KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 81


__ADS_3

Kartika menghidupkan musik jungle duth lalu duduk kembali ketempat semula,sementara Mario menikmati musik dengan sedikit mabuk,minuman yang disuguhkan kartika alkohol tinggi dan bermerek kelas atas membuat Mario oleng sedikit.


"Mario temani aku dansa yuk" Kata Kartika yang juga sudah mabuk.


"Aku enggak tau dansa mbak taunya joged kek bebek begini" Kata Mario yang sudah enggak sadar berdiri dan menggoyangkan pinggulnya.


Mario bergoyang bebas tanpa sadar karena pengaruh alkohol,menggoyangkan pinggulnya seperti bebek dan sedikit membungkuk.


"Haahha...hahaah Mario kamu lucu banget" Kartika tertawa lepas seperti tidak ada beban melihat lelucon yang Mario buat.


Bik Anna mendengar tawa lepas Kartika dengan tersenyum sendiri,lalu Bi Anna mengintip keruangan tamu melihat wajah bahagia Kartika.


"Baru ini lihat nyonya begitu bahagia setelah kematian tuan,ah Pemuda itu sungguh berkharisma membuat nyonya tertawa sampai segitunya" Batin Bik Anna dengan senang dan tersenyum bahagia.


"Mario hentikan jangan joged seperti itu lagi,kamu sudah mabuk ya" Kata Kartika sembari mematikan musik jungle duth tersebut.


"Ya mbak masih asyik nih" Sungut Mario yang menghentikkan aksi jogednya.


"Kamu udah mabuk Mario?" Tanya Kartika yang masih berdiri didekat speaker canggihnya.


"Sedikit mbak"


"Aku ingin dansa,kamu harus temani aku dansa" Kata Kartika sembari menghidupkan speakernya dan mengganti musik romantis.


Kartika menarik jemari Mario dan memeluk tubuh kekar Mario menyuruh mengikuti alunan musik romantis tersebut,Mario menurut dan kedua tanganya melingkar dipinggang ramping Kartika.


"Mario kalau kau tak pandai biar aku ajari,ikuti saja gerakan kakiku" Kata Kartika yang sudah melingkarkan kedua tangannya dileher Mario.


Mario anggukan kepala dan mengikuti gerakan kaki Kartika,miring kekanan kekiri lalu memutar,kedua bola mata Kartika menatap bola mata Mario,lalu Mario membalas tatapan penuh arti Kartika.

__ADS_1


Seiring berdansa mengikuti musik dan saling memandang kini kedua bibir mereka berbicara,seperti magnet saja menempel mengikuti naluri masing masing,dengan nafas memburu Mario mencium bibir tipis milik Kartika.


Jemari Kartika memegang rambut Mario menekan kepalanya supaya memperdalam lagi ciuman bibir tersebut ditengah dansa mereka, lalu lidah Mario menerobos masuk kedalam langit mulut Kartika dan menari didalamnya,Kartika juga tidak mau kalah membalas kelakuan yang sama.


"Cup" Mario melepaskan ciuman dan menyandarkan keningnya dikening Kartika,Mario merasakan nafas kartika yang tersengal sehabis ciuman tersebut.


"Mbak aku"


"Ssst jangan bicara seperti ini sebentar" Kata Kartika menutup mulut Mario dengan telunjuknya,Mario tidak jadi bicara dan memandang kembali wajah Kartika.


Kartika menghentikan dansanya lalu menarik pergelangan Mario,lalu Kartika menggiring Mario menaiki anak tangga satu persatu entah kenapa pemuda ini menurut saja.


"Cklek" tangan Kartika membuka pintu kamarnya,lalu menarik lengan Mario untuk masuk kedalam kamar mewah milik Kartika.Didalam hati Mario berdecak kagum melihat kamar mewah nan wangi aroma terapi membuat sedikit pikiran Mario nyaman.


"Sini duduk" Kata Kartika yang sudah duduk ditepi ranjang.


"Kamu tunggu disini ya,aku kekamar mandi dulu" Kata Kartika berdiri dari duduk berjalan kearah kamar mandi.


"Sreeet" Aroma terapi otomatis menyemprot membuat ruangan kamar sangat wangi,indera penciuman Mario semakin menghirupnya, membuat nyaman pikiran Mario yang masih duduk sendiri ditepi ranjang mewah nan empuk tersebut.


Mata Mario terbelalak ketika melihat Kartika keluar dari kamar mandi memakai lingering sexy berwarna merah maroon tanpa Bra,kulit putih Kartika yang terawat sangat menyatu dengan warna merah maroon tersebut.


Wanita ini berjalan mendekati Mario yang masih duduk ditepi ranjang,kini Kartika berdiri tepat dihadapan Mario,dengan jelas mata Mario melihat dua bukit besar yang kenyal dibalik lingering transparan tersebut.


Wanita ini membusungkan dadanya tepat diwajah Mario,lalu tangan Kartika membuka satu persatu tali lingering itu,sehingga dua bukit kembarnya bergoyang sedikit dan keluar begitu saja,memang tubuh Kartika sangat terawat sekali terlihat dari kedua gunungnya yang masih kencang itu.


Mario mengerti maksud wanita ini,lalu dengan perlahan mario mengecup salah satu bukit kembar itu,tanpa berfikir lagi Mario mengisap salah satu pucuk bukit tersebut secara bergantian.


Kedua tangan Kartika menekan kepala Mario seakan memberi kode supaya Mario lebih memperdalam lagi menyusu,kini lidah Mario menari nari disalah satu pucuk gunung kembar Kartika. "Eugh" Kartika yang masih berdiri melenguh menikmati perbuatan Mario.

__ADS_1


Kartika mendorong tubuh Mario untuk berbaring diatas kasur,lalu tangan nakal Kartika membuka resleting celana Mario,Mario entah kenapa menuruti saja saat pakaian yang iya kenakan dibuka Kartika.


"Kartika sepertinya berpengalaman,aku harus belajar dari dia" Batin Mario sendiri.


Kini Mario sudah tanpa busana dihadapan Kartika,wanita ini juga tidak tinggal diam iya membuka semua kain yang ada ditubuhnya,kini mereka seperti bayi yang baru lahir tanpa pakaian.


"Sssst Kartika" Racau Mario saat senjata pamungkasnya yang masih setengah tegak disedoot mulut Kartika.Ow nikmatnya luar biasa bagi Mario karena baru perdana senjata itu disentuh dan diemutt oleh orang lain.


"Hah dia naik" Batin Mario polos melihat senjata itu berdiri tegak seperti Mariam saja,dia berukuran diameter tiga,dengan panjang dua puluh centi meter.


Kartika berdecak kagum dan semakin bersemangat untuk menari narikan lidahnya disetiap tepi kepala senjata milik Mario,karena itu berukuran besar dan baru ini Kartika melihat ukuran besar itu.


"Eughh" Ow baru ini Mario melenguh kenikmatan saat kepala Kartika maju mundur dengan mulut berisikan senjata pamungkas Mario tersebut.


"Kartika aku mau eughhh" Mario menggelinjang hebat saat sampai puncaknya,iya melenguh dengan nafas tersengal saat air licin itu muncrat diwajah Kartika.


"Mmmm,Jahat ya belum apa apa udah keluar" Kata Kartika dengan tersenyum manis.


"Maafkan aku,kamu pasti kecewa" Kata Mario dengan lirih dan terduduk.


"Enggak,aku enggak kecewa kan masih ada jari dan mulut kamu" Kata Kartika dengan tersenyum licik,sembari tangan Kartika menyeka wajahnya yang terkena air licin milik Mario.


Mario langsung mengerti dan membaringkan tubuh Kartika,lalu merenggangkan lagi kedua paha Kartika,Mario langsung menuruti kemauan Kartika mengecup,mengisap V kartika dengan lembut. "Cup cup"


"Eughh...",Ow Kartika melenguh dengan mata tertutup sembari kedua tanganya memegangi kepala Mario.Lidah Mario semakin lincah memainkan benjolan seperti kacang tersebut, membuat Kartika menggelinjang dan melenguh sampai mengeluarkan kedutan di V nya,lalu tangan Mario juga ikut andil untuk membuat Kartika puas.


"Maaf ya Kartika aku memang sengaja lebih dulu,karena aku masih berfikir dua kali melepaskan perjaka ini" Batin Mario.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2