
Mario Baru turun dari taxy online sepulang kerja,walau ditempat kerja tadi sangat menegangkan tetapi berkat Jimmy Pemuda itu selamat dari fitnahan buatan orang yang tidak bertanggung jawab.
Kini Mario berjalan cepat menuju rumah karena malam ini iya akan berkencan bersama Desy,ya ini kencan mereka yang kedua setelah resmi menjalin hubungan dan menyatakan cinta.
Tok tok tok
Mario mengetuk pintu rumah saat didepan pintu utama,semenit kemudian Rena keluar dari pintu kamar dan membukakan pintu untuk Mario.
"Lah embak kok pake koyo?,sakit ya?" Tanya Mario melihat Rena memijat dahi sembari melihat koyok dikanan kiri kening Rena.
"Kau sudah pulang?,iya nih Aku enggak enak badan,kayaknya malam ini aku enggak kerja Mario" Jawab Rena sembari melihat Mario membuka sepatu kerja.
"Mbak Aku buru buru karena ada kencan Hehehe..." Kata Mario dengan cengengesan lalu berjalan pergi kearah kamar Mario.
"Dih yang lagi kasamaran" Sahut Rena yang melihat Mario pergi begitu saja kebelakang rumah.
Tangan Mario menekan knop pintu kamar dan berjalan masuk kedalam kamar,lalu meletakkan tas ransel begitu saja diatas ranjang,Mario membuka baju ini dengan buru buru dan mengambil handuk yang tergantung dibalik pintu lalu bergegas mandi.
Sedangkan Rena yang mulai pusing berbaring ditempat tidur tanpa mengunci pintu rumah,dengan jalan sempoyongan Rena mengunci pintu kamar lalu berbaring diatas tempat tidur sembari memejamkan mata supaya sakit kepalanya berkurang sedikit.
Mario cepat cepat keluar dari kamar mandi karena jarum jam menunjukkan pukul tujuh malam,Mario temu janji dengan Desy jam delapan malam.
"Ya Allah masih ada busa sabun dikupingku,gini kalau buru buru" Kata Mario sendiri saat menghadap kecermin dengan handuk melingkar dipinnggul rampingnya.
Dulu sewaktu Mario jadi wanita jadi jadian sehabis mandi pasti melingkarkan handuk diarea dadanya,tetapi sekarang Mario terbiasa melingkarkan handuk dipinggul rampingnya berkat Rena yang selalu memperhatikan Mario. Pemuda ini sangat berterima kasih kepada Rena.
Kini Mario kembali masuk kedalam kamar mandi untuk menyiram busa sabun yang ada ditelinganya dan dirambutnya itu Sangat kacau Akibat hal yang buru buru.
********Skip
Kembali bersama Mawar yang sudah didepan cermin,Perlahan jemari gadis ini memegang lipstik dengan gemetar karena hatinya bertolak belakang menentang kemauan Ibundanya.
__ADS_1
"Lambat betul kau pakai lipstik gitu aja !" Ketus Maryam merampas lipstik dari jemari Mawar.Maryam tidak sabar dan merias paksa wajah Mawar dan mendongakkan kepala Mawar dengan paksa dan kasar.
"Turuti saja kemauan Aku dan jangan membangkang,kalau kau tidak mau siap siap saja anakmu digugurkan !" Ancam Maryam supaya Mawar takut dan mengikuti kemauannya.
Maryam puas setelah merias wajah Mawar yang terlihat cantik mempesona,bibir tipis Mawar dibalur Lipstik berwarna merah cerah dan pipi tirusnya berwarna merah bata sangat pas dikulit wajah Mawar yang putih seperti tahu.
Maryam memakaikan gaun sexy kepada Mawar dengan paksaan,gadis ini terpaksa menurut karena takut dengan ucapan Maryam barusan.
Gaun panjang berwarna hitam elegan dengan belahan selutut serta kerah leher seperti huruf V sehingga belahan dada Mawar begitu jelas terlihat dan bisa mengundang mata lelaki hidung belang.
"Kau sudah cantik pasti dia akan tergoda" Tukas Maryam tersenyum puas melihat kecantikan anak yang iya lahirkan sendiri.
Ucapan Maryam barusan dinilai Mawar sangat menjijikan seperti mucikari atau germo yang akan menjual anak ayamnya kepada hidung belang,tetapi Mawar tidak bisa menolak karena takut kehilangan janin yang ada didalam perutnya.
"Cepat kau kesana !" Titah Maryam lagi sembari berjalan dan mendorong tubuh Mawar menuju pintu utama rumah.
Mawar berjalan sendiri kebetulan jalanan sepi karena sehabis maghrib,kini gadis tersebut membuka pintu pagar rumah Rena dan masuk hingga berdiri didepan pintu rumah Rena dengan langkah ringan.
Mawar sangat takut untuk menyelinap masuk kedalam rumah Rena karena dipikiran gadis ini sebuah kesalahan,tetapi mengingat wajah Maryam yang bengis dia memberanikan diri dan menarik nafas dalam dalam secara berkali kali.
Jemari Mawar sangat gemetaran sewaktu menekan knop pintu utama rumah Rena,dengan jalan tertatih tatih Mawar berjalan dengan langkah ringan kearah kamar Mario,gadis ini sudah tau letak kamar Mario karena dulu iya pernah bertamu kerumah tersebut.
Mario yang baru mandi dengan handuk melingkar dipinggulnya lagi sibuk mencari baju didalam lemari,pintu kamar Mario terbuka karena Mawar yang membukanya.
"Glek"
Mawar menelan ludah karena ketakutan melihat punggung Mario yang bertelanjang dada,Mario tidak sadar ada tamu yang tidak diundang masuk kedalam kamarnya karena fokus mencari baju serta celana untuk berkencan.
"Abang"
Ucap Mawar dengan jantung berdegup kencang saat memeluk tubuh Mario tanpa izin,Pemuda ini merasakan dua gunung kembar yang besar menempel dipuggungnya.
__ADS_1
"Astaghfirullah Mawar apa yang kau lakukan,kenapa kau bisa masuk ?!!" Tanya Mario setelah membalikan tubuh Melihat Mawar dihadapanya. Pemuda ini sangat terkejut tidak pernah Mawar senekat ini.
Mawar tidak berkata kata dan menjawab pertanyaan Mario,gadis ini malah memeluk kembali tubuh Mario dengan erat,pemuda ini merasakan lagi dua gunung kembar menempel didadanya,hati Mawar sangat tenang seperti mendapat kehangatan saat memeluk tubuh Mario tanpa izin lagi.
"Lepaskan Mawar !" Tandas Mario dengan heran dan berusaha menarik lengan Mawar supaya lepas dari pelukan gadis ini.
Gadis ini tidak mau menyerah dan mendorong kuat tubuh Mario hingga jatuh keatas tempat tidur milik Mario,dengan cepat gadis ini membuka gaun hitamnya lalu naik keatas ranjang dan memeluk Mario yang sudah setengah terbaring.
"Apa kamu sudah enggak waras Mawar, tolong pergi dari sini !" Bentak Mario mendorong pelan tubuh Mawar yang memakai dalaman saja,hingga Mawar berdiri kembali tanpa bicara,hanya saja mata Mawar sudah mengembun.
Mata pemuda ini melihat jelas lekuk tubuh dan kulit putih mulus kepunyaan Mawar membuat jantung Mario berdetak tidak beraturan, tetapi Mario menepis pikirannya yang mulai teraveling kacau karena melihat kemolekan tubuh Mawar yang hanya memakai dalaman saja.
"Mawar pakai baju kamu cepat keluar !" Titah Mario sembari memungut gaun sexy Mawar yang terletak begitu saja diatas lantai.
"Aaaaaaaa jangan !!" Mawar berteriak supaya ada yang memergoki mereka berdua.Mario sangat terkejut dengan spontan membekap mulut Mawar supaya gadis ini tidak berteriak lagi.
Seketika Rena yang terbaring ditempat tidur jadi duduk karena suara teriakan Mawar dan bergegas mencari suara itu,Maryam juga mendengarnya dan berjalan masuk kedalam rumah Rena.
"Apa yang kau lakukan Mawar,cepat pakai gaun ini !" Titah Mario dengan kecemasan takut ada yang melihat.
Mata Mawar mulai mengembun karena menyesal telah berteriak demi mengikuti rencana Ibunya.Mario yang tidak tau apa apa terpaksa terjebak didalam masalah Mawar, sungguh gadis ini tidak tega karena selama ini Mario sangat baik dimatanya.
Rena membuka pintu kamar Mario dan melihat pemuda itu memegang gaun hitam berhadapan dengan Mawar jadi timbul salah paham,sedangkan Mawar sendiri dengan cepat mengambil selimut diatas ranjang untuk menutupi tubuhnya saat melihat Rena berdiri didepan pintu kamar.
"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Rena dengan sangat terkejut seketika sakit kepalanya semakin menjadi melihat sepasang anak muda tanpa pakaian lengkap.
"Kamu apain Anakku Hah !!" Teriak Maryam saat dibelakang tubuh Rena.
Rena tidak tau kapan Maryam masuk kedalam rumah sehingga Rena terkejut dengan kedatangan Maryam, sebagian tetangga juga mendengar teriakan Mawar dan mencari sumber suara tersebut tetapi tidak menemukannya karena Mawar hanya sekali saja berteriak. Lalu tetangga itu masuk kedalam rumah masing masing.
Bersambung*
__ADS_1