KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 82


__ADS_3

Mario mengusek ngusek kepalanya diatas bantal empuk,iya merasakan diatas dada bidangnya ada kepala orang menyandar,sembari membuka mata dan mengumpulkan nyawa iya baru tersadar kalau masih didalam kamar Kartika.


"Wah gawat sudah pagi" Mario terkejut dan menggeser tubuhnya sedikit takut membangunkan Kartika,lalu secara perlahan tangan Mario menggeser lembut kepala Kartika.


Pemuda ini langsung duduk sembari kecap mulut,Mario tidak pulang satu malaman,wah pasti Rena akan mengamuk kalau Mario belum pulang juga saat ini,kini dengan buru buru iya membuka pintu kamar mandi.


"Wah kamar mandinya besar banget,seukuran ruang tamu rumahku" Mario berdecak kagum sembari memegangi bathap yang mewah dan berkelas.


"Ah aku harus cepat pergi dari sini,pasti mbak akan mengamuk" Kata Mario sembari mencuci wajahnya.


Mario membuka pintu kamar mandi setelah membasuh wajah tampannya itu dan melihat Kartika yang sudah duduk ditepi ranjang,Mario melontarkan senyum dan berjalan mendekati Kartika.


"Kau sudah bangun?"


"Iy-iya" Mario dengan gugup memungut celananya diatas lantai dan memakainya kembali,iya gugup karena mengingat kejadian panas tadi malam bersama Kartika.


"Apa mau sarapan?" Tanya Kartika sembari memakai baju tidur tebal yang tersedia diatas ranjang.


"Aku buru buru,maaf ya lain kali saja" Jawab Mario sembari memakai jaket kulit.


"Mmm..ya sudah"


Kartika memeluk Mario dengan posesif lalu Mario membalas pelukannya,Kartika mengelus punggung Mario dengan lembut,tampaknya wanita ini sudah kasmaran terlihat dari senyuman bahagianya.


"Padahal aku ingin kamu lama disini,tapi aku mengerti kau harus pulang" Kata Kartika melepas pelukan.


"Iya aku takut sepupuku ngamuk" Balas Mario yang sudah memakai sepatu kulitnya.


"Ayo aku akan mengantarkan kamu kedepan"


Tangan wanita ini membuka pintu kamar disusul Mario berjalan dari samping,mereka berdua sudah menuruni anak tangga satu persatu menuju pintu luar rumah.


"Kau pakai saja mobilku,tidak perlu diantar bodyguartku" Kartika menyerahkan kunci mobil mewahnya ketangan Mario.


"Aku naik taxy saja" Tolak Mario dengan sungkan sekali.


"Bawa saja,tolong ikutin kemauanku" Kata Kartika sembari menarik lengan Mario.


Mario melihat mata mata para bodyguart melotot padanya,padahal bodyguart memang begitu,pemuda ini terpaksa menuruti kemauan Kartika.


"Lihat tuh Nyonya enggak bisanya bawa berondong kerumah,pasti nyonya sangat tertarik pada pemuda itu,biasanya dia bawa berondong muda dihotel,wah pemuda itu hebat bisa menaklukan hati nyonya Kartika" Bisik bodyguart bernama Teddy.


"Ya kau benar tadi malam aku ditampar nyonya karena pemuda itu,itukan mobil kesayangannya nyonya bisa bisanya dipakai pemuda itu,kita saja tidak boleh menyentuh mobil Nyonya." Balas Baron dengan sinis.


"Baron" Kartika memanggil namanya seketika obrolan berhenti,lalu Baron menghadap Kartika yang berdiri. Sedangkan Mario sudah masuk kedalam mobil mewah milik Kartika.

__ADS_1


"Buka pintu gerbang,kekasihku akan keluar" Titah Kartika dengan nada tegas.


"Baik Nyonya" Baron mengikuti perintah dan berjalan kearah gerbang.


"Mario kamu hati hati ya,nanti mobilnya biar aku yang menjemput didiskotik" Kata Kartika sembari mengelus rahang Mario.


"Ok,aku pamit dulu ya" Balas Mario dari jendela mobil.


Kartika mencium bibir Mario dengan sekilas,pemuda ini diam saja lalu dengan bingung Mario melajukan mobil mewah itu,dia canggung karena baru kali ini mengendarai mobil secanggih itu.


"Gila nih mobil bingung bawanya,aku harus bisa" Batin Mario melajukan mobil keluar gerbang rumah Kartika,Mario melihat dari spion Wanita itu melambai dengan senyuman.


"Waw in-ini sangat keren" Mario terkagum bisa mengendarai mobil mewah itu hingga iya ngebut begitu saja dijalanan.


"Ngeeet"


Mario terus meluncur kearah rumahnya,sebagian mata orang awam melihat mobil tersebut bedecak kagum,pasti yang ada didalamnya sang jutawan,padahal aslinya cuma Mario yang bermodalkan wajah tampan.


Sampai dihalaman Villa Mario turun dari dalam mobil tersebut,mata Mario melihat villa begitu sepi,lalu iya membuka pintu Villa dan berjalan masuk kedalam kamarnya.


Mario masih sibuk didalam kamarnya dengan membersihkan diri,lalu pintu kamar Rena terbuka ternyata Jimmy yang keluar dari dalam kamar. Jimmy mendengar suara mobil jadi iya keluar memeriksa siapa yang tengah datang kevilla.


"Waw Buggati siapa ini?" Kata Jimmy memandang mobil mewah yang terletak dihalaman villa.


"Tun-tunggu ini mobil cuma satu dikota ini,ya aku tau ini mobil siapa" Jimmy berfikir dengan memicingkan mata.


"Mario !"


"Tok tok tok"


"Mario !" Suara Jimmy dari pintu kamar Mario,lalu Mario berjalan membuka pintu kamar dan melihat Jimmy dengan wajah ketatnya.


"Abang pagi pagi dah manggil orang kek gitu" Kata Mario dengan tersenyum.


"Mobil didepan itu mobil siapa?" Tanya Jimmy yang masih berdiri didepan pintu.


"Oh itu mobil teman bang" Jawab Mario dengan santai.


"Puuk" Jimmy menjotos kepala Mario dan berdecak kesal. "Aduh apa sih bang" Keluh Mario sembari mengusek kepalanya.


"Jangan bohong,kamu tidak bisa bohongi abang". Kata Jimmy sembari membelalakan mata.


"Iya itu mobil Kartika" Jawab Mario sembari tersenyum.


"Ya abang tau itu mobil Kartika William,kau bermain dengannya Mario?,apa kau tidak tau dia siapa hah?,aku menyuruhmu menaklukan wanita tapi bukan janda kaya itu" Kata Mario sembari memijat dahi.

__ADS_1


"Dia baik bang,aku nyaman berteman sama dia"


"Kau udah bermain sama orang kelas atas,hati hati Mario,aku tidak bisa menolongmu jika ada masalah sama wanita kelas atas itu"


"Apa kau sudah bermain tadi malam dengannya hah?,sampai enggak pulang?" Kata Jimmy lagi dengan kesal.


"Eng-enggak bang aku masih perjaka kok" Sangkal Mario.


"Hah abang enggak habis fikir sama kamu,memang sih Kartika itu cantik,tapi apa kau tau Mario dia itu seorang Mafia,walau wanita dia sangat cerdik kau harus hati hati"


"Mafia?" Mario baru tau dan berfikir matang untuk melanjutkan hubungannya dengan Kartika.


"Tapi bang dia kerja dikantor katanya?" Tanya Mario dengan heran.


"Hah kau belum paham politik Mario,ya sudahlah,sudah terjadi" Jimmy bernafas kasar berkali kali.


"Udah enggak usah abang fikirin,wanita itu baik kok sama aku,ya sudah aku mandi dulu ya bang,oh iya mbak mana?"


"Mbak kamu lagi belanja,cepat kau bawa pergi mobil itu kalau tau mbakmu pasti bisa ngamuk"


"Ya ya bang" Mario langsung masuk kedalam kamar dan mengganti pakaiannya.


Mario langsung bergegas pergi dari Villa takut dengan Rena,saat Mario masuk kedalam mobil,terlihat Jimmy berjalan buru buru mendekati Mario.


"Mario" Jimmy mengetuk pintu kaca mobil,lalu Mario membuka kaca mobil setengah.


"Ya bang" Sahut Mario dengan tersenyum,lalu Jimmy masuk kedalam mobil dan duduk dibangku tumpangan depan.


"Abang mau Tes mobil ini,sini biar abang yang nyetir" Kata Jimmy dengan cengengesan.


"Huh abang tadi disuruh cepat cepat,jadi mbak gimana bang?" Kata Mario mengganti posisi duduk.


"Beres mbak kamu biar abang yang bereskan" Kata Jimmy sembari memutar kunci mobil.


"Mario siap siap kita terbang" Kata Jimmy lagi Sembari menginjak pedal gas mobil.


Jimmy ngebut dan melajukan mobil bersama Mario dan meninggalkan area Villa.


"Hahahaha keren juga mengendarai ini,pasti cewek cewek melirik kita" Kata Jimmy tertawa renyah.


"Ye abang entar aku bilangi mbak Rena baru tau rasa"


"Hus....kamu ini ya ganggu kesenangan abang aja" Balas Jimmy.


Mereka berdua berjalan keliling kota sembari bersenang senang,padahal tadi Jimmy melarang keras enggak taunya naik juga tuh kedalam mobil mewah.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2