
Mario lagi makan siang diruangan khusus karyawan sembari tersenyum sendiri membalas pesan dari Desy,mereka semakin akrab semenjak kencan tadi malam.
"Woi makan jangan senyum gitu lihatin handphone,entar dianggap orang gila kamu" Tukas Dana yang baru datang membawa jatah makan siangnya.
"Maklum saja bro lagi kasmaran dia" Sambung Deddy selaku teman Dana dan karyawan hotel juga.
"Kalian kepo terus,enggak bisa aku senang dikit" Jawab Mario sembari melanjutkan makan yang sempat tertunda.
"Mario selesai jam makan siang kamu bersihkan kamar satu empat" Ucap Jaka yang berdiri dipintu ruangan kerja,tiba tiba saja pemuda ini nongol didepan pintu.
"Oh iya iya,nanti aku kerjakan" Jawab Mario membuat mereka bertiga berhenti mengobrol, Deddy dan Dana saling melihat dan berfikir aneh tidak biasanya Jaka menyuruh Mario.
"Emangnya siapa yang menyuruh kamu Jak?" Tanya Deddy heran sekali.
"Oh iya lupa aku,tadi Hendrik izin sakit jadi dia tidak datang hari ini, jadi Mario yang menggantikannya,Aku dengar dari ibu Sarah" Jawab Jaka dengan gugup karena Hendrik satu indekos dengan Jaka.
"Ya sudah habis ini Aku bersihkan,kasihan Hendrik" Kata Mario dengan tersenyum manis.Karena orang bernama Hendrik juga ofice boy sering berganti siff kerja dengan Mario.
"Kalau gitu Aku kedapur ambil jatah makan siang dulu bro" Kata Jaka lagi sembari pergi dari ruangan karyawan.
Deddy dan Dana saling pandang lagi dengan heran,sedangkan Mario berdiri dari duduk karena selesai makan dan berniat menyuci piring didapur hotel.
"Aku sudah selesai tak tinggal dulu ya" Ucap Mario pergi berjalan kearah dapur hotel.
"Jaka aneh ya itu bukan bagian dia kenapa dia yang menyuruh Mario, biasanya Aku yang dipanggil ibu Sarah" Kata Dana dengan kerut alis.
"Mungkin Jaka memang disuruh bro,kamu taukan Jaka itu siapanya ibu Sarah" Sambung Deddy dengan nyengir sembari makan dengan lahap.
Dana hampir saja tersedak makanan karena ingin tertawa kalau mengingat siapa Jaka dimata Sarah,lalu Mario sudah membawa alat bersih bersih menuju kamar satu empat.
Mario sangat kesal saat masuk kedalam kamar yang akan iya bersihkan ini dan Mario melihat isi kamar begitu berantakan membuat pekerjaan ini semakin lama selesai padahal iya baru makan,tetapi namanya pekerjaan terpaksa harus dikerjakan.
__ADS_1
Kini Mario sudah menyapu lantai,pel lantai serta mengganti sprei baru diranjang empuk ini, kulit mulai mengeluarkan keringat saat membersihkan kamar mandi yang sangat kotor.
Tamu yang tidur dikamar ini sepertinya sangat jorok,kelihatan dari kulit kacang berserakan diatas lantai serta botol botol minuman beralkohol dibawah meja nakas terletak begitu saja.
"Fiuh"
Mario bernafas lega akhirnya kamar ini kinclong kembali,setelah itu Mario berjalan untuk keluar dari kamar ini,belum sempat keluar seorang Pria datang dengan wajah kebingungan.
"Apa kamu sudah bersihkan kamar ini?" Kata Pria berbadan pendek dan berkumis tebal tersebut sembari mencari cari sesuatu didalam kamar.
"Sudah saya bersihkan pak" Jawab Mario dengan heran dan melihat Pria itu mengotak atik kamar yang sudah iya bereskan,hati Mario kesal karena baru iya bereskan malah diberantakin lagi.
"Kok enggak ada ckccck" Tukas Pria tersebut sembari kecap mulut dan berdiri dihadapan Mario yang sudah berdiri didekat daun pintu kamar.
"Kamu tadi bersihkan kamar ini lihat barang saya tidak?, jam tangan saya ketinggalan apa kamu lihat ?" Tanya Pria itu memasang mata dan melihat sekeliling penjuru kamar ini.
"Tidak ada pak, saya hanya melihat botol minuman sama kulit kacang saja" Jawab Mario dengan polos dan tersenyum.
"Benar pak saya tidak bohong,mungkin bapak salah letak atau ditempat lain mana tau bapak lupa" Balas Mario dengan mengkerutkan alis.
"Enak sekali kau bilang saya pelupa,ingatan saya masih bagus,kau pikir saya main main kehilangan jam tangan saya,biar kamu tau itu harga jam bisa bayar gajimu kerja disini selama setahun penuh !!" Tandas Pria tersebut merasa tersinggung dengan ucapan Mario.
"Mana manejer kalian?,saya akan komplin pada hotel ini !,baru sebentar saya cek out tinggalin nih kamar masa sudah hilang !!" Kata Pria itu lagi dengan suara meninggi. Membuat Mario takut dan bingung karena tidak tau jam itu harganya berapaan.
Suara bariton Pria tersebut terdengar orang yang melintas yaitu Dana dan Deddy serta Jaka yang sudah didepan pintu kamar satu empat.
"Mario kenapa bapak ini marah marah?" Tanya Dana bersuara pelan yang sudah dibelakang tubuh Mario.
"Mana manejer kalian?, aku mau bertemu !!" Kata Pria itu tidak sabar,Mario jadi tidak sempat menjawab pertanyaan Dana.
Jaka langsung membawa Pria tersebut kekantor Sarah,sementara Mario menceritakan apa yang terjadi didalam kamar ini bersama Deddy dan Dana.
__ADS_1
"Enggak biasanya dihotel ini kehilangan,iyakan bro,belum pernah sama sekali mungkin bapak itu lupa" Kata Deddy dengan geleng kepala.
"Sudah Aku bilang mungkin dia lupa,eh malah nyolot marah marah" Kata Mario dengan kebingungan.
"Iya memang baru kali ini kejadian" Sambung Dana dengan berfikir.Kedua pemuda ini melihat wajah Mario lekat lekat seakan akan menuduhnya secara tidak langsung.
"Sumpah demi Allah aku tidak menemukan jam itu,kalian lihatin aku gitu banget" Lirih Mario.
"Kami bukan menuduh kamu Mario, tapi kamu sudah jujurkan enggak temui jam tangan itu disini,soal ini urusan gawat bro pelanggan kita komplin" Kata Deddy dengan wajah serius.
"Benar yang dikatakan Deddy,bisa bisa dia mengoceh diluar sana otomatis pelanggan lain jadi takut menginap dihotel kita ini" Sambung Dana melengkapi pikiran Deddy.
"Aku tidak berfikir sampai kesitu,gimana ini?,aku sudah jawab jujur kalau pun ketemu pasti sudah aku kembalikan" Katanya sedikit takut dengan ucapan kedua pemuda ini.
"Kami percaya,ya sudah kita cari lagi saja didalam kamar ini siapa tau ketemu" Sahut Deddy langsung masuk kedalam kamar.
Kini mereka bertiga membongkar isi kamar, Deddy bagian ranjang,Mario bagian lantai dan gorden jendela,sedangkan Dana bagian kamar mandi,mereka memeriksa setiap inci kamar tersebut.
Hampir satu jam mereka mencari tapi hasilnya nihil malah keadaan kamar menjadi porak poranda,padahal tadi Mario dengan peluh keringat membersihkan kamar ini tetapi itu tidak iya kesalkan lagi dan yang penting jam tangan mahal itu bisa ditemukan.
"Woi gawat gawat?" Kata Nova selaku karyawan hotel bagian dapur,tiba tiba datang dengan wajah kecemasan.
"Berisik kami lagi fokus nyari barang pelanggan yang hilang" Sambung Dana dengan wajah lelah karena sudah capek keliling mencari jam tangan tersebut.
"Ini lebih gawat kita semua disuruh ngumpul dikantor Ibu Sarah,enggak pernah begitu sebelumnya" Tukas Nova bertubuh gendut dan mempunyai pipi chubby.
"Ah pasti pelanggan itu komplin" Kata Dana dengan garuk kepala kesal.
"Sudah lebih baik kita semua kesana,ada ada saja" Sambung Deddy sudah berjalan dibarengi Mario dan Dana serta Nova.
Mario karyawan baru disini merasa tidak enak ada yang kehilangan begini,apalagi Mario yang membersihkan kamar satu empat tersebut sungguh membuatnya jadi sangat sial.Tetapi Mario tidak takut karena memang iya mejawab dengan jujur dan tidak ada barang berharga yang tertinggal sewaktu membersihkannya.
__ADS_1
Bersambung*