
Cahaya mentari menembus celah jendela kamar Mario,lalu iya membuka mata langsung duduk dari tidurnya,rasanya badan iya sangat sehat tidur dikasur yang empuk,dengan perasaan senang Mario berdiri membuka jendela kamarnya.
Mario melihat jam tangan yang iya letak diatas meja nakas,jarum jam menunjukan pukul delapan pagi,mata Mario lalu berpindah melihat kearah jendela dan membuka gorden berwarna hijau lumut.
"Pagi Abang Mario" Suara lembut dan ramah menegur Mario dibalik jendela,dia adalah Mawar tetangga sebelah rumah yang memelihara kucing Anggora,kucing yang Mario temukan semalam didapur rumah.
"Pagi mbak Mawar".Sambung Mario dengan bibir melontarkan senyuman kecil buat Mawar.
"Eh kok mbak sih,aku baru umur dua puluh empat bang".Kata Mawar dengan bibir cemberut,gadis itu sedang menyiram bunga bunga yang terletak disamping rumahnya.
Mata Mario melihat kearah tubuh Mawar yang putih bagaikan bengkoang,tubuh Mawar dibalut daster dengan panjang sepaha membuat kesan sexy kepada pemiliknya,belum lagi ukuran dada yang kencang dibalik baju nan tipis itu.
"Sexy amat Mawar".Gumam Mario lalu melihat lagi hidung mancung mawar yang kecil serta bibir tipis warna pink muda.
"Abang kok melamun?".Suara lembut Mawar mengejutkan Mario yang dari tadi memperhatikan tubuh gadis itu.
"Eng-enggak".Jawab Mario dengan gugup dan menggaruk kepala padahal kepalanya tidak ada rasa gatal sama sekali.
"Mbak,eh Mawar aku mandi dulu ya" Kata Mario dengan nada gugup saat mata bening Mawar memperhatikan iya terus.
"Ok bang Mario" Jawab Mawar lalu sibuk menyelesaikan pekerjaannya yang sempat tertunda karena obrolan mereka.
Kini tangan Mario membuka pintu kamar dan melihat seisi rumah,lalu iya berjalan dengan membawa handuk yang iya pikul dibahu.
"Kok sunyi?,mbak Rena apa tidak pulang tadi malam?".Gumam Mario saat berjalan menuju kamar utama.Lalu tangannya mengetuk pintu kamar Rena tetapi tidak ada jawaban sama sekali.
"Mbak Rena enggak pulang, waduh gawat malah aku enggak punya baju,sial karena penjahat kemarin ah.." Mario bicara sendiri sambil melihat pintu kamar Rena yang masih tertutup rapat.
__ADS_1
"Terpaksa pakai baju ini lagi".Gumam Mario sambil berjalan kearah dapur, langkahnya terhenti saat melihat sebuah lemari kecil disamping meja makan,tanpa berpikir lagi kaki Mario berjalan mendekati lemari tersebut siapa tau ada baju yang bisa iya kenakan.
Kini tangan Mario membuka lemari dan melihat setumpuk kaos dengan tertata rapi, lalu dibawahnya Mario juga melihat ada celana panjang jeans,tangan Mario langsung mengambil kaos berwarna merah dan Celana jeans panjang tampaknya seukuran dengan dirinya.
"Kek nya ini baju suami mbak Rena,aku pinjam sajalah" Kata Mario dengan semangat sembari bangkit dari jongkok.
"Mama kau mati !!". Latah Mario sangat terkejut melihat Rena yang sudah ada dibelakang dirinya berdiri mematung.
"Mbak kapan masuknya?,ih mbak ini buat Mario kaget aja" Ucap Mario lagi dengan tangan menutup lemari kecil tersebut.
"Ngapai kamu ambil baju lelaki jahanamm itu?,aku mau bakar baju itu !" Sambung Rena dengan emosi yang mulai menjadi saat melihat baju diatas bahu Mario.
"Oh ini mbak maaf, aku semalam lupa cerita sama mbak, aku kecopetan mbak dan bajuku diambil mereka,HP aku aja udah enggak ada mbak".Jawab Mario dengan wajah sedih dan setelah itu iya menundukan kepala karena mata Reni terbelalak lagi.
"Mangkannya jadi laki laki itu harus jantan, biar kamu enggak dirampok orang Mario,ya sudah itu boleh kamu pakai tapi siap itu cuci aku enggak mau ada pakaian kotor yang menumpuk" Ketus Rena yang sudah duduk dimeja makan.
"Baik mbak nanti Mario cuci kok,Mario juga suka kebersihan hehehhe" Kata Mario dengan mulut cengengesan.
"Iya mbak,Mario mandi dulu ya".Sahut Mario sambil berjalan menuju kamar mandi. Rena diam saja dan beranjak dari duduk lalu berjalan kearah kamar utama.
"Cerewet benar mbak Rena,harus extra bersih ini rumah".Gumam Mario saat didalam kamar mandi, memang Rena orangnya pembersih terlihat dari dapur yang tertata rapi serta lantai yang kinclong semua serba bersih.
"Lala lalala".Mario bersenandung saat membuka pintu kamar mandi,tubuhnya terasa segar sekali sehabis mandi,langkah kaki Mario terhenti dimeja makan dan melihat bungkusan yang dibawa Rena.
"Lontong sayur".Kata Mario sendiri dengan tangan menarik kursi makan,lalu Mario buka bungkusan tersebut dan langsung melahapnya.
"Apa enggak bisa merubah dudukmu itu,feminim banget kamu duduk",Suara Rena dengan nada kesal tiba tiba sudah dibelakang tubuh Mario.
__ADS_1
"Uhuk...uhuk".Mario tersedak karena terkejut cepat cepat tangannya mengambil air putih didalam gelas.
"Pelan pelan kalau makan,aduh aduh".Sungut Rena dengan tangan menarik kursi makan dan duduk dihadapan Mario.
"Mario kamu ini ganteng lho,sayangkan kalau sia sia".Rena geleng kepala dan mengambil sebungkus makanan diatas meja.
"Iya mbak Mario udah bertekad mau jadi laki laki,entar temani Mario potong rambut ya mbak, tapi duit Mario enggak ada lagi mbak, apa bisa Mario....". Mario tidak melanjutkan omongan itu rasanya iya terlalu banyak meminta,sudah Mario menumpang dirumahnya banyak pula permintaan Mario.
"Kamu enggak ada duitkan?,itu yang mau kamu bilang,ya sudah entar aku yang bayar"
"Makasih ya mbak".Balas Mario dengan semangat empat lima sambil melahap lagi lontong sayur yang sedari tadi menunggunya untuk dihabiskan.
Selang beberapa waktu Mario dan Rena sudah siap siap didepan rumah untuk kesalon pria atau barber shop,tangan Rena mengunci pintu rumah sekelak sedangkan bibir Mario tersenyum pada Mawar yang lagi duduk bersama kucingnya dibalkon teras rumah depan.
"Eh bang Mario mau kemana bang?".Tanya Mawar dengan nada ramah dan tersenyum.
"Ini mau pangkas rambut".Sahut Mario dengan senyum lebar dan berjalan kepintu pagar rumah.
"Pagi mbak Rena".Kata Mawar lagi melihat Rena berjalan menuju pintu gerbang rumah, Rena hanya melontarkan senyuman dan melambai tangan kepada Mawar.
"Ada kemajuan kamu udah kenal tetangga aku, tapi kamu jangan dekat sama dia" Kata Rena yang sudah dijalanan besar bersama Mario lagi menunggu mini bus.
"Memangnya kenapa mbak,kan Mario cuma berteman saja" Sambungnya dengan kerut alis dan berfikir kenapa Rena begitu dingin kepada Mawar,apalagi tadi saat Mawar menegur Rena tidak ada bersuara.
"Kemarin dia hampir merayu mantan suamiku,udah gitu tiap hari laki laki yang datang kerumahnya beda beda,dia gadis murahan,aku enggak suka dekat dekat apalagi omongan" Kata Rena lalu kakinya naik keatas mini bus.
"Mario enggak namanya baru kenal" Sambung Mario mengikut naik mini bus tersebut.
__ADS_1
Mini bus tersebut melaju terus menuju jalanan raya,Mario masih berfikir apa benar ucapan Rena barusan soal gadis yang begitu cantik dan ramah ternyata murahan,ah rasanya mungkin saja karena Mario baru dua hari mengenal Mawar.
Bersambung*