
Beberapa menit kemudian mobil Desy sudah terparkir digedung apartemen,gadis ini membuka pintu mobil dan memapah tubuh Mario masuk kedalam lift,Gadis ini kepayahan memapah Pemuda yang iya cintai karena jemarinya tidak bisa tenang memegangi apa yang iya dapat,contohnya bokong Desy selalu dipencet jemari Mario dan gadis ini ingin marah tetapi tidak bisa karena Mario memang lagi terbawa reaksi obat yang telah iya minum.
Gadis ini membuka pintu apartemen miliknya dan membawa tubuh Mario kedalam kamar,Desy meletakkan tubuh Mario diatas ranjang dan dengan cepat tangan Mario menarik lengan gadis ini hingga jatuh keatas ranjang.
"Tunggu sayang aku mau ambil air putih buat kamu" Ucap Desy yang sudah berbaring diatas ranjang,niat Gadis ini tidak kesampaian karena dengan liar Mario sudah mencium bibir mungil Desy dan gadis ini tidak berkutik mengikuti alur ciuman yang dibuat Mario.
"Sreek"
Tangan Mario dengan liar membuka kancing resleting baju gadis ini, "Jangan" lirih Desy saat jemari Mario membuka Bra Desy,kini sudah terlihat dua bukit kembar yang ranum dan tanpa jeda Mario mencicipi benjolan seperti kacang berwarna merah muda kecokelatan milik Desy,gadis ini meracau saat lidah Mario bermain dipucuk salah satu bukit kembar kepunyaan Desy.
"Eugh Mario" Desy meracau lagi dengan lirih begitu lincahnya lidah Mario memainkan itu,sampai tanpa sadar jemari Desy menekan kepala Mario supaya lebih dalam lagi mengecap bukit tersebut.Gadis ini ingin menolak tetapi bahasa tubuhnya mengatakan Ayo lagi ini enak sekali !!.
OH betapa nikmatnya perbuatan lidah Mario sampai gadis ini merasakan sensasi yang luar biasa,Tangan nakal Mario mulai membuka resleting celana Desy tetapi kaki Desy menyilang supaya Mario susah untuk melepas celana jeans berwaran biru tersebut.
Sementara yang dirasakan Mario hanya birahi saja tetapi kenapa senjata antik kepunyaan Mario tidak kunjung tegak berdiri,senjata itu masih seperti selang yang tidak terisi air lemas dan layu,hanya hasrat saja membabi buta ingin bermain mungkin karena efek obat tersebut.
"Jangan aku masih perawan Sayang !" Tukas Desy saat tangan nakal Mario ingin membuka dalaman Desy. "Sssss" Desy meracau saat gundukan itu dielus jemari nakal Mario.Mata gadis ini merem melek merasakan lagi sensasi yang lebih dahsyat.
"Aku capek" Lirih Mario menyetop perbuatan nakalnya kepada Desy,Pemuda ini langsung turun dari atas tubuh Desy dan tidur telentang disamping Desy.
"Zzzzzzz" Mario langsunng terpulas tidur tidak memikirkan perasaan Desy dan hasrat yang masih tergantung,gadis ini langsung duduk dengan wajah terbodoh melihat kekasihnya tidur tanpa melanjutkan aksinya.
"Jahat kali kau Mario,ih kau gantung aku ya" Desy bicara sendiri dengan memakai pakaian kembali.
__ADS_1
"Huh palak kali aku jadinya" Tukas Desy lagi sembari turun dari atas ranjang,lalu gadis ini berjalan kearah dapur untuk mengambil air putih karena rasa haus yang tidak bisa ditahan. "Glek glek" Suara tenggorokan Desy saat menenggak air putih tersebut.
Desy memegangi dadanya kembali dan mengingat apa yang terjadi barusan,karena baru kali ini dia merasakan sensasi tersebut,Desy tidak pernah mendapatkan perlakuan itu saat berpacaran dengan mantannya cuma Mario yang melakukan itu.
"Dia jadi pintar gitu,apa pengaruh obat itu?" Tanda tanya terus hinggap dipikiran Desy,gadis ini menarik nafas dalam dan mengeluarkannya dengan kasar. Dia langkahkan kaki ini keruang tamu dan duduk diatas sofa.
"Baru jam delapan malam,apa aku kabari mbak Rena saja ya kalau Mario menginap disini,ah tapi apa kata mbak Rena nanti kalau dia nginap disini?,Ah lebih baik jujur saja" Ucap Desy sembari memberi pesan kenomor Rena supaya wanita itu tidak khawatir.
"Tik tok tik tok" Suara detik jam terus berputar gadis ini masih duduk diatas sofa sembari tangannya sketsa sebuah gambar gedung diatas kertas putih,itu kerjaan Desy setiap malam.
"Ibu ...." Suara Mario terdengar oleh Desy sepontan gadis ini berlari kecil kearah kamar,langkah Desy berhenti ditepi ranjang dan memeriksa keadaan kekasihnya itu,dengan rasa heran melihat tubuh Mario sudah basah karena keringat yang sebesar jagung keluar dari pori pori kulitnya.
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Desy sembari menyeka kening Mario yang sudah basah,Perlahan Mario membuka kedua matanya samar samar melihat wajah cantik Desy.
"Minum dulu" Sahut Desy sembari memapah punggung Mario untuk duduk dan memberikan segelas air putih,Pemuda ini lemas seperti tidak berdaya mungkin efek obat sudah habis,Tiba tiba Mario memeluk tubuh Desy sangatlah erat membuat gadis ini bingung.
"Sayang aku tidak mau lagi kerja disitu,ada Medusa disana" Tukas Mario dengan mata berkaca kaca,Desy bingung siapa yang dimaksud Mario Medusa secara itu wanita berambut ular.
"Aku tidak paham apa yang kamu bilang" Bingung Desy dan menatap kekasihnya dengan wajah penuh amarah.
"Sarah manejer hotel tempat kerjaku,aku benci sama dia" Balas Mario dengan wajah merah padam dan baru ini Desy melihat wajah marah Mario.
"Jadi manejer hotel itu yang berusaha menggoda kamu?" Tanya Desy dengan rasa emosi dan menggeram..
__ADS_1
"Sudah lama dia menggangguku,aku tidak mau lagi bekerja disitu" Tukas Mario dengan wajah penuh penyesalan kenapa tadi iya mau saja dipanggil wanita gila tersebut.
"Aku akan buat perhitungan dengan wanita yang bernama Sarah itu" Batin Desy dengan rasa geram dan rahang yang menggertakkan gigi.
"Apa kau tadi tidak sadar apa yang kau lakukan padaku?,kau nakal tadi" Kata Desy dengan mengerutkan dahi didepan Mario.
"Aku tidak tau,aku berbuat apa?" Tanya Mario dengan wajah bodoh dan berfikiran bingung.
"Sudahlah tidak usah dibahas,syukur ada Om itu yang menolong kamu,kalau tidak.." Desy melihat Mario dengan wajah kecemasan.
"Abang Jimmy,aku ingat dia yang membawa aku keluar dari ruangan Sarah" Sahut Mario dengan rasa syukur dia terselamatkan berkat Jimmy. "Lagian aku tidak sudi dengan wanita gila itu" Ucap Mario lagi dengan menundukkan kepala dia amat menyesal.
"Jadi itu yang namanya Jimmy?,Ganteng juga ya pantas mbak Rena tergila gila" Sambung Desy dengan mengukir senyuman,Mario mengerucutkan bibir karena cemburu gadis yang iya cintai memuji ketampanan cowok lain.
"Tapi kamu lebih ganteng Hehehe" Kata Desy lagi sembari cengengesan karena tau Mario tidak suka kalau dia berbicara begitu.
"Tapi benarkan kamu tidak ingat apa yang kita lakukan tadi?" Tanya Desy ulang siapa tau Mario ingat kelakuannya yang hampir memperawani Desy.
Pemuda ini hanga geleng kepala menjawab pertanyaan gadis yang iya cintai,Lalu gadis ini berdiri turun dari ranjang sembari membawa gelas kosong.
"Aku kedapur dulu,kamu istirahat saja" Titah Desy sembari keluar dari dalam kamar dan berjalan kearah dapur.
"Maafkan aku Sayang aku berbohong,sebenarnya aku ingat apa yang kulakukan tadi,aku bingung saja kenapa senjata antik ini enggak bisa berdiri juga" Batin Mario dengan kesal didalam hati lalu mencaci dirinya sendiri.
__ADS_1
Bersambung*