
"Kasihan Mario salah mecintai orang,dengan gampangnya dia bicara begitu !,mending adikku nikah saja sama Mawar walau dia gadis penggoda tetapi menurut sama orang tua,nah ini udah Bar Bar dikasih tau malah melunjak lalu pasrah" Rena terus ngedumel sendiri saat didepan pintu rumahnya.
Rena sangat menyesal bertemu dengan Desy yang ternyata tidak perduli dengan ceritanya tadi,sungguh wanita ini jadi menggerutu dan mengumpat Desy yang keras kepala,wajah Rena yang masam terlihat oleh Mario yang duduk diatas sofa sembari termenung.
"Kenapa mbak? apa ada masalah lagi?" Tanya Mario dengan heran saat melihat Rena berdiri melepas sepatu tumit tingginya.
"Ah tidak apa apa Mario,tadi mbak bertemu dengan Jimmy" Jawab Rena berbohong takut Mario semakin frustasi bila memberi tau sikap Desy tadi.
"Cie...jadi gimana mbak?,apa rindu mbak sudah tersalurkan?" Tanya Mario sedikit melontarkan senyum seakan lupa dengan masalahnya sendiri.
"Ya gitu deh,sudah jangan dibahas lagi" Tukas Rena dengan pipi yang merona,wanita ini juga bernafas lega melihat Senyum kaku Mario.
"Apa kau sudah makan?,kenapa matamu hitam gitu apa kau tidak tidur semalaman?" Tanya Rena memperhatikan wajah Mario yang kusam.
"Mario enggak selera makan mbak,Mario berdoa hari ini supaya panjang terus,jangan ada hari esok" Jawab Mario takut menghadapi hari esok,karena hari esok hari pernikahannya dengan Mawar.
Rena terdiam sembari berfikir apakah harus menceritakan kejadian yang sebenarnya,supaya Mario mengambil tindakan sendiri, tetapi apa bisa Mario terima kalau Desy sudah tidak perduli lagi pada Mario.
"Lebih baik kau menikah saja dengan Mawar,dari pada menderita mencintai gadis keras seperti Desy itu" Batin Rena karena masih kesal dengan perkataan dan sikap Desy tadi.
Tok tok tok
Maryam mengetuk pintu rumah Rena sembari membawa pakaian pengantin untuk Mario pakai esok hari, dengan langkah berat Rena membukakan pintu untuk Maryam dan sementara Mario terdiam duduk diatas sofa.
"Ini baju pengantin untuk besok, Aku sudah mengurusnya,jam dua sore adikmu akan menikah dengan Anakku" Tukas Maryam sembari meletakkan baju pengantin diatas meja tamu.
Rena diam saja hanya anggukan kepala lalu Maryam beranjak pergi dari rumah Rena,wajah Mario semakin sedih dan berdiri meninggalkan Rena begitu saja diruang tamu.
"Mario !,Mario !" Panggil Rena dengan penuh kecemasan saat Mario mengunci pintu kamarnya.
"Mario ingin sendiri mbak" Jawab Mario dari dalam kamarnya.
__ADS_1
Rena mengerti perasaan sakit Mario,lalu wanita ini berjalan sembari melirik baju pengantin milik Mario, "Huh" Rena menarik nafas panjang seakan dadanya sesak sekali menyimpan rahasia ini kepada Mario.
"Entar Mario juga terima ini,karena dia yang memilih" Gumam Rena mulai menaruh keras hatinya karena masih kesal dengan Desy.
Ini juga karakter manusia yang fatal dan terkesan egois karena keras kepalanya,tidak memikirkan hari kedepanya hanya memikirkan ego dan kekesalan dihatinya sendiri tanpa memikirkan orang lain,manusia yang keras kepala baru menyesal jika hal yang iya anggap benar ternyata salah.
Sama seperti Desy dan Rena wanita keras kepala,mereka harus mempertimbangkan lagi hatinya padahal waktu sudah genting dan sekarang yang menjadi korban disini adalah Mario.
Mario terduduk menung disudut kamar memikirkan nasibnya besok,iya harus menikahi gadis yang tidak sama sekali iya cintai.
**********Skip
Kembali bersama Mawar yang duduk dimeja makan sembari melamun dan memikirkan tentang Rena,apakah Rena sudah memikirkan cara untuk mengagalkan rencana pernikahan bodoh ini.
"Kenapa kau melamun,orang hamil tidak boleh melamun,mandi sana ini sudah jam enam sore" Titah Maryam dengan suara pelan takut didengar orang lain sembari menyenggol bahu Mawar.
"Iya" Jawab Singkat Mawar dengan malas melihat Maryam lalu kaki Mawar berjalan menuju kamar mandi.
"Ih nantikan bisa bicara,harus kali berteriak gitu biar apa?,biar dengar tetangga" Gumam Mawar dengan kesal sembari membuka bajunya.
Maryam acuh walau Mawar tidak menjawab perkataannya,mata wanita ini melirik kearah jendela yang terbuka dan melihat pucuk kepala Yuli dipintu dapurnya.
"Nguping saja obrolan orang,dasar tukang gosip !" Gumam Maryam dengan kesal, ternyata Maryam sengaja bicara begitu supaya Yuli mendengar suara Maryam,karena julukan Yuli ratu gosip didalam komplek ini.
Ini juga karakter Manusia yang tidak bisa dipercaya,mencari cari bahan untuk omongan ketika gabung dengan Ibu Ibu diperkumpulan,padahal belum tentu hidupnya bersih dari masalah dan dosa,kalau sudah menjadi sifat asli sangat susah dirubah.
***********Skip
Awan mulai berganti warna kehitaman bertanda malam akan datang,jarum jam menunjukkan angka setengah tujuh.Mario yang masih termenung sangat takut melewati malam ini.
"Aku enggak boleh nyerah begini,jadi ingat wajah Tiny,hah tiny apa kabar ya?" Gumam Mario sembari membuka media sosial dari handphone miliknya.
__ADS_1
Mario harus kuat karena teringat perjuangan Tiny yang memberikan uang untuk ongkos kekota ini,Tiny dengan ikhlas menjual cincin emasnya demi Mario,kisah Tiny didalam novel yang pertama dengan judul yang sama.
*************Skip
Berbeda dengan Desy yang masih memikirkan ucapan terakhir Rena,Dengan hati yang masih tertutup dengan kekesalan gadis ini ingin pergi mandi dan bersiap diri untuk mengulangi kesenanganya seperti tadi malam ditempat hiburan.
"Tin nong ting nong"
Suara bel dari depan pintu apartemen Desy telah berbunyi,gadis yang ingin kekamar mandi membalikan kakinya berjalan menuju pintu utama rumah.
"Baa....Aku datang !" Suara seorang pemuda yang membuat Desy terkejut.
"Beno, Rendy cepat sekali kalian datang,aku masih mau mandi, Yuda mana?" Kata Desy dengan senyum dan membiarkan kedua pemuda tersebut masuk kedalam apartemen Desy.
"Yuda bilang kau lagi galau, ya kami cepat cepat datang kesini,siapa tau kau butuh sandaran bahu,kami berdua siap melayani orang galau seperti kau Des" Kata Beno yang sudah duduk diatas sofa bersebelahan dengan Rendy.
Desy terdiam karena kesal dengan mulut Yuda situkang ngadu,Yuda tidak pernah berubah dia masih saja bermulut lemes mengadu ngadu aib Desy kepada dua sahabatnya yaitu Beno dan Rendy.
Desy mengenal ketiga Pria ini didalam kampus saat mereka kuliah dulu, jadi Desy sudah paham sifat dan sikap ketiga pria ini, Yuda situkang ngadu,beno sikepo dicap palyboy sedangkan Rendy yang paling tampan sehingga dia berpacaran dengan tante tante kaya.
"Lemes juga mulut Yuda itu,awas saja kau Yuda" Geram Desy yang berdiri mematung dihadapan Beno dan Rendy.
"Sudah sana mandi udah enggak sabar gabung persatuan lagi" Titah Rendy kepada Desy.
"Ya Des kita balapan dulu, sihitam kamu masih adakan?" Tanya Beno mengingat sepeda motor besar milik Desy.
"Masih ada digudang apartemen ini, baiklah kita ulang masa lalu dulu saat dikampus,setelah itu kita dugem" Ucap Desy dengan semangat empat lima.
Dulu sewaktu dikampus keempat sahabat ini adalah perimadonanya,mereka berempat jadi pusat perhatian apalagi Desy gadis bergaya macho dengan sepeda motor besarnya membuat mahasiswa terkagum kagum.
Bersambung*
__ADS_1