
"Cuit cuit cuit"
Kicauan burung burung bernyanyi merdu saat menyambut pagi yang cerah,sinar mentari mulai menampakkan cahayanya dicelah jendela kamar Mario.Lalu pemuda ini terduduk sembari mengumpulkan nyawa karena sehabis tidur yang sangat lelap.Kakinya berjalan membuka pintu kamar seraya mengambil handuk yang terletak menggantung dibalik pintu.
Tadi malam sangat indah karena bermesraan dengan Desy baginya tadi malam adalah sebuah kencan,tidak tau kalau pikiran Desy juga sama seperti Mario saat ini.
Mata Mario melihat sekeliling dapur dan saat lewat ruang tamu sangat sepi,kelihatannya Rena tidak pulang tadi malam dan kaki Mario terus berjalan menuju kamar mandi hendak membersihkan diri dan berniat untuk kerja.
"Mawar kau makan ini, sudah berapa hari kau tak makan !" Bentak suara Maryam terdengar dari bilik kamar mandi Mario,Mario berfikir kenapa Mawar tidak keluar rumah beberapa hari ini apa dia sakit?,Iya ingin menegurnya tetapi sangat sungkan karena ibunya yang sangat dingin bila bertemu dengan Mario.
Kini Maryam sudah berjalan masuk kedalam kamar Mawar dan menemukan Mawar yang terduduk lemas sembari melamun,tanpa kata Maryam meletakkan sebuah piring berisikan makanan diatas meja nakas untuk Mawar.
Walau Maryam tampak kejam tetapi dia masih mempunyai naluri seorang Ibu yang tidak ingin anaknya kenapa kenapa dan wanita setengah baya ini keluar rumah dengan terburu buru.
"Ini tidak bisa dibiarkan Aku harus menemui pemuda itu !" Tukas Maryam dengan menyimpan amarah dan geram kepada pemuda yang telah menghamili anaknya itu.
Tangan Maryam melambai saat melihat angkutan kota berjalan lurus kearahnya,Maryam masuk kedalam angkutan kota tersebut dengan terburu buru karena ingin sampai kesebuah perumahan elite.
Sedangkan Mawar melihat makanan itu dengan wajah yang tak berselera,lalu gadis ini bangkit dari ranjang dan membuka jendela karena sudah dua hari tidak membukanya.
Mawar melihat kepala Mario dibalik gorden jendelanya karena jendela mereka berdua hanya jarak Dua jengkal saja maklum komplek rumah rapat rapat.Mario melihat bayangan Mawar dan membuka gorden jendela untuk melihat dengan jelas wajah gadis itu.
"Mawar kamu sakit ya?" Tanya Mario yang sehabis dari kamar mandi melihat wajah pucat Mawar dari dalam jendela kamar ini
"Ma-mawar memang tak enak badan bang" Jawab Mawar dengan suara gemetar ingin sekali dia mencari sandaran bahu untuk mengadu kepada orang yang perduli.
"Mau abang belikan obat?, biar Mawar cepat sembuh" Tawar Mario dengan rasa Iba dan prihatin karena biasanya mereka mengobrol dari jendela masing masing.
Mawar sangat terharu mendengar ucapan dan tawaran Mario sehingga tanpa sadar tetesan embun bening jatuh dipipi lembut Mawar, Mawar tidak menjawab hanya tangisan pilu dan langsung hilang dari jendela kamarnya.
__ADS_1
"Kenapa dia nangis?,pasti dia banyak masalah" Gumam Mario sangat heran tidak melihat lagi wajah Mawar dibalik jendela kamarnya.
Gadis ini terduduk dibawah ranjang dengan perasaan pilu,apalagi melihat Mario yang begitu perhatian dan andai Saja pemuda yang menghamilinya berkata seperti apa yang dikatakan Mario betapa bahagianya Mawar.
"Menyesal aku mencintaimu Andy, andai saja Mario ah tidak " Gumam Mawar telah berfikiran kacau menyamakan Andy dengan kepolosan Mario.
Mawar berdiri sembari mengusap air matanya dan melihat kearah jendela lagi,Gadis ini melihat Mario yang sibuk menyisir rambutnya.
"Bang Mario, Bang .." Suara parau Mawar yang terasa sangat pilu didengar.
"Mawar sebenarnya kamu kenapa?, kok nangis?, jadi abang belikan obatnya?" Tanya Mario lagi dengan meletakkan sisir rambut diatas meja nakas.
"Sudah minum obat bang, abang kalau kerja hati hati ya, Mawar doakan abang sehat selalu" Sambung Mawar yang pura pura tersenyum padahal hatinya sangat kacau.
"Iy-iya deh" Kata Mario dengan heran sekali tidak pernahnya gadis ini berkata seperti itu,seperti buang tabiat saja.
"Jangan melamun, Aku pergi dulu ya Mawar" Kata Mario lagi yang masih melihat Mawar berdiri mematung ditengah jendela kamar.
Mario kini berjalan keluar gerbang sembari senyum sendiri melihat handphone karena pesan Desy yang terlihat lucu saat mengucapkan selamat pagi untuknya,saat melintas didepan rumah sebelah terlihat Mawar melambaikan tangan untuk Mario,lalu Pemuda ini membalas lambaian tangan Mawar dengan senyuman.
********Skip
Kembali bersama wanita setengah baya yang sudah berjalan masuk kedalam perumahan elite,satpam angguk kepala seakan memberi kode bahwa yang dicari Maryam orangnya sudah pulang atau didalam rumah.
Kini wanita setengah baya itu sudah dipagar rumah Andy dan melihat mobil hitam mewah terparkir didalam garasi mobil sebelah kanan,Maryam semakin yakin pemuda itu sudah berada didalam rumah.
"Tok tok tok tok !"
Maryam mengetuk pintu rumah Andy karena pagar rumah kebetulan tidak dikunci jadi Maryam bisa masuk kedalam balkon teras rumah depan,Maryam berdiri didaun pintu rumah Andy.
__ADS_1
Tidak ada yang membuka pintu rumah sehingga Maryam jadi jengkel dan mengulang kembali mengetuk pintu rumah yang terlihat sunyi sepi seperti tidak berpenghuni.
"Tok to tok !" Pintu sangat keras diketuk Maryam sehingga orang yang didalam sedang tidur pulas terbangun denga hati yang sangat kesal bercampur emosi.
"Siapa sih ah pagi pagi gini ketuk rumah Aku seperti itu !" Kata Andy yang masih terbaring diatas ranjang sembari dipeluk seorang wanita cantik.
"Tamu kamu kali sayang,Aku yang buka pintu"Sambung wanita itu sambil terduduk mengumpulkan nyawa dan menutupi tubuhnya yang tanpa busana dengan selimut tebal diatas ranjang.
"Jangan !, biar aku saja" Sahut Andy yang sudah berdiri tanpa busana dan memungut pakaian yang terletak begitu saja diatas lantai,tampak kalau pasangan ini tadi malam lagi enak enakan.
Andy melarang wanita ini membuka pintu karena dia bukan pasangan halal,wanita itu adalah wanita malam yang selalu dibayar Andy jika ingin berbuat mesum.Tatkala Andy membawa wanita langganannya itu tanpa sepengetahuan tetangga ataupun satpam jaga.
"Tok tok tok"
Maryam sengaja mengetuk terus sampai ada orang yang membuka pintu rumah tersebut, Andy dengan emosi membuka pintu karena merasa terganggu.
"Siapa sih yang bertamu pagi pagi, enggak tau waktu apa !" Kata Andy sendiri sembari membuka pintu dengan perasaan kesal.
"Oh Anda tante,mau apa kesini?" Kata Andy dengan santai seperti tidak ada masalah,sepertinya pemuda ini muka tembok atau dia menyembunyikan rasa takutnya saat melihat Maryam dengan wajah sangar dibalut tatapan membunuh.
"Mau apa mau apa, jangan berlagak bego kau Andy !" Ketus Maryam langsung masuk kedalam rumah dan berdiri dihadapan Andy.
Sebenarnya Andy sudah tau kedatangan Maryam pasti tentang Mawar,tetapi pemuda ini berlagak tidak tau karena ingin buang badan dan tidak perduli dengan anak yang dikandung Mawar.
"Pasti kau sudah tau kedatangan Aku kemari untuk apa !" Ketus Maryam dengan wajah berangnya.
"Sudah Aku bilang sama anak tante kalau itu bukan anakku !" Balas Andy sembari menghidupkan sebatang rokok dan berwajah santai mejawab dengan entengnya dihadapan Maryam.
Pemuda buaya begini cocoknya dihukum rajam atau dibalsemi senjatanya biar jera dan mau mengaku atas perbuatannya itu.
__ADS_1
Bersambung*