KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 85


__ADS_3

Suasana kafe sudah sepi karena memang sudah waktunya tutup,tinggalah Mario yang akan menutup kafe tersebut,saat Mario ingin menutup pintu kafe terlihat Sella berjalan buru buru menghampiri Mario.


"Pak jangan tutup dulu,handphone aku ketinggalan" Kata Sella dengan nafas tersengal karena baru berlarian.


"Ha kamu ada ada saja,ya udah masuk sana" Balas Mario yang masih berdiri didepan pintu utama kafe.


Tanpa bicara lagi Sella masuk kedalam kafe dan berjalan masuk kedalam ruangan dapur,Sella mencari cari handphone miliknya tetapi tidak dapat juga.


"Kemana ya,tadi aku lihat disini" Garuk kepala dengan kebingungan dan mencari cari barang miliknya disetiap inci ruangan dapur kafe.


"Kok enggak ada sih?" Tukas Sella lagi sembari jongkok dan mencari dikolong meja makan yang terletak didapur.


"Kok lama,ini sudah jam tujuh entar lagi aku mau kerja,ckcck" Mario kecap mulut kesal lalu kaki Mario melangkah masuk kedalam ruangan kafe.


Mario berjalan terus menuju dapur kafe dan melihat Sella yang masih sibuk mencari,Sella melihat Mario berdiri didekat pintu dapur.


"Dapat Handphone kamu?" Tanya Mario dengan mengkerutkan dahi.


"Belum nih pak,dimana sih?" Berdiri dari jongkok dengan wajah kebingungan.


"Mana nomor kamu biar saya telpon?" Kata Mario dengan tangan mengeluarkan Handphone dari dalam saku celana.


Sella senang saat Mario meminta nomornya,karena selama ini dia tidak tau nomor Mario,dengan senang hati gadis ini memberikan nomor whatsupnya. Lalu Mario menelpon nomor Sella setelah mendapatkan nomor Sella.


"Tlit lit liit" Suara ponsel milik Sella berbunyi dari arah luar ruangan dapur,langsung Mario dan Sella mencari asal suara itu hingga mereka berjalan kearah ruangan Mario.


"Ah pasti diruangan ini pak,terakhir aku membersihkan ruangan ini,ah aku lupa" Tukas Sella saat menempelkan telinga dipintu ruangan Mario.


"Ah kamu ada ada saja" Sambung Mario dengan tangan membuka kunci pintu ruangan.


Sella langsung masuk kedalam ruangan kerja Mario dan mengambil handphone miliknya,lalu gadis ini berjalan keluar dari ruangan dengan tersenyum manis dihadapan Mario. Mario menatap wajah manis nan imut milik Sella.


"Kenapa senyum malu gitu?,kau masih ingat kejadian semalam?,apa kamu malu tentang itu" Heran Mario ingin meluruskan masalah semalam saat Sella melihat benjolan dicelana Mario.

__ADS_1


Sella tidak kuasa saat dihadapan Mario apalagi suasana sepi hanya mereka berdua didalam kafe tersebut,fikiran Sella melayang saat melihat wajah Mario dari dekat.


"Kok kamu diam gitu?" Tanya Mario saat melihat Sella menundukkan kepala tersipu malu.


Sella memberanikan diri mendongakkan wajah dan menatap kedua bola mata Mario,mario juga begitu melihat kedua bola mata milik Sella,Mario tau tatapan mata Sella yang penuh arti itu.


"Pak apa boleh saya mengenal anda lebih dekat?".Tanya Sella memberanikan diri.


"Maksud kamu apa?" Tanya Mario pura pura bodoh,padahal iya tau maksud gadis ini,Mario pura pura tidak peka.


"Eh maksud saya,maksud saya..." Sella jadi gugup dihadapan Mario.


"Aduh Sella bilang saja kalau kamu suka sama pak Mario,mumpung enggak ada orang ditempat ini,kesempatan kamu enggak datang dua kali Sell" Batin Sella bicara sendiri.


"Maksud kamu apa sih?,kamu buat aku bingung" Kata Mario berjalan selangkah mendekati Sella.


Tersentak Sella terkejut karena Mario dekat sekali dihadapan dirinya,gadis ini terlihat kecil sekali karena iya hanya setinggi dibawah bahu Mario,Mario sengaja mendekati Sella hanya ingin menggoda Sella.


"Kok kamu diam terus,ngomong saja" Kata Mario menebarkan senyuman manis dihadapan Sella.


Mario terdiam dan tercengang saja dengan perkataan Sella,Mata Mario melihat gadis pelayan itu sudah pergi berlarian keluar area kafe tersebut.


"Apa dia suka padaku?,mangsa baru nih,kelihatannya dia lugu,tapi pendek banget tingginya,kecil dan imut menggemaskan,wajahnya manis juga" Kata Mario berjalan dengan wajah badboy nya.


Mario tersenyum sendiri saat Sella mengungkapkan perasaanya,lalu kaki Mario melangkah keluar ruangan dan mengunci pintu kafe setelah itu iya berjalan keparkiran.


"Gluduk gluduk" Tiba tiba turun hujan membuat Mario masuk kedalam mobil milik Jimmy dengan cepat,lalu Pemuda ini melajukan mobil kearah jalanan besar,Mario menginjak pedal rem saat melihat Sella ditepi jalanan besar itu.


"Itukan dia,kasihan juga dia kena hujan" kata Mario saat melihat Sella berjalan cepat dengan tas yang iya jinjing diatas kepala.


"Sell masuk sini,biar aku antar kamu" Kata Mario saat membuka kaca jendela mobil setengah.


"Aduh Pak mario,malu banget tadi ngucapi itu" Batin Sella berdiri mematung.

__ADS_1


"Hai jangan bengong gitu,kamu nanti basah cepatan hujannya makin lebat" Kata Mario.


Karena hujan semakin lebat Sella menuruti keinginan Mario dan berlari membuka pintu mobil lalu duduk dibangku tumpangan depan mobil tersebut. Setelah itu Mario melajukan mobilnya lagi.


Didalam mobil Sella hanya diam membatu karena malu dengan ucapannya tadi,sedangkan Mario melirik sesekali wajah Sella yang manis dan imut tersebut.


"Rumah kamu dimana?,dari tadi diam terus gimana mau antar kamu" Kata Mario memecahkan keheningan.


"Dijalan Garuda Pak nomor enam satu,enggak jauh dari kafe" Jawab dengan canggung dan melirik wajah Mario.


"Ow ok ok" Balas Mario lalu tangannya memutar setir mobil kearah jalan Garuda.


Sesaat kemudian Mario menekan pedal rem tepat didepan rumah nomor enam satu,Mario mematikan kunci kontak mobil,sementara hujan makin lebat membuat suasana semakin dingin dimalam ini.


"Pak makasih ya mau antar aku,yang tadi jangan dibawa hati ya pak ucapan aku" Kata Sella dengan canggung.


"Mmm benar kamu suka sama aku?" Tanya Mario dengan mengukirkan senyuman manis didepan Sella,membuat gadis ini jadi meleleh.


Sella tidak berani menjawab pertanyaan Mario,kini iya masih tersipu malu dengan tubuh duduk diam membeku karena jantungnya berdetak sangat kencang.


Mario tidak mau membuang waktu,kini tangannya memegang dagu Sella dan mendongakkan wajah Sella,seketika gadis ini menutup matanya tidak berani melihat wajah Mario Saat Mario mendekatkan wajahnya,karena wajah mereka berjarak satu inci saja.


Mario langsung mencium lembut bibir Sella membuat gadis ini melayang,karena impiannya selama ini terwujud bisa dicium Mario,Lalu Sella mengikuti nalurinya membalas ciuman Mario."Cup" Mario melepaskan ciuman tersebut membuat Sella membuka matanya dan melihat wajah tampan Mario.


"Sana pulang,besok kita ketemu lagi" Titah Mario sembari mengelus lembut salah satu pipi Sella yang telah merona merah.


Tanpa ucapan Sella langsung membuka pintu mobil dan berlari masuk kedalam rumahnya,tangan Sella membuka pintu rumah dan menutupnya kembali,Sella kini berdiri mematung didaun pintu.


"Apa aku mimpi,aku berciuman sama Pak Mario" Kata Sella sembari menepuk kuat pipinya tidak percaya kalau ciuman tadi kenyataan.


"Ini tidak mimpi,akhirnya horee..." Kata Sella kegirangan dengan hati berbunga bunga,terlihat sifatnya yang masih anak anak melompat kegirangan.


Sementara Mario sudah melajukan mobil keluar dari area rumah Sella.

__ADS_1


"Pasti dia mimpi mimpi tuh,kek enggak pernah pacaran gitu,ciuman aja kaku,dia pasti hanya melihat ketampananku aja,semua cewek sama saja" Ucap Mario sendiri dengan perasaan senang mepermainkan perasaan Sella,Mario tidak sedikitpun menaruh hati kepada Sella.


Bersambung*


__ADS_2