
Tubuh Mario masih berdiri didepan Sarah yang menghalangi jalannya untuk keluar dari ruangan,apalagi Sarah mulai berani mengancam Mario,Pemuda ini tidak habis fikir pekerjaannya akan jadi taruhan kalau iya tidak mau menuruti kemauan Sarah.
"Kenapa kau diam bengong, ayo dong sayang" Bujuk Sarah sembari tangan kanannya mengelus wajah tegas Mario.
"Aku mau keluar tante" Ketus Mario dengan menepis tangan Sarah yang mengelus rahangnya.
"Cih"
Sarah dengus kesal dan menggeser tubuhnya dari daun pintu ruangan karena dia sudah lelah membujuk target mangsanya, seketika tangan Mario menekan knop pintu untuk cepat keluar dari ruangan yang membuatnya sesak.
"Kau tidak akan pernah betah kerja disini,kalau tidak mengikuti kemauanku pejamkan itu Mario !" Ketus Sarah dengan wajah sangar dan tatapan marah kepada Mario.
"Profesional jadi manejer,jangan pautkan pribadi sama pekerjaan disini" Sambungnya yang berani melawan kepada Sarah dan Langsung pergi.
"Sialan !" Tukas Sarah sembari menggeram didalam hati dan membiarkan Mario pergi dari ruangannya.Padahal Sarah sudah mengatur waktu untuk bisa membujuk Mario hari ini, dia kira pemuda yang iya pilih untuk jadi budak nafsunya akan bertekuk lutut dengan kemolekan tubuhnya tapi kenyataan malah sebaliknya Mario susah ditaklukan.
"Tidak ada pemuda yang bisa menolakku tapi pemuda ini,susah banget sih !" Gerutu Sarah dan mengunci ruangannya dengan geram hati.
Kedua kaki Mario terus berjalan memikirkan ucapan Sarah apalagi kata kata terakhirnya apa dia akan memecat Mario nanti,susah cari pekerjaan dijaman sekarang ini,membuat Mario jadi cemas memikirkan ini semua.
"Hei wajah kamu kok gitu habis dari ruangan ibu Sarah?" Tanya Dana saat melihat Mario melintas dari lorong kamar hotel.
"Enggak apa apa, apa ini sudah jam makan siang dan? " Tanya Mario berusaha menutupi kecemasan dihati.
"Lima menit lagi,kemana pacar kamu itu?" Ucap Dana sembari tersenyum.
"Lagi kerja sibuk dia" Jawabnya lagi sembari berjalan menuju gudang hotel.
"Emangnya kerja apa?" Tanya Dana sembari mengikuti Mario kearah gudang.
__ADS_1
"Arsitektur, ya sudah entar aku nyusul makan siang " Balas Mario dengan merapikan peralatan bersih bersih digudang.
"Wah mantap dong Mario gajinya jutaan,pake susuk apa kamu bisa gaet cewek kaya !" Tukas Dana dengan rasa kagum.
"Enggak pake susuk, udah deh jangan kepo" Jawab Mario merasa risih dengan ucapan Dana,padahal iya pacaran dengan Desy bukan karena uang.
"Hem...ya sudah aku tunggu kau didapur hotel" Sambung Dana sembari pergi dari tempat ini.
"Fiuh"
Mario bernafas lega satu serangga penganggu telah pergi,pemuda yang bernama Dana itu selalu saja mau tau urusan orang,Mario malas bicara banyak kepadanya.
*********Skip
Kembali bersama Maryam yang sudah menebus cek berisi uang dari pemuda yang menghamili anaknya,Kini Maryam sibuk menghitung uang didalam kamarnya.
"Tok tok tok "
"Ada apa?, apa kau sudah makan?" Tanya Maryam melihat Mawar berdiri didepan pintu dengan wajah pucat pasi.
"Ibu dari mana saja?" Tanya Mawar sembari melihat beberapa lembar uang ratusan diatas ranjang,Maryam sangat ceroboh sehingga ada sisa uang yang tertinggal.
"Besok kita pergi ketukang urut atau kedokter kandungan yang mana mau membuang janin harammu itu !" Titah Maryam dengan wajah masam.
"Apa maksud ibu?,Mawar enggak mau bu,apa ibu sudah kerumah Andy?" Tanya Mawar dengan wajah ketakutan dan tidak habis fikir dengan ucapan ibunya itu.
"Gugurkan kandungamu itu aku tidak sudi punya cucu haram,aku tidak mau aib ini tersebar dimana mana !" Ketus Maryam yang sudah duduk ditepi ranjang.
"Mawar tidak mau bu !,Mawar mau membesarkan anak ini,kenapa ibu tega bicara seperti itu " Jawab Mawar dengan mata yang mulai mengembun,Gadis ini begitu terkejut hingga sesak mendengar permintaan ibunya.
__ADS_1
"Turuti perintahku Mawar,jangan membantah!!" Bentak Maryam dengan wajah merah padam.
"Apa yang dikasih Andy sehingga ibu berubah begini, pasti ibu dikasih uangkan?, mata ibu hijau jika melihat uang,sadar Ibu uang bukan segalanya !" Suara Mawar bergetar seketika buliran air asin jatuh dikedua pipi gadis ini dengan rasa kedukaan mendalam.
"Apa urusanmu !, Mawar apa kau tidak punya otak hah !, sudah membuat aib masih saja membantah perkataanku !, sejak bapakmu meninggal hidup kita miskin begini, Ibu tidak mau berdagang jagung bakar lagi ditengah kota apa kau tidak pernah memikirkan kesusahan ibu Mawar !!" Suara Maryam meninggi dengan mata yang mengembun.
Mawar terdiam sejenak dan terduduk ditembok kamar Maryam,rasanya dada Mawar seperti ada batu besar yang menghimpit membuat sesak seluruh hatinya, sungguh gadis ini tidak menduga kalau ibunya lebih memilih uang daripada janin yang dikandungnya,Mawar sudah menduga kalau Andy akan menyuap ibunya karena pemuda itu tau karakter Maryam seperti apa.
"Lebih baik aku mati bu, dari pada aku mengugurkan kandungan ini !" Kata Mawar dengan suara gemetar,sebenarnya dia takut bicara begitu tapi karena sudah tidak tahan lagi biarlah Maryam memukul atau menyiksanya.
"Jadi mau kamu apa sekarang hah ??!,lelaki itu tidak mau bertanggung jawab,sebelum kau gugurkan janin itu tidak ada laki laki yang akan mau padamu Mawar ingat itu !!" Ketus Maryam sembari menarik lengan Mawar.
"Ibu jangan bu ,Ibu ..." Tolak Mawar tidak berdaya Saat Maryam menarik lengannya dan menyeret masuk kedalam kamar Mawar.
"Ibu Aku tidak mau bu,tolong mengerti perasaanku Ibu, tolong bu,Mawar bukan anak tirimukan bu?, kenapa ibu kejam sekali Hiks" Mawar menangis terisak isak sembari menyembah dikaki Ibunya.
"Baiklah kalau kau tidak mau,kau harus mencari pengganti Ayah dari janin yang kau kandung itu" sambung Maryam dengan lipat tangan sembari melihat Mawar yang memegang kedua kakinya.
"Hiks....Hikss,Mak-maksud Ibu apa?, tidak ada yang mau bu menikahi Mawar dengan kehamilan ini" Tangis Mawar semakin seunggukan pilu dengan duduk terbungkuk menyembah kaki Maryam.
"Aku tidak mau tau,gugurkan atau mencari pengganti ayah janin itu" Ketus Maryam sembari pergi dari kamar Mawar.
"Hiks hiks "
Gadis malang ini terduduk dengan memeluk kedua kakinya sembari menundukkan kepala dan memikirkan perkataan Maryam barusan.Mawar tidak tau bagaimana caranya supaya permasalahan ini selesai.
Wanita setengah baya ini juga tidak tinggal diam kini iya masuk kedalam kamar dan menyimpan uang banyak didalam lemari.
"Sudah bunting malah membantah,digugurkan tidak mau,aku tidak sudi membesarkan janin haram itu,punya anak bodoh tidak tau diuntung" Gerutu Maryam dengan menggeram didalam hati.
__ADS_1
"Dari pada aku malu mending aku cari pemuda yang mau menikahi anak bodoh itu,tapi siapa ya ?" Gumam Maryam sembari berfikir keras.
Bersambung*