KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 84


__ADS_3

"Gedebuk",Kaki Sella terpeleset karena lantai licin akibat lotion yang tumpah diatas lantai,gadis ini tidak tau ada lotion yang berceceran diatas lantai. Mario terkejut dan berbalik badan melihat Sella yang sudah terjatuh terbaring diatas lantai.


"Sella kamu jalan hati hati dong" Kata Mario,Mario mengulurkan tangan untuk membantu Sella berdiri dari jatuhnya. Sella memegang tangan Mario lalu tangan Mario menarik tangan Sella untuk berdiri.


"Maaf pak" kata Sella dengan tangan mengusek ngusek bokongnya yang terhempas kasar dilantai tadi,dia sedikit meringis kesakitan tapi iya tahan didepan Mario mungkin karena malu. Mata Sella tidak sengaja melihat area celana Mario yang menonjol besar.


"Pak apa celana bapak kebesaran?,atau aku memang salah lihat,jendol gitu" kata Sella dengan kepolosan.


"Astaga" Mario terkejut karena lupa senjata itu masih turun separuh,kini iya dengan canggung mencari alasan supaya tidak malu atau ketahuan dengan Sella.


"In-ini kebesaran iya iya,tadi saya lupa ganti celana,kamu ada perlu apa?" Kata Mario yang langsung duduk dikursi kerjanya karena takut mata Sella melihat lagi senjata yang belum layu itu.


"Ow enggak jadi pak" Kata Sella langsung bergegas pergi dengan pipi merona malu.


"Hah kok dia pergi?,ini semua gara gara kamu jadi pelayan itu pergi,padahal udah turun tapi kok masih jendol,ah buat malu saja kamu" Gerutu Mario sembari menepuk nepuk barang antiknya yang ngumpet dibalik celana.


"Udah ngegantung,pake ketahuan lagi sama Sella,aahh..gawat" Ucap Mario sendiri sembari mengacak rambutnya.


Disisi lain pelayan yang bernama Sella itu berlari masuk kedalam toilet wanita,Sella menenggak salivanya berkali kali mengingat benjolan dicelana Mario,gadis itu tidak lugu lugu banget iya tau benjolan tersebut apa isinya.


"Iiih gedek banget,aku baru tau punya Pak Mario gedek" Kata Sella dengan pipi merona.


"Walau aku enggak pernah gituan,aku tau itu gedek banget sumpah..."


"Glek" Sella menenggak lagi salivanya berkali kali dengan pikiran yang mesum,gadis ini berkhayal gimana kalau kepunyaan Mario menembus V nya yang kecil itu,pasti Sella akan teriak teriak,karena memang tubuh Sella mungil,tinggi tubuhnya sekitar seratus lima puluhan lebih sedangkan Mario tinggi badannya seratus delapan puluhan lebih.


"Aduh Sella mikir apa sih kamu,bisa bisanya kamu mikir tidur sama Pak Mario" Kata Sella sembari menepuk jidatnya dan membuang khayalannya yang ingin seranjang dengan Mario.


"Ckckck hah" Gadis berwajah imut dan mungil ini berdecak mulut sembari mencuci wajahnya supaya sadar dari lamunannya yang gila itu,iya memang sudah menggilai seorang Mario dari awal berkerja dikafe tersebut,dia baru bekerja dikafe tiga minggu yang lalu.

__ADS_1


"Sella tolong ya pikiran gila kamu dibuang jauh jauh,macam enggak punya harga diri saja kamu,kamu ini ganjen betul" Batin Sella lagi dengan kaki keluar dari pintu kamar mandi,lalu iya mencaci dirinya sendiri karena berpikiran seperti seorang jalaang.


Kembali bersama Mario yang sudah merapikan ruangannya,kini tangannya membersihkan lantai supaya tidak terpeleset jika ada pelayan yang datang keruangannya tersebut,memang itu kecerobohan Mario menyenggol botol lotion.


Mario merapikan lagi baju kemeja yang iya kenakan dan memastikan senjata itu sudah layu,lalu dengan santai iya keluar dari ruangan untuk mengecek pekerjanya diluar kafe. Mario melihat Sella yang sibuk menghidangkan makanan dimeja pelanggan, lalu Sella melihat Mario dengan tersipu malu.


"Tuhkan Sella pasti tau,ah kacau,taruh dimana ini muka" Batin Mario hembus nafas kasar berkali kali melihat Sella yang bertingkah malu malu bila melihat Mario.


"Pak Mario tuh ada pelanggan yang mau minta Poto" Kata Marni yang baru datang dengan tangan memegang nampan.


"Astaga siapa lagi sih yang mau minta Poto,emang aku artis,ckck" Mario geleng kepala dan berdecak mulut kesal.


"Udah bapak samperin tuh pelanggan,secara bapak artis dikafe ini" Sambung Marni sembari terkekeh.


"Ah...malas" Gumam Mario dengan rasa malas berjalan masuk kedalam kafe out door tersebut,lalu kaki Mario menapak ketepi meja pengunjung dan melihat dua wanita cantik.


"Hallo Mario,kita ketemu lagi" Kata gadis cantik dengan dada berukuran besar.


"Macam orang lain,kamu lupa ya denganku?" Kata wanita tersebut.


"Gimana ya,banyak banget yang kenal" Kata Mario dengan berfikir mengingat wajah wanita yang dihadapannya kini.


"Aku Maya,Maya yang kemarin didiskotik,masa kamu lupa sih,aku tau kamu bekerja disini dari teman" Kata Maya dengan tersenyum manis.


"Astaga wanita ini ternyata,hah ngapai sih kesini?" Batin Mario baru ingat wanita yang mabuk mendekatinya kemarin malam,wanita yang pernah menggoda Mario.


"Kok bengong?,duduk dong,kenalin ini teman aku Lusi" Kata Maya.


"Ah iya May aku baru ingat,namaku Mario" Kata Mario dengan menebar senyuman manis didepan Lusi,Mario mengulurkan tangannya kepada Lusi.

__ADS_1


"Aku lusi" Kata Lusi dengan mata tak berkedip memandang wajah Mario.


Mario memandang wajah Lusi yang cantik tapi manis,sedangkan Lusi juga begitu terkagum kagum melihat wajah Mario sampai kedua tangan mereka masih saling salaman.


"Aduh lepas dong tangannya" Kata Maya sedikit cemburu melihat mereka berdua bengong masih saling pandang.


Mario dengan canggung melepas pegangan tangan Lusi,begitu juga dengan Lusi tersipu malu sekali.


"Alah paling Lusi cuma lihat dari wajahku doang,cewek kek gini cuma mau nafsunya aja,cih...makan tuh senyuman palsuku" Batin Mario dengan berfikir licik.


"Ya sudah kalau begitu aku masuk dulu masih ada kerjaan" Kata Mario dengan kikuk.


"Enggak jadi foto?" Kata Maya saat melihat Mario akan pergi.


"Entar aja deh May,kitakan bukan sekali ini ketemu,Ayo Lusi" Kata Mario bergegas pergi meninggalkan senyuman pesona buat Lusi.


"Aduh May ganteng banget,sumpah senyumnya itu buat aku meleleh,bikin geregetan May" Kata Lusi antusias saat Mario sudah pergi.


"Kamu kira aku bohong,didiskotik dia jadi cerita'an,banyak yang ingin tidur dengannya" Sambung Maya sangat tertarik menceritakan wajah Mario.


"Apa dia mau May tidur sembarang cewek?,cowok ganteng gitu pasti playboy" Kata Lusi.


"Enggak pernah tuh aku dengar dia tidur sama teman teman malam kita,keknya dia pemilih Lus,kemarin aku goda dia ngindar gitu" Jawab Maya.


"Pasti dia enak diranjang lihat bodynya yang besar pasti itunya besar" Kata Lusi antusias sekali.


"Mesum kamu Lus,eh tunggu tubang aku nelpon" Kata Maya saat melihat handphone berdering.


"Hah...Mario mario kamu buat aku meleleh,aku jadi suka pada pandangan pertama" Batin Lusi sangat meninginkan Mario jadi pasangannya.

__ADS_1


Lusi wanita cantik yang hidup merantau dengan bekerja malam,baru dua tahun dia menggeluti dunia hitam tersebut.Maya juga bekerja didunia malam,kedua wanita ini sekitaran umur dua puluh empat tahun,apakah salah satu wanita tersebut akan mengisi hari hari Mario?.


Bersambung*


__ADS_2