KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 91


__ADS_3

Sekitar jam sepuluh pagi Mario membuka mata lalu memungut satu persatu pakaian miliknya dengan cepat iya pakai,kini iya terduduk dan terkejut melihat Melati sudah tidak ada lagi,Mata Mario juga melihat sebercak darah yang sudah kering diatas karpet tebal itu,itu adalah sebercak selaput darah milik Melati yang pecah.


"Astaga,apa yang kulakukan?,aku tadi malam bersama Melati melakukan itu?,hah...bodoh bodoh" Bicara Mario sendiri seakan menyesal.


"Khilaf apa memang aku tak sadar?,jadi kemana dia?" Kata Mario dengan heran saat tidak menemukan Melati disisinya.


Mario berjalan kearah dapur siapa tau Melati berada didapur,tetapi tidak ada batang hidung Melati terlihat Mario,lalu kaki Mario berjalan kearah pintu dan melihat sendal Melati sudah tidak ada.


"Hah dia pulang enggak izin dulu,akukan bisa mengantarnya pulang,ah sudahlah aku bersihkan dulu itu" Gumam Mario berjalan kembali menuju ruang tengah.


Mario melipat karpet hendak mencuci sebercak darah itu karena takut ketahuan Rena atau Jimmy,Mario disibukkan dengan Karpet yang sudah iya cuci dikamar mandi dan setelah itu iya jemur dibelakang Villa.


"Mario....Mario !!" Panggilan dari dalam Villa saat Mario sibuk menjemur karpet tersebut dihalaman belakang.


"Mbak udah pulang,syukur saja aku cepat mencuci ini" Batin Mario yang berdiri mematung dijemuran pakaian.


"Kamu rajin amat bersihkan karpet itu,tumben" Suara Rena yang sudah berdiri dipintu belakang Villa.


"Ah iya mbak ini sudah kotor,jadi aku cuci aja mumpung nganggur" Balas Mario dengan kikuk.


"Ya sudah,mbak bawa sarapan buat kamu,sudah mbak taruh diatas meja makan,mbak mau ganti pakaian dulu capek dari luar kota" Kata Rena dengan tersenyum.


"Bang Jimmy mana mbak?" Tanya Mario yang sudah berjalan kearah pintu belakang.


"Tuh diruang tengah lagi sarapan,sudah ya mbak mau kekamar dulu" Balas Rena langsung berjalan kearah kamarnya.


Mario berjalan kearah meja makan dan melihat satu bungkus makanan buatnya,karena cacing diperutnya sudah berperang minta diisi makanan,terlihat Jimmy berjalan kearah meja makan dan memegang sesuatu.


"Bisa kau jelaskan benda ini?,mmm.., tampaknya tadi malam ada yang seru nih" Kata Jimmy tangannya meletakkan kalung emas berbentuk bunga diatas meja makan.


Glek


Mario menenggak salivanya berkali kali iya terkejut,bibirnya susah sekali untuk menjawab pertanyaan Jimmy,sedangkan Jimmy berdiri dengan mata melotot dan bibir tersenyum miring.


"Kenapa diam?,ini tidak mungkinkan kau yang pakai,ini punya wanita kaukan sudah sembuh,apa kau balik lagi jadi perempuan?" Suara Jimmy yang ingin meledek Mario.


"Abang ngomong enggak pake bandrol,It-itu punya Melati bang,tadi malam dia main dirumah ini" Jawab Mario gugup dan tidak berani menatap mata Jimmy yang terbelalak.

__ADS_1


"Pelankan suara kamu,entar didengar mbakmu,sekarang kau sarapan dulu nanti kita bicara lagi" Kata Jimmy langsung berjalan kearah ruang tengah.


"Hah..mati aku,kalung ini udah putus" Kata Mario dengan cepat mengambil kalung yang sudah rusak itu lalu iya simpan didalam saku celananya.Mungkin permainan panas tadi malam membuat kalung itu terputus dari leher pemiliknya.


"Ah bodoh ah,aku makan dulu entar lagi kerja" Mario bicara sendiri dan langsung melahap makanan yang diberikan Rena.


Selesai makan Mario pergi masuk kedalam kamar dan mengambil handphone miliknya untuk memberikan pesan kepada Melati,Mario terus mengetik pesan buat Melati melalui whatsup.


"Lho kok centang satu?,apa lowbet kali ya batre handphone Melati,ah sudah entar juga dibalas Melati" Batin Mario langsung meletakkan handphone diatas meja nakas yang terletak disudut tempat tidur.


Mario tidak ambil pusing iya bergegas masuk kedalam kamar mandi,lalu membersihkan diri,beberapa menit kemudian Mario keluar dari dalam kamar mandi karena sudah selesai membersihkan diri. Lalu Mario menyisir rambutnya serapi mungkin didepan cermin dan tidak lupa antingnya iya pakai ditelinga kiri.


Lalu kaki Mario berjalan keruang tengah dan melewati ruang tamu mengarah kepintu luar Villa,terlihat Jimmy yang sudah duduk didalam bangku setir mobil.


"Mario sekalian saja abang antar kamu,cepetan pamit sama mbakmu,ini sudah jam sebelas" Tukas Jimmy bicara dari dalam mobil.


"Ya aku masuk jam satu bang"


"Alah enggak peka juga,udah buruan" Titah Jimmy.


"Iya iya" Mario langsung bersiap diri dan pamit kepada Rena,setelah itu iya masuk kedalam mobil mengambil duduk dibangku tumpangan depan.Jimmy langsung melajukan mobil kearah jalanan raya.


"Aku penasaran itu kalung emas siapa,kau harus jelaskan sama Abang itu punya siapa?" Sambung Jimmy dengan fokus menyetir.


"Melati bang,Hah entahlah bang aku khilaf tadi malam,hilang deh perjakaku" Kata Mario dengan wajah penyesalan.


"Astaga Mario,kau melakukan hal itu?,sama Melati?" Jimmy terkejut dengan menaikkan alis satu memandang wajah Mario.


"Jadi cemana?" Kata Jimmy lagi dengan rasa penasaran.


"Ya udah terjadi,dia juga masih perawan,rasanya betul kata abang enak banget Hahah" Mario jadi tertawa mengingat kejadian tadi malam.


"Ckiit" Kaki Jimmy menginjak pedal rem membuat mobil berhenti tiba tiba itu membuat Mario heran,lalu Jimmy menatap marah kepada Mario dengan tangan menjotos kepala Mario,"Puuk" Seperti biasa tangan Jimmy melayang kearah kepala Mario.


"Kau udah gila ya Mario,abang menyuruhmu taklulan wanita bukan merusak wanita,kau udah merusak anak gadis orang hah,kalau hamil gimana?,ah Mario berfikir panjang melakukan hal itu,Abang kira cewek namanya Melati itu udah enggak perawan" Ketus Jimmy membuat Mario terbengong dengan mengusek kepalanya yang terasa ngilu.


"Tapi bang dia juga ambil perjakaku,kami impaskan,lagian aku tidak memaksa dia,dia yang mau sendiri" Lirih Mario.

__ADS_1


"Mario laki laki enggak nampak mau masih perjaka atau tidak,wanita berbeda kau harus pahami itu,hah ada ada saja tingkahmu" Kata Jimmy lalu tangannya menghidupkan kembali mesin mobil.


"Jadi aku kek mana bang?"


"Kau berdoa saja Melati tidak menuntutmu,palingan kau akan menikah ahahaah" Jimmy tiba tiba tertawa.


"Aku belum siap bang,lagian aku enggak cinta ama dia,abang nakut nakuti aku aja" Kata Mario mengacak rambutnya sendiri.


"Enggak cinta tapi mau melakukan itu,hah Mario kau aneh aja" Kata Jimmy geleng kepala enggak habis fikir ucapan Mario berusan.


"Seperti kata abang namanya enak,mana bisa kucing garong nolak daging setumpuk itu" Balas Mario.


"Astaga kau udah mulai pintar bicara Mario,sudahlah pusing abang" Kata Jimmy dengan tangan tepuk jidat.


"Kan abang gurunya,abang juga pernah buka perjaka".Jawab Mario dengan santai.


"Guru dengkulmu itu,aku buka perjaka sama yang enggak perawan beda ama kamu,jadi gimana rasanya enak setelah tau rasa surga wanita?" Tanya Jimmy dengan ceplos.


"Ye abang tadi ngedumel,sekarang tanya tanya soal itu lagi,ya seperti abang bilang rasanya enggak terbilang" Balas Mario membuat Jimmy terdiam.


"Abang harap kau jangan ketagihan lagi,susah kalau udah jadi kucing garong,kek abangmu ini haahhaa" Jimmy tertawa menggelegar.


"Asyik ngobrol sama abang kek ada gila gilanya,ahahah" Sambung Mario membalas tertawa.


"Pantatt kaulah,seperti kata pepatah murid lebih pintar dari pada gurunya,kek kau sekarang ini udah jadi bedebah wanita ahahaha" Kata Jimmy tertawa kembali.


"Tapi kata abang jangan bawa perasaan,lagian aku enggak mau bang jatuh cinta lagi,cukup dulu sakit yang kurasakan" Kata Mario dengan wajah bedboynya.


"Hati hati kau bicara Mario,awas kena batunya,abang udah ngerasain niat main main eh kecantol sama mbakmu" Kata Jimmy berhenti tertawa.


"Enggak akan bang,hatiku udah tertutup yang namanya cinta" Kata Mario bicara dengan mantap dan tegas.


"Capek ngomong ama kamu,udahlah kau yang jalani itu,abang ini apalah kaleng kaleng diotakmu itu" Sambung Jimmy hembus nafas kasar dan melajukan mobil kearah kafe.


"Hah pusing bang" Balas Mario mengacak rambutnya sendiri.


Bersambung*

__ADS_1


Jangan lupa like and komennya.


__ADS_2