KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 53


__ADS_3

Desy membuka mata secara perlahan dan menemukan Mario yang masih terlelap,ya mereka saat ini tidur satu ranjang dengan bantal guling ditengahnya,untuk pertama kalinya Desy melihat wajah tampan Mario dipagi hari yang masih terpulas lelap diatas bantal,ingin sekali dia membangunkan kekasihnya itu tetapi lihat wajah Mario yang polos tidur seperti bayi niatnya dia urungkan dan tak tega untuk membangunkan Pemuda yang iya cintai tersebut.


Dia langkahkan kaki ini menuju ruang tamu apartemen dengan menyatukan rambut dan mengikatnya dengan karet rambut,lalu gadis ini berjalan sebentar kearah dapur untuk memasak mie instan."Ting nong" pagi seperti ini tidak biasanya orang bertamu diapartemen Desy,dengan rasa penasaran gadis ini berjalan hendak membuka pintu.


"Mama" Gumam Desy saat melihat dari lubang kecil pintu dan dia sangat terkejut sekali dengan kedatangan mamanya,Desy berlari kearah kamar dan mengunci pintu kamar supaya tidak terlihat dengan mamanya.


"Desy ini mama nak,apa kamu sudah bangun?" Suara wanita setengah baya diluar pintu tidak sabar ingin cepat masuk kedalam apartemen anaknya tersebut.


Dengan gugup sekali Desy menekan knop pintu setelah membuka kunci. "Mama" Tukas Desy sembari memeluk tubuh tua wanita ini panggil saja dia Norma.


"Lama kali kau buka pintu ini,mama udah capek dari bandara tadi" Tukas Norma langsung masuk kedalam ruang tamu dengan bicara logat batak.


Desy berlari kecil menuju ruang televisi lupa menyimpan foto Mario,Lalu wanita tua ini mengambil duduk diatas sofa untuk menghilangkan rasa letihnya karena seharian lepas landas dari kota sebelah. Norma menelusuri sekeliling dengan matanya melihat apartemen Desy begitu rapi dan bersih.


"Wahwah Boruku ini sudah rajin,sudah bersih sekarang" Ucap Norma yang berdecak kagum melihat silau kebersihan apartemen milik Desy.


"Ehehe iya ma masa Desy jorok terus,oh mama udah makan,ayo ma kedapur" Sahut Desy dengan gugup dan menyembunyikan langsung foto Mario didalam tong sampah,Karena gadis ini tau mamanya tidak mungkin memeriksa tong sampah tersebut.


"Apa kau sudah bisa memasak Desy?" Tanya Norma dengan berjalan kedapur melihat isi dapur apartemen anaknya.


"Ya enggak sih ma cuma masak mie instan aja aheeheh" Jawab Desy dengan kikuk berdiri disamping meja makan.


"Bah cemananya kau ini cuma mie instan aja kau banggakan bisa masak,ya sudah biar mama masak sekarang walau badan capek demi kamu mama masak" Tukas Norma sembari tangannya membuka lemari es.

__ADS_1


"Hehee mama ini ngejek aja,aku bawa koper mama kekamar ya" Sahut Desy sembari tangannya mengambil koper dari ruang tamu.


Norma geleng kepala melihat tingkah anak gadisnya yang semua serba terburu buru,padahal wanita setengah baya ini baru sampai dari perjalanan yang cukup jauh tetapi demi anak gadisnya dia rela masak didapur dan begitulah seorang Ibu tidak mengenal letih atau lelah demi anaknya. Padahal itu akal akalan Desy supaya mamanya sibuk didapur.


Saat Norma sibuk didapur gadis ini berjalan cepat masuk kedalam kamar dengan tangan kanan memegang koper,Desy masih melihat Mario yang masih terlelap juga,lalu lengan Desy menggoyang bahu Mario dengan kuat sekali membuat tidur Mario terganggu sehingga Pemuda ini langsung duduk terheran sekali.


"Ada apa sayang,aku terkejut" Tukas Mario sembari mengucek mata dan melihat wajah panik Desy.


"Mamaku datang,ayo kamu cepat pergi dari sini" Sahut Desy dengan gugup dan melihat kebelakang takut mamanya tiba tiba datang kekamar.


"Apa !" Mario terkejut langsung turun dari ranjang dan berdiri didepan pintu. Desy menarik Mario karena tubuhnya bisa terlihat oleh Norma. " Gimana ini?" Tanya Mario dengan mata yang masih berbelek karena belum cuci muka.


"Aku keluar dulu,nanti aku buka pintu kau cepat keluar ya" Kata Desy dengan gugup dan jantung berdebar setengah mati,Mario anggukan kepala saja dan berdiri dibalik pintu,Sedangkan Desy keluar dari kamar dengan langkah ringan melihat keadaan aman atau tidak,lalu gadis ini berjalan kearah pintu dan membuka pintunya.


"Desy siapa dia?"Tanya Norma yang sudah berdiri diruang tengah sembari memegang dua piring,Mata Norma melihat punggung Mario yang hendak keluar dari pintu dan betapa terkejutnya wanita setengah baya ini melihat anak laki laki ada diapartemen anak gadisnya.


"Glek"


Mario menelan ludah dengan wajah pucat pasi tidak berani membalikkan tubuh dan berhenti berlari,kaki Mario terasa kaku dengan gemetar apalagi Norma berjalan mendekati pintu,sedangkan Desy menggigit bibir cemas dan takut dimarahi mamanya.


"Desy bisa kau jelaskan kenapa laki laki ini ada disini?, ayo kau duduk" Tukas Norma dengan kesal sembari menarik paksa lengan Mario untuk duduk diatas sofa.


"Ma biarkan Mario pergi Ma,kami tidak melakukan hal aneh Ma" Tukas Desy yang masih berdiri didepan pintu lalu berjalan menuju sofa dengan takut sekali.

__ADS_1


"Oh jadi nama kau Mario, ngapai kau bisa diapartemen anakku?,kau siapanya Desy hah?" Tukas Norma dengan mata terbelalak menatap mario dengan tajam.


"Mama jangan keras keras sama Mario, dia cowok baik ma" Tandas Desy yang sudah duduk disamping Mario.


Pemuda ini hanya menundukkan kepala tidak berani menatap wajah Norma yang berang,sedangkan Norma sedikit terdiam mendengar ucapan anak gadisnya yang hendak membela terus Mario,wanita setengah baya ini menilai kalau anak gadisnya begitu suka pada Pemuda yang sekarang dihadapannya dengan duduk sembari ketakutan.


"Kenapa kau diam mmm?" Kata Norma lagi sembari mengekerutkan dahi.


"Ma-maaf tante" Hanya kata itu yang disampaikan Mario saking takutnya menghadapi wanita yang melahirkan gadis yang iya cintai tersebut.


"Maaf apa, tegas dikit kau jadi anak muda,ini masih aku yang menemukan kau disini, coba kalau papanya Desy pasti kau akan dicincang habis,mengerti kau !" Tandas Norma dengan wajah datar dan masih emosi.


"Mama sudahlah" Sambung Desy dengan wajah penuh kebimbangan,Desy jadi menyesal menyuruh Mario keluar dari pintu tadi seharusnya dia menyembunyikan Mario terlebih dahulu.


"Sekarang kau harus keluar dari sini" Usir Norma dengan wajah amarah langsung menarik lengan Mario berjalan kearah pintu.


"Mama" lirih Desy,dia tidak menyangka kalau mamanya semarah ini kepada Mario,Desy juga kesal kenapa Mario tidak bicara banyak atau menjelaskan supaya Norma mau menerima kehadirannya.


"Jangan datang lagi kesini,ingat itu !" Kata Norma dengan suara meninggi dan melihat langkah Mario pergi secara perlahan masuk kedalam lift.


"Buuk"


Norma menutup kasar pintu apartemen karena Mario sudah berlalu dari apartemen dan tidak telihat lagi.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2