
"Punya kamu segede apa sih?,sampai nyonya tergila gila gitu" Tiba tiba Baron nyeplos bertanya kepada Mario,padahal sedari tadi mereka berdua diam membisu didalam mobil.
"Kecil cuma dua puluh centimeter,diameter tiga jari" Jawab Mario dengan tersenyum.
"Kecil matamu itu,itu mah besar,pantas nyonya kelepek kelepek" Balas Baron dengan datar.
"Kau tidak perlu takut denganku,aku enggak makan orang" Kata Baron lagi yang masih fokus menyetir.
"Sudah lama kerja sama Kartika?" Tanya Mario yang duduk dibangku tumpangan belakang mobil.
"Ya enggak lama cuman sepuluh tahun" Balas Baron.
"Enggak lama matamu itu,sepuluh tahun itu lama bapak Baron" Balas Mario dengan berani.
"Besar juga nyalimu bicara begitu padaku" Lirik Baron dari kaca Spion tengah.
Mario diam saja hanya senyuman yang iya lontarkan kepada Baron,besar tubuh Mereka hampir sama bedanya Baron lebih tua dari Mario,Baron sekitar umur tiga puluh tahunan lebih.
Kini mobil sedan itu sudah didepan pintu rumah mewah milik Kartika,tanpa segan lagi Mario berjalan masuk kedalam rumah dan melihat Kartika duduk lipat kaki diatas sofa empuknya.
"Pasti kau capek pulang kerja menemui aku" Kata Kartika.
"Ah enggak,emangnya ada perlu apa memanggilku?" Tanya Mario heran dan sudah duduk disebelah Kartika.
"Aku sudah membelikan mobil mewah buat kamu Mario,sebentar lagi mobil itu akan datang" Kata Kartika dengan tangan memegang handphone.
"Mobil?,aku tidak meminta itu Kartika" Balas Mario dengan heran.
"Kau menolak kemauanku?,kau tidak meminta tapi aku yang memberikannya" Sahut Kartika dengan wajah kecewa.
"Aku tidak mau Kartika" Tolak Mario dengan nada tegas.
"Ini yang aku suka darimu Mario,aku tetap memberikan mobil itu kepadamu,sudah terlanjur aku beli" Balas Kartika dengan tangan mengelus rahang Mario.
"Tapi Kartika"
"Enggak usah pakai tapi tapian,lagian mobil itu sudah atas namamu" Jawab Kartika dengan mengecup salah satu pipi Mario.
"Kalau aku menolak dia akan kecewa,kalau aku terima aku takut entar jadi bahan ungkitan dikemudian hari" Batin Mario dengan ragu ragu.
"Kenapa kau diam ayo temani aku minum" Kata Kartika dengan tangan menuang minuman kedalam gelas kosong diatas meja.
"Tapi aku akan pulang jam delapan nanti,kalau aku mabuk gimana?" Kata Mario menolak halus Kartika.
"Sedikit saja,ayolah" Kata Kartika dengan tangan mengelus dada bidang Mario.
__ADS_1
Mario hanya diam saja dan menuruti untuk menemani Kartika minum didalam rumahnya,sesekali mata Mario melirik handphonenya siapa tau Melati membalas pesan pesannya.
"Dari tadi kau melirik handphone,apa ada masalah?" Ternyata Kartika memperhatikan mata Mario yang sibuk melihat handphonenya.
"Ow enggak,aku cuma mau lihat pesan dari sepupuku,dari tadi aku pesan enggak membalas" Jawab Mario dengan canggung.
"Jangan berbohong,sudah berapa banyak gadis yang kau dekati?,mmmm,aku tidak percaya kau masih singel Mario" Sahut Kartika.
"Sudah aku bilang aku masih singel,mereka hanya tempat persinggahanku saja" Jawab Mario.
"Jadi aku tempat persinggahanmu juga?" Tanya Kartika.
"Kau berbeda Kartika,sudahlah jangan tanya hal aneh aneh" Kata Mario dengan tersenyum.
"Kau memang tempat persinggahan juga Kartika,mmm..,aku hanya kasihan padamu tinggal dirumah ini sendirian pasti kau kesepian" Batin Mario tersenyum licik.
Mereka berdua ngobrol dengan bermesraan sedikit didalam ruang tamu rumah,hingga jarum jam menunjukkan angka tujuh lewat sudah saatnya Mario pulang.
Kini Mario berjalan keluar halaman dan melihat satu unit mobil mewah terpampang dihalaman luas rumah Kartika.Baron melirik dan tersenyum sinis seperti ada yang iya sembunyikan.
"Pakailah ini kuncinya" Kata Kartika menyerahkan kunci mobil buat Mario.
"Aku tidak mengerti kenapa kau membelikan mobil ini buatku" Kata Mario merasa tidak enak.
"Kau pikir aku lelaki murahan Kartika,jangan anggap aku seperti lelaki bayaranmu yang lain" Kata Mario sedikit tersinggung.
"Ow manisku,kau jadi kesal,maaf deh ya sudah pulanglah jangan tolak pemberianku" Kata Kartika dengan mengelus rahang Mario.
"Baiklah" Kata Mario dengan berjalan masuk kedalam mobil barunya tersebut.
"Kau tidak menciumku?" Kata Kartika saat berdiri dekat jendela mobil baru Mario.
Cup
Mario mengecup bibir Kartika sekilas,lalu Mario sudah pergi dari rumah Kartika,sementara wanita ini masih berdiri didekat halaman rumahnya.
"Baron" Panggil Kartika dengan wajah serius.
"Ya Nyonya" Balas Baron berjalan sedikit mendekati Kartika.
"Mulai sekarang kau awasi Mario,kalau ada gadis atau wanita lain yang mendekatinya laporkan padaku" Kata Kartika dengan nada tegas.
"Ba-Baik nyonya" Kata Baron dengan wajah canggung.
Lalu Kartika berjalan masuk kedalam rumahnya,sedangkan Baron masih berdiri dengan tercengang mendengar ucapan Kartika barusan.
__ADS_1
"Hah tugas baru ngawasi pemuda tengik itu,malas betul" Gerutu Baron dengan tangan mengacak rambutnya.
******************Skip
Mario sudah berjalan kearah rumah sampai dipersimpangan iya ragu masuk kedalam rumah,iya ingin buat alasan baru untuk Rena.
"Apa yang harus aku bilang,enggak mungkin aku akui ini pemberian Kartika,apa judulnya kalau mbak tau aku bermain sama janda kaya kek Kartika" Gumam Mario dengan keraguan.
Mario menelpon Jimmy cuma dia yang bisa membantu kesulitan Mario saat ini,Mario menyuruh Jimmy bertemu dipersimpangan rumah. Singkat Waktu Jimmy berjalan menuju persimpangan rumah.
"Ini mobil diberikan Kartika secara cuma cuma?" Tanya Jimmy heran yang sudah masuk kedalam mobil.
"Iya bang,Kartika yang memberikan mobil ini,aku harus buat alasan apa biar mbak enggak marah bang"
"Kenapa kau terima mobil ini Mario,orang membelikan tanpa cuma cuma pasti ada maksud tertentu,kau harus berhati hati Mario"
"Aku tau maksud abang,tapi ini sudah atas namaku bang,lagian dia suka padaku apa salahnya aku menerima ini,rezeky enggak boleh ditolak bang"
"Ini bukan rezeky Mario,aku tau wanita bernama Kartika itu gimana,dia nekatan kau harus hati hati" Kata Jimmy dengan wajah cemas.
"Sudahlah bang sekarang kita pikirkan alasan buat mbak Rena"
"Kalau itu urusan abang,kau taukan abang banyak akal,hahaha..." Balas Jimmy tertawa renyah.
"Sudah sekarang kita bawa mobil ini kevilla" Titah Jimmy.
"Baik Bos".Mario langsung melajukan mobil barunya menuju Villa,terlihat Rena lagi duduk dibalkon teras depan,Rena heran saat Mario dan Jimmy keluar dari dalam mobil mewahnya.
"Honey mobil siapa itu yang kalian bawa?" Tanya Rena dengan heran.
"Ow ini mobil Mario" Jawab Santai Jimmy,Mario jadi terdiam dengan tangan garuk kepala.
"Ini mobil mahal,dari mana Mario dapatkan uang?" Kata Rena heran.
"Uang Mario kurang jadi aku yang mengurus kredit mobilnya".Balas Jimmy langsung merangkul Rena.
"Iya mbak ini Kredit" Tambah Mario supaya Rena yakin dengan kebohongan Jimmy.
"Ow kredit toh,bagus Mario kau harus lebih giat lagi mencari uang" Kata Rena dengan tersenyum.
"Sudah enggak usah bahas aku lapar" Kata Jimmy mengalihkan suasana.
Jimmy langsung membawa Rena berjalan masuk kedalam rumah,jempol Jimmy dipunggung Rena saat Mario berjalan dibelakang mereka berdua,pertanda misi sukses dengan jempol yang diberikan Jimmy.
Bersambung*
__ADS_1