
Rintikan gerimis membasahi dedaunan serta semua kota,ternyata pagi ini tidak secerah pagi kemarin yang terpapar sinar mentari.Awan terus mendung menjadi gelap seakan tau ada yang dilanda dilema.
Dialah Mario yang termenung tanpa tidur semalaman terlihat matanya yang cekung serta kehitaman alias mata panda,Mario juga tidak bekerja karena alasan sakit dan esok juga Mario akan menikah dengan Mawar seperti janjinya kepada Maryam,ditambah lagi saat menelpon Desy tadi subuh yang menjawab suara Pria lain.
Keadaan rumah juga sepi mungkin Rena masih terlelap didalam kamarnya,Mario membuka jendela kamar dan melihat kearah luar. Mario menatap benci rumah Mawar saat membuka jendela tersebut.
Mawar membuka jendela dan melihat wajah Mario yang masam menatap dirinya,Mario langsung menutup jendelanya kembali karena tidak sudi melihat wajah Mawar.
Gadis ini jadi merasa bersalah melihat Mario yang sudah membencinya,biasanya Pemuda tersebut menyapa Mawar dengan riang dipagi hari saat membuka jendela.
"Bang Mario pasti sangat membenciku,ini semua karena Ibuku" Gumam Mawar dengan geram dan kesal mengingat kejadian tadi malam.
Apa jadinya kalau Aku menikah dengan Mario?,pagi ini saja dia tidak sudi melihatku apa lagi nanti hidup bersama,ibu telah gila aku harus mencari akal supaya besok tidak jadi menikah.Terlintas dipikiran Mawar untuk mengurungkan niatnya menikah dengan Mario.
Gadis ini dengan semangat berjalan keluar dari kamar mandi dan memikul handuk dibahunya,Maryam melihat anak gadisnya seperti sudah kembali tidak meratapi kesedihan seperti kemarin kemarin.
Dengan semangat juga Maryam membuatkan sarapan didalam dapur,karena wanita ini melihat anaknya sudah kembali seperti biasa tidak murung lagi.
Tok tok tok
Pintu rumah Maryam diketuk seseorang,Maryam merasa terganggu dan mematikan kompor gas karena sedang memasak.
"Siapa sih pagi pagi bertamu?" Gumam Maryam dengan kesal dan berjalan kearah pintu rumah.
Maryam membuka pintu dan melihat tamu yang tidak dia inginkan,dengan malas dia melihat tamu wanita sebayanya yaitu tetangganya yang bernama Yuli.
"Kau masak apa?,pagi pagi rumahmu sudah harum masakan" Tukas Yuli yang sudah masuk kedalam ruang tamu rumah.
"Masak sarapan Yul,kau ada perlu apa kemari?" Tanya Maryam sembari berjalan kearah dapur diikuti Yuli dari belakang. Yuli sudah biasa bertamu kerumah Maryam jadi Maryam tidak perlu sibuk mempersilahkan wanita itu duduk dirumahnya.
__ADS_1
"Kamu udah enak ya,enggak kerja nyuci lagi,dagangan kamu juga udah besar,emangnya dapat pinjaman dari mana Mar?" Tanya Yuli yang sudah duduk dikursi meja makan.
"Kau mau tau saja,saudaraku dikampung baru jual sawah jadi aku kebagian Yul" Jawab Maryam berbohong padahal dapat duit dari hasil kehamilan anaknya.
Mawar mendengar obrolan Ibunya bersama tetangganya yang suka bergosip,Mawar geleng kepala saat ibunya menjawab dengan kebohongan.
"Enak ya,oh iya Mar tadi malam aku melihat kamu keluar dari rumah Rena,kalian bertengkar lagi ya?" Tanya Yuli dengan tersenyum dengan masuk menyelidiki suara suara tadi malam.
Maryam mematikan kompor gas kembali mendengar ucapan Yuli,wajar saja pasti ada yang melihat Maryam dengan Mawar keluar dari rumah Rena,tetangga satu ini cocok jadi mata mata polisi karena ucapan yang iya katakan benar adanya.
"Kami tidak bertengkar,hanya membahas pernikahan saja" Jawab Datar Maryam sembari meletakkan piring diatas meja.
"Siapa yang mau menikah Mar?" Tanya Yuli dengan penasaran dia suka ada gosip baru.
"Anakkku dengan adik Rena,mereka pacaran jadi minta menikah,ya terpaksa aku setuju menikahkan anakku dengan Pemuda miskin!" Jawab Maryam dengan tersenyum getir.
"Kamu kok setuju Mar,padahal kau sangat membenci Rena,kau bilang dulu calon memantu kamu kaya?" Tukas Yuli lagi seakan mengejek harga diri Maryam.
"Namanya udah jodoh,mau gimana lagi terpaksa kere terus" Dengus Maryam kesal sembari meletakkan nasi goreng diatas piring.
"Cih Maryam tidak bisa dipegang ucapannya,kemarin dia bilang Rena pelakor,sekarang mau menikahkan anaknya dengan adik Rena itu,mulut berbisa juga Maryam ini,Aku sempat benci dengan Rena karena gosip Maryam,sekarang aku tau siapa yang bermuka dua" Batin Yuli dengan tersenyum licik.
"Jangan lupa kabari aku Ya Mar kalau anakmu menikah nanti,aku mau pamit dulu belum masak soalnya" Tukas Yuli berdiri dari duduknya.
"Apa kau tidak mau sarapan dulu?" Tawar Maryam dengan basa basi padahal dihatinya ingin sekali mengusir Yuli dari rumahnya.
"Terima kasih Mar aku sudah kenyang" Jawab Yuli melontarkan senyum dan pergi meninggalkan rumah Maryam dari pintu depan rumah.
"Muak punya tetangga suka gosip,mau tau saja urusan orang,cih..!" Gumam Maryam dengan geram hati,padahal dia tadi baik didepan Yuli dibelakang Maryam mengumpat Yuli.
__ADS_1
Ini ciri ciri manusia yang bermuka dua,baik didepan lalu dibelakang mengumpat dihati,sifat manusia seperti ini tidak bisa hilang karena sudah menjadi karakter buruknya sendiri.
Mawar dengan wajah masam keluar dari kamar mandi,Mawar sangat kesal dengan ucapan dan kebohongan Maryam,yang dia kesalkan sudah menjebak Mario malah menghinanya miskin didepan tetangga seperti Yuli yang rajin bergosip.
"Antarkan ini kerumah sebelah,siapa tau calon suami kamu lapar" Titah Maryam saat Mawar hendak berjalan kearah kamarnya.
"Antarkan saja sendiri,Mawar mau pergi kesupermarket" Jawab Mawar dengan datar membuat Maryam geram.
"Mau apa kau kesana?" Tanya Maryam yang masih berdiri dipinggir meja makan.
"Ada yang mau dibeli sebentar saja" Kata Mawar dengan datar langsung masuk kedalam kamarnya.
Perubahan Mawar dirasakan Maryam tetapi wanita tua tersebut tidak perduli,yang penting anaknya besok menikah dan aib kehamilan Mawar dapat terselamatkan demi nama baiknya dikomplek ini. Karena Mario dan Rena tidak tau kalau anaknya itu sudah hamil tiga minggu lebih.
Mawar bergegas keluar rumah dengan buru buru,lalu memegang handphone ditangannya yang lama sudah tidak iya pegang. Mawar seperti menunggu seseorang disimpang gang komplek rumah.
"Ini sudah jam sepuluh,gerimis juga sudah berhenti,pasti mbak Rena keluar dari rumah" Gumam Mawar sembari melihat gang persimpangan rumah.
Mawar berdiri disebuah toko supaya tidak kepergok Maryam,entah kenapa gadis ini ingin bertemu dengan Rena. Gadis ini dengan gelisah sembari melihat jam tangannya.
Dua puluh menit berlalu Rena belum juga keluar dari rumah,biasanya wanita itu keluar ingin membeli makan siang buat dia dan Mario. Saat gadis ini ingin pulang langkahnya terhenti saat melihat Rena dengan baju daster berjalan melewati persimpangan.
"Mbak Rena !" Panggil Mawar dari sudut persimpangan didekat toko perabot, kepala Rena menoleh kebelakang mencari sumber suara yang memanggilnya.
Rena melihat Mawar yang berdiri memanggilnya dari belakang,sepontan Rena melontarkan wajah masam dan jijik bertemu Mawar,dengan langkah cepat wanita itu pergi dari hadapan Mawar.
"Mbak aku mau bicara !" Kejar Mawar sampai ketengah jalan sedikit jauh dari persimpangan rumah,Rena tidak perduli langsung berjalan begitu saja ingin menghindari Mawar.
Bersambung*
__ADS_1