
Siang ini kafe begitu padat dengan pengunjung tetapi kebanyakan pengunjung wanita,karena mereka datang hanya untuk mencuci mata melihat manejer kafe tersebut.
Sella sang pelayan kafe dibantu Milla sibuk menghidangkan berbagai jenis minuman dan makanan pesanan para pengunjung kafe tersebut.
Disisi lain sang Manejer kafe sudah keluar dari ruangannya menuju kasir dan memeriksa pekerjaan para karyawan.Lalu Sella berjalan cepat melewati kasir dengan melirik Mario yang berdiri didekat kasir.
"Buuuk" Sella menubruk tubuh Marni yang berjalan lawan arah gadis ini melamun saat melirik Mario,mereka berdua jadi terjatuh keatas lantai,Mario dan sebagian orang yang ada ditempat itu terkejut sembari geli sendiri.
"Pakai mata Sella,sakit tau bokong aku" Marni berdiri dari jatuhnya dan mengusek ngusek bokongnya.
Mario berjalan kearah mereka dan berdiri didekat Sella yang masih terduduk diatas lantai,kini tangan Mario langsung menarik lengan Sella supaya berdiri dari jatuhnya,niat Mario menolong pelayan ini,Marni tercengang melihat lengan Sella disentuh lelaki pujaannya itu.
"Huh mending tadi aku enggak usah berdiri biar ditolongi Pak Mario" Batin Marni menggerutu sambil menyesal.
"Kamu enggak mau pelan pelan,lain kali kalian berdua jalan hati hati,coba kalau tadi bawa pesanan orang gimana coba" Kata Mario dengan nada tegas.
"Iya Pak lain kali kami hati hati,Ini nih Sella jalan enggak pake mata" Sambung Marni bersungut kesal.
"Maaf Mar" Sella menunduk dengan wajah menyesal.
"Ya sudah kalian berdua lanjut kerja lagi" Balas Mario langsung berjalan masuk kedalam ruangannya.
Marni pergi melanjutkan lagi pekerjaanya,sedangkan Sella berlari girang masuk kedalam toilet umum wanita sembari memegangi lengan kirinya yang bekas dipegang Mario.
"Ya Allah aku dipegang Pak Mario,andai aku dicium juga ih pasti geregetan,Pak Mario ganteng dan imut" Kata Sella dengan kegirangan sembari membayangkan bibir Mario yang sexy berwarna pink mencium Bibir Sella.
"Ah Sella itu hanya khayalan kamu saja,mana mungkin pelayan seperti kamu dicium manejer sendiri,jangan mimpi kamu Sella" Kata Sella lagi yang langsung sadar dan tau diri siapa dia dikafe ini.
Kembali bersama Mario didalam ruangan lagi minum obat yang diberikan dokter kemarin,sudah dua hari ini dia mengkonsumsi obat tersebut,tinggal menunggu hasilnya nanti.
"Tok tok tok" pintu ruangan diketuk.
"Masuk saja" Kata Mario sembari menyembunyikan obat didalam laci meja kerjanya.
"Pak ada yang cari tuh" Kata Milla setelah membuka pintu ruangan.
"Cowok apa cewek?" Tanya Mario sembari melirik Milla dan melihat lagi komputernya.
__ADS_1
"Ya ceweklah Pak,enggak pernah cowok yang cari bapak,bapak dah kek artis banyak yang cariin Hihihi" Kata Milla sembari terkekeh pelan.
"Mmmm,ya sudah entar lagi kesana" Kata Mario sembari menarik nafas panjang.
Milla langsung pergi keluar ruangan Mario lalu melanjutkan pekerjaanya lagi,sedangkan Mario berjalan keluar ruangan untuk melihat orang yang telah mencarinya.
"Duh mbak Kartika,siang siang begini" Gumam Mario melihat Kartika dimeja pojokan kafe dari kejauhan.
Mario berjalan kearah pojokan kafe karena harus bersikap profesional bertemu dengan pengunjung dan melayani keluhan setiap orang yang datang.
Kini Kaki Mario sudah menapak dimeja Kartika,mata Mario melihat jelas wajah cantik alami Kartika serta kulit putih mulus seperti tahu milik Kartika dengan jelas,karena Mario melihat Kartika pada malam hari.
"Mario Sini,aku datang kemari hanya main kekafe ini" Sapa Kartika sembari menikmati secangkir kopi pesanannya.
"Kartika ternyata cantik kalau siang hari,aku kira dia seperti nenek sihir,nyatanya seperti bidadari" Batin Mario dengan kagum.
"Mbak udah makan?" Tanya Mario mengambil duduk didepan Kartika.
"Aku udah kenyang Mario,tunggu bentar ya aku harus membalas pesan ini" Jawab Kartika sibuk membalas pesan dari handphone mahal miliknya.
"Maaf ya Mario buat kamu menunggu lama,klien bisnis banyak jadi selalu sibuk" Kata Kartika memecahkan keheningan.
"Ah enggak apa mbak,keknya mbak sibuk benar,mbak kerja apa?" Tanya Mario
"Ah cuma asisten saja dikantor" Kata Kartika berbohong iya tidak mau memperlihatkan jati dirinya.
"Asisten kok pakai mobil mewah" Batin Mario sendiri.
"Kamu sudah lama kerja disini Mario?" tanya Kartika mengalihkan obrolan supaya Mario tidak bertanya lagi siapa dia sebenarnya.
"Cuma beberapa bulan kafe ini masih baru mbak,ownernya sepupu aku sendiri" Jawab Mario.
"Masih baru sudah ramai begini,tapi kebanyakan wanita ya" Kata Kartika melirik kanan kiri.
"Iya mbak sebagian wanita" Balas Mario Jadi salah tingkah.
"Pak ada yang nyariin tuh" Kata Marni yang sudah didepan meja Kartika.
__ADS_1
"Siapa?" Kata Mario heran sembari mencari cari orang yang memanggilnya.
"Dia didekat kasir,cewek yang tempo hari,yang imut itu" Kata Marni sembari tersenyum.
"Oh itu pasti Melati,ya sudah bilang sama dia tunggu sebentar" Kata Mario.
Marni pergi meninggalkan mereka berdua,Sedangkan Kartika berfikir mendengar nama gadis yang mencari Mario.Lalu Mario berdiri dari duduknya.
"Siapa Melati?,pacar kamu?" Kata Kartika memancarkan wajah kecewa sedikit.
"Ow dia teman aku mbak,ya sudah mbak aku kesana dulu" Jawab Mario sembari bergegas pergi.
Kartika melihat kearah kasir ada sosok gadis cantik berdiri seperti menunggu Mario,lalu mata Kartika melihat Mario menyamperi gadis tersebut.
"Cantik juga gadis itu,aku bersaing dengan seorang gadis cantik,mmm..." Kartika tersenyum sendiri dengan geli,karena merasa tersaingin.
Wanita berkelas ini berdiri dari duduk dan berjalan dengan elegan meninggalkan kafe tersebut,lalu iya masuk kedalam mobil mewahnya dan pergi meninggalkan kafe itu.
Disisi lain Mario sudah bertemu dengan Melati,berbincang sedikit dan pergi meninggalkan kafe dan masuk kedalam mobil milik Melati.
"Kita mau kemana lagi?" Kata Mario sembari menghidupkan mesin mobil.
"Aku mau kesebuah taman,apa kau suka main kesana?" Kata Melati tersenyum manis.
"Kita kesuatu tempat yang pasti kau suka,aku tidak suka main ketaman" Jawab Mario sembari fokus menyetir.
"Terserah kamu aja deh"
"Kemana aja kamu bawa aku suka Mario,yang penting bersama kamu saat ini" Batin Melati dengan senang hati.
Mario mengajak Melati kesebuah tempat wisata yang khusus tempat kencan,disana memang terlihat sepi hanya beberapa pasangan memadu kasih ditempat itu,kini mobil mereka sudah sampai ditempat itu.
"Wah sejuk disini,kamu pandai memilih tempat,apa dulu kamu bersama pacar kesini Mario?" Kata Melati menghirup udara segar serta melihat pepohonan yang sangat asri.
"Aku tau dari media sosial,baru ini kesini,kita coba yuk". Ajak Mario sembari menggandeng jemari Melati untuk jalan masuk kedalam tempat tersebut.
Bersambung*
__ADS_1