KISAH WARIA BERTAUBAT

KISAH WARIA BERTAUBAT
Episode 74


__ADS_3

Mario buru buru saat masuk kedalam diskotik karena iya sedikit terlambat,iya jadi terlambat karena sehabis jalan dengan Melati,Kini Mario sudah menapak didepan BAR diskotik.


"Lama banget kamu datang,lihat tuh ada tamu yang cariin kamu,tampaknya berduit" Kata Sang Bartender sebut saja namanya Jeki.


"Siapa lagi yang nyariin,dah macam gigoloo aja aku,ckck" Balas Mario sembari mendecakkan mulut.


"Jangang bodoh kamu Mario,waitres disini ngarapin uang tips buat makan,kok kamu malah tidak mau dapat tips,itu hal yang maklum disini,dah sana temui tuh wanita kaya siapa tau tipsnya gede,jangan lupa bagi Bang Jeki" Kata Jeki dengan ngedumel.


"Bang Jeki kalau ada maunya ngatur terus,ya udah aku samperin wanita itu" Balas Mario sembari mengambil buku dan pena.


"Beruntung nih ada Mario aku kebagian rezeky dari wanita itu Heheeh" Gumam Jeki sendiri yang ternyata udah dikasih uang dengan wanita yang memanggil Mario tersebut,sebagai upah untuk menyuruh Mario melayani wanita kaya itu.


Mario berjalan dan masuk kedalam ruangan VIP yang disediakan pemilik diskotik,setiap ruang VIP ada tempat karaoke didalamnya sangat spesial disediakan,mereka yang memesan VIP sudah pasti tamu yang berduit.


Kini Mario masuk kedalam ingin bertanya mau pesan apa,wanita itu ternyata Kartika dan Melsa yang memanggil Mario,Mario langsung duduk disebelah Kartika.


"Aku kira siapa yang manggil,rupanya mbak Kartika,mau pesan apa?" Kata Mario sembari tersenyum kecil dengan Kartika.


"Nanti saja aku pesan,tadi kamu ketemu temanku ini ya dikafe?,katanya kamu kerja dikafe itu" Balas Kartika.


"Iya benar,tante Melsa tadi ketemu aku,yakan Tan" Balas Mario.


"Benarkan aku enggak bohong,ya sudah aku mau pesan cocktail yang enak dan spesial ditempat ini" Sambung Melsa dengan suara manjanya.


"Ok boleh,kalau mbak mau pesan apa?" Tanya Mario dengan ramah,Kartika terdiam hanya memandang tubuh kekar Mario dengan melamun.Kartika melamun membayangkan memeluk tubuh atletis Mario.


"Mbak" Kata Mario sembari mengipaskan tangan dikedua mata Kartika,tetapi Kartika enggak merespon.


"Woi Tika,ditanya itu,kok kamu bengong sih" Melsa mengguncang Bahu Kartika,seketika wanita ini sadar membuat lamunannya buyar.


"Kamu mikir apa sih?" Tanya Melsa dengan nada heran.

__ADS_1


"Ah iya apa Mario?" Tanya Kartika sembari kikuk dan tegang.


"Aku tanya mbak mau pesan apa,Tante Melsa udah pesan duluan" Jawab Mario sembari geleng kepala melihat wajah bodoh Kartika.


"Mmm apa ya,kamu suka minum apa?" Tanya Kartika ulang,membuat Mario bingung mau jawab apa.


"Kalau aku sih enggak suka alkohol ya jadi yang manis aja biasanya mau minum,seperti wine gitu" Jawab Mario sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Wine juga bisa mabuk kalau banyak" Sambung Melsa dengan suara manjanya.


"Ok aku pesan wine kelas satu,jangan lupa sedikit es batu,buah jangan lupa Mario" Tukas Kartika dengan mengelus rahang Mario,entah kenapa Mario diam saja saat dielus rahangnya dengan tangan lembut Kartika.


"Ok pesanan sebentar lagi diantar" Ucap Mario sembari beranjak dari duduk.


Mario sudah pergi dari ruangan tersebut seketika dua wanita itu saling pandang dan melakukan tos.


"Kamu enak aja megang rahang calon berondong aku,cih" Melsa sedikit cemburu dengan kelakuan agresif temannya itu.


"Janda gila kamu,kamu harus ngalah sama aku Tik,aku dulu coba berondong itu"


"Sory ya Mel,untuk yang satu ini aku enggak mau kongsi sama kamu,kamu urus aja tuh Rudi berondong kamu itu" Celetuk Kartika.


"Enggak mau sama dia kecil burungnya" Balas Melsa dengan nada manja dan mengerucutkan bibirnya kedepan.


Melsa tidak berani menentang Kartika karena Kartika lebih kaya dari Melsa,ditempat seperti ini uang,pangkat berbicara,kalau banyak uang mereka akan dilayani dengan sebaik mungkin.


Pintu ruangan dibuka Mario obrolan dua wanita ini berhenti sesaat,Mario masuk kedalam sembari tangannya membawa minuman pesanan kedua wanita tersebut.


"Mario kamu temani kami dong minum" Titah Kartika sembari menuang wine kedalam gelas.


"Masih jam kerja mbak,entar kalau selesai aku gabung" Balas Mario.

__ADS_1


"Mmm aku bisa minta izin sama manajer tempat ini,percuma aku punya kartu gold disini,pasti manejer kamu dan pemilik diskotik ini menuruti kemauan aku" Tukas Kartika dengan tersenyum manis.


"Itu mungkin bisa mbak,tapi ya enggak enaklah aku kerja disini,kalau aku gabung pasti waitres yang lain enggak terima lihat aku duduk enakan minum" Tukas Mario menolak halus padahal dihati dia memang enggan untuk bergabung.


"jawabanmu benar juga ya,ok kalau tidak sibuk kau boleh kemari" Titah Kartika sembari tersenyum lebar.


"Siap mbak" Balas Mario sembari meninggalkan ruangan tersebut,terpancar sih wajah Kartika yang sedikit kecewa tetapi iya tidak membawa hati,lalu minum santai sembari karaokean bersama Melsa.


Kedua kaki Mario sudah menapak disamping bartender,kini iya memperhatikan pelanggan siapa tau mau pesan minuman lagi,pemuda tinggi atletis ini berdiri sembari menikmati musik dugem karena iya mulai terbiasa dengan musik tersebut.


Mario sudah asyik berdiri nyantai tetapi iya merasa terganggu saat melihat kedatangan Sarah,Mario buang muka saat Sarah berdiri didekat Bar dan berbicara dengan Bartender Jeki yang berbadan kecil tersebut.


"Mario kamu antar minuman nyonya ini" Titah Jeki sembari meracik minuman pesanan Sarah.


Mario terpaksa menurut karena itu pekerjaanya,dengan langkah malas iya berjalan kemeja Sarah yang ada ditepi kiri diskotik,kali ini Sarah tidak pesan ruangan VIP karena iya datang sendirian.


Mario menghidangkan minuman diatas meja dengan wajah datar dan cuek,Sarah melihat dengan tatapan seperti ingin memakan Mario saja. " Mario" Panggil Sarah saat Mario ingin cepat pergi,iya pura pura tidak mendengar.


Mario berjalan melewati ruangan VIP mengarah ketoilet diikuti Sarah yang ingin mengejar Mario. "Mario tunggu" Suara Sarah memanggil namanya tetapi iya tetap pura pura tidak mendengar.


"Sial banget ketemu janda gila ini,jadi enggak nyaman kerja disini" Batin Mario kesal sembari berjalan menjahui Sarah.


Kartika membuka pintu ruangan dan melihat Mario berjalan kearahnya,langkah Mario berhenti saat melihat wajah cantik Kartika sementara dibelakang Mario ada Sarah yang iya benci.


Entah apa yang dipikirkan Mario sehingga menarik lengan Kartika dan memeluk tubuh Kartika didepan Sarah.


"Mbak maaf ya disana,dibelakangku ada wanita gila yang mengejarku,tolong diam saja ikuti saja mauku" Tukas Mario berbisik ditelinga Kartika.


Wanita ini anggukan kepala dan melirik Sarah yang berdiri didepan mereka berdua,secara perlahan wajah Mario mendekati wajah cantik Kartika dengan sengaja iya mencium bibir tipis milik Kartika didepan Sarah.


Bersambung*

__ADS_1


__ADS_2