama ya Des?" Tanya Mario dengan duduk malu malu karena baru kali ini jalan makan bersama wanita,apalagi Desy yang menyetir timbul juga rasa dihati Mario minder atau ingat dirinya yang tidak punya apa apa,tetapi itu Mario bawa santai didepan Desy supaya enggak gugup.


"Enggak terlalu,oh iya kita makan dimana?"Tanya Desy yang sudah memutar kunci kontak mobil dan menekan pedal gas melajukan mobilnya.


"Terserah kamu deh,aku ikut ikut saja"Jawab Mario dengan cengengesan dan melirik sesekali wajah Desy yang cantik.


"Ok ok"


Sahut Desy sesekali melirik Mario yang duduk manis dibangku tumpangan,Desy fokus menyetir sedangkan Mario membuka kode pola handphone dan melihat whatsup.


Mobil berhenti setelah Desy menekan pedal rem dan mengambil parkiran disudut,Mario melihat sebuah restauran mahal dan turun dari dalam mobil.Sedangkan Desy sudah turun dan berjalan hendak masuk kedalam restauran yang terlihat mahal.


"Duh kok disini sih,Aku kira makan diwarteg atau apa kek yang dikit murah,mana ada uangku bayar makan Desy" Ucap Mario dalam hati dengan penuh kecemesan,Mario hanya membawa uang seratus ribu rupiah didalam saku celana.


"Lama kali kau jalan ah" Tukas Desy menarik lengan Mario dan menggiring masuk kedalam restauran tersebut.


Desy mengambil meja dipaling ujung kanan,Mario sih ngikut saja karena baru pertama kali masuk dan makan ditempat begini mewahnya,dari lahir sampai sekarang cuma makan diemperan bila Mario ingat dahulu dikota kelahirannya.


Seorang pelayan dengan ramah membawa dua buku menu dan menaruhnya dimeja pasangan itu.Desy membaca buku menu dengan serius,sedangkan Mario melirik buku menu tersebut.


"Eh kok ditengok terus,kau mau pesan apa?"Kata Desy dengan kerut alis karena melihat Mario bengong sendiri,Mario anggukan kepala dan mengambil buku menu yang terletak diatas meja.


"Astaghfirullah...mahal mahal amat satu menu harganya dua ratus bahkan lima ratus ribu,uangku cuma seratus ribu" Mario membatin dengan menelan ludah dan timbul kecemasan didalam hati.

__ADS_1


"Kau pesan apa?" Tanya lagi Desy karena kasihan lihat pelayan berdiri menunggu mereka berdua.


"Air putih aja deh,Aku enggak lapar"Jawab Mario dengan wajah penuh kecemasan.Desy membelalakan mata karena mendengar jawaban Mario.


"Paok apa ya, ini restauran ternama dikota ini masak kau cuma pesan air putih,yee...,pasti kau bingung ya banyak menunya?,ya sudah kasihan mbak ini nunggui kita dua,mbak saya pesan menu yang paling spesial direstauran ini" Kata Desy panjang kali lebar.


Kerlingan mata Desy saat melihat wajah Mario seperti kambing congek,selain miskin iya juga bodoh dihadapan Desy dan Mario menggerutu didalam hati,Ah sungguh tak habis fikir Mario bisa jalan dengan gadis kaya seperti Desy.


Beberapa menit kemudian dua pelayan mengantarkan makanan tersebut diatas meja,stick daging,lobster besar seperti kepala orang ditambah menu lainnya membuat Mario tambah tercengang diam saja.


"Ayo makan dari tadi kau banyakan diam Mario,apa kau belum pernah kesini?" Tanya Desy yang sudah menyiapkan sendok dan garpu.


"Maaf Des,jujur aku belum pernah kesini bahkan makanan ini belum pernah Aku coba"Jawab Mario jujur dengan polos hati, sebenarnya malu sangat mengakui itu tetapi Mario lebih baik jujur dari pada enggak tau tapi pura pura tau.


"Oh paham,ayo dimakan Mario stick disini enak banget" Tukas Desy dengan wajah semangat.Jari jari Mario sedikit kaku memegang pisau daging dan garpu,biasanya Mario makan daging pakai tangan lebih nikmat rasanya.


Kini tangan kanan Mario sudah mengambil daging diatas piring,banyak mata pelanggan lain yang kelihatannya orang kaya melihat tingkahnya makan pakai tangan,Desy acuh saja bahkan gadis itu mencuci tangan juga dan mengikuti gaya makan Mario mungkin itu cara Desy supaya Mario jadi nyaman.


"Lihat Des kita dilihati orang banyak" Tukas Mario karena tak nyaman diperhatikan mata mata orang yang aneh.


"Biarkan saja,orang kita makan bayar kok bukan minta dari mereka,lanjutkan makan kau" Balas Desy dan mengambil stick daging pakai tangan.


"Ada nasinya itu" Kata Desy saat melihat tepi bibir Mario tertinggal sisa nasi,dengan lincah tangan Desy mengambil sisa nasi ditepi bibir Mario,Desy perhatian sekali membuat hati Mario bergetar saat ini.


Beberapa menit kemudian semua makanan habis walau bersisa sedikit sedikit,Desy beranjak dari duduk karena ingin ketoilet,Mata Mario merasa aneh melihat Desy berjalan seperti lelaki tidak ada indah indahnya,tidak seperti wanita lain yang melenggak lenggokan pinggulnya dengan anggun.


"Sepertinya kami terbalik aku jalan feminim dia jalan lelaki sejati,ah dunia dunia".Kata Mario langsung tersenyum.


"Mbak mbak sini" Tangan Mario memanggil Pelayan yang melintas didepan meja,Pelayan membalikan tubuh dan berjalan kearah Mario.Lalu Mario meminta jumlah Bon makanan mereka kepada pelayan tersebut.

__ADS_1


"Sebentar ya pak saya kekasir dulu" Tukas pelayan berjalan kearah kasir.


Ada beberapa menit pelayan datang membawa secarik kertas dan menaruh diatas meja,mata Mario terbelalak melihat jumlah Bon makanan mereka,jumlahnya sangat jauh sekali dari uang yang ada disaku celana Mario bahkan separuhnya juga tidak ada untuk membayar tagihan itu.


"Mbak boleh bayar pakai handphone?"Tanya Mario dengan polos,lalu Mario garuk tengkuknya merasa bodoh.


"Maaf pak tidak bisa" Jawab pelayan yang sudah menunggu Mario untuk membayar.


"Tunggu ya mbak entar saya panggil lagi nanti" Ucap Mario karena melihat Desy yang berjalan kearah meja mereka dan tampaknya dia sudah selesai dari toilet.


Pelayan itu langsung pergi hanya anggukan kepala saja sambil tersenyum.Kini Desy sudah duduk kembali ditempat semula dengan wajah yang tersenyum.


"Ini Bon kita?" Tanya Desy lalu mengambil faktor Bon makan,Mario diam saja dengan anggukan kepala dan berfikir pakai apa caranya membayar.


"Sebentar ya" Tukas Desy lagi langsung berdiri dari duduk dan berjalan kearah kasir. Betapa malunya diri Mario sebagai Pria tidak bisa membayar tagihan makan mereka.


Desy berjalan lagi kearah meja mereka langsung membawa tas dan berjalan keparkiran,Mario diam saja mengikuti Desy yang masuk kedalam mobil.


"Dari tadi kau diam terus,apa ada yang salah?"Tanya Desy heran dengan memutar kunci kontak mobilnya.


"Entar kalau Aku gajian aku pasti yang bayar ya Des".Jawab Mario dengan wajah sedih dan merasa malu karena tidak enak hati.


"Jadi karena ini dari tadi kau diam terus hah?, paok paok,Aku yang ajak kau Mario artinya aku yang teraktir,ngapai kau pikirin" Balas Desy dengan kerut dahi dan melajukan mobil.


"Ya enggak enak aja Des,aku cowok jadi---" Mario tidak ingin melanjutkannya sesak rasanya jadi orang yang tak punya ini.


"Sudah gitu aja dipikirin,aku antar kau pulang kehotel".Sahut Desy tangannya langsung mencubit mesra pipi kanan Mario,terlihat tangan Mario mengelus pipinya bekas cubitan Desy.


Besambung*

__ADS_1


__ADS_2