KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 51


__ADS_3

"Jawab Sarah kenapa handphone Pemuda itu ada disini !?" Tanya Jimmy dengan nada meninggi dan melihat lekat lekat wajah pucat Sarah yang terdiam duduk dikursi kerjanya.


Sarah tidak menjawab sesekali melirik pintu kamar mandi dan Jimmy mengetahui mata Sarah yang selalu melirik pintu tersebut,Pria kekar ini berdiri dari duduk dan berjalan hendak mendekati pintu kamar mandi seketika Sarah berdiri dari duduk berlari kecil lalu berdiri didepan pintu itu.


"Kau menyembunyikan pemuda itu didalam?,apa yang kau lakukan Sarah,singkirkan tubuhmu ini !" Tukas Jimmy mendorong kecil tubuh Sarah, wanita ini mengerakan seluruh tenaganya untuk bertahan membentengi pintu kamar mandi tersebut.


"Jangan kau usik urusanku,urus saja adikku yang sedang hamil itu !" Titah Sarah dengan wajah sangar menatap Jimmy yang berdiri dihadapannya.


"Jangan gila Sarah..,istriku tidak ada kaitannya dengan masalah sekarang yang kau buat,awas aku mau melihat Pemuda itu" Kata Jimmy lagi sembari mendorong kuat tubuh Sarah untuk bergeser dari daun pintu. Jimmy juga menafsir ada dua gelas kosong diatas meja pasti Sarah sudah melakukan hal licik kepada Mario.


"Kau mau adu tenaga denganku?" Tukas Jimmy dengan wajah sangar,Sarah mulai menyerah dari daun pintu wanita ini mana kuat menantangi tenaga seorang Pria kuat seperti Jimmy.


Dengan perlahan Sarah bergeser dari daun pintu dan berjalan ketakutan kearah meja kerja miliknya,sedangkan Jimmy sudah membuka pintu kamar mandi dan melihat Mario duduk lemas sembari menyandar tembok kamar mandi.


"Tega sekali kau Sarah!,kenapa mesti Mario yang ingin kau mangsa,kau sudah gila Sarah!" Suara Jimmy meninggi dan langsung memapah Mario untuk keluar dari ruangan Sarah.


"Aku akan bilang pada Sera kalau kau masih berhubungan dengan pelacurmu itu Rena" Ketus Sarah saat Jimmy ingin membuka pintu ruangan. Pria ini tidak jadi keluar karena mendengar ancaman Sarah yang sudah marah Karena mangsanya dibawa pergi,wanita ini tidak rela melepaskan Mario begitu saja.


"Kau mengancam aku hah?" Jawab Jimmy yang masih memapah tubuh Mario didepan pintu ruangan.


"Alah takut ya !, Hahahah" Sarah tertawa menggelegar karena puas menakuti Jimmy, wajah tegas Jimmy berubah menjadi cemas karena diancam.


"Kau menikahi adikku demi hartakan?,aku tau niatmu itu dan aku tau juga kau tidak mencintai adikku" Ketus Sarah dengan wajah marah, padahal tadi iya sempat takut karena menyembunyikan Mario didalam kamar mandi.


"Aku yang menikahi adikkmu bukan menikahimu dari mana kau berfikir begitu hah?,sudahlah Sarah jangan kau bahas hal yang tidak penting,kau hanya mengu------"

__ADS_1


"Alah tidak usah munafik Jimmy kalau bukan harta untuk apa kau menikahi adikku dengan keadaan hamil dua bulan,apalagi yang dikandung adikku bukanlah darah dagingmu tapi anak orang lain yang sudah lari entah kemana" Potong Sarah dengan ketus dan membelalakan mata.


"Kau Pria miskin yang berhasil menikahi adikku dengan harta yang bergelimang" Tandas Sarah lagi dengan api yang membara didalam hatinya.


"Sudah cukup Sarah jangan membuat kesabaranku hilang,aku tidak perduli ocehanmu itu" Sambung Jimmy langsung membawa tubuh lemas Mario keluar dari ruangan Sarah.


"Buuk"


Jimmy keluar membawa Mario dan menutup pintu ruangan Sarah dengan kasar sekali. "Kalau bukan karena adikku kau tidak bisa duduk dikursi sebagai seorang Bos Jimmy !!" Teriak Sarah karena kesal Jimmy sudah membawa mangsanya keluar dari ruangannya.


"Sialan !!"


"Kerompyang buak"


Sarah dengan kesal menarik taplak meja membuat dua gelas kosong jatuh pecah berserakan diatas lantai,wanita ini tidak perduli suaranya didengar orang lagi karena hasrat yang sempat tergantung untuk memakan Mario lolos begitu saja dari genggamannya,padahal sedikit lagi Sarah akan mencicipi senjata antik milik Mario tetapi karena ketahuan Jimmy dia harus merelakan mangsanya pergi,wanita ini terus mengamuk didalam ruangan kerja terlihat apa yang iya pegang dibanting begitu saja keatas lantai.


"Enggak tau dari tadi mengamuk"


"Tadi aku lewat dari sini Bos Jimmy keluar dari kamar itu,bawa bawa Mario lagi"


Sejumlah karyawan hotel mengumpul didepan pintu ruangan Sarah,mereka ingin tau dan melihat Sarah kenapa dia sampai mengamuk seperti itu,tetapi tidak ada satupun yang berani masuk kedalam karena mereka takut terkena imbasnya juga. Jaka melintas mendengar juga keributan didalam ruangan Sarah Pemuda ini tanpa takut langsung masuk kedalam ruangan Sarah.


Sementara Mario sudah berada didalam mobil Jimmy,Pria ini bingung mau dibawa kemana Mario yang masih belum sadar,kalau dihotel pasti semua orang akan tau apa yang dilakukan Sarah pada Mario.


"Tlit tlit tlit"

__ADS_1


Handphone kepunyaan Mario berdering yang terletak didalam saku celana Jimmy,cepat cepat Pria ini mengambil handphone dan melihat siapa yang menelpon Mario.


"Desy" Gumam Jimmy saat melihat siapa yang menelpon.


"Aku kira Rena,ah aku angkat saja siapa tau dia orang penting" Gumam Jimmy sembari tangannya menekan tombol hijau."Hallo" Kata Jimmy membuat Desy heran kenapa yang angkat telpon Mario suara yang berbeda,bagaimanapun Desy mengenal baik suara kekasihnya itu,suara lembut bukan bariton seperti suara Jimmy.


Pria ini menjelaskan kepada Desy soal Mario dibius orang tetapi Jimmy tidak menyebutkan siapa yang tega melakukan itu pada Mario,Desy berjanji datang untuk menjemput Mario didalam mobil Jimmy.


"Ternyata pacar Mario,ini semua karena Sarah!" Gumam Jimmy sembari melihat Mario yang terus mengigau.


Jimmy terus memperhatikan detik jam berputar waktu terus bertambah,mata Jimmy melihat sebuah mobil terparkir dibelakang mobil Pria yang menolong Mario ini.


"B 20 V ini pasti mobil Om itu" tukas Desy yang sudah keluar dari mobil lalu berjalan menuju mobil kepunyaan Jimmy,Pria ini langsung membuka pintu mobil.


"Kenapa bisa begini Om?" Tanya Desy sembari memapah Mario.


"Om juga enggak tau,ya sudah kamu bawa saja dia pulang" Jawab Jimmy sembari melontarkan senyum kepada Desy.


"Makasih ya Om" Tukas Desy lagi lalu pergi berjalan masuk kedalam mobilnya setelah Jimmy anggukan kepala,lalu Desy menaruh tubuh Mario dibangku tumpangan depan tetapi tangan Mario langsung cepat masuk kedalam baju milik Desy dan mengusek nguseknya.


"Dia kayak kenafsuan gini pasti obat aneh yang ditaruh manusai dajjal itu" Geram Desy sembari memegangi jemari Mario yang ingin hinggap didadanya Desy. Lalu gadis ini menutup pintu mobil dan berjalan sedikit membuka pintu mobil sebelah kanan dan duduk dibangku setir.


"Desy" Nama itu yang diucapkan Mario saat mengigau dan ingin kehangatan,Desy tidak fokus menyetir hatinya jadi senang karena nama dirinya yang disebut Mario.


"Sabar ya sayang kita keapartemen" Sahut Desy sembari tangan kirinya mengelus pucuk kepala Mario.Desy menginjak gas dalam dalam lalu mobil melaju dengan kencang sekali menuju apartemen miliknya.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2