
Tepat beberapa bulan terlewati kini Mario tampil dengan fisik yang sangat mengagumkan,otot yang kencang dan kekar membesar secara sempurna,ditambah perut dengan delapan kotak membesar sempurna seperti roti sobek yang sudah matang,gaya rambut juga beda dangan modern masa kini seperti Idol korea saja,pasti kaum hawa bila melirik tubuh Mario berdecak kagum dengan air liur yang menetes.
Mario juga sudah membuang sifat feminim nya,termaksud gaya jalan,duduk dan bicara total semua berubah seratus persen tanpa ada keanehan lagi seperti dulu,mungkin orang orang yang mencerca Mario dulu pasti akan menarik ucapannya kembali.
Mario membuka pintu kamar dengan berjalan macho dan memakai kaos ketat supaya tubuh atletis dan perut sixpacknya terlihat menonjol. Rena semakin berdecak kagum melihat perubahan Mario tersebut.
"Wah kamu sudah sempurna Mario,kalau kita bukan saudara pasti mbak akan naksir padamu,kau bukan seperti Mario yang dulu,abang kamu aja kalah" Kata Rena dengan rasa kagum sekali.
"Ya jelas dia lebih macho,diakan lebih muda dariku" Sambung Jimmy.
"Abang sama mbak jangan mulai lagi,aku enggak mau kalau kalian beragumen gara gara aku" kata Mario dengan suara baritonnya.
"Mmm,nih ambil kunci mobil,jalan jalan sana" Titah Jimmy yang melempar kunci mobil kearah Mario dan dengan cepat Mario menangkapnya.Mario juga sudah bisa menyetir berkat Jimmy yang ada disampingnya dengan sabar mengajari Mario.
"Sayang kamu mau nyuruh Mario kemana?" Rena Heran.
"Aku mau nongkrong mbak,mbak enggak perlu khawatir,tanya aja sama bang Jimmy" Mario langsung bergegas pergi.
"Kok dia jadi seperti badboy gitu ucapannya,lugunya hilang,sayang kamu apakan Mario?" Rena Heran sembari melihat Mario yang sudah masuk kedalam mobil.
"Enggak usah takut,dia mau nongkrong sama teman fitnes,kamu jangan soudzon,lagian kitakan bisa bebas dua'an" Jawab Jimmy sembari memeluk tubuh Rena.
"Kamu itu ya menyuruh Mario keluar ada maunya juga" Rena memencet hidung Jimmy.
Tanpa Bicara lagi Jimmy angkat tubuh Rena alla bridal style masuk kedalam kamar setelah mengunci pintu utama Villa.Mungkin mereka mau menyatukan kulit.
********Skip
Kembali bersama Mario yang sudah menyetir dan melajukan mobil ketengah kota,lalu telunjuk kiri Mario menekan tombol On menghidupkan musik.
"Akulah arjuna...aaa yang mencari cinta" Mario menyambung lagu yang iya dengar sembari fokus menyetir.
Beberapa menit kemudian Mario memparkirankan mobil didepan kafe,dengan gagah Pemuda ini turun dari mobil sembari melepas kacamata hitamnya.
"Mario disini !" Suara Pria memanggil Mario dari sudut meja sebelah kanan.
Mario langsung berjalan mendekati mereka yang sudah lama menunggu dirinya,dimeja tersebut ada dua Pria teman baru Mario bernama Baim dan Jerry dan ada satu lagi wanita asing yang Mario tidak kenal.
"Mario !,kamu Mariokan?" Suara dari belakang tubuh Mario membuat iya berhenti berjalan.
"Wah aku pangling lihat kamu,udah lama kita enggak ketemu,kamu ngilang gitu aja,wah badanmu udah seperti pemain smackdown keren"
"Yuda,kau juga ada disini,apa kabar men?" Jawab Mario sembari menepuk bahu Yuda.
__ADS_1
"Wah dia berubah total,enggak kek dulu,salut aku" Batin Yuda berdecak kagum.
"Baik men,oh iya kamu mau makan kesini?,aku lagi nunggu pacar aku" Kata Yuda sembari tersenyum.
"Iya nih,aku mau nongkrong,udah dulu ya teman aku udah nunggui" Jawab Mario sembari menaikkan alis tebalnya.
"Ok,Mario nomor kamu masih yang lamakan?" Tanya Yuda sembari mengeluarkan handphone.
"Udah ganti,sudah nanti aku miscall kamu,atau aku ping,nomor kamu masih ada dihandphone aku"
"Ow jangan lupa Ping ya"
"Iya iya" Mario langsung berjalan gagah menuju meja sebelah kanan,Yuda memperhatikan jalan Mario dan tersenyum kagum dan sepertinya Yuda akan menarik ucapannya dulu yang bilang Mario jalan melenggok.
"Maaf ya kelama'an" Kata Mario sembari duduk disamping Baim.
"Udah santai saja,oh iya kenalin ini sepupu aku baru datang dari jawa" Sambung Jerry dengan tersenyum.
"Gue melati" Gadis ini mengulurkan tangan kepada Mario.
"Aku Mario,salam kenal ya" Wajah datar sembari menyalam jemari Melati.
"Ye dikenali cewek cantik senyum dong,Mel emang gitu jarang senyum" Kata Baim sembari menyenggol lengan Mario.
"Ah kalian ada ada aja,oh iya udah pesan?" Kata Mario.
"Tinggal kamu yang belum pesan" Jawab Jerry.
"mmm" Mario berdehem sembari melihat buku menu yang ada diatas meja,sesekali mata Melati melirik wajah Mario dan mencuri pandang Mario.
"Gila ganteng banget,udah cool,kekar lagi,cowok idaman gue" Batin Melati senyum senyum sendiri.
"Woi Mel...ngapa melamun?,awas kesambet" Jerry mengguncang bahu Melati.
"Dia meliriki Mario Men" Bisik Baim kepada Jerry.
"Ah lo Jer ngageti gue aja" Kata Melati dengan gugup.
"Lo,gue,lo gue,ini pulau Batam bukan jawa,mmmm" Batin Mario dengan kesal.
Mario cuek saja saat Melati memperhatikan dirinya,sepertinya Mario memang berubah total kini dia tidak banyak bicara hanya bicara seperlunya saja dan jarang tersenyum,tidak seperti dulu tersenyum ramah dihadapan semua orang,ajaran Jimmy memang jadi racun sama Mario.
"Mel dimakanlah,kok kamu diam aja melirik" Kata Baim yang melihat Melati melirik terus pada Mario.
__ADS_1
"Mario boleh gue minta nomor lo?" Kata Melati yang tidak tahan ingin dekat dengan Mario.
"Baim sama Jerry punya nomor aku,aku lagi malas pegang handphone,maaf ya" Nada datar sembari hembus nafas panjang.
"Huh guekan mau minta sama lo" Sambung Melati berdecak kesal.
"Udah ah makan dulu,kasihan dianggurin nasi goreng ini" Kata Jerry sembari makan nasi goreng.
"Dia menggemaskan,awas saja pasti kamu akan jadi milikku" Batin Melati lagi yang tidak mengambil hati dengan ucapan dingin Mario,Melati jadi semakin penasaran bukan menaruh kesal.
Ada dua jam mereka ngobrol hingga waktu menunjukkan angka lima sore,Mereka meyudahi obrolan dan berniat untuk fitnes ditempat langganan mereka.
"Mario boleh minta tolong enggak?" Kata Jerry yang sudah diparkiran kafe.
"Boleh,kamu mau apa?" Kata Mario dengan tangan membuka pintu mobil.
"Aku mau kencan,Melati tidak mungkinkan jaga nyamuk" Bisik Jerry ditelinga Mario.
"Baimkan ada kenapa harus aku?" sambung Mario mengerti maksud Jerry.
"Baim mau antar Ibunya sebentar,pliese nanti kamu antar Melati ketempat fitnes" Kata Jerry melirik Melati yang berdiri bosan diparkiran tersebut.
"Aku pulang dulu ya,mamaku udah nelpon" Baim yang menghidupkan sepeda motornya.
"Ya ya hati" Balas Jerry lalu Mario tersenyum kepada Baim,Melati melihat senyuman kecil Mario membuat gadis ini semakin terpesona.
"Njirrr....,dia senyum imut banget" Batin Melati sembari senyum sendiri.
"Gimana Mario?" Tanya Jerry dengan wajah penuh harapan.
"Ckckc,ya udah" Jawab Mario sembari berdecak mulut lalu Mario masuk kedalam mobil.
"Mel,kamu naik kemobil gih,kamu sama Mario dulu" Kata Jerry.
"Emangnya elo mau kemana?" Melati jadi heran.
"Udah cepat naik entar Mario berubah pikiran,aku mau ketempat lain sebentar,nanti kita ketemu ditempat fitnes,Ok ya" Sambung Jerry sembari masuk kedalam mobilnya dan melajukan mobil meninggalkan Melati begitu saja.
"Cepat masuk,kok malah bengong !" Kata Mario dengan kepala keluar dari jendela mobil.
"Ah iya" Melati langsung berjalan masuk kedalam mobil dan mengambil duduk dibangku tumpangan depan.
"Ya Allah ganteng banget dari dekat,cool banget tau ih...bikin geregetan" Batin Melati dengan meleleh saat melirik wajah Mario dari dekat.
__ADS_1
Bersambung*