
Setelah mereka siap makan Mario melanjutkan lagi percobaan ingin bermesraan lagi dengan Melati,kini bibir Mario sudah bertengger dijenjang leher Melati dan mengecup setiap inci jenjang leher Melati,selanjutnya bibir Mario beralih lagi menciumi telinga kecil milik Melati sesekali meniupnya membuat Melati geli merasakan sensasi yang dibuat Mario.
Mario sudah berani memegang salah satu bukit kembar melati yang masih terbungkus kain,tidak puas tangan nakalnya membuka satu persatu kancing Melati,gadis ini tidak kuasa iya membiarkan Mario membuka kancing baju tersebut,karena rasa cintanya itu Melati membiarkan Mario bermain dengan kedua bukit kembarnya tersebut.
Tak mau memakan waktu tangan nakal Mario membuka Bra merah milik melati,lalu dengan cepat iya mengisap salah satu pucuk bukit kembar Melati hingga gadis ini meracau keenakan. Mario terus saja bermain dikedua,bukit kembar Melati. Tidak puas dengan itu tangan Mario menyibakkan Rok Mini sepanjang lutut milik Melati.
"Jangan Mario aku masih Virgin" Cicit Melati saat tangan Mario memainkan V miliknya yang sudah berair tersebut.
"Sedikit saja" Kata Mario yang langsung tangan Mario memainkan dan mengusek V milik Melati.
"Eguh" Melati melenguh dengan tegangan tinggi saat merasakan sensasi tangan Mario,mendengar lenguhan Melati yang sexy Mario menjadi bernafsu membuat senjatanya langsung berdiri tegak dibalik celananya tersebut.
Tanpa Malu Mario membuka resleting celananya karena birahi sudah diubun ubun kepalanya,termaksud Melati juga yang sudah dilanda birahi tinggi,entah apa merasuki Mario ingin mengakhiri perjakanya dengan Melati.
Melati posisi duduk sembari menyandarkan tubuhnya dikayu joglo tersebut,sedangkan Mario berposisi duduk mengeluarkan senjata itu yang sudah tegak dan berotot.
"Mario itu besar banget,aku masih Virgin" Kata Melati membelalakan mata dan menenggak salivanya takut melihat senjata milik Mario.
"Separuh aja masukin" Kata Mario yang sudah tidak tahan menahan birahinya tersebut.
Melati diam saja demi cintanya kepada Mario iya rela saat tangan nakal Mario merenggangkan kedua pahanya yang masih posisi duduk,terlihatlah gundukan itu yang masih terbungkus kain,lalu tangan nakal Mario lagi menyelipkan segi tiga milik Melati supaya liang itu terlihat sedikit.
"Ssst,Mario sakit aku enggak mau" Kata Melati saat senjata Mario yang sudah dekat dibibir V nya ingin masuk,padahal sedikit lagi memecahkan perawan Melati,mendengar ucapan tidak mau Mario langsung berdiri dari duduk dan tersadar.Lalu Mario menutup resleting celananya kembali dengan menahan birahinya yang sudah diubun ubun.
"Maaf Melati aku khilaf" Kata Mario membalikan tubuh dengan posisi berdiri.
"Enggak apa lagian ini sakit banget,aku belum siap melakukan itu" Kata Melati langsung mengkancingkan baju miliknya, yang sedari tadi terbuka akibat tangan nakal Mario.
"Tapi kata kamu semalam mau minta yang lebih,sekarang aku udah mau kamu bicara lain lagi" Kata Mario dengan bersungut tanpa melihat lawan bicaranya,karena iya berposisi berdiri membelakangi Melati.
__ADS_1
"Kamu marah?,maafin aku ya,aku enggak nyaman melakukan itu ditempat ini,aku takut dilihat pelayan tadi" Balas Melati memeluk langsung tubuh Mario dan menyandarkan kepala dipunggung Mario.
"Siapa yang mau menikahi kamu,cinta aja aku enggak cih" Batin Mario dengan tersenyum licik.
"Ya sudah ayo kita pulang,ini udah sore" Kata Mario membalikan tubuh membuat Melati melepaskan pelukan.
"Kamu enggak marahkan?" Tanya Melati merasa tak enak karena wajah Mario berubah jadi dingin.
"Enggak,woles Mel,aku ngerti keinginan kamu" Kata Mario menebarkan senyuman didepan Melati.
"Udah enggak usah dipikirin,ayo" Kata Mario lagi dengan menarik pergelangan Melati untuk berjalan pulang menuju mobil.
"Munafik,lihat saja pasti kamu ingin melakukan itu nanti denganku Mel,kamu palingan mencintai wajahku saja cih" Batin Mario dengan pikiran jahatnya.
Kini Mereka berdua sudah masuk kedalam mobil dan tangan Mario sudah membelokan setir mobil melajukan mobil kearah jalanan besar,menuju kafe tersebut.
Sesaat kemudian mobil sudah didepan parkiran kafe,Mario langsung mematikan mesin mobil dan membuka pintu mobil karena ingin keluar. "Tunggu Mario" Kata Melati menarik lengan Mario.
"Kamu lupa cium aku" Balas Melati menyodorkan bibirnya didepan Mario.
"Cup" Mario mencium sekilas bibir Melati dan melontarkan senyuman,Melati jadi tenang karena Mario tidak terlihat Marah sewaktu penolakan tadi saat dijoglo.
"Ya sudah aku mau menutup kafe,kamu hati hati ya" Kata Mario dengan tangan membuka daun pintu mobil. Melati anggukan kepala lalu menghidupkan mesin mobil dan berlalu pergi meninggalkan kafe. Lalu Mario langsung masuk kedalam ruangan kerjanya,iya melihat jam tangan miliknya sudah pukul setengah tujuh alias maghrib.
"Mmm cepat banget waktu berlalu,padahal tadi cuma sebentar dua'an ama Melati,hah bosen juga kerja melulu,mending pulang tutup kafe" Kata Mario sembari tangannya merapikan buku buku kerja milik Mario.
Setelah itu Mario bersiap diri untuk pulang karena suasana kafe sudah sepi,apalagi semua orang sudah pulang,kini kaki Mario keluar ruangan dan mengunci pintu ruangan.
"Pak Mario" Sapa Sella yang ternyata masih didalam Kafe tersebut.
__ADS_1
"Sella,kamu kok belum pulang?,ini sudah sore apa mau diantar sama saya lagi?" Kata Mario berdiri dihadapan Sella.
"Apa aku harus tanya ya sama Pak Mario siapa cewek tadi,tapi aku enggak berhak tanya itu,akukan bukan siapa siapa pak Mario,lagian aku yang bodoh mau dicium pak Mario semalam" Batin Sella dengan melamun.
'Hei kok diam" Kata Mario dengan nada heran dan memegang bahu kanan Sella.
"Mending sama Sella kelihatannya dia asyik dimainin,polos gitu,Melati kurang asyik" Batin Mario dengan pikiran jahatnya.
"Anu pak,iya mau pulang" Kata Sella dengan gugup saat berdiri dekat dengan Mario.
"Aduh ngapai sih Pak Mario ngelihati aku gitu,aku jadi gugup banget,jantung tolong jantung jangan deg degan gini" Batin Melati tidak kuasa melihat kedua bola mata cokelat milik Mario memandang wajah Sella.
"Sella kau cantik sekali hari ini" Puji Mario entah kenapa dia bicara begitu,apakah mau buat Sella kelepek kelepek?.
"Masa sih Pak,Sella jadi malu" Balas Sella dengan tersipu malu sembari menunddukan kepalanya.
"Berapa umur kamu?" Tanya Mario dengan kaki melangkah mendekati Sella yang masih berdiri termangu.
"Jalan sembilan belas Pak,baru kemarin tamat sekolah langsung kerja disini" Jawab Melati dengan pipi merona.
"Gila masih kecil banget,udah pendek,wajahnya imut,asyik nih jadi bahan percobaan nomor dua" Batin Mario dengan tersenyum licik.
"Mending aku sosor saja dia sekarang,mumpung enggak ada orang,lagian semalam dia ungkapi perasaannya,pasti dia enggak mau nolak" Batin jahat Mario.
"Kamu kok nunduk terus,wajah cantik kamu jadi enggak kelihatan" Kata Mario dengan tangan memegang dagu Sella dan mendongakan wajah Sella.
Sella hanya diam tersenyum dengan pipi merona malu,gadis ini tidak sanggup bicara karena bibirnya merasa kaku saat telinganya mendengar pujian Mario,perlahan Mario mendekati wajah Sella dan berhasil mengambil bibir mungil milik Sella untuk kedua kalinya.
Nafas Sella tersengal saat lidah Mario berhasil menerobos mulut Sella,lidah itu menari disetiap inci mulut Sella,darah Sella berdesir panas merasakan ciuman panas Mario sehingga V nya menjadi berdenyut.
__ADS_1
Bersambung*