
Melati membuatkan teh dua gelas untuk mereka berdua,setelah itu mereka berjalan kearah ruang tengah disana ada karpet sepetak dengan dua bantal dan didepannya ada satu televisi,kini mereka berdua sudah duduk dengan mengobrol.
"Tadi kamu mau bilang sesuatu?,kok enggak jadi" Tanya Mario dengan mulut menyeruput teh hangat tersebut.
Melati hanya diam tertunduk lalu kedua matanya membendung air mata,Mario menjadi heran dan tangan Mario memegang dagu Melati dan mendongakkan wajah Melati keatas,tampaklah wajah sedih Melati dengan mata yang berkaca kaca.
"Kok kamu sedih gitu?,ada masalah cerita dong,aku jadi enggak enak lihat wajah kamu sedih" Kata Mario lagi dengan menatap heran mata Melati yang sudah mengembun.
"Apa Melati inget ya soal Kartika tadi?,hah pusing jadinya" Batin Mario dengan berfikir.
"Mario aku enggak mau pisah sama kamu" Suara Melati langsung memeluk erat tubuh Mario yang berposisi duduk.
"Maksud kamu apa Mel?" Tanya Mario yang enggak paham kenapa gadis ini bertingkah aneh,Lalu Mario membalas memeluk erat Melati dan mengusap punggung Melati.
Melati melepaskan pelukan dan menatap kedua bola mata cokelat milik Mario,gadis ini langsung mencium bibir Mario,sedangkan Mario yang heran diam saja menikmati ciuman yang dibuat Melati.
Mario terbuai saat Melati masih mencium bibirnya,lalu Mario tidak mau kalah lidahnya menerobos dan menari dilangit mulut Melati,kedua nafas mereka tersengal.Diiringi nafas memburu Mario melayang lalu tangan nakalnya meraba-raba dada Melati yang masih terbungkus kain tersebut.
Melati membuka bajunya tanpa ragu ragu dihadapan Mario,Mario menenggak salivanya saat melihat kedua bukit kembar itu tampak ranum dan kenyal,lalu tanpa basa basi lagi Mario mengecap dan mengisap salah satu bukit kembar Melati secara bergantian,membuat Melati melenguh serasa diawang awang seketika darahnya berdesir panas dan membuat V nya mendenyut hebat.
Junior itu berdiri tegak dan terasa sesak dibalik celana Mario,Melati makin agresif tangannya berani mengelus Junior Milik Mario yang masih terbungkus kain tersebut.
"Sssst" Mario meracau kasyikan karena ulah tangan Melati yang mengelus adik kecilnya itu.
__ADS_1
Malam semakin dingin ditambah hujan membuat kedua birahi insan tersebut dimabuk birahi,mereka jadi tidak sadar karena dirasuki hawa nafsu yang menggebu gebu.Melati berdiri dan melepas sisa kain yang ada ditubuhnya itu,Mario juga melakukan hal yang sama,mereka berdua seperti bayi yang baru lahir tanpa sehelaipun kain.
Melati berbaring diikuti Mario yang sudah diatas tubuhnya,lalu gadis ini mencium lagi bibir Mario dengan nafas yang memburu.Junior itu sudah tegak berdiri dan sudah bersiap masuk kegua surganya.
"Ssst,sakit Mario,ini sakit banget" Cicit Melati saat Junior mulai masuk dibibir V nya,Mario melihat wajah kesakitan Melati tetapi iya dirasuki hawa nafsu juga.
"Tenanglah,aku akan pelan" Cicit Mario ditelinga Melati,Melati anggukan kepala langsung mengambil bibir Mario dan memejamkan mata. "Aaaaa" Melati teriak kecil saat Junior berotot besar sudah membobol gua surga itu,Mario memainkan pinggul maju mundurnya secara perlahan.
"Ini lebih enak dari pada pakai pelicin,ini enak banget" Batin Mario setelah berhasil menggawangi Melati,iya dirasuki sampai lupa kalau perjakanya sudah hilang.
"Eugh...." Lenguhan Melati saat Mario sudah bermain maju mundur dengan pinggulnya,gerakan pinggul itu semakin kencang saat kepala Junior terpejit dan terasa geli.
"Arrrgggg" Mario melenguh keras saat Junior ingin muntah dan sisusul Melati yang sudah sampai puncaknya, "Crut ...crut" Junior itu muntah dengan sangat puas didalam gawang milik Melati,lalu tubuh Mario ambrul memeluk tubuh Melati yang sudah terkulai layu.
Mario menarik selimut untuk menutup tubuhnya dan tubuh Melati,lalu Mario terbaring miring memandang wajah Melati yang menatap Mario penuh cinta.Tangan Mario membelai mesra rambut Melati,sedangkan Melati melihat dahi Mario yang dipenuhi keringat dan langsung tangan Melati mengusap keringat itu dengan lembut.
"Enggak,kalau kamu?" Tanya Melati balik dengan tersenyum kecil berposisi terbaring miring menghadap Mario.
Cup
Mario mengecup kening Melati dengan mesra dan tidak menjawab pertanyaan Melati,mereka berdua terdiam dengan saling pandang satu sama lain.
"Aku capek banget,siang malam kerja" Kata Mario mengalihkan pertanyaan Melati dengan nafas kasar,lalu Mata Mario layu karena mulai mengantuk.
__ADS_1
"Tidurlah sayang,jangan bicara lagi" Cicit Melati dengan tangan mengelus rahang tegas milik Mario.
Beberapa menit berlalu Mario memejamkan mata karena rasa kantuknya,apalagi iya memang sangat lelah,Melati memandangi wajah Mario yang tampan walau sudah terpulas. "Zzzzzzz" Mario sudah sangat terpulas dan melupakan Melati yang masih terjaga.
"Mario apakah kamu tau kenapa aku menyerahkan begitu saja mahkotaku?,hari ini hari terakhirku disini,nanti jam tujuh pagi aku pulang kejakarta" Gumam Melati dengan mata yang mengembun.
"Aku juga berbohong padamu,aku lari dari rumah Jerry hanya untuk menemui kamu sayang,aku ingin melihat wajahmu terakhir kali,karena aku tidak tau kapan bisa kekota ini lagi" Gumam lagi Melati dengan bergelimang air mata yang membasahi kedua pipinya.
Melati terduduk dengan tangan memakai kembali pakaiannya,iya pandangi lagi wajah Mario yang terpulas,dengan kesedihan tangannya mengelus rambut Mario dengan kasih sayang dan kelembutan.
"Sayang aku akan kembali lagi kesini suatu saat nanti,aku serahkan mahkotaku untuk kenangan supaya kamu inget aku terus,hikss" Melati menangis seunggukan dengan kepiluan hati.
"Orang tuaku menginginkan aku jadi dokter,aku terpaksa pulang,padahal aku enggak mau pisah Mario,jangan lupakan aku ya" Kata Melati dengan mengusap air matanya.
Lalu Melati berdiri dan mengecup lagi kening Mario secara berulang ulang,iya tidak kuasa untuk berpisah tapi mau gimana lagi keadaan yang memaksa iya pergi,dengan langkah berat Melati pergi begitu saja dari Villa Mario.
Mario yang sudah terlelap tidak tau kepergian Melati tersebut,sedangkan Melati sudah berjalan keluar rumah dengan sedikit mengengkang karena miliknya masih terasa perih saat melakukan Hal tadi,kini gadis tersebut menunggu taxy online.
Melati benar dengan tulus mencintai Mario bukan karena wajah Mario saja,cinta buta Melati mengalahkan logikanya karena menyerahkan mahkotanya begitu saja kepada Mario,gadis cinta buta ini tidak tau kalau perasaan Mario hanya sekedar permainan dan percobaan saja,sungguh Malang nasibmu Melati,tapi wajah Melati menunjukkan tidak ada tanda penyesalan sekarang ini.
Melati sudah masuk kedalam taxy yang iya pesan,dengan penuh kesedihan iya pulang kerumah Jerry untuk pecking barang miliknya menuju bandara karena waktu menunjukkan pukul enam lewat pagi hari.
Bersambung*
__ADS_1
Jangan lupa say like and komennya ya.
Author akan semangat meneruskan novel ini.