KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 44


__ADS_3

Matahari menjulang tinggi setelah tadi pagi sempat gerimis dikota dimana Desy tinggal,gadis ini berdiri tegak menumpahkan kekesalanya meninju samsak berukuran besar tanpa sarung tinju.


"Hah..hup..hap" Suara Desy menggeram saat meninju terus samsak yang ada dihadapannya,sesekali kaki Desy yang berotot menyepak samsak tersebut.


"Sudah dua jam kamu begitu kawan,apa tangan kamu tidak kram?,sekuat kuatnya orang Des itu tetap tulang dilengan kamu bukan besi" Tukas Yuda yang sedari tadi pagi menemani Desy.


"Diam kau,itu bukan urusanmu" Sahut Desy yang masih fokus dengan samsak besar tersebut.


"Kau hari ini apa tidak mengajari murid muridmu?" Tanya Yuda karena jam makan siang sudah lewat.


"Aku sudah memberi tau mereka untuk libur, kau dari tadi sewot terus buat aku semakin kesal,pergi sana biarkan aku sendiri !" Geram Desy sembari terus meninju samsak.


"Apa kau tidak mau dengar ceritaku !" Rayu Yuda yang kini berdiri disamping Desy.


"Tidak !" Jawab Desy tidak tertarik dengan ucapan Yuda barusan.


"Hemm....ya sudah kalau tentang Mario kau tertarik tidak?" Tanya Yuda sekali lagi membuat Desy berhenti meninju.


Desy terpaku sambil berfikir dari mana temannya yang gila ini mengenal Mario,Desy menatap Yuda dengan mata elang dan berfikir kalau Yuda mengotak atik ponsel miliknya karena dia yang membawa ponsel Desy tadi malam.


"Dih melihat aku kek gitu,Aku cuma mau bilang tadi subuh nomor bernama Mario menelpon nomor kamu" Tukas Yuda dengan wajah serius.


"Terus !" Tukas Desy sangat penasaran kepada pembicaraan Yuda,Pemuda ini menghembus nafas panjang dan memutar mata saat melihat wajah Desy yang serius.


"Tadi katanya tidak tertarik dan sekarang..." Lirih Yuda dengan mencibir.


"Ngomong jangan setengah setengah sialan!!" Sambung Desy dengan geram dan menarik kerah baju Yuda.


"Iya iya,tolong lepaskan tangan besimu itu,aku takut kawan" Yuda dengan paras kecemasan takut kalau pahanya ditinju Desy lagi. Desy mendengus kesal dan melepaskan kerah baju Yuda.


"Dia mendengar suaraku langsung mematikan handphonenya,kek nya dia salah paham deh" Ucap Yuda sembari mengkerutkan alis.

__ADS_1


"Ah sialan,aku kira berita apa rupanya cuma kek gitu,biar saja dia salah paham bagiku dia udah mati !" Ketus Desy sembari mengambil handuk kecil didalam tas olahraganya.


"Udah mati !" Sambung Yuda dengan mencibir Desy membuat gadis ini memutar mata karena malas meladeni Yuda.


"Udah mati dibilang,tadi malam saja kau ketinggian nyebut nama cowok itu, Mario,Mario kau bilang ih jangan munaroh kau Desy" Tukas Yuda lagi sembari memperagakan gaya Desy tadi malam yang mengigau.


"Apa Aku bilang gitu?,Sudahlah hatiku masih hancur ingat nama dia" Sambung Desy berjalan hendak meninggalkan tempat olahraga tersebut.


Yuda mengikuti Desy yang berjalan masuk kedalam mobilnya,Desy membuka kaca mobil dan berpamitan kepada Yuda.


"Nanti malam kita dugem lagi aku yang teraktir kamu,bawa juga rekan lain" Tukas Desy saat Yuda berdiri didepan mobilnya.


"Ok Aku tunggu ya ditempat Biasa" Yuda semangat empat lima langsung berjalan kearah mobilnya.


Desy membawa mobilnya kearah apartemen miliknya,Jemari Desy memang sedikit kram akibat memukul samsak terus menerus terlihat dari cara dia memegang setir mobil.


"Memar gini" Gumam Desy memperhatikan kedua jemarinya diatas setir mobil,lengan kanan Desy merogoh laci mobil untuk mengambil cream penghilang kram tulang.


Gadis ini mengolesinya sendiri sembari fokus menyetir,nafas Desy menjadi sesak saat bayangan wajah Mario dan suara Mario terlintas dipikirannya,Desy tidak menyangka perasaanya sedalam ini kepada Mario.


"Mbak Rena" Gumam Desy sembari terkejut kenapa Rena bisa tau alamat tempat tinggal Desy.


"Rena pasti mau merayuku supaya baikan sama Mario,aku tidak mau karena aku benci dikhianati" Batin kesal Desy saat melihat Rena sudah dekat berdiri dihadapannya,Desy menduga Mario yang memberi tau alamat apartemennya.


"Apa mau embak kesini?" Ketus Desy sembari buang muka tidak ingin melihat Rena,sebenarnya gadis ini tidak mau bicara begitu karena tidak ada hubungannya tentang masalah percintaan dia dengan Mario,tetapi Desy sudah berprasangka buruk terlebih dahulu jadi dia tidak ingin bicara dengan Rena.


Ucapan Desy sebenarnya sangat membuat kesal hati Rena,tetapi sebagai orang dewasa Rena mengerti perasaan galau gadis ini jadi tidak mengambil hati perkataan Desy.


"Jangan bilang kalau mbak disuruh dia" Tukas Desy lagi dengan mendengus kesal.


"Mbak kemari dengan hati sendiri,bahkan Mario tidak tau apa apa Des" Jawab Rena dengan melontarkan senyum.

__ADS_1


"Jadi mbak tau dari mana alamat rumahku?" Tanya Desy untuk memastikan lagi Rena jujur atau tidak.


"Dari kartu tanda pengenalmu,nih tas kamu ketinggalan dirumah,sepatu tumit kamu juga masih dirumah" Jawab Rena memperlihatkan mini bag kepunyaan Desy,gadis ini baru tersadar saat malam kejadian dia pergi begitu saja meninggalkan sepatu tumit tingginya dan mini bag berwarna merah miliknya.


"Buang saja tas itu mbak,bagi Aku barang cewek begitu buat sial,Aku lebih suka tas ransel milikku ini" Tukas Desy yang sedari tadi menyandang tas ransel miliknya yang selalu iya bawa kemana mana.


"Mbak mau kemari bukan suruhan Mario, ada yang mau mbak katakan tapi tidak disini" Tukas Rena lagi saat ada orang melintas masuk kedalam lift apartemen.


Desy tidak berkata lagi langsung membawa Rena kedalam lift menuju apartemen miliknya,Kini kaki mereka berdua keluar dari lift dan berjalan masuk kedalam tempat tinggal Desy.


Mata Rena melihat sekeliling apartemen yang berantakan membuat matanya risih,karena Rena tipe wanita pembersih,mata Rena terus tertuju sebuah bingkai foto disana ada Foto adik sepupunya.


"Jangan mbak lihatin terus bentar lagi akan aku buang foto ini" Tukas Desy membalikan foto Mario supaya Rena tidak melihatnya lagi. Rena menggeleng kepala dan tersenyum kecil karena kelihatan dari mata Desy bahwa dia sangat mencintai Mario.


"Maaf ya mbak agak berantakan,aku belum sempat merapikan ini" Tukas Desy lagi sembari memungut kertas kertas rancangan gedung.


"Tidak apa Des,wajar kertas berserakan kamu kan bekerja" Sambung Rena yang mengambil duduk diatas sofa.


Mempersingkat waktu mereka duduk saling berhadapan sembari mengobrol, lalu Rena menceritakan apa yang dibilang Mawar tadi pagi tentang kejadian yang sebenarnya,Desy melonjak terkejut dan emosi seketika.


"Percaya sama mbak Mario tidak bersalah,ini rencana situa gila itu menjebak adikku" Tukas Rena dengan geram hati.


"Kita harus mencari cara supaya pernikahan Mario tidak terjadi,aku yakin kamu pasti mengerti" Tukas Rena dengan wajah serius.


"Sudahlah mbak biarkan saja mungkin itu jodoh Mario" Balas Desy membuat Rena menjadi bingung.


"Lho kok gitu?,kamu tidak mencintai Mario Desy?" Heran Rena mulai menahan emosi dan bingung.


"Prinsipku satu mbak pengkhianat tetap pengkhianat,walau apa yang mbak ceritakan itu benar hatiku tetap sama tidak bisa diganggu gugat lagi" Kata desy dengan keras hati.


"Menyesal Aku datang kesini,ternyata kau tidak mencintai Mario dengan tulus,baiklah Des ini belum terlambat jangan menyesal besok Mario menjadi Sah milik orang lain" Tandas Rena dan berdiri dari duduknya.

__ADS_1


Begitu keras hati Desy kedatangan Rena sepertinya sia sia saja,Rena dengan menggerutu kesal berjalan keluar dari apartemen Desy,sementara Desy duduk termenung dan terdiam dengan mata yang mengembun.


Bersambung*


__ADS_2