KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 26


__ADS_3

Mawar berjalan masuk kedalam kamar karena sehabis mandi,gadis ini membuka lemari dan mencari baju tidur untuk dikenakan sekarang. Selesai memakai baju Mawar melihat hasil tes kehamilan sudah tidak ada lagi didalam lipatan baju baju.


"Kok enggak ada?" Gumaman Mawar dengan bingung karena takut dilihat oleh Maryam.


Mawar sibuk mencari kesana kemari disetiap inci lemari bahkan dia membongkar semua yang ada didalam lemari. Gadis ini tidak menemukan yang iya cari dan semakin cemas.


"Kau mencari ini?" Maryam tiba tiba datang dan meletakkan tes kehamilan diatas meja nakas disamping tempat tidur kepunyaan Mawar.


Wajah Mawar jadi pucat pasi dengan jantung yang tidak karuan dan berdiri mematung dihadapan Maryam,apa yang harus iya lakukan dan menjelaskan kepada Maryam.


"ib-ibu itu bukan puny-punya Mawar,itu punya Delia ibu" Kata Mawar dengan ketakutan dan menyebut asal nama temannya.


"Plak plak"


Maryam menampar dua kali pipi Mawar dengan sekuat mungkin,kepala Mawar memutar sedikit dan merasakan panas dikedua pipinya.


"Ibu Hiks"


Mawar menangis seunggukan tidak tau lagi harus berkata apa kini dia pasrah dengan keadaannya,sedangkan wajah Maryam sangat merah karena amarah yang tidak bisa dibendung lagi.


"Sakit ibu Hikss.."


Kata Mawar dengan suara gemetar dan menangis pula saat Maryam menarik rambut panjangnya sekuat mungkin lalu menyeret keatas ranjang.


"Anak tidak tau diri kau !" Ketus Maryam dan mengibaskan tangan saat rambut Mawar sudah rontok akibat ditarik paksa.


Mawar diam dan memijat kepalanya akibat rambutnya yang rontok dengan sakit yang luar biasa,gadis ini sudah diatas tempat tidur dengan membungkuk dan tertunduk dihadapan Maryam yang murka.


"Katakan padaku siapa ayah janin itu ?!!, apa kau sudah tidak punya malu hah, sekalian saja kau jadi pelacurr dijalanan Mawar !!, kau sudah mencoreng nama baikku dikomplek ini!!" Murka Maryam dan menarik lagi rambut Mawar yang panjang.


"Ampun Ibu, Mawar enggak tau jadinya begini!" Sambung Mawar tidak merasakan lagi rambutnya yang masih ditarik Maryam hanya ketakutan bercampur duka yang dalam.


"Katakan siapa yang menghamilimu !!??" Tanya Ulang Maryam dan mentoyong kepala Mawar dengan sekuat mungkin sampai gadis ini telungkup diatas ranjang.


"An-Andy ibu Hikss..."

__ADS_1


Jawab jujur Mawar yang sudah terbaring miring sambil menangis seunggukkan.


"Kurang ajar kau Andy !!


Geram Maryam langsung bergegas pergi dari kamar Mawar.


"Gompyang krompyang"


"Hah anak kurang ajar enggak tau diri !!" Maryam ngamuk ngamuk didalam ruang tamu dengan melempar semua apa yang iya lihat,guci,pot bunga dan lain lain,lalu sebentar saja ruang tamu sudah jadi porak poranda.


"Pemuda itu harus menikahi anakku"


Tukas Maryam dengan geram dan sudah puas meluapkan emosi kepada barang barang yang tidak bersalah diruang tamu,Mawar tutup kuping sembari menangis tiada henti.


Keributan yang dibuat Maryam sendiri didengar Rena dan Mario,Rena membuka pintu rumah dan melihat kearah rumah Maryam,sedangkan Mario berjalan dan berdiri dibelakang Rena.


"Ribut ribut apa itu mbak?" Tanya Mario saat mengintip dari jendela dekat pintu utama rumah.


"Maryam sudah gila, sudah biarkan saja" Jawab Rena sembari menutup pintu rumah dan tidak perduli dengan keadaan Maryam.


Saat membuka jendela Mario mendengar tangisan pilu suara Mawar,tetapi iya tidak berdaya untuk menegurnya takut ibunya yang seperti nenek sihir itu memaki Mario.


"Sudahlah mungkin Mawar diomeli melakukan kesalahan lain,sudah jam tujuh rupanya" Gumam Mario saat melihat jam dinding didalam kamar.


Tangan Mario mengambil handphone dan melihat whatsup kembali mana tau Desy sudah aktif.Tat kala Mario melonjak kegirangan saat pesan whatsupnya buat Desy sudah centang dua.


"Sudah aktif kamu, kamu harus jawab Desy kenapa enggak ada kabar" Mario bicara sendiri,tangannya tidak sabar menekan tombol hijau untuk vidio call Desy. Tetapi semangatnya luruh karena vidio call Mario juga tidak direspon Desy.


"Kemana kamu ?" Gumam Mario yang meratapi handphone tidak berbunyi sama sekali,seperti handphone rusak saja.


"Mario mbak mau kerja kamu kunci pintu depan" Suara Rena dari luar kamar,wanita sudah siap siap untuk pergi.


"Iya mbak ini mau Mario kunci" Jawabnya sesudah membuka pintu kamar dan berjalan kearah ruang tamu.


"Kalau tetangga ribut ribut lagi kamu tidak usah perduli memang begitu kalau dia marahi anaknya" Tukas Rena sembari memakai sepatu hak heels didepan pintu rumah.

__ADS_1


"Iya mbak" Jawab singkat Mario dengan tersenyum manis sembari tangannya menutup pintu rumah dan menguncinya dari dalam.


Kini kedua kaki Rena berjalan kearah persimpangan rumah,Rena melihat taxy online yang iya pesan sudah menunggu dipersimpangan itu,wanita ini naik kedalam taxy lalu menyuruh supir untuk pergi kesuatu tempat.


Rena melihat jarum jam diarlojinya sudah setengah delapan malam,lalu taxy online tersebut melaju serta melewati berbagai gedung dan berhenti ditempat tujuan.


"Nyonya sudah sampai" Kata supir Taxy melihat Rena dari kaca spion tengah mobil.


"Ini pak" Sahut Rena memberi kocek yang dijanjikan sewaktu memesan online kepada supir taxy.


"Dam dum dam dum"


Suara Bas musik memekikkan telinga bagi yang mendengarnya dan berbeda orang yang ada didalam BAr diskotik tersebut mereka menikmatinya sembari minum. Rena sudah melangkah masuk kedalam diskotik dan mencari seseorang.


Duduk ditengah sekelompok wanita wanita cantik menikmati minuman yang beralkohol,mereka ngobrol bersanda gurau dengan pekikkan tawa yang bahagia,tampak kalau mereka adalah wanita wanita kesepian atau wanita yang hanya bersenang senang ditempat dugem malam tersebut.


"Hei Sarah aku mau bicara kepadamu !" Tukas Rena dengan wajah kesal dan melihat Sarah ngobrol bersama teman temannya.


"Siapa dia Sarah?" Tanya salah satu teman Sarah berambut pendek.


"Dia Rena,ya sudah aku tinggal dulu ya" Jawab Sarah sembari berdiri dari duduknya.


Kedatangan Rena membuat Sarah merasa terganggu karena dia datang keBaR ini untuk bersenang senang,malahan ada musuh yang datang tanpa diundang Sarah.


Kini Rena membawa Sarah ketempat sepi alias diparkiran mobil BAR tersebut. Rena menatap killer kepada wajah Sarah dan Sarah berdiri dihadapan Rena dengan santai dan lipat tangan.


"Kau pasti yang mengadu kepada istri Jimmy hubunganku dengan Jimmykan?" Tanya Rena berterus terang dengan nada kesal.


"Kau yang menggangu mangsaku dan ikut campur urusanku,jadi apa salahnya aku mengganggu kehidupanmu,impaskan.!" Jawab Sarah dengan wajah yang tak berdosa membuat Rena semakin emosi.


"Pakai otak kamu Sarah,mangsamu itu adik sepupuku Mario dan Aku tidak mau kau mengganggu Mario !!" Tukas Rena dengan wajah merah padam.


"Sudahlah Rena jadi apa sekarang maumu?, bisa saja Mario aku pecat karena dia tidak mau menuruti kataku,apalagi kau sudah putus dengan Jimmy jadi kau tidak ada kuasa lagi dengan pekerjaan Mario Hahahaha" Sarah tertawa lepas seakan mengejek keterpurukan Rena.


"Wanita sialan kau !!" Sungut Rena dengan suara meninggi dan menarik rambut Sarah karena emosi saat Sarah tertawa tadi.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2