
Mobil Desy terparkir didepan gang rumah Rena,mereka berdua kini berjalan masuk kedalam rumah Rena,Desy kembali ceria setelah tau Tiny itu siapa,tetapi gadis ini tidak banyak bertanya kenapa Mario bisa bersahabat dengan lelaki jadi jadian seperti Tiny.
Tok tok tok
Lengan kiri Mario mengetuk pintu rumah sembari lengan kanannya membawa sebungkus cemilan untuk Rena,tidak berapa lama pintu terbuka dan terlihat Rena menyambut mereka dengan senyuman.
"Desy ayo masuk,kamu Mario buatkan teh untuk Desy" Sambut Rena dengan ramah seperti menyukai Desy.
"Tidak perlu repot mbak,Aku sama Mario sudah minum teh tadi dipasar" Jawab Desy yang sudah duduk diatas sofa.
"Entar ya mbak Mario kedapur dulu" Tukas Mario sembari berjalan kearah dapur hendak menaruh cemilan diatas piring.
Sedangkan Rena sudah duduk berdua bersama Desy diatas sofa ruang tamu rumah,Mario mendengar obrolan mereka yang terlihat akrab sembari senda gurau,sungguh ini sangat indah Rena bisa akrab dengan Desy.
Lalu kedua kaki Mario berjalan kearah ruang tamu dengan tangan membawa sepiring cemilan untuk Rena,Mario kini mengambil duduk disebelah Desy dengan anggun lipat kaki,sedangkan Desy duduk dengan merenggangkan kedua paha.
"Gawat orang dua ini yang gadis duduk laki laki yang cowok sebaliknya,Aduh aduh terbalik" Batin Rena sembari geleng kepala.
"Jadi Desy orang mana aslinya?" Kata Rena sembari mengambil sepotong cemilan kue basah dan memakannya.
"Sumatera mbak,Desy suku batak boru Saragih" Jawab Desy dengan lengkap dan tersenyum manis.
"Oh saya dan Mario dulu tinggal juga disana,kalian kelihatan akrab apa sudah jadian?" Tanya Rena secara terang terangan.
Mario dan Desy saling melihat satu sama lain, kelihatannya mereka belum siap menjawab pertanyaan Rena,apalagi kaki Desy sekarang menginjak kaki Mario seakan memberi kode untuk menjawab pertanyaan Rena.
"Tanya saja pada Desy mbak" Jawab Mario dengan kikuk karena tidak tau mau menjawab apa.
"Kok tanya Aku,seharusnya kau yang jawab Mario apa kita udah jadian?,kau seharusnya nembak aku" Sambung Desy dengan kerut alis.
"Mario tegas dikit dong jadi cowok" Tukas Rena tersenyum kecil dan melihat Mario yang masih kikuk.
"Malu mbak Heheeheh" Sahut Mario dengan cengengesan membuat bibir Desy mengerucut kedepan.
Semua jadi diam membisu membuat hening ruang tamu rumah,Desy berfikir kenapa jawaban Mario seperti itu padahal gadis ini ingin sekali jawaban yang lebih.
"Des ini kuenya enak coba makan". Kata Mario mengalihkan pembicaraan,sedangkan Rena hanya geleng kepala melihat Mario yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
__ADS_1
"Ya udah deh Aku kekamar dulu ya mau siap siap keluar" Ucap Rena dan bangkit dari duduk.
"Mbak baru sembuh mau kemana?" Tanya Mario dengan heran apalagi wajah Rena masih sedikit pucat.
"Ada urusan mbak,sudah enggak apa aku kuat kok, sebentar ya Des" Jawab Rena sembari berjalan masuk kedalam kamar.
"Iya mbak" Balas Desy dengan tersenyum,lalu mata Desy kembali menatap dingin kepada Mario.
"Mario kapan kau menembakku?,apa kau tak suka padaku?" Tanya Desy terang terangan membuat hati Mario terkejut.
"Uhuk uhuk"
Mario jadi tersedak kue basah yang baru iya makan didalam mulut ini,cepat cepat tangan Mario mengambil air putih didalam gelas dan meminumnya.
"Makan kue aja bisa tersedak gitu".Kata Desy lagi sembari menepuk lembut punggung Mario.
Pertanyaan Desy sangat berterus terang membuatnya terkejut,Pemuda ini jadi bingung harus jawab apa.Mario juga tidak tau perasaannya kepada Desy antara suka atau sudah jatuh cinta.
"Diam aja pun" Tukas Desy lagi sembari buang muka dan duduk membelakangi Mario, Mario jadi serba salah sembari tangannya menggaruk kepala memikirkan jawaban apa yang bisa membuat Desy senang.
Sekarang kembali lagi bersama Mawar yang berjalan tertatih dipinggir jalan, dengan wajah yang kusam serta air mata yang mengalir deras dikedua pipi gadis tersebut.
Mawar tidak mengambil cek berisi uang dari Andy tadi dia pergi begitu saja dari rumah pemuda itu,hatinya hancur berkeping keping ingin sekali Mawar menuntut Andy tetapi dia tidak mampu karena tidak ada yang mendukungnya.
"Nak Aku harus bagaimana hiks...Hiks" Gumam Mawar kebingungan dan menangis pilu lalu mengelus perutnya yang belum membesar.
Banyak orang melihat tingkah Mawar menangis dijalan tapi tidak satupun yang perduli,Mawar ingin mengadu kepada Ibunya Maryam tetapi takut dipukuli ibunya,karena gadis ini tau gimana reaksi ibunya jika tau dia berbadan dua.
Mawar berhenti berjalan dan mengambil tempat duduk saat menemukan halte bus. Dia usap air matanya sembari mengingat perkataan Andy tadi.
"Aku harus mengugurkan kamu nak,maafin ibu ya" Gumam Mawar sembari mengelus perutnya kembali dengan hati yang rapuh serta berputus asa.
Gadis ini mengambil handphone didalam saku celana dan mencari tempat untuk aborsi. Mawar kebingungan karena tidak tau tempat Aborsi terpaksa iya mencari dimedia sosial siapa tau ada.
Tidak sengaja gadis berbadan bohay ini membaca akibat dari Aborsi seketika dia jadi merinding dan merundungkan niatnya tersebut.
"Enggak Aku enggak mau mati,jadi aku harus gimana Ya Allah" Gumam Mawar saat membaca Akibat aborsi.
__ADS_1
Banyak kejadian kasus Aborsi berakhir dengan kematian karena harus dipaksa mengeluarkan janin dari rahimnya,Mawar sangat menyesali perbuatannya bersama Andy.
Sekarang Mawar dapat karma dari buah perbuatannya itu,dia tidak memikirkan sebab akibatnya waktu melakukan hal mesum bersama pacarnya yang hanya mau enaknya saja.
Kini Mawar memesan taxy online hendak pulang kerumah.Dia usap lagi air matanya dan merapikan rambut panjangnya yang sempat kusut,gadis ini tidak mau terlihat kucel dimata Ibunya apalagi mata tetangga yang sibuk mencari gosip terbaru dikalangan rumah mereka.
Sesaat kemudian Mawar sudah berada didepan rumah habis turun dari dalam taxy online dan melihat Desy keluar dari gerbang rumah Rena.
"Da Mario " Kata Desy dengan melambai tangan saat Mario berdiri didepan gerbang mengantar Desy yang ingin pulang kerumah.
"Hati hati ya" Balas Mario dengan tatapan penuh Arti lalu melihat Desy berjalan menuju mobil mewahnya itu.
"Mawar kamu dari mana?" Tanya Mario saat melihat Mawar dengan wajah kusam dan mata yang membengkak.
"Dari rumah teman bang" Jawab Mawar dengan wajah datar membuat Mario heran.
Biasanya Mawar tersenyum manis dan ramah saat bertemu dengan Mario tetapi ini dia sangat berbeda,ingin sekali Mario bertanya tetapi takut dia tersingggung.
"Mawar masuk !" Sungut Maryam didalam rumah membuat Mario takut dan ikut berjalan masuk kedalam rumahnya sendiri.
Mawar diam saja sembari menutup pintu rumah dengan perasaan sedikit takut,takut kalau Maryam mencurigainya.
"Kenapa pulang sendiri?, katanya ketemu Andy,apa sudah kamu bilang ibu minta uang" Kata Maryam saat menyapu lantai rumah.Karena biasanya Andy mengantar Mawar sampai kerumah.
"Enggak jadi ketemu bu,Mawar kerumah teman" Jawab Mawar seraya berjalan hendak kekamar.
"Alasan kamu !, jangan berbohong kamu ya Mawar,kenapa mata kamu bengkak gitu?" Sambung Maryam saat memperhatikan Mawar yang melintas didepannya.
"Sakit Mata ibu, sudahlah bu Mawar mau kekamar dulu" Balas Mawar dengan berjalan cepat masuk kekamar dan menutup pintu kamar.
"Mawar ....!!, ibu belum siap bicara hah,tidak ada sopan kamu ya !!" Bentak Maryam dari ruang tamu dan Mawar menutup telinga sembari berbaring dan menangis dengan rasa frustasi.
"Wanita tua itu kalau ngomel suaranya keras sekali sampai dengar kerumahku ini,menjijikan cih..!" Sungut Rena saat memakai sepatu didepan pintu utama rumah.
Rena ingin pergi keluar sedangkan Mario duduk diruang tamu mendengar juga omelan demi omelan Maryam dari balik tembok rumah,karena jarak rumah Rena dan Mario hanya sejengkal.
Bersambung*
__ADS_1