KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 94


__ADS_3

Mario sibuk melayani beberapa pelanggan saat bekerja didalam diskotik,setelah itu iya melihat Jerry masuk kedalam diskotik dan menghampiri Jerry saat jalan berdua dengan Oline memilih meja tengah.


"Kalian mau minum apa?" Tanya Mario saat duduk disebelah Jerry.


"Yang kek semalam aja,aku nagih nih minuman racikan bang Jeki" Balas Jerry dengan senyuman dibibirnya.


"Melati mana,enggak ikut?" Tanya Mario dengan heran.


"Kamu pacarnya kok enggak tau soal Melati,apa dia enggak bilang?" Jawab Jerry dengan mengkerutkan dahi.


"Maksudmu apa Jer?" Tanya Mario heran.


"Melati udah balek pulang kenegerinya,apa dia enggak minta izin dulu sama kamu" Balas Jerry dengan heran.


"Dia udah pulang?,dia enggak ada bilang" Sahut Mario dengan heran lagi.


"Dia orangnya tertutup memang,lagian kek nya dia enggak bakal balik lagi kesini kuliahnya jauh" Jawab Jerry.


"Jakarta mana jauh men" Balas Mario.


"Bukan dijakarta,rumah dia emang dijakarta tapi kuliahnya dijerman you now" Balas Jerry membuat Mario heran.


"Kenapa kaget?,apa Melati enggak cerita juga,aneh kalian" Kata Jerry.


"Ya aku tau dia kuliah dijerman" Balas Mario berbohong padahal iya baru tau sekarang.


"Ya sudah ambilkan minuman kami,kami mau happy malam ini" Titah Jerry yang tidak sabar menunggu untuk menikmati minuman.


"Dia bohong katanya kuliah dijakarta,rupanya dijerman,syukur aku enggak ada rasa,ah tapi ngapai aku sibuk sibuk memikirkan dia lagi toh dia udah pergi,enggak bakal menuntut perawannya yang udah aku ambil" Batin Mario kesal saat berjalan diruang Bartender.


Semenjak mengetahui itu Mario menghapus nomor Melati dari handphonenya,Mario tidak mau pusing memikirkan Melati,setelah itu iya mengambil minuman untuk Jerry dan Oline.Mario ikut gabung sekelak dengan Jerry dan Oline.


"Kalau kau mau ketemu Melati tiga tahun lagi Men,dia meneruskan S1 nya untuk jadi dokter" Kata Jerry tiba tiba saat minum bersama Mario.


"Melati udah bohong,katanya iya kuliah dijakarta,rupanya diluar negeri" Kata Mario dengan wajah kecewa.


"Dia anaknya tertutup,aku saja tidak tau kalau kalian udah jadian,lagian ada satu rahasia yang belum aku katakan" Kata Jerry yang mulai mabuk.


"Rahasia apa?" Kata Mario dengan antusias.


"Melati itu udah punya tunangan disana,dia udah lama dijodohkan sama teman bisnis papanya,maaf ya men aku cerita gini bukan maksud menghinamu atau maksud lain"

__ADS_1


"Ow gitu,dia udah dijodohkan,baguslah,lagian kamu cuma teman tapi mesra kok,enggak ada dirugiakan,no problem men" Jawab Mario santai.


"Maaf ya men aku mau bilang kemarin tapi ada Melati mabuk,Kau tidak kecewa?" Kata Jerry.


"Enggak biasa aja,sebentar ya aku mau antar minuman tamu VIP" Kata Mario langsung berdiri dari duduk.


"Sayang apa benar Melati udah dijodohkan?" Tanya Oline saat melihat Mario sudah pergi dari meja mereka.


"Ya dia memang sudah dijodohkan,Mario tempat persinggahan kali dibuat Melati" Kata Jerry dengan tersenyum.


"Wah kesempatan nih untuk godain Mario,Melati sudah lenyap" Batin dihati Oline.


Disisi lain Mario bukan mengantar minuman seperti apa katanya dengan Jerry,Pemuda ini masuk kedalam kamar mandi dengan hati yang kecewa dan marah mendengar kenyataan Melati sudah dijodohkan.


"Padahal aku enggak cinta tapi kok sakit ya mendengar ini" Kata Mario dengan tersenyum kecut didepan cermin.


"Kau pembohong Mel,aku benci wanita aku benci !" kata Mario dengan wajah Frustasi.


"Melati sama aja kek wanita lainnya hanya mau tubuhku dan wajahku ini,Mario,Mario kau sudah dibohongi Melati" Kata Mario dengan penuh kekecewa'an.


"Mulai sekarang aku bersumpah aku akan tidur dengan wanita yang menyukaiku,aku benci dibohongi !!" Tandas Mario dengan wajah penuh dendam.


Mario mencuci wajahnya dengan mata yang sempat mengembun,dengan langkah penuh dendam dan kecewa iya berjalan keluar kamar mandi,saat Mario berjalan melintas Lusi dihadapan Mario.


"kamu dari mana?,mana Maya?" Tanya Mario dengan ramah.


"Maya lagi ama tubangnya" Jawab Lusi dengan tersenyum.


"Ow jadi kamu dengan siapa kesini?" Tanya Mario.


"Sama tamu,entar ya aku takut tamuku marah,kalau ada waktu aku bolehkan mengajak kau minum Mario?" Kata Lusi.


"Boleh saja,ya sudah kau urus dulu tamu kamu itu" Kata Mario.


"Mmm,ok kapan kapan kita ketemuan ya" Kata Lusi dengan berani tangannya mengelus dada bidang Mario.


"Lusi cantik juga,montok lagi" Batin Mario dengan wajah badboynya.


Jarum jam terus berputar menunjukkan angka empat pagi,sudah saatnya mereka yang ada didalam diskotik pulang kerumah masing masing.


"Kau mau pulang Her?" Tanya Mario saat melihat Heru sudah siap dengan sepeda motornya.

__ADS_1


"Iya Man,enaklah kamu udah punya mobil,jadi enggak numpang lagi sama aku" Jawab Heru yang langsung naik diatas sepeda motor.


"Kalau kau enggak bawa motor biar aku saja yang antar,kau enggak perlu repot manggil taxy online" Balas Mario.


"Wah baik juga kamu,ya sudah aku pulang luan ya" Sahut Heru.


"Hati hati" Kata Mario singkat saat melihat Heru sudah pergi dari parkiran diskotik,saat Mario ingin masuk kedalam mobil langkahnya terhenti karena melihat keributan didepan diskotik.


"Kau belum bayar uang tips aku,cepat bayar" Kata Wanita berbadan sintal dan berwajah cantik.


"Aku kurang puas denganmu,kau menemaiku main Handphone melulu,aku enggak mau bayar" Sambung seorang Pria tua berbadan pendek.


Mario melihat pertengkaran itu,matanya Melihat Lusi yang ternyata ribut dengan tamunya,Mario langsung berjalan mendekati Lusi dan tamunya.


"Ada apa ini?" Tanya Mario dengan tatapan elang kepada Pria tua tersebut.


"Ini dia enggak mau bayar uang tips aku,cepat bayar" Jawab Lusi dengan kesal.


"Kalau aku enggak mau bayar kalian mau apa hah !" Kata Pria itu dengan nada tegas.


"Pak tua kau bayar saja,apa tidak malu dilihatin orang" Kata Mario dengan tolak pinggang.


"Bacot !" Pria itu tidak senang lalu melayangkan kepalan tinju dibibir Mario,lalu Mario mengusap setitik darah dibibirnya dan membalas kepalan tinju diwajah Pria tersebut,sementara Lusi terkejut sembari menutup mulutnya dengan tangan.


Baku hantam terjadi Pria tua tersebut terkapar diatas lantai,lalu tangan Mario mengambil dompet Pria tua tersebut dan mengambil uang.


"ini hak kamu Lus,lain kali kalau cari tamu hati hati" Kata Mario menyerahkan uang ditangan Melati.


"Makasih ya" Kata Lusi dengan tersenyum meleleh.


"Kau pulanglah,biarkan Pria tua ini" Kata Mario berjalan masuk kedalam mobilnya.


"Dia macho banget udah ganteng,baik lagi" Batin Lusi dengan hati yang meleleh.


Disisi lain ada sebuah mobil sedan yang mengawasi gerak gerik Mario,dia adalah Baron suruhan Kartika.


"Nyonya dia menolong wanita malam" Kata Baron saat menelpon Kartika.


(Awasi terus,kalau mereka dekat bunuh wanita itu) Suara Kartika dari handphone Baron.


"Baik Nyonya" Baron langsung menutup telponnya dan hembus nafas panjang.Lalu Pria ini mengikuti Mario sampai kerumahnya.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2