KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 28


__ADS_3

Kamar Desy sangat berantakkan sejumlah kertas berserakan dan kulit buah juga tergeletak keluar ditempat sampah yang sudah menggunung,Desy jadi terpeleset saat mengejar Mario dengan kecoak yang iya pegang.


Kini tubuh berotot sedikit kepunyaan Desy sudah berada diatas tubuh Mario,Pemuda ini terpaku sembari telentang diatas lantai dengan beban tubuh Desy diatasnya.


Mata Mario melihat wajah cantik Desy dengan hidung mancung selaras dihiasi mata cokelat kepunyaan Desy.Desy juga melihat wajah tampan Mario dengan mata cipit seperti orang korea dengan dibalur hidungnya yang mancung serta bibir berwarna pink,bibir itu sangat menggemaskan Desy lalu iya langsung mencium bibir tipis kepunyaan Mario.


Mario langsung membalas menangkap bibir bawah Desy yang kenyal dengan posisi kepala terangkat sedikit,sembari tangan Mario memeluk pinggang ramping Desy dengan memejamkan mata,Desy tidak mau kalah dengan menekan kepalanya supaya memperdalam ciuman mereka.


Mario tidak perduli lagi dengan kecoak yang entah dimana saat Desy terpeleset tadi,sekarang Mario lebih menikmati ciuman panas yang dibuat Desy.


Mario merasakan dada Desy yang berukuran sedang saat menempel didada bidangnya, getaran panas didalam hati saat menikmati lidah Desy yang sudah mengkait dilidah Mario.


"Aku sayang kamu Mario" Suara pelan Desy saat melepas ciuman bibirnya,Pemuda ini juga merasakan nafas Desy yang tersengal karena wajah mereka masih berdekatan.


Mario membuka mata saat mendengar ucapan mesra Desy setelah mereka selesai berciuman,Desy bangkit berdiri dan disusul Mario yang sudah berdiri dihadapannya.


Mario memberanikan diri mendorong tubuh Desy hingga menyudut ketembok kamar,lalu melahap lagi bibir manis rasa Vanilla kepunyaan Desy,walau Mario tidak menjawab perkataan Desy barusan,tetapi sudah iya jawab dengan mencium lagi bibirnya.


"Ah Mario !"


Desy menggelinjang geli seperti ada rasa membara saat Pemuda ini mengecup jenjang leher kepunyaan Desy,Mario mencoba fokus mengecup setiap inci jenjang leher Desy dan membuat Desy terbuai dengan kecupan lembut Mario,walau terasa kaku karena jujur baru perdana Mario melakukannya kepada seorang wanita.


"Sudah Mario" Suara serak Desy saat mendorong pelan tubuh Mario karena bibir nakal Mario sudah turun kearah dua bukit kembar milik Desy yang masih terbungkus kain.


"Apa kamu pernah melakukannya Mario?" Tanya Desy dengan tersenyum nakal saat menatap wajah tampan Mario.


Mario terdiam sekelak memikirkan ucapan Desy,karena sampai sekarang junior milik Mario tidak bisa berdiri,padahal Mario sudah bekerja keras menaikkan birahinya tetapi tetap saja junior layu.


"Belum pernah sama sekali Des,ka-kalau kamu?" Jawabnya dengan gugup dan beranikan diri bertanya balik kepada Desy.

__ADS_1


"Juga belum,Aku susah jatuh cinta Mario,hanya fokus melatih murid murid dan kerja itu saja" Jawab Desy sembari mencubit hidung mancung Mario.


"Jadi Johan ?" Tanya Mario lagi memberanikan diri menyebut nama mantan Desy.


Desy terdiam sekelak dan bernafas panjang mendengar nama lelaki yang pernah menjadi pacarnya itu,Mario menyesal bertanya tentang Johan karena wajah Desy seketika berubah jadi muram.


"Johan berkhianat jangan kau sebut namanya lagi,lagian aku tidak pernah pacaran dengan dia lebih jauh,apalagi urusan ranjang Mario" Kata Desy dengan wajah benci saat menyebut nama Johan.


"Maafkan Aku des" Wajah Mario penuh dengan penyesalan.


"Kruyuk kruyuk"


Perut Desy berbunyi saat dihadapan Mario, lalu gadis ini tersenyum kecil dengan pipi yang merona malu dan melupakan ucapannya tadi.


"Kau lapar?, kenapa enggak bilang belum makan" Tanya Mario dengan tersenyum sambil menatap lagi wajah Desy yang merona karena malu.


"Iya belum makan tadi sibuk urus anak anak ikut turnamen, kita pesan makan yuk " Kata Desy sembari berjalan hendak mengambil handphone yang terletak diruang tamu.


"Mama selalu datang bawa makanan,Aku tidak pandai masak,kita pesan saja" Jawab Desy sembari mengotak atik handphonenya.


"Tidak usah pesan, biar Aku yang memasak untukmu Des" Balas Mario sembari berjalan kearah dapur dan membuka lemari es.


"Yakin bisa masak?" Tanya Desy yang sudah berdiri dibelakang Mario.


"Jangan sepele sama cowok kek aku Des,santai kamu duduk saja dikursi itu" Jawabnya dengan senyuman dan sibuk mencari makanan mentah didalam lemari es.


Desy tersenyum lebar dan percaya pada Mario yang bisa masak ini, dulu saat dirumah kardus Mario sering membantu Ibunya masak walau mereka masak secara sederhana,hingga Mario dapat mengenali bumbu bumbu dapur dengan teliti,apalagi iya pernah membantu koki dihotel saat masak untuk pelanggan hotel.


"Mario kau suami idamanku" Gumam Desy kagum saat melihat Mario dengan cekatan memakai pisau sembari memotong sayuran.

__ADS_1


Desy jadi tidak enak hanya duduk dikursi makan, lalu dia berjalan mendekati Mario yang sibuk memotong daging dan sayuran.


"Ada yang bisa aku bantu?" Tanya Desy saat melihat Mario menghidupkan kompor gas.


"Kamu duduk saja deh" Jawabnya karena tidak ingin Desy membantu,ini iya lakukan sebagai bentuk penyesalan karena membuat Desy kesal mengingat tentang mantannya itu.


Desy tidak perduli dengan ucapan Mario malah mengambil pisau dan ingin memotong seonggok daging diatas belanga,sedangkan Mario sudah sibuk menumis sayuran diatas kuali.


"Oaleh"


Keluh Desy saat melihat tangannya yang berdarah karena teriris pisau,Mario jadi terkejut dengan cepat menarik jari manis Desy dan melihat setetes darah.Mulut Mario langsung menghisap jari manis Desy dengan mesra serta wajah dipenuhi kecemasan.


Setelah itu Pemuda ini berlari ingin mengambil plaster luka yang sempat iya lihat diatas meja nakas ruang tamu, Desy diam dan memperhatikan tingkah Mario yang perhatian sekali.Lalu Mario merekatkan plaster dijari Desy yang terluka.


Kecemasan Mario dinilai gadis ini dan membuatnya semakin kasmaran dia tidak tau lagi harus berkata apa,selain perhatian Mario juga tidak mau Desy terluka sedikitpun.


"Kamu sih ngeyel udah Aku bilang diam duduk disana" Katanya dengan wajah cemas dan sedikit ngedumel.


"Kamu marah ?, kamu marah ya?" Tanya Desy berulang ulang dengan bibir mengerucut padahal Desy tidak apa tangannya kena pisau.


Mario tidak tau julukan gadis tomboy ini sitangan besi karena latihan bela diri dulu iya fokus meninju,jadi teriris pisau sedikit saja itu hanya seperti digigit semut bagi Desy.


"Ini enggak apa Mario,dulu Aku latihan lebih ngeri dari ini" Kata Desy dengan santai dan menarik kursi makan hendak duduk.


"Luka kena pisau kamu bilang tidak apa apa,aneh kamu" Jawab Mario sembari melanjutkan masak yang sempat tertunda.


"Dulu guruku mengajariku meninju pasir panas sewaktu latihan,ya udah enggak usah bahas,Aku minta maaf membuatmu khawatir sayang" Kata Desy dengan spontan memanggil sayang untuk kepada Mario.


Mario melonjak kegirangan didalam hati mendengar panggilan sayang dari Desy, tapi rasa girang itu tidak iya perlihatkan kepada Desy.

__ADS_1


Bersambung*


__ADS_2