KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 55


__ADS_3

"Cepat kau kebandara Desy akan pergi dari kota ini" Mario membaca pesan dari handphonenya seakan disambar petir dimalam hari,pesan dari Yuda itu mampu membawa Mario berjalan lari keluar rumah dengan memakai celana pendek kumal dan baju kaos lesuh,karena itu biasa iya pakai kalau tidur didalam kamar.


"Mario kau mau kemana?" Tanya Rena melihat Mario lari dari rumah sampai dihalaman rumah dengan baju seperti itu,tidak biasanya Pemuda itu keluar dengan pakaian seperti itu.


"Mario mau kejar Desy mbak, jangan khawatir nanti Mario telpon mbak" Jawab Mario sembari menutup pintu pagar. Dengan jemari gemetaran Pemuda ini menelpon Yuda untuk meminta tolong menjemput iya karena uang yang iya bawa tidak cukup kalau memesan taxy online.


"Desy kau mau kemana?" Gumam Mario dengan bendungan air mata yang mulai menetes dikedua pipinya,sungguh sangat cemas perasaan Mario dengan hati takut kehilangan gadis yang iya cintai.


"Brum brum"


Suara sepeda motor Yuda berhenti didepan Mario yang sudah berdiri ditepi jalan,mata Yuda melihat atas bawah penampilan Mario membuat Yuda geleng kepala.Tetapi itu tidak dibahas Yuda karena akan membuang waktu,tanpa kata Mario naik keatas motor Yuda.


"Desy mau kemana yud?" Tanya Mario sedih sembari memegang bahu Yuda diatas motor milik Yuda.


"Pulang kekotanya,aku dapat pesan dari Desy menyampaikan itu untukmu,kau sudah siap bertemu sama papa Desy yang killer itu?"Jawab Yuda yang bergidik ngeri.


"Kenapa kau bicara begitu Yud,aku tidak tau papanya gimana karena aku belum kenal" Jawab Mario heran sembari cemas dihati.


"Kau lihat sendiri nanti,aku aja malas berhadapan dengan bapak itu,seram aku lihat" Kata Yuda sembari tancap gas menuju kesebuah bandara.


Apa maksud perkataan Yuda?,apa sengeri itu orang tua laki laki Desy?,oh kenapa masalah ini begitu rumit sekali membuat Mario semakin bingung serta takut tidak bisa bertemu Desy lagi.Menghadapi Norma saja dia tidak bisa bicara apalagi Pria yang dimaksud Yuda.


Tidak berapa lama motor Yuda sampai didalam parkiran bandara,kedua Pemuda ini langsung berjalan masuk kedalam bandara besar tersebut,Mario tidak pernah masuk kedalam bandara seumur hidupnya karena iya tidak mampu untuk menbayar ongkos pesawat sampai dikota ini saja dia bersyukur sekali dengan naik kapal besar.


"Lewat sini kau bengong aja" Kata Yuda sembari berjalan cepat menarik lengan Mario.Kedua pemuda ini melihat sepasang suami istri yang menggandeng Desy lagi duduk menunggu panggilan antrian pesawat.

__ADS_1


"Desy !" Panggil Mario membuat gadis ini menoleh kearah kiri dan melihat Mario dan Yuda berjalan kearahnya.


"Siapa dia ma?" Tanya Pria besar berwajah seram dan berkumis tebal serta dengan mata yang menatap seperti elang dengan Mario dan Pria ini melihat atas bawa penampilan Mario.


"Itu Pa,pemuda yang mama bilang tadi" Jawab Norma dengan wajah kesal saat melihat Mario dan Yuda dihadapan mereka semua.


"Mario" Ucap Desy ingin mendekati Mario tetapi langkahnya ditahan Pria tinggi besar itu.


"Kalian harus pergi dari sini,jangan sampai orang orangku datang dan membawa paksa kalian,ini bandara aku tidak mau membuat keributan disini,apa kalian mengerti?" Nada tegas Parlin membuat Yuda berjalan mundur sedikit karena rasa takut,sedangkan Mario berdiri tegak memberanikan diri menatap wajah sangar milik Parlin.


"Aku mencintai anak Om,tolong restui hubungan kami" Tukas Mario memberanikan diri padahal dihati jantungnya rasanya mau copot saja berhadapan dengan Pria setengah baya tersebut.


"Papa jangan sakiti Mario Pa" Sambung Desy dengan wajah Memohon membuat Parlin melihat kebelakang dimana Desy dijaga ketat oleh Norma,gadis ini tau sifat asli orang tua laki lakinya.


"Hahahahha,aku tunggu kau dirumahku,ayo Norma kita ketinggalan pesawat nanti" Parlin tertawa sekelak dan meninggalkan Mario.


"Wah men kau harus susul Desy kesana,berani juga kau ternyata" Tukas Yuda dengan menepuk bahu Mario yang sudah duduk disamping Mario.


"Ayo kita pulang" Lirih Mario sembari berdiri duduk dan beranjak pergi dari bandara tersebut.


Ucapan Parlin sangat dicerna oleh Mario tetapi dia pakai uang apa menyusul Desy kekota sebelah?,sementara dia memutuskan tidak bekerja lagi dihotel berbintang itu.


"Kau pulang apa kita nongkrong dulu?" Tanya Yuda membuat lamunan Mario diatas motor jadi buyar.


"Aku pulang saja Yud,makasih ya mau bantu aku" Jawab Mario sembari melihat sejumlah mobil melintas dijalanan besar ini.

__ADS_1


"Kau masih bekerja dihotel Mario?" Tanya Yuda yang masih fokus mengendarai motor.


"Tidak Yuda,inilah yang aku bingungkan untuk kerumah Desy,aku tidak punya ongkos Yud" Jawab Mario dengan wajah sedih.


"Desy banyak menolong aku,kau bekerja saja disowrum aku,soal ongkos biar aku yang bayar dipotong gajimu nanti,kau mau?" Tawar Yuda dengan senang hati.


Betapa baiknya Yuda menawarkan pekerjaan serta meminjamkan uang untuk Mario,selama ini Mario salah sangka kalau Yuda itu tidak menyukainya ternyata persangka Mario salah Yuda ternyata orang baik.


"Makasih ya Yud,aku akan bekerja disowrum kamu semampuku" Jawab Mario dengan tersenyum lega karena mendapat tawaran yang bagus.


"Ok,kau harus bersiap aku mau ngebut" TukasYuda sembari menakan gas motor besarnya menuju rumah Mario.


*******


Didalam pesawat Desy tersenyum manis sangat lega dengan ucapan terakhir papanya,Parlin melihat senyum anak gadisnya dengan mengkerutkan dahi.


"Kenapa papa bilang gitu tadi sama anak itu?,apa papa tidak memperhatikan pakaian yang dipakai pemuda itu kumal sekali" Tanya Norma dengan heran padahal tadi Suaminya sangat marah mendengar Mario tidur didalam apartemen.


"Ya aku tau dia pasti pemuda miskin,itu trik aku saja Norma kamu pikir aku setuju,aku orang penting apa harus membuat keributan dibandara apa kata awak media ma,ini saja aku diam diam pergi karena tidak bisa cuti tugasku masih banyak dikantor" Balas Parlin dengan wajah datar.


"Aku kira Papa setuju sama pemuda itu,tapi kelihatannya mereka saling mencintai pa,aku takut anak kamu lari lagi seperti dulu waktu kita jodohkan" Kata Norma dengan wajah penuh kekhawatiran.


"Entahlah Norma anak perempuan kau yang satu ini susah kali mendidiknya" Parlin memijat dahi tidak habis fikir.


Parlin adalah Pria yang tegas mendidik anaknya secara militer sebagai orang penting dia ingin anaknya bernasib mujur,didikan dia selama ini membuahkan hasil contohnya anak sulungnya menjadi polisi militer dikota mereka bernama Ikhsan,sedangkan anak kedua bernama Melani menjadi anggota dewan dikota mereka juga,lain dengan Desy yang memilih jauh dari politik sebagai arsitektur dibidangnya.

__ADS_1


Parlin sebenarnya tidak setuju Desy mengambil bidang kerja seperti itu,dulu Desy sewaktu kecil dididik diajari ilmu beladiri supaya menjadi polisi wanita itu keinginan Parlin,tetapi Desy anaknya keras tidak mau menurut perkataan Parlin.


Bersambung*


__ADS_2