KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 58


__ADS_3

Suara mesin mobil dan sepeda motor saling bersahutan dijalanan ini,hiruk pikuk memekikkan telinga orang yang ada dijalan tersebut begitu juga Mario sudah menapakkan kaki dikota yang iya tuju,walau rasa lelah dia tidak menghiraukan tubuhnya yang lelah sehabis perjalanan jauh dan baginya untuk sampai dikota sabang ini sudah sangat bersyukur dengan selamat.


"Aku ingin melihat rumah lama dulu" Gumam Mario sembari belok arah menuju bawah jembatan,mungkin Pemuda ini rindu suasana rumahnya dulu.


Mario terus berjalan melewati jalanan itu dan mengarah kekolong jembatan,langkah Pemuda ini terhenti saat melihat bekas rumahnya dulu sudah kosong melompong,lalu Pemuda ini mengambil duduk dengan hati penuh dengan pertanyaan.


"Pak dimana rumah kardus disini semua,kok tidak ada lagi?" Tanya Mario saat melihat Seorang bapak melintas ditempat tersebut.


"Ow dua bulan yang lalu sudah digusur nak,mereka semua pindah ketempat lain" Jawab Pria berkumis tipis dan berbadan kurus tersebut.


"Ow terima kasih Pak" Sahut Mario dengan mengigitkan bibir bawahnya dia tidak habis fikir kenapa baru sekarang rumah kardus yang dulu iya hinggapi sudah digusur,padahal dulu iya lama tinggal disitu tidak ada penggusuran sama sekali,tetapi kenapa baru lima bulan lebih iya pergi dari kota ini rumah kardus yang iya miliki sudah tidak ada lagi.


Hah biarkan saja rumah kardus itu hancur atau hilang toh didalamnya cuma ada barang rongsokan,hanya lemari usang dan tempat tidur yang sudah keras busanya,biarlah itu hilang walau peninggalan Almarhum Ibu Mario.


Kini Mario menapakkan kaki lagi melewati jembatan ini dan berjalan lurus hendak kerumah sahabatnya yaitu Tiny,Mario harus punya teman untuk datang kerumah Desy supaya dia tidak terlalu gugup nanti. Kini Mario terus melangkah sembari membawa barang yang pernah iya beli untuk Tiny.


Kaki Mario berhenti lagi melihat sebuah Rel kereta api dan didalam pikiran Mario terlintas kenangan dulu sewaktu dia mengamen bersama Tiny memakai baju wanita,sungguh kenangan pahit dan manis itu tidak pernah dilupakan pemuda tampan ini.


"Maria !!" Panggilan daru belakang punggung Mario membuat dia terkejut sudah lama dia tidak dipanggil dengan nama Itu,Pemuda ini juga mengenali pemilik suara bariton itu.


"Riko !" Gumam Mario tidak berani membalikan tubuh karena iya tau Pria itu adalah seorang yang bajingann,pemuda yang pernah singgah dikehidupan Mario dengan meninggalkan duka dan kesedihan.

__ADS_1


"Maria kau sudah berubah ya,lihat gayamu sudah pakai baju laki laki,dulu kau cantik sekarang kau tampan,kau pikir aku tidak mengenalimu gaya berjalanmu yang feminim itu tidak bisa dibohongi walau kau memakai baju laki laki ini ahahaah" Tukas Riko yang sudah dihadapan Mario.


"Namaku Mario bukan Maria lagi, itu sudah aku lupakan bahkan aku buang jauh jauh,tolong jangan panggil nama itu lagi karena aku tidak sudi mendengarkan nama itu" Balas Mario dengan wajah datar kepada Riko.


"Alah aku tidak yakin kau berubah,kau banci tulen apa bisa pacaran dengan wanita,haahah ayo balikan lagi sama aku,aku sudah jomblo sekarang" Balas Riko sembari memegang bahu Mario.


"Jangan sentuh aku !!" Ucap Mario ketus sembari menepis tangan Riko yang hinggap dibahu kanannya.


"Aku sudah punya cewek dan sudah berubah,tolong kau pahami" Kata Mario lagi sembari meninggalkan Riko yang tercengang mendengar ocehan Mario,Pemuda kekar ini berdiri mematung mendengar perkataan Mario barusan.


Mario dengan langkah cepat meninggalkan tempat itu takut kalau Riko mengatakan hal aneh lagi,Riko Pemuda tidak tau diri pernah tinggal bersama Mario dimasa lalunya yang pahit itu dan pernah mengkhianati Mario.


"Aku sudah hidup normal mau apa dia menggangguku lagi,menjijikan" Batin Mario sembari mengepalkan tangan dengan hati yang kesal.


"Assallammu'alaikum" Ucap Mario yang sudah menapakkan kakinya dibalkon teras rumah tersebut.


"Wa'alikum salam,kamu Nak Mariokan? teman Tono?" Tanya salah satu wanita berbadan subur dia adalah Ibu Tiny alias Tono panggil saja dia Aminah.


"Iya bu saya Mario,oh iya tiny eh maksud saya Tono ada bu?" Jawabku dan kembali bertanya yang masih berdiri dihadapan kedua wanita ini.


"Hemm ngapai kau tanya anak itu,kami sudah tidak ingin melihatnya" Ketus salah satu wanita selaku Bibi Tono yang kelihatannya tidak menyukai Tono,panggil saja dia Anna.

__ADS_1


"Hus kamu jangan bicara gitu" sambung Aminah dengan kesal karena adiknya bicara tidak sopan.


"Nak Mario duduk sini mari nak,Ibu tadi sempat pangling melihatmu yang sudah berubah total, Ibu bahagia melihat kamu berubah begini nak,tunggu sini dulu ya Ibu akan membuatkan teh" Kata Aminah lagi sembari bergegas kearah dapur.


"Bu saya mau air putih aja" Kata Mario karena tidak ingin minum teh dan melihat Aminah pergi begitu saja tanpa jawaban,kini tinggalah Anna dengan Mario duduk dengan suasana menegangkan karena wajah Anna datar dan tidak suka tersenyum.


"Kalau kau mencari temanmu itu dia sudah tidak ada lagi disini,bagus kau sudah cepat cepat bertobat tidak jadi wanita jadi jadian lagi,kalau enggak pasti kau bernasib sama dengan keponakan itu" Tukas Anna yang membuka suara duluan dengan wajah datar.


"Emang Tono kenapa bu?,kok tidak ada disini?" Tanyaku penasaran dan tidak mengerti ucapan Bibi Tono ini.


"Dia udah jauh lagi dikarantina sana,kena penyakit mengerikan,mungkin itu karma dia menjual diri sesama jenis Cih..aku jijik kalau membayangkan kelakuan Tono yang menentang kodrat itu" Jawab Anna dengan wajah dipenuhi kebencian.


"Penyakit dia menular jadi terpaksa dikarantina,badannya juga habis kau tidak akan mengenali wajahnya lagi kalau bertemu dia, karena badannya tinggal tulang sama kulit,hah kasihan keluarga ini harus menanggung malu" Ucap Anna lagi dengan memijat dahinya.


"Jadi penyakit apa itu bu?,saya mau lihat Tono Bu dan memberikan barang ini,biar dia cepat sembuh" Kataku dengan rasa sedih dan kecemasan mendengar sahabat yang pernah menolongku ini lagi sakit parah.


"HIV"


"Dia tidak akan pernah sembuh hanya penyesalan saja yang iya tanggung sampai sekarang" Jawab Anna dengan rasa amarah.


"Apa !" Ucap Mario dengan sangat terkejut dan tidak bisa apa apa lagi tentang kabar penyakit Tono,padahal tadi Mario mau memberi kabar gembira pada Tono bahwa Mario sudah bisa pacaran dengan lawan jenis dan mau minta ditemani kerumah Desy.

__ADS_1


Hah sungguh ini seperti mimpi saja pantasan media sosial Tono tidak aktif lagi,dengan rasa cemas Mario berdoa didalam hati supaya Tono dapat bertobat disisa hidupnya yang tidak tau kapan diambil sang pencipta.


Bersambung*


__ADS_2