KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 63


__ADS_3

Mobil itu terparkir didepan hotel lalu Desy dan Ikhsan berjalan dari lorong hotel menuju kamar satu dua enam. "Tok tok tok" Lengan Ikhsan mengetuk pintu kamar tersebut.


"Ceklek" Mario membukanya seketika wajah Desy bahagia yang berdiri dihadapan Mario.


"Mario..." Desy melonjak senang dan melompat memeluk Mario,kedua lengan Mario menyambut Desy dan memeluk berputar putar kegirangan didalam kamar,pasangan ini tidak perduli Ikhsan yang seperti jaga nyamuk masih berdiri tercengang melihat kemesraan adiknya.


"Eee lepas lepas,udah macam difilm film aja kalian" Lengan Ikhsan menarik kerah belakang baju Mario membuat pelukan lepas dan kemesraan buyar begitu saja.


"Abang ganggu aja !" Sambung Desy memukul mukul kecil dada bidang Ikhsan.


"Maaf bang udah lama enggak bertemu,eheheh" Mario cengengesan dengan kikuk,walaupun Ikhsan sudah mau menolong mereka bertemu,Mario harus menjaga sikap dan tidak besar kepala kepada Ikhsan.


Ingin sekali Mario mencium Desy saat ini tetapi ada Ikhsan yang mulai bertingkah posessif kepada Desy,terlihat Ikhsan menarik lengan Desy supaya menjaga jarak sedikit dengan Mario.


"Bang Ikhsan keluar bentar dong kami mau bicara pribadi,pliese janji kami enggak macam macam" Titah Desy dengan wajah memohon.


"Mmmm betul enggak macam macam?" Tanya Ikhsan dengan wajah mengkerutkan dahi.


"Tenang bang, Mario enggak macam macam sama Desy" Sambung Mario


"Ya sudah waktu kalian satu jam,ingat jangan macam macam,kalau enggak ini" Tukas Ikhsan sembari mengepal tangan didepan Mario.


"Udahan sana dulu" Desy langsung mendorong pelan tubuh Ikhsan.


"Iya iya dasar kecebong" Ikhsan langsung pergi dari kamar tersebut.


Tinggalah berdua sepasang sejoli ini akan memadu kasih melepas kerinduan masing masing,Mario memandang teduh wajah cantik Desy dan tersenyum penuh arti.


Sedangkan Desy tiba tiba wajahnya jadi kesal entah apa yang iya pikirkan,Desy langsung mendekati Mario yang masih berdiri.Senyum Mario menghilang saat mengetahui wajah Desy berubah jadi masam.


"Plak plak" Desy langsung menampar kedua pipi Mario dengan wajah kesal,Pemuda ini terkejut padahal tadi Desy sangat senang bertemu dengannya dan kenapa sekarang berubah berbalik?,apakah Desy sudah gila?.

__ADS_1


"Say-sayang kamu kok tampar aku?" Tanya Mario tercengang sembari memegangi pipinya yang terasa terbakar.


"Tamparan itu tidak seberapa dari kenyataan yang selama ini kamu tutupi !' Mata Desy terbelalak dihadapan Mario.


"Maksudnya?" Mario tidak mengerti kesalahannya.


"Apa mau aku tinju lagi muka kamu hah?,tadi ada Bang Ikhsan aku tidak mungkin bertanya soal ini !" Ketus Desy.


"Jangan dong sayang kok kamu jadi galak gitu,apa salahku?"


"Kenapa kau tidak jujur dari awal soal masa lalu kamu Mario !!,kamu jahat tidak jujur sama aku,aku benci laki laki tidak jujur,gara gara kau menutupi itu orang tuaku jadi tidak terima hubungan kita Mario !!" Suara Desy meninggi dengan mata yang berkaca kaca.


"Kalau aku jujur kepada orang tua kamu apa mereka terima aku apa adanya?,apa mereka terima begitu saja?"


"Ya setidaknya kamu jujur kepadaku Mario,jangan ada yang ditutupi" Desy tidak bisa lagi menahan air matanya yang sudah menetes secara bergantian dipipi saat dihadapan Mario.


"Jangan menangis sayang,aku tidak tahan kalau air mata kamu ini menetes kek gini" Mario mengusap kedua air mata Desy yang membasahi kedua pipi lembutnya.


"Aku harus cerita dari manalagi Des,kau sudah tau yang sebenarnya jadi ngapai lagi aku cerita tentang masa lalu yang sudah aku buang jauh jauh"


"Jadi itu semua benar?,aku selama ini pacaran ah entahlah" Desy memijat dahinya merasakan pusing mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari Mario.


"Sayang,sumpah aku udah berubah,maafkan aku tidak mau jujur selama ini,aku berat untuk mengatakannya karena itu butuh waktu,tolong kamu ngerti perasaanku Des" Mario menenggak salivanya berkali kali takut kalau Desy tidak akan mencintainya lagi seperti dulu.


Desy terdiam mematung karena tidak terima dengan kenyataan ini,ternyata berita itu memang benar membuat sesak seluruh dada Desy.


"Aku mau pulang,aku butuh waktu".Lirih Desy dengan berjalan lemas kearah pintu kamar untuk keluar dari kamar ini.


"Sayang kamu marah,kamu enggak mau lagi sama aku?" Tanya Mario dengan mata yang berkaca kaca.


"Aku butuh waktu Mario !!" Ketus Desy sembari tidak melihat wajah Mario.

__ADS_1


"Aku mengerti sekarang, kau tidak menerima akukan setelah tau siapa aku,kau pasti membenci aku kan?"


"Bukan itu maksudku Mario !!,aku tidak terima saja orang lain yang memberi tau ini,Papa aku sendiri yang memberi tau,karena itu mereka malu menerima kamu"


"Benar ini yang aku takutkan makannya aku tidak bisa jujur,aku sengaja merahasiakan ini dulu mencari momen yang tepat Desy"


"Momen yang tepat?,momen apa hah !,momen orang tua aku yang lebih tau dulu dari pada aku sendiri pacar kamu Mario !"


"Ya sudah aku pasrah saja,sekarang apa mau kamu Des?"


"Entahlah kedua orang tuaku menentang keras hubungan kita,aku tidak tau lagi harus merayu mereka dengan cara apa,karena masa lalu kamu fatal dimata mereka"


"Yang aku tanya sekarang mau kamu gimana Des,bukan orang tua kamu"


"Aku memang mecintai kamu Mario,tetapi mengetahui masa lalumu itu aku tidak bisa terima,aku tid----"


"Aku sudah tau jawaban kamu Desy,kau belum siap terima aku apa adanya,iyakan?,itu maksud kamu,kamu mau jujur tapi takut mangkannya kamu bawa bawa orang tua kamu diobrolan kita ini,iyakan?"


"Iya Mario aku malu,aku syock mendengar itu,aku belum siap,sudahlah aku mau sendiri dulu,aku mau pulang" Balas Desy langsung pergi begitu saja tanpa mendengar lagi penjelasan lain dari Mario.Kini hati Mario bagai disambar petir disiang bolong mendengar perkataan terakhir Desy,bagi Mario ini seperti mimpi saja tidak sangka Desy mengatakan Hal sepedas itu.


"Desy aku belum siap bicara,biar kamu tau ya aku juga tidak mau jadi Banci kalau bukan karena kejiwaan aku dulu sakit !!" Teriak Mario tidak perduli Desy mendengar ucapannya atau tidak,karena gadis tersebut sudah berlalu dari hadapannya.


Mario tidak bisa berkata kata lagi apalagi Desy sudah pergi begitu saja,Mario tidak mencegah kepergian Desy,iya pikir kedatangan Desy tadi untuk melepaskan rindu dan saling bermesraan,nyatanya perkataan pahit dari Desy yang harus diterima Mario saat ini.


Oww betapa pedihnya hati Mario bagai ditusuk belati tajam mendengar ucapan terakhir Desy,sakit sangat sakit gadis yang iya cintai tidak mau menerima masa lalu Mario.Akhirnya yang ditakutkan Mario terjadi juga cintanya menjauh setelah tau semua.


"Hikksssss" Pemuda ini terisak parah hingga duduk terbungkuk diatas lantai,meratapi kepedihan hidupnya,andai dia dari lahir bisa memilih dia tidak akan mau menentang kodratnya sebagai lelaki,Desy hanya tau sebagian dari masa lalu Mario dan sebagian lagi Desy tidak tau kenapa Mario memilih menjadi wanita Jadi jadian dahulu.


Mario ingin bercerita lagi tentang trauma kekerasan yang iya alami,tetapi mendengar ucapan pahit Desy tadi Pemuda ini tidak sempat bicara.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2