KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 13


__ADS_3

"Aku tadi mau minta tolong ambilkan air putih hangat,ini kurang hangat samaku" Kata Desy mengkerutkan alis dan masih duduk gaya preman.


Kaki Desy masih naik satu diatas kursi dengan lutut sebagai penyanggahnya,terlihat jelas warna merah dalaman yang iya pakai membuat mata suci Mario jadi ternoda melihat pemandangan tersebut,karena jarak mereka duduk tidak begitu jauh apalagi saling berhadapan.


"Itu ada telpon hotel,saya bukan bagian restoran tapi bagian bersih bersih".Jawab Mario dengan tersenyum.


"Bah,enggak kutengok pula,maaf ya aku kalau mabuk jdi paok".Jawab Desy dengan memijat kepala.


"Hei dudukmu feminim kali kepit kepit paha Hahahah...,padahal kau ganteng" Ucap lagi Desy dengan berterus terang.


"Kamu duduk seperti preman terminal"Jawab Mario tidak mau kalah dan menatap Desy dengan lirih,padahal iya takut bicara begitu.


"Hahaahhaah"


Tiba tiba Desy tertawa keras membuat Mario cengengesan,Mario kira dia akan marah karena omongannya yang berani membalasnya.Karena Malu Mario mencoba duduk merenggangkan paha seperti pria sejati,padahal iya sudah belajar dirumah cara duduk layaknya pria tulen,susah memang kalau sudah terbiasa.


Desy melihat arlojinya dan wajahnya berubah cemas,lalu iya berdiri membuat Mario heran yang masih duduk diatas ranjang empuk.Gadis itu kini membuka tas ransel miliknya mencari sesuatu.


"Ah asal saja" Ucap Mario dengan membalikan badan saat Desy membuka baju kemejanya, sungguh wanita ini gila bisa bisanya berganti pakaian didepan seorang pemuda,pikiran Mario bercampur aduk dengan rasa malu dan tak enak.


"Hei ngapai kau nempel ditembok?" Tukas Desy dan berjalan kearah tempat Mario duduk,Desy mengenakan baju tanpa lengan berwarna putih.


"Lho tapi kamu buka baju".Jawabnya yang masih menutup mata,wanita itu jadi kerut alis dan berani sekali mentoyong kepala Mario,padahal mereka baru kenalan satu hari.


"Paok kali kau,aku cuma buka kemeja ini,eh aku masih punya etika" Jawab Desy dengan wajah datar,sedangkan Mario membalikan kepala dan melihat apa yang diucapkannya itu.


"Maaf aku kira kamu mau ganti baju,ya sudah aku mau kerja lagi" Ucap Mario sambil berdiri dari duduk.

__ADS_1


"Ya sudahlah aku mau melatih,murid muridku udah menunggu" Balas Desy mengambil baju pelatih bela diri Didalam tas ranselnya.


"Itu kerjaan kamu?" Tanya Mario penasaran saat melihat Desy memasukan baju putih dan sabuk hitam berwarna kedalam ranselnya.


"Bukan ini kesenangan aku aja melatih muridku,aku kerja arsitektur" Jawab lagi Desy yang sudah bersiap keluar dari kamar,mendengar dari jawaban Desy Mario hanya anggukan kepala saja,seakan mengerti yang dia ucapkan.


"Arsitektur itu kerja apa ya?"Batin Mario tidak tau menahu,sekolah dasar saja iya tak tamat apalagi mengetahui pekerjaan gadis itu.Mario enggak mau pusing mikirin pekerjaan Desy.


Kini Mario sudah keluar dari kamar Desy,Mario juga bernafas lega Desy tidak membahas ciuman tadi malam,mungkin dia memang amnesia karena mabuk.LaluDesy berjalan masuk kedalam lift dibarengi dengan Mario yang akan kelantai bawah untuk melanjutkan pekerjaan.


"Heh aku belum tau namamu?" Kata Desy yang sudah keluar dari dalam lift dilantai bawah,Mario hanya tersenyum berdiri disamping Desy.


"Panggil aku Mario" Jawabnya lalu pergi meninggalkan Desy yang masih diluar lift,Mario berjalan sambil membalikkan kepala arah belakang melihat Desy yang sudah pergi.


"Mario".Suara merdu wanita dari arah belakang memanggilnya,Mario membalikan Tubuhnya eh ternyata Sarah yang sudah berdiri didepan ruangan iya sendiri.Tanpa bicara lagi Mario melangkahkan kaki menuju kantor Sarah dan melihat Dana bersama Deddy lagi sibuk membersihkan sebuah kamar.


"Apa bisa?,secara dia kemayu,hanya cewek bodoh yang mau sama orang kek gitu" Balas Deddy dengan gelengkan kepala.


"Sst, pelankan suaramu Ruangan janda bolong itu dekat sama kamar ini" Kata Dana dengan suara halus nyaris tidak terdengar tapi Deddy masih paham dan mengerti.


***********Skip


 Disisi lain Desy yang kini sudah sampai disebuah gedung,Desy memakai baju beladiri berwarna putih dengan sabuk hitam DAN TIGA,aliran taekwondo. Kini murid murid Desy sudah berdiri dan berbaris rapi menunggu intruksi dari gurunya.


"Ayo anak anak pemanasan setelah baca doa" Kata Desy yang sudah berada didepan semua muridnya,Semua murid menurut baca doa dan buat pemanasan.


Desy kini pasang gaya kuda kuda semua murid sudah mengikutinya,setelah itu dia memeriksa semua murid dengan berkeliling,untuk melihat barisan apakah ada yang murid salah memasang kuda kuda.

__ADS_1


"Kok aku kepikiran Mario terus" Gumam Desy membayangkan wajah Mario saat berkeliling memeriksa muridnya.


Mengenal Desy dia adalah seorang gadis berdarah batak,sejak kecil dia memang seperti bergaya seorang pria, terlihat dari pakaian yang iya kenakan,dari mulai kemeja,celana serta topi kesukaanya yang kadang iya pakai sehari hari.Desy hanya sekali jatuh cinta yaitu kepada Johan senior ditempat bela dirinya.Tetapi sayang Johan ketahuan selingkuh dengan gadis yang menjadi muridnya.


Gadis itu terlahir dari keluarga yang lumayan, dia anak seorang Gubernur dikota mereka tinggal,dia anak bungsu dari tiga bersaudara.Satu saudara laki lakinya sudah menikah dan bekerja sebagai Polisi militer (PM),sedangkan saudara perempuan nomor dua juga sudah menikah.


Padahal ibu Desy sudah meminta gadis itu mengakhiri masa lajangnya,tetapi Desy menolak selain tingkahnya yang Bar Bar dia juga hoby dugem. Kedua orang tuanya tidak tau kenakalan Desy,mangkannya gadis itu merantau kekota lain supaya menutupi kenakalannya.


"Ssst,lama" Ucap seorang Anak laki laki kepada temannya dengan suara samar,teman anak itu membalas hanya menggeleng kepala,semua murid bingung melihat tingkah gurunya yang duduk termenung,padahal mereka sudah capek memasang kuda kuda terus sambil menunggu intstruksi lain.


*************Skip


Kembali bersama Mario yang kini sudah didalam ruangan Sarah,entah kenapa wanita ini memanggil masuk kedalam kantornya,Mario duduk manis berhadapan dengan Sarah yang melontarkan senyum manisnya.


"Malam nanti kau mau kemana Mario?" Tanya Sarah memberi tatapan yang menggooda,Mario sudah terbiasa dengan suara Sarah yang manja dan godaan dari Sarah.


"Enggak ada Tan,dirumah aja" Jawabnya dengan senyuman,iya melihat wajah Sarah yang cantik menawan.


"Entar saya jemput ya,saya mau kondangan"Kata Sarah lagi dengan berterus terang sekali.


Mario ingin menolak tetapi tidak bisa karena mungkin dia manejer,terpaksa Mario memberi anggukan kode setuju diajak Sarah,janda itu tersenyum lebar sangat senang sekali.


"Aku suka kepolosanmu Mario,jadi enggak salah aku pilih kamu kepesta itu" Batin Sarah senang sekali.


Bersambung*


Akankah Sarah mengerjai Mario yang pekok?

__ADS_1


__ADS_2